Pencarian ATR 42-500 Berlanjut, Tim SAR Hadapi Medan Ekstrem Bulusaraung

Tim SINDOmakassar
Kamis, 22 Jan 2026 23:35
Tim SAR gabungan menggunakan helikopter TNI AU untuk menyisir lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, dalam operasi pencarian korban pesawat ATR 42-500. (Dok.Tim SAR)
1/6
Tim SAR gabungan menggunakan helikopter TNI AU untuk menyisir lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, dalam operasi pencarian korban pesawat ATR 42-500. (Dok.Tim SAR)
Personel Tim SAR gabungan bersiap melakukan rescue di puncak Gunung Bulusaraung pada operasi pencarian pesawat ATR 42-500. (Dok.Tim SAR)
2/6
Personel Tim SAR gabungan bersiap melakukan rescue di puncak Gunung Bulusaraung pada operasi pencarian pesawat ATR 42-500. (Dok.Tim SAR)
Tim SAR gabungan mengevakuasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 dari lereng curam Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep. (Dok.Tim SAR)
3/6
Tim SAR gabungan mengevakuasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 dari lereng curam Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep. (Dok.Tim SAR)
Prajurit TNI mengevakuasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 dari kawasan hutan lebat di lereng Gunung Bulusaraung. (Dok.Tim SAR)
4/6
Prajurit TNI mengevakuasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 dari kawasan hutan lebat di lereng Gunung Bulusaraung. (Dok.Tim SAR)
Tim SAR gabungan berada di sekitar ekor pesawat ATR 42-500 yang ditemukan di lereng Gunung Bulusaraung. (Dok.Tim SAR)
5/6
Tim SAR gabungan berada di sekitar ekor pesawat ATR 42-500 yang ditemukan di lereng Gunung Bulusaraung. (Dok.Tim SAR)
Kotak hitam pesawat ditemukan di sekitar puing badan pesawat di lereng gunung dengan medan terjal dan jurang curam. (Dok.Tim SAR)
6/6
Kotak hitam pesawat ditemukan di sekitar puing badan pesawat di lereng gunung dengan medan terjal dan jurang curam. (Dok.Tim SAR)
Tim SAR gabungan menggunakan helikopter TNI AU untuk menyisir lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, dalam operasi pencarian korban pesawat ATR 42-500. (Dok.Tim SAR)
Personel Tim SAR gabungan bersiap melakukan rescue di puncak Gunung Bulusaraung pada operasi pencarian pesawat ATR 42-500. (Dok.Tim SAR)
Tim SAR gabungan mengevakuasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 dari lereng curam Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep. (Dok.Tim SAR)
Prajurit TNI mengevakuasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 dari kawasan hutan lebat di lereng Gunung Bulusaraung. (Dok.Tim SAR)
Tim SAR gabungan berada di sekitar ekor pesawat ATR 42-500 yang ditemukan di lereng Gunung Bulusaraung. (Dok.Tim SAR)
Kotak hitam pesawat ditemukan di sekitar puing badan pesawat di lereng gunung dengan medan terjal dan jurang curam. (Dok.Tim SAR)
Comments
Pangkep - Tim SAR gabungan terus melanjutkan pencarian korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan. Hingga hari kelima pencarian, Rabu (21/1/2026), tim telah menemukan kotak hitam (black box) pesawat yang hilang kontak pada Sabtu (17/1/2026).

Kotak hitam pesawat ditemukan di sekitar puing badan pesawat di lereng gunung dengan medan terjal dan jurang curam. Temuan tersebut menjadi bagian penting dalam proses investigasi dan selanjutnya akan diserahkan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Sementara itu, Tim DVI Biddokkes Polda Sulawesi Selatan telah berhasil mengidentifikasi dua korban, masing-masing pramugari Florencia Lolita Wibisono dan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Deden Maulana. Kedua jenazah tersebut telah diserahkan kepada keluarga masing-masing.

Operasi SAR masih menghadapi kendala cuaca yang cepat berubah, kabut tebal, serta medan pegunungan yang ekstrem. Meski demikian, Tim SAR gabungan memastikan pencarian akan terus dilanjutkan dengan dukungan personel terlatih dan peralatan khusus hingga seluruh korban ditemukan.
(MAS)
Foto Terkait
Foto Terbaru