Hari Jadi, Bahtiar Sebut Masa Depan Wajo Ada di Perikanan dan Hortikultura
Senin, 22 Apr 2024 14:08
Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin saat menghadiri hari Jadi Wajo Senin, (22/04/2024). Foto: Istimewa
WAJO - Dalam semarak perayaan Hari Ulang Tahun ke-625 Kabupaten Wajo, ratusan pelajar menampilkan tari kolosal yang menceritakan tentang sutera melalui gerakan tarian mereka, di Lapangan Merdeka, Senin, (22/04/2024).
Acara ini merupakan puncak dari perayaan dengan tema "Merajut Sutera Merangkai Nusantara RI Tana Wajo". Peringatan HUT Kabupaten Wajo kali ini juga bertepatan dengan Hari Bumi, memperkuat komitmen daerah dalam pelestarian lingkungan.
Penjabat Gubernur Bahtiar Baharuddin, menyatakan, hari ini menjadi sangat spesial bagi Wajo. Selain HUT, juga merayakan Hari Bumi dengan penanaman dua juta pohon serentak di Sulsel dan meluncurkan program pembagian telur untuk penanganan stunting di Sulsel.
"Kita mulai dari Wajo karena merupakan tanah berkah," kata Bahtiar, yang hadir didampingi Pj Ketua TP PKK Sulsel, Sofha Marwah Bahtiar.
Sejarah panjang selama 625 tahun telah membentuk Wajo menjadi wilayah yang dikenal luas melahirkan banyak pemimpin dan ulama besar. Wajo adalah pusat peradaban Islam di Sulsel dan telah melahirkan cendikiawan yang cerdas.
"Sempurna Wajo ini, sudah ulamanya dari sini, terkenal tempat orang-orang kaya dan sejahtera, orang-orang cerdas pintar juga dari sini," ucapnya.
Lebih jauh Bahtiar mengungkapkan, upaya pelestarian alam menjadi fokus utama, terutama dengan warisan 27 danau purba yang kini mengalami pendangkalan.
"Kita dulu ini dimanja alam indah Wajo, ia disebut negeri danau paling besar seluruh Indonesia," ungkapnya.
Bahtiar bertekad menjadikan Wajo sebagai pusat perikanan air tawar di Sulawesi Selatan. "Wajo masa depannya ada pada perikanan air tawar dan tanaman hortikultura. Contoh sukses adalah cabai terbesar di Sulsel dan menyuplai seluruh wilayah Indonesia Timur bahkan Jawa," tandasnya.
Dalam acara ini, Pj Gubernur menyerahkan penghargaan kepada Kabupaten Wajo sebagai daerah dengan Sertifikat Kekayaan Intelektual Komunal terbanyak. Selain itu, penyerahan CSR berupa alat parkir Pasar Rakyat Tempe dan penghargaan kepada tokoh-tokoh daerah.
Kegiatan berlanjut dengan penyerahan bantuan pertanian, santunan kematian, dan bibit pohon. Acara ditutup dengan peninjauan gelar pangan murah oleh Pj Gubernur dan Pj Bupati Wajo di Masjid Agung Ummul Quraa Sengkang.
Perayaan ini tidak hanya menandai usia Kabupaten Wajo yang semakin matang, tetapi juga komitmen kuatnya terhadap pelestarian budaya dan lingkungan hidup
Acara ini merupakan puncak dari perayaan dengan tema "Merajut Sutera Merangkai Nusantara RI Tana Wajo". Peringatan HUT Kabupaten Wajo kali ini juga bertepatan dengan Hari Bumi, memperkuat komitmen daerah dalam pelestarian lingkungan.
Penjabat Gubernur Bahtiar Baharuddin, menyatakan, hari ini menjadi sangat spesial bagi Wajo. Selain HUT, juga merayakan Hari Bumi dengan penanaman dua juta pohon serentak di Sulsel dan meluncurkan program pembagian telur untuk penanganan stunting di Sulsel.
"Kita mulai dari Wajo karena merupakan tanah berkah," kata Bahtiar, yang hadir didampingi Pj Ketua TP PKK Sulsel, Sofha Marwah Bahtiar.
Sejarah panjang selama 625 tahun telah membentuk Wajo menjadi wilayah yang dikenal luas melahirkan banyak pemimpin dan ulama besar. Wajo adalah pusat peradaban Islam di Sulsel dan telah melahirkan cendikiawan yang cerdas.
