Sempat Berkabut Asap Tebal, Kualitas Udara Maros Mulai Membaik

Senin, 05 Okt 2026 12:49
Sempat Berkabut Asap Tebal, Kualitas Udara Maros Mulai Membaik
Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Sulsel, Syamsul Bahri. Foto: SINDO Makassar/Najmi S Limonu
Comment
Share
MAROS - Kualitas udara di Kabupaten Maros dan wilayah sekitarnya dalam beberapa hari terakhir kurang baik. Hal ini dipicu oleh kebakaran hutan di area Papua Selatan, yang asapnya ditiup angin timuran menuju wilayah Sulawesi.

Meski begitu, kondisi udara Maros saat ini perlahan membaik.

Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Sulsel, Syamsul Bahri yang ditemui awak media mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan menggunakan alat pengukur partikulat PM2.5, kondisi udara di Maros saat ini berada pada kategori sedang.

"Saat ini dari hasil pemantauan kami menggunakan peralatan untuk mengukur PM2.5, kondisinya sedang. Sudah ada penurunan dari hari sebelumnya. Pada tanggal 3 kemarin memang agak tinggi, tetapi saat ini sudah mulai menurun dan membaik,” ujar Syamsul, Senin (5/10/2026).

Menurutnya, kondisi kualitas udara di Maros dan sejumlah wilayah Sulawesi Selatan dapat dipengaruhi oleh asap kebakaran yang terjadi di beberapa daerah, seperti Pangkep, Jeneponto, Bantaeng dan Papua.

“Kalau kita lihat dari simulasi, kebakaran-kebakaran di Papua Selatan itu bahkan bisa memengaruhi kualitas udara di Sulawesi Selatan,” katanya.

Syamsul menyebut, di Kabupaten Maros memang sempat terlihat kabut, yang merupakan dampak dari keberadaan partikulat di udara. Namun untuk hari ini, kondisi udaranya sudah mulai membaik.

Kondisi ini ini kata dia, masih bisa terjadi kembali. Apabila terdapat sumber asap dan didukung kondisi atmosfer serta pola angin yang sama.

"Potensinya ada. Misalnya sumber asapnya ada, kemudian didukung kondisi atmosfer atau angin timuran yang masih seperti kemarin, kemungkinannya ada,” jelasnya.

Menyinggung mengenai dampak asap untuk manusia, dia menjelaskan, konsentrasi partikulat pada kondisi terburuk dapat mencapai kategori tidak sehat. Namun, apabila kondisi tersebut hanya berlangsung dalam waktu singkat, dampaknya terhadap tubuh relatif masih dapat ditoleransi.

Sebaliknya, paparan dalam waktu berminggu-minggu dapat menimbulkan risiko yang lebih serius.

Karenanya dia menghimbau, dalam beberapa hari ini, masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara berada pada kategori tidak sehat.

"Sebaiknya masyarakat menggunakan masker saat berkegiatan di luar rumah. Warga juga kami minta untuk mewaspadai potensi kebakaran selama musim kemarau yang masih berlangsung di Maros dan wilayah Sulawesi Selatan," pungkasnya.
(MAN)
Berita Terkait
Berita Terbaru