Komisi E DPRD Sulsel Soroti Minimnya Anggaran Perlindungan Perempuan dan Anak
Rabu, 23 Sep 2026 17:47
Ketua Komisi E DPRD Sulsel, Andi Tenri Indah dalam Rapat Kerja bersama DP3A-Dalduk KB Sulsel di kantor sementara dewan pada Rabu (23/09/2026). Foto: Istimewa
MAKASSAR - Komisi E DPRD Sulsel mendorong Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A-Dalduk KB) Sulsel untuk membangun koordinasi dengan Kaukus Perempuan Parlemen DPRD Sulsel membahas program yang dianggap mendesak dan penting.
Rekomendasi itu disampaikan oleh Ketua Komisi E DPRD Sulsel, Andi Tenri Indah dalam Rapat Kerja bersama DP3A-Dalduk KB Sulsel di kantor sementara dewan pada Rabu (23/09/2026).
"Sebenarnya yang paling penting itu, kita duduk bersama Kaukus Perempuan dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan untuk duduk bersama apa-apa saja yang urgen yang harus diberikan anggaran," kata Indah pada Rabu (29/06/2026).
Indah mengatakan selama ini, DP3A-Dalduk KB Sulsel sebenarnya mempunyai program. Hanya saja, anggarannya tidak ada, sehingga programnya tidak berjalan.
"Mungkin kurang bagus ki meyakinkan pimpinannya. Tapi saya bilang begini, nanti kita duduk bersama Kaukus Perempuan terkait perlindungan anak dan perempuan. Program apa saja yang urgen dan dianggap penting terkait perlindungan perempuan dan anak. Itu yang akan kita lakukan," ujarnya.
Lanjut Indah, setelah DP3A-Dalduk KB Sulsel bersama Kaukus Perempuan Parlemen menyepakati sejumlah program, maka Komisi E DPRD Sulsel bakal memberikan rekomendasi agar program tersebut diberikan anggaran yang cukup.
"Terus nanti kita usulkan Komisi E merekomendasikan ke Pemerintah Provinsi untuk diberikan anggaran kegiatan-kegiatan terkait perlindungan perempuan dan anak yang dianggap penting, begitu," ujarnya.
Sejauh ini, kekerasan seksual hingga kekerasan perempuan dan anak terus meningkat di Sulsel. Indah bilang, persoalan ini sebenarnya harus diberikan perhatian penuh dengan bantuan anggaran yang cukup.
"Harus kita banyak-banyak turun mengedukasi, mengajarkan ini perempuan-perempuan. Iya, karena kurangnya anggaran, maka itu yang tidak dilakukan," jelasnya.
Indah cukup prihatin dengan anggaran DP3A-Dalduk KB Sulsel yang hanya Rp6 miliar untuk se-Sulawesi Selatan. Sementara di APBD Perubahan, tambahan anggarannya hanya Rp50 juta.
"Padahal banyak juga kegiatannya ini Dinas Pemberdayaan Perempuan yang tidak terealisasi. Karena apa? Tidak ada uangnya, tidak ada SPD-nya katanya. Jadi ada juga kegiatan yang sudah dilakukan 100% tapi belum terbayarkan karena SPD-nya," jelasnya.
Rekomendasi itu disampaikan oleh Ketua Komisi E DPRD Sulsel, Andi Tenri Indah dalam Rapat Kerja bersama DP3A-Dalduk KB Sulsel di kantor sementara dewan pada Rabu (23/09/2026).
"Sebenarnya yang paling penting itu, kita duduk bersama Kaukus Perempuan dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan untuk duduk bersama apa-apa saja yang urgen yang harus diberikan anggaran," kata Indah pada Rabu (29/06/2026).
Indah mengatakan selama ini, DP3A-Dalduk KB Sulsel sebenarnya mempunyai program. Hanya saja, anggarannya tidak ada, sehingga programnya tidak berjalan.
"Mungkin kurang bagus ki meyakinkan pimpinannya. Tapi saya bilang begini, nanti kita duduk bersama Kaukus Perempuan terkait perlindungan anak dan perempuan. Program apa saja yang urgen dan dianggap penting terkait perlindungan perempuan dan anak. Itu yang akan kita lakukan," ujarnya.
Lanjut Indah, setelah DP3A-Dalduk KB Sulsel bersama Kaukus Perempuan Parlemen menyepakati sejumlah program, maka Komisi E DPRD Sulsel bakal memberikan rekomendasi agar program tersebut diberikan anggaran yang cukup.