"Sempurna Wajo ini, sudah ulamanya dari sini, terkenal tempat orang-orang kaya dan sejahtera, orang-orang cerdas pintar juga dari sini," ucapnya.
Lebih jauh Bahtiar mengungkapkan, upaya pelestarian alam menjadi fokus utama, terutama dengan warisan 27 danau purba yang kini mengalami pendangkalan.
"Kita dulu ini dimanja alam indah Wajo, ia disebut negeri danau paling besar seluruh Indonesia," ungkapnya.
Bahtiar bertekad menjadikan Wajo sebagai pusat perikanan air tawar di Sulawesi Selatan. "Wajo masa depannya ada pada perikanan air tawar dan tanaman hortikultura. Contoh sukses adalah cabai terbesar di Sulsel dan menyuplai seluruh wilayah Indonesia Timur bahkan Jawa," tandasnya.
Dalam acara ini, Pj Gubernur menyerahkan penghargaan kepada Kabupaten Wajo sebagai daerah dengan Sertifikat Kekayaan Intelektual Komunal terbanyak. Selain itu, penyerahan CSR berupa alat parkir Pasar Rakyat Tempe dan penghargaan kepada tokoh-tokoh daerah.
Kegiatan berlanjut dengan penyerahan bantuan pertanian, santunan kematian, dan bibit pohon. Acara ditutup dengan peninjauan gelar pangan murah oleh Pj Gubernur dan Pj Bupati Wajo di Masjid Agung Ummul Quraa Sengkang.
Perayaan ini tidak hanya menandai usia Kabupaten Wajo yang semakin matang, tetapi juga komitmen kuatnya terhadap pelestarian budaya dan lingkungan hidup
(GUS)
Berita Terkait
News
OJK, LPS, dan Pemprov Sulsel Gaungkan Gerakan Cinta Keuangan Syariah
Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersinergi melalui Gerakan Masyarakat (Germas) Anti Mager Cinta Keuangan Syariah.
Selasa, 03 Nov 2026 20:13
Ekbis
Mayoritas Daerah di Sulsel Mulai Beralih ke Perbankan Syariah
Sebanyak 21 dari 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan telah mengalihkan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) ke layanan perbankan syariah.
Selasa, 03 Nov 2026 09:52
Sulsel
Pemkab Wajo dan BI Percepat Digitalisasi Keuangan Daerah
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wajo bersama Bank Indonesia (BI) terus mendorong percepatan digitalisasi transaksi keuangan pemerintah daerah.
Senin, 02 Nov 2026 21:34
Ekbis
Aset Tembus Rp3.300 Triliun, OJK Luncurkan Cetak Biru Keuangan Syariah
OJK meluncurkan Cetak Biru Pengembangan dan Penguatan Keuangan Syariah sebagai arah baru untuk mempercepat pertumbuhan industri keuangan syariah nasional.
Senin, 02 Nov 2026 16:38
News
Gubernur Sulsel Sudah Koordinasi untuk Perbaikan Jalan Samping Tol Sutami
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, merespons kerusakan jalan di sepanjang sisi Tol Ir Sutami, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, yang menjadi keluhan masyarakat.
Kamis, 29 Okt 2026 16:14
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Nomor Presiden RI, Media hingga Tokoh Politik Diduga Disadap Sejak 2025
2
Bantaeng Berangkatkan 750 Orang ke Porprov XVIII Sulsel, Bidik Prestasi Terbaik
3
Rektor UIN Alauddin Takjub Kemampuan Multilingual Siswa SIT Darul Fikri Makassar
4
Sengkarut Bernegara: Ketika Penjaga Hukum Berhadapan dengan Hukum
5
OJK, LPS, dan Pemprov Sulsel Gaungkan Gerakan Cinta Keuangan Syariah
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Nomor Presiden RI, Media hingga Tokoh Politik Diduga Disadap Sejak 2025
2
Bantaeng Berangkatkan 750 Orang ke Porprov XVIII Sulsel, Bidik Prestasi Terbaik
3
Rektor UIN Alauddin Takjub Kemampuan Multilingual Siswa SIT Darul Fikri Makassar
4
Sengkarut Bernegara: Ketika Penjaga Hukum Berhadapan dengan Hukum
5
OJK, LPS, dan Pemprov Sulsel Gaungkan Gerakan Cinta Keuangan Syariah