Amankan Suara Lewat Aplikasi, Demokrat Sulsel Bimtek Pelatih Saksi

Kamis, 19 Okt 2023 20:42
Amankan Suara Lewat Aplikasi, Demokrat Sulsel Bimtek Pelatih Saksi
Pengurus Demokrat Sulsel. Foto: IST
Comment
Share
MAKASSAR - DPD Demokrat Sulsel mulai melatih kadernya menggunakan aplikasi perhitungan cepat yang nantinya digunakan pada Pemilu 2024 mendatang. Pelatihan ini berlangsung Hotel Claro Makassar pada Rabu (18/10) kemarin.

Deputi Badan Koordinasi Saksi Nasional (BKSN) DPP Partai Demokrat, Iwan Rinaldo mengatakan seperti halnya KPU memiliki rekap KPU atau perhitungan cepat. Demokrat pun demikian.

"Kami juga sedang mengupgrade sebuah sistem pelaporan. Bukan berbasis quick count tapi bahkan sudah berbasis real count," katanya.

Dirinya juga menyebutkan dengan berbagai mitigasi yang mereka siapkan, pihaknya berharap aplikasi yang akan diterapkan nanti mampu merekam jumlah suara real-time

"Yang bisa kami dapatkan pusat tabulasi nasional di bawah pimpinan pusat," bebernya.



Dengan adanya apliasi ini kata Iwan akan mengawal suara calon legislatif mereka. "Jadi ini materi seragam kita berikan seluruh Indonesia, agar saksi Demokrat seluruh Indonesia memiliki daya juang yang sama," paparnya.

Dirinya mengakui seluruh saksi Demokrat nanti memiliki daya militansi agar suara diperoleh Caleg Demokrat bisa dicatat sampai akhir dan tidak meninggalkan TPS sampai akhir.

Tak kalah penting yakni mereka memiliki tugas mencari suara untuk partai berlambang mercy ini.

"Pada saat hari pemilihan para saksi yang kita miliki tidak mempengaruhi dihari pemilih tapi sebelum hari pemilihan," ujarnya.

Disinggung apakah nanti saksi Demokrat akan menjaga suara usungan mereka di Pilpres. Iwan menyebutkan hanya untuk partai saja, karena saksi partai koalisi juga ada.



"Terpisah, karena itu (Pilpres) koalisi nanti yang urus. Kami hanya fokus kepada Caleg saja," jelasnya.

Ketua DPD Demokrat Sulsel, Ni'matullah mengatakan jika ada sekitar 95 peserta yang hadir dari 24 Kabupaten/kota.

"Setiap Kabupaten itu 4 orang. Tapi yang hadir ini ada satu daerah yang kurang jadi hanya 95 orang yang seharusnya 96 orang," tandasnya.

Setelah 95 saksi tersebut telah mengikuti latihan, mereka lagi yang akan turun melakukan perekrutan sampai tingkat TPS. "Selesai ini dia langsung pulang mi," kuncinya.
(UMI)
Berita Terkait
Berita Terbaru