MUI Toraja Sayangkan JRM Ajak Buka Puasa Pakai Gambar Babi Guling di Grup WA
Rabu, 20 Mar 2024 17:42
Kolase foto JRM dengan undangan rapat MUI Tana Toraja menyikapi kasus tersebut. Ilustrasi: Sindo Makassar
TANA TORAJA - Anggota DPRD Sulsel, John Rende Mangontan (JRM) membuat tindakan tidak terpuji yang menyinggung umat Islam. Pada grup WhatsApp (WA) PILKADA & PILEG TORAJA, ia mengirim gambar babi guling dengan caption 'Buka puasa yuk'.
Kiriman JRM itu mendapat respon teguran dan kecaman dari penghuni grup hingga masyarakat luas. Bahkan, tangkapan layar chat politisi Golkar Sulsel itu dengan cepat menyebar di medsos.
Ketua MUI Tana Toraja, Zainal Muttaqin mengatakan pihaknya sudah menggelar rapat merespon hal tersebut. Sejumlah ormas islam hingga pihak terkait termasuk Kemenag diundang.
"Kami menerima laporan dari berbagai pihak, laporan itu bahkan masuk secara terus menerus, sehingga mendesak kami di MUI untuk mengambil sikap," kata Zainal saat dihubungi pada Rabu (20/03/2024).
Zainal menuturkan, persoalan ini tidak bisa diulur karena menjadi bola liar di masyarakat. Makanya pihaknya segera menggelar pertemuan untuk mengambil sikap atas kasus JRM ini.
"Sikap MUI dengan tegas sekali, menyayangkan bahwa itu sangat tidak bijaksana dan itu bisa mencerminkan memicu terjadinya konflik," kata Zainal.
"Kedua harus minta maaf kepada umat Islam secara terbuka, karena ini yang disakiti bukan hanya MUI, tetapi masyarakat Islam baik di dalam maupun di luar Toraja. Jadi tidak cukup hanya mohon maaf, kalau mohon maaf kepada saya, bisa. Tapi harus mengeluarkan pernyataan secara terbuka," jelas Zainal.
Dia mengakui, banyak pihak yang mendesak MUI Tana Toraja untuk melaporkan JRM ke pihak berwajib. Namun menurut Zainal, pihaknya tak bisa melaporkan, tapi bisa menjadi saksi ahli.
"Karena ini perkembangannya sudah panas dan sebagainya, tetapi harus diupayakan dipertanggungjawabkan di bidang hukum. Banyak yang mendesak kami untuk membawanya ke hukum, tapi kami hanya bisa menjadi saksi ahli," paparnya.
Sementara itu, JRM dalam hak jawabnya menceritakan bahwa awalnya mereka membahas survey baik poling dan survey di Group WA menyangkut Pilkada. Pembahasan itu kemudian dibawa dalam candaan bersamaan 7 orang, dimana candaan itu cair dan hidup.
"Lalu saya kirim (foto) babi guling dan tulis buka puasa, tapi tidak ada bahasa saya tentang saudara saya muslim. Karena puasa dikenal dan dilaksanakan juga di agama Kristen, apalagi dalam suasana menyambut Paskah," ujarnya.
JRM menyampaikan, pihaknya sebagai orang Kristen juga menjalankan puasa apalagi dalam menyambut hari Paskah dikenal puasa 40 hari yakni tanggal 14 Februari hingga tanggal 30 Maret. Dan yang paling tertib laksanakan adalah umat Katolik dan Pantekosta, sedangkan Protestan banyak juga yang laksanakan, ada juga yang laksanakan puasa mingguan dan bulanan.
"Tapi saat kami diskusi, tiba-tiba ada satu anggota muncul marah, padahal beliau tidak mengikuti percakapan kami/candaan kami. Tapi saya masih bilang 'kok tiba-tiba nongol langsung marah?' tutur JRM.
"Saya menjawab juga, bahwa kalau tersinggung saya minta maaf. Tapi jujur, saya tidak ada niat ke situ? Dan ingat puasa bukan cuman kaum muslimin, tapi di Kristen juga. Apalagi dalam suasana menyambut Paskah ini, banyak orang Kristen Puasa menyambut Paskah," bebernya.
Politisi Golkar ini mengklaim, telah menjelaskan maksudnya dalam Grup WA. JRM juga memberikan pemahaman kepada orang yang keberatan itu melalui obrolan pribadi agar mengerti. Menurut JRM, orang tersebut sudah paham, dan ia menganggap sudah clear.
"Tapi jujur saya juga kaget percakapan yang kami lakukan dalam group terbatas yang kita sama-sama ketahui bahwa group WA adalah percakapan terbatas yang tidak masuk ranah UU ITE. Berbeda dengan FB, X, atau IG. WhatsApp dianggap sebagai group privat," terangnya.
Kendati begitu, JRM tetap tak ingin memperpanjang persoalan ini. Makanya lewat hak jawabnya, ia memberikan permohonan maaf secara terbuka.
