Kebakaran Lahan 3 Hektare di Lutim Padam Setelah Tiga Jam Pemadaman

Minggu, 04 Okt 2026 19:38
Kebakaran Lahan 3 Hektare di Lutim Padam Setelah Tiga Jam Pemadaman
Api berhasil dipadamkan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Luwu Timur bersama sejumlah unsur lain setelah operasi berlangsung sekitar tiga jam. Foto: Istimewa
Comment
Share
LUWU TIMUR - Kebakaran lahan seluas sekitar 3 hektare terjadi di Desa Asuli, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, Sabtu (03/10/26) malam.

Api berhasil dipadamkan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Luwu Timur bersama sejumlah unsur lain setelah operasi berlangsung sekitar tiga jam.

Kepala Damkar Luwu Timur, Guntur, mengatakan laporan kebakaran diterima petugas pukul 19.50 Wita dari warga bernama Seriati. Dua menit setelah laporan masuk, regu pemadam langsung bergerak menuju lokasi.

"Informasi kami terima pukul 19.50 Wita, dua menit kemudian regu kami berangkat dari Posko Towuti," ujarnya melalui via pesan WhatsApp, Minggu (04/10).

Regu 02 Posko Towuti tiba di lokasi pukul 20.06 Wita atau 16 menit sejak laporan diterima. Lima personel diterjunkan, yakni Kamaluddin Ribi, M. Rusdi, Hasan Basri, Pardi Wandy, dan Sri Wahyuni.

Di lapangan, personel Damkar tidak bekerja sendiri. Pemadaman dibantu unsur dari Vale, kepolisian, serta masyarakat setempat.

"Luas lahan yang terbakar sekitar tiga hektare. Kami bersama pihak terkait dan warga bekerja sampai api benar-benar padam," ujarnya.

Operasi pemadaman dinyatakan selesai pukul 23.05 Wita. Dihitung sejak tiba di lokasi, petugas bekerja sekitar tiga jam untuk memastikan api tak lagi menyala.

Hingga saat ini, belum ada informasi mengenai korban jiwa maupun korban luka. Penyebab kebakaran serta nilai kerugian juga belum dapat dipastikan dan masih menunggu penelusuran lebih lanjut.

Kebakaran lahan kerap sulit dikendalikan karena api mudah merambat di area terbuka dan medan yang tidak selalu dapat dijangkau kendaraan pemadam.

Karena itu, kecepatan respons petugas dan keterlibatan warga di sekitar lokasi menjadi faktor penentu.

Damkar Luwu Timur mengimbau masyarakat segera melapor apabila menemukan titik api, sekecil apa pun, agar petugas dapat bergerak sebelum api membesar.

Warga juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar karena risikonya merugikan banyak pihak.

"Kalau ada api, segera hubungi petugas. Jangan menunggu membesar," ujarnya.
(GUS)
Berita Terkait
Berita Terbaru