Bapenda Gowa Optimistis Capai Realisasi PAD Rp156 Miliar
Rabu, 08 Mar 2023 14:01
Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Gowa optimistis mampu merealisasikan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp156 miliar pada tahun ini. Foto/Ilustrasi/Istimewa
GOWA - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Gowa optimistis mampu merealisasikan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp156 miliar pada tahun ini. Olehnya itu, pihaknya terus mendorong transaksi berbasis digital.
"Tahun ini, yang menjadi strong point kami dalam mengelola kebijakan pendapatan pajak daerah yakni mendorong peningkatan pelayanan yang berbasis digital. Kami telah melakukan sosialisasi terkait kebijakan ini dengan sasaran pelaku usaha, dan pengelola sektor pajak lainnya," kata Kepala Bapenda Gowa, Indra Wahyudi Yusuf, Rabu (8/3/2023).
Selain pelayanan digital, upaya lain yang akan dilakukan Bapenda Gowa yaitu melalui program intensifikasi dan ekstensifikasi. Program ini diimplementasikan dalam berbagai kebijakan. Antara lain, penguatan regulasi baik dalam bentuk peraturan daerah (perda), peraturan bupati (perbub) atau keputusan bupati sebagai landasan hukum dalam mengelola pajak.
Kemudian, melakukan peningkatan sumber daya manusia (SDM) dalam mendukung kapabilitas dan kompetisi aparat dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi sebagai entitas, termasuk pada pelayanan publik.
"Termasuk juga melakukan pemutakhiran data dan pendataan potensi pajak lainnya, memaksimalkan sosialisasi kepada stakholder mengenai kebijakan pengelolaan pajak daerah. Serta tak kalah penting adalah melakukan kolaborasi seperti yang selalu diinstruksikan Bupati Gowa dalam upaya penagihan pajak," terang mantan Kepala Bagian Humas Sekretariat Kabupaten Gowa ini.
Lanjut Indra, fokus lainnya yang akan dimaksimalkan adalah mengelola sektor pajak lainnya. Upaya ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (HKPD) yang mengamanatkan kepada semua pemerintah daerah untuk menyusun dan menetapkan peraturan daerah yang memuat di dalamnya kebijakan dalam pengelolaan pajak dan retribusi daerah.
"Saat ini kami telah melakukan penyusunan naskah peraturan daerah untuk dibahas dan semoga bisa ditetapkan tahun ini," katanya.
Hingga saat ini Bapenda Gowa mengelola sekitar 10 sektor pajak. Antara lain, pajak hotel, pajak restoran, pajak hiburan, pajak reklame, pajak penerangan jalan umum, pajak parkir, pajak air bawah tanah, pajak mineral bukan logam, dan batuan, pajak bumi dan bangunan pedesaan dan perkotaan, dan pajak Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).
"Dari target pajak Rp156 miliar sampai dengan periode Februari 2023 realisasi pajak yang kami kelola rata-rata 10 persen untuk satu mata pajak," ungkapnya.
Sebelumnya, Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan, mendorong agar Bapenda dan Perusahaan Daerah (Perusda) Gowa mampu menggali potensi-potensi daerah yang bisa menghasilkan peningkatan pajak daerah untuk mendongkrak PAD.
"Saya telah menginstruksikan SKPD atau pihak-pihak terkait seperti Bapenda dan Perusda agar bagaimana mendorong sektor-sektor yang di anggap dapat menambah pendapatan daerah," katanya pada berbagai kesempatan.
Adnan mengaku, sejumlah sektor di nilai memiliki potensi dalam menggeliat PAD. Antara lain, sektor pertanian, peternakan, perkebunan, dan pariwisata. Sebab, PAD keempat sektor ini akan masuk ke kas daerah 100 persen tanpa melalui pembagian hasil dari pusat.
“Kita terus menggenjot potensi daerah yang ada khususnya yang akan masuk full ke kas daerah. Salah satunya bekerjasama dengan pihak swasta dan mendorong peluang investasi yang masuk di Gowa” jelasnya.
"Tahun ini, yang menjadi strong point kami dalam mengelola kebijakan pendapatan pajak daerah yakni mendorong peningkatan pelayanan yang berbasis digital. Kami telah melakukan sosialisasi terkait kebijakan ini dengan sasaran pelaku usaha, dan pengelola sektor pajak lainnya," kata Kepala Bapenda Gowa, Indra Wahyudi Yusuf, Rabu (8/3/2023).
Selain pelayanan digital, upaya lain yang akan dilakukan Bapenda Gowa yaitu melalui program intensifikasi dan ekstensifikasi. Program ini diimplementasikan dalam berbagai kebijakan. Antara lain, penguatan regulasi baik dalam bentuk peraturan daerah (perda), peraturan bupati (perbub) atau keputusan bupati sebagai landasan hukum dalam mengelola pajak.
Kemudian, melakukan peningkatan sumber daya manusia (SDM) dalam mendukung kapabilitas dan kompetisi aparat dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi sebagai entitas, termasuk pada pelayanan publik.