"Dalam menyambut bulan suci Ramadan dan menyambut Paskah, saya secara pribadi mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kehilafan saya yang membuat saudara dan orang tua saya kaum muslim memunculkan amarah pada saya. Harapan saya semoga ini pembelajaran yang sangat berharga bagi saya dan kita semua," harapnya.
Ia pun mengajak masyarakat untuk menjaga kerukunan umat beragama, karena apapun alasannya masih bayak tugas dan tanggung jawab untuk membangun kebersamaan.
"Dan saya pribadi masih bayak tugas dan tanggung jawab saya untuk menyelesaikan janji politik saya hingga berakhir di tahun ini. Semoga janji politik saya untuk memperjuangkan masih beberapa rumah ibadah termasuk masjid akan saya tuntaskan," jelasnya.
"Akhir kata selamat menjalankan bulan Suci Ramadan bagi seluruh saudara-saudaraku dan orang tuaku yang beragama muslim. Dan Selamat menjalankan ibadah puasa 40 hari menyambut Paskah bagi umat Kristiani semoga damai sejahtera, selalu bagi kita semua," kuncinya.
Kiriman JRM itu mendapat respon teguran dan kecaman dari penghuni grup hingga masyarakat luas. Bahkan, tangkapan layar chat politisi Golkar Sulsel itu dengan cepat menyebar di medsos.
Ketua MUI Tana Toraja, Zainal Muttaqin mengatakan pihaknya sudah menggelar rapat merespon hal tersebut. Sejumlah ormas islam hingga pihak terkait termasuk Kemenag diundang.
"Kami menerima laporan dari berbagai pihak, laporan itu bahkan masuk secara terus menerus, sehingga mendesak kami di MUI untuk mengambil sikap," kata Zainal saat dihubungi pada Rabu (20/03/2024).
Zainal menuturkan, persoalan ini tidak bisa diulur karena menjadi bola liar di masyarakat. Makanya pihaknya segera menggelar pertemuan untuk mengambil sikap atas kasus JRM ini.
"Sikap MUI dengan tegas sekali, menyayangkan bahwa itu sangat tidak bijaksana dan itu bisa mencerminkan memicu terjadinya konflik," kata Zainal.
"Kedua harus minta maaf kepada umat Islam secara terbuka, karena ini yang disakiti bukan hanya MUI, tetapi masyarakat Islam baik di dalam maupun di luar Toraja. Jadi tidak cukup hanya mohon maaf, kalau mohon maaf kepada saya, bisa. Tapi harus mengeluarkan pernyataan secara terbuka," jelas Zainal.
Dia mengakui, banyak pihak yang mendesak MUI Tana Toraja untuk melaporkan JRM ke pihak berwajib. Namun menurut Zainal, pihaknya tak bisa melaporkan, tapi bisa menjadi saksi ahli.
"Karena ini perkembangannya sudah panas dan sebagainya, tetapi harus diupayakan dipertanggungjawabkan di bidang hukum. Banyak yang mendesak kami untuk membawanya ke hukum, tapi kami hanya bisa menjadi saksi ahli," paparnya.
Sementara itu, JRM dalam hak jawabnya menceritakan bahwa awalnya mereka membahas survey baik poling dan survey di Group WA menyangkut Pilkada. Pembahasan itu kemudian dibawa dalam candaan bersamaan 7 orang, dimana candaan itu cair dan hidup.
"Lalu saya kirim (foto) babi guling dan tulis buka puasa, tapi tidak ada bahasa saya tentang saudara saya muslim. Karena puasa dikenal dan dilaksanakan juga di agama Kristen, apalagi dalam suasana menyambut Paskah," ujarnya.
JRM menyampaikan, pihaknya sebagai orang Kristen juga menjalankan puasa apalagi dalam menyambut hari Paskah dikenal puasa 40 hari yakni tanggal 14 Februari hingga tanggal 30 Maret. Dan yang paling tertib laksanakan adalah umat Katolik dan Pantekosta, sedangkan Protestan banyak juga yang laksanakan, ada juga yang laksanakan puasa mingguan dan bulanan.
"Tapi saat kami diskusi, tiba-tiba ada satu anggota muncul marah, padahal beliau tidak mengikuti percakapan kami/candaan kami. Tapi saya masih bilang 'kok tiba-tiba nongol langsung marah?' tutur JRM.
"Saya menjawab juga, bahwa kalau tersinggung saya minta maaf. Tapi jujur, saya tidak ada niat ke situ? Dan ingat puasa bukan cuman kaum muslimin, tapi di Kristen juga. Apalagi dalam suasana menyambut Paskah ini, banyak orang Kristen Puasa menyambut Paskah," bebernya.
Politisi Golkar ini mengklaim, telah menjelaskan maksudnya dalam Grup WA. JRM juga memberikan pemahaman kepada orang yang keberatan itu melalui obrolan pribadi agar mengerti. Menurut JRM, orang tersebut sudah paham, dan ia menganggap sudah clear.