"Terus nanti kita usulkan Komisi E merekomendasikan ke Pemerintah Provinsi untuk diberikan anggaran kegiatan-kegiatan terkait perlindungan perempuan dan anak yang dianggap penting, begitu," ujarnya.
Sejauh ini, kekerasan seksual hingga kekerasan perempuan dan anak terus meningkat di Sulsel. Indah bilang, persoalan ini sebenarnya harus diberikan perhatian penuh dengan bantuan anggaran yang cukup.
"Harus kita banyak-banyak turun mengedukasi, mengajarkan ini perempuan-perempuan. Iya, karena kurangnya anggaran, maka itu yang tidak dilakukan," jelasnya.
Indah cukup prihatin dengan anggaran DP3A-Dalduk KB Sulsel yang hanya Rp6 miliar untuk se-Sulawesi Selatan. Sementara di APBD Perubahan, tambahan anggarannya hanya Rp50 juta.
"Padahal banyak juga kegiatannya ini Dinas Pemberdayaan Perempuan yang tidak terealisasi. Karena apa? Tidak ada uangnya, tidak ada SPD-nya katanya. Jadi ada juga kegiatan yang sudah dilakukan 100% tapi belum terbayarkan karena SPD-nya," jelasnya.
(UMI)
Berita Terkait
Sulsel
Heriwawan Dorong Disbudpar Sulsel Proaktif Kejar Dana IndonesiaRaya dari Kementerian
Anggota Komisi B DPRD Sulsel, Heriwawan mendorong Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan (Disbudpar) Provinsi Sulawesi Selatan untuk proaktif mengejar Program Dana IndonesiaRaya milik Kementerian Kebudayaan.
Kamis, 17 Sep 2026 14:43
News
26 Tahun KIKST, Perkuat Kebersamaan dan Dorong Perempuan Terus Berkarya
Mengangkat nilai “Anggun dalam Sikap, Tangguh dalam Aksi”, KIKST mendorong anggotanya untuk menjaga ketulusan, kebersamaan, dan keharmonisan sekaligus menghadirkan karya yang berdampak.
Rabu, 16 Sep 2026 20:40
Sulsel
DPRD Sulsel Terbitkan 4 Poin Rekomendasi untuk Tenaga Kerja Buruh Bagasi di Pelabuhan Makassar
Komisi E dan D DPRD Sulsel menggelar rapat dengar pendapat (RDP) membahas permasalahan yang terjadi di wilayah Pelabuhan Makassar yang tidak pro kepada buruh Tenaga Kerja (TK) bagasi Pelabuhan. Rapat berlangsung di kantor sementara dewan di Makassar pada Selasa (15/09/2026).
Selasa, 15 Sep 2026 19:12
Sulsel
6 Legislator Gerindra di DPRD Sulsel Disiapkan Naik Kelas ke Pusat pada Pileg 2029
Sebanyak enam anggota DPRD Sulsel dari Gerindra berencana naik kelas ke pusat. Rencana mereka pun telah direstui oleh pengurus DPD Sulsel.
Kamis, 03 Sep 2026 17:35
News
Prihatin Lansia di Jeneponto, Salmawati dan Ketua Karang Taruna Turun Beri Bantuan
Kepedulian terhadap warga kurang mampu ditunjukkan Anggota DPRD Sulawesi Selatan dari Fraksi NasDem, Hj. Salmawati, bersama Ketua Karang Taruna Kabupaten Jeneponto, Suharmin Kilang.
Minggu, 23 Agu 2026 06:57
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Matangkan Pelaksanaan SKD Poltekpin 2026, 132 Peserta Siap Ikuti Seleksi
2
Tallasa City Groundbreaking Private Club House dan Siapkan Perencanaan Masjid di Cluster Alstonia
3
Guru Jeneponto Ikuti Bimtek Literasi dan Numerasi
4
Sengketa HPL Malili, Pemkab Lutim Siap Jadi Pihak Intervensi di PTUN Makassar
5
PT Vale Integrasikan Teknologi dan Praktik Berkelanjutan di Tambang Morowali
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Matangkan Pelaksanaan SKD Poltekpin 2026, 132 Peserta Siap Ikuti Seleksi
2
Tallasa City Groundbreaking Private Club House dan Siapkan Perencanaan Masjid di Cluster Alstonia
3
Guru Jeneponto Ikuti Bimtek Literasi dan Numerasi
4
Sengketa HPL Malili, Pemkab Lutim Siap Jadi Pihak Intervensi di PTUN Makassar
5
PT Vale Integrasikan Teknologi dan Praktik Berkelanjutan di Tambang Morowali