"Termasuk juga melakukan pemutakhiran data dan pendataan potensi pajak lainnya, memaksimalkan sosialisasi kepada stakholder mengenai kebijakan pengelolaan pajak daerah. Serta tak kalah penting adalah melakukan kolaborasi seperti yang selalu diinstruksikan Bupati Gowa dalam upaya penagihan pajak," terang mantan Kepala Bagian Humas Sekretariat Kabupaten Gowa ini.
Lanjut Indra, fokus lainnya yang akan dimaksimalkan adalah mengelola sektor pajak lainnya. Upaya ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (HKPD) yang mengamanatkan kepada semua pemerintah daerah untuk menyusun dan menetapkan peraturan daerah yang memuat di dalamnya kebijakan dalam pengelolaan pajak dan retribusi daerah.
"Saat ini kami telah melakukan penyusunan naskah peraturan daerah untuk dibahas dan semoga bisa ditetapkan tahun ini," katanya.
Hingga saat ini Bapenda Gowa mengelola sekitar 10 sektor pajak. Antara lain, pajak hotel, pajak restoran, pajak hiburan, pajak reklame, pajak penerangan jalan umum, pajak parkir, pajak air bawah tanah, pajak mineral bukan logam, dan batuan, pajak bumi dan bangunan pedesaan dan perkotaan, dan pajak Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).
"Dari target pajak Rp156 miliar sampai dengan periode Februari 2023 realisasi pajak yang kami kelola rata-rata 10 persen untuk satu mata pajak," ungkapnya.
Sebelumnya, Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan, mendorong agar Bapenda dan Perusahaan Daerah (Perusda) Gowa mampu menggali potensi-potensi daerah yang bisa menghasilkan peningkatan pajak daerah untuk mendongkrak PAD.
"Saya telah menginstruksikan SKPD atau pihak-pihak terkait seperti Bapenda dan Perusda agar bagaimana mendorong sektor-sektor yang di anggap dapat menambah pendapatan daerah," katanya pada berbagai kesempatan.
Adnan mengaku, sejumlah sektor di nilai memiliki potensi dalam menggeliat PAD. Antara lain, sektor pertanian, peternakan, perkebunan, dan pariwisata. Sebab, PAD keempat sektor ini akan masuk ke kas daerah 100 persen tanpa melalui pembagian hasil dari pusat.
“Kita terus menggenjot potensi daerah yang ada khususnya yang akan masuk full ke kas daerah. Salah satunya bekerjasama dengan pihak swasta dan mendorong peluang investasi yang masuk di Gowa” jelasnya.
(TRI)
Berita Terkait
Sulsel
Tarawih Pertama, Bupati Talenrang Ajak Masyarakat Perkuat Semangat Gowa Bersama
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa melaksanakan Shalat Isya dan Tarawih berjamaah bersama masyarakat di Masjid Agung Syekh Yusuf, Rabu (18/2).
Kamis, 19 Feb 2026 04:33
Sulsel
Raker Pramuka Gowa 2026 Perkuat Sinergi dengan Pemerintah Daerah
Bupati Gowa yang juga Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menegaskan Pramuka sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung program pembangunan.
Selasa, 17 Feb 2026 12:14
Sulsel
Pemkab Gowa Perkuat Kapasitas HAM, Fokus Perlindungan Kelompok Rentan
Pemerintah Kabupaten Gowa menggelar kegiatan Penguatan Kapasitas HAM bagi masyarakat di Baruga Karaeng Galesong. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah.
Jum'at, 13 Feb 2026 18:26
Sulsel
Kerja Bakti Serentak, Pemkab Gowa Perkuat Budaya Bersih Jelang Ramadan
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kabupaten Gowa menggelar apel besar kerja bakti serentak sebagai langkah memperkuat budaya hidup bersih dan sehat di masyarakat.
Jum'at, 13 Feb 2026 13:28
Sulsel
Pemkab Gowa Gelar Pasar Pangan Murah, 40 Pelaku Usaha Terlibat
Pemkab Gowa menggelar Pasar Pangan Murah menjelang Ramadan 1447 Hijriah. Kegiatan yang diinisiasi Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gowa ini berlangsung pada 12–13 Februari 2026.
Kamis, 12 Feb 2026 18:16
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Pemkab Maros Lakukan Penyesuaian TPP ASN, Alami Penurunan 5 Persen
2
Refleksi Setahun Chaidir–Muetazim: Stunting Turun, Infrastruktur Digenjot
3
Dianggarkan Rp700 Juta, Masjid Pemda Maros Diresmikan Bupati
4
Pemerintah Turun ke Pasar, Stabilitas Harga Pangan Sulsel Terpantau Aman
5
Capaian Safety SPJM, 19 Juta Jam Pelayanan Dengan Zero Fatality
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Pemkab Maros Lakukan Penyesuaian TPP ASN, Alami Penurunan 5 Persen
2
Refleksi Setahun Chaidir–Muetazim: Stunting Turun, Infrastruktur Digenjot
3
Dianggarkan Rp700 Juta, Masjid Pemda Maros Diresmikan Bupati
4
Pemerintah Turun ke Pasar, Stabilitas Harga Pangan Sulsel Terpantau Aman
5
Capaian Safety SPJM, 19 Juta Jam Pelayanan Dengan Zero Fatality