"Tapi jujur saya juga kaget percakapan yang kami lakukan dalam group terbatas yang kita sama-sama ketahui bahwa group WA adalah percakapan terbatas yang tidak masuk ranah UU ITE. Berbeda dengan FB, X, atau IG. WhatsApp dianggap sebagai group privat," terangnya.
Kendati begitu, JRM tetap tak ingin memperpanjang persoalan ini. Makanya lewat hak jawabnya, ia memberikan permohonan maaf secara terbuka.
"Dalam menyambut bulan suci Ramadan dan menyambut Paskah, saya secara pribadi mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kehilafan saya yang membuat saudara dan orang tua saya kaum muslim memunculkan amarah pada saya. Harapan saya semoga ini pembelajaran yang sangat berharga bagi saya dan kita semua," harapnya.
Ia pun mengajak masyarakat untuk menjaga kerukunan umat beragama, karena apapun alasannya masih bayak tugas dan tanggung jawab untuk membangun kebersamaan.
"Dan saya pribadi masih bayak tugas dan tanggung jawab saya untuk menyelesaikan janji politik saya hingga berakhir di tahun ini. Semoga janji politik saya untuk memperjuangkan masih beberapa rumah ibadah termasuk masjid akan saya tuntaskan," jelasnya.
"Akhir kata selamat menjalankan bulan Suci Ramadan bagi seluruh saudara-saudaraku dan orang tuaku yang beragama muslim. Dan Selamat menjalankan ibadah puasa 40 hari menyambut Paskah bagi umat Kristiani semoga damai sejahtera, selalu bagi kita semua," kuncinya.
(UMI)
Berita Terkait
Sulsel
Masa Bakti Nirwan Arifuddin di Golkar Bulukumba Resmi Diperpanjang, Siap Gelar Musda
DPD I Golkar Sulsel dibawah kepemimpinan Ilham Arief Sirajuddin (IAS) resmi memperpanjang masa bakti Nirwan Arifuddin sebagai Ketua DPD II Golkar Bulukumba.
Kamis, 01 Okt 2026 19:19
Sulsel
Golkar Sulsel Perpanjang Masa Kepengurusan Appi dan 21 Golkar Kabupaten/kota
DPD I Golkar Sulsel memperpanjang kepengurusan 22 DPD II kabupaten/kota yang telah habis masa kepengurusannya. Sementara dua daerah lainnya yakni Bone dan Maros ditunjuk pelaksana tugas.
Kamis, 01 Okt 2026 18:01
Sulsel
Sowan ke Andi Fahsar Padjalangi, Plt Golkar Bone: Kami Hanya Mengisi Kekosongan
Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Kabupaten Bone yang baru ditunjuk, menemui mantan Ketua DPD II Golkar Bone, Dr. H. A. Fahsar M. Padjalangi di kediamannya, Jalan Makmur, Kota Watampone, Minggu (27/9/2026).
Minggu, 27 Sep 2026 13:23
News
Elektabilitas Golkar Terjaga, IAS Sebut Komunikasi Bahlil Jadi Faktor Penting
Dalam survei yang dirilis Poltracking pada 23 September 2026, Golkar berada di posisi ketiga dalam simulasi surat suara 18 partai politik, setelah Partai Gerindra dengan 23,2 persen dan PDI Perjuangan 11,6 persen.
Kamis, 24 Sep 2026 11:02
News
BPJS Kesehatan Libatkan Dai Perluas Literasi JKN di Sulsel
BPJS Kesehatan menggandeng MUI untuk memperluas literasi masyarakat mengenai Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dengan melibatkan dai dan daiyah.
Rabu, 23 Sep 2026 15:51
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Golkar Sulsel Perpanjang Masa Kepengurusan Appi dan 21 Golkar Kabupaten/kota
2
Jaga Silaturahmi Senat, Prof Hasmyati: Hubungan Baik Jauh Lebih Penting
3
Dansat Brimob Temui Dirut PDAM Makassar, Bahas Sinergi Kegiatan Sosial
4
DPO Penyiraman Cabai Jeneponto Ditangkap di Rumah Kadis Pendidikan Bantaeng
5
Masa Bakti Nirwan Arifuddin di Golkar Bulukumba Resmi Diperpanjang, Siap Gelar Musda
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Golkar Sulsel Perpanjang Masa Kepengurusan Appi dan 21 Golkar Kabupaten/kota
2
Jaga Silaturahmi Senat, Prof Hasmyati: Hubungan Baik Jauh Lebih Penting
3
Dansat Brimob Temui Dirut PDAM Makassar, Bahas Sinergi Kegiatan Sosial
4
DPO Penyiraman Cabai Jeneponto Ditangkap di Rumah Kadis Pendidikan Bantaeng
5
Masa Bakti Nirwan Arifuddin di Golkar Bulukumba Resmi Diperpanjang, Siap Gelar Musda