Ratusan Kiai dan Asatidz se-Sulsel Perkuat Silaturahmi dan Kolaborasi Pascaidulfitri

Tim SINDOmakassar
Senin, 30 Mar 2026 17:51
Suasana hangat penuh kekeluargaan mewarnai acara halal bihalal yang digelar pada Minggu (29/3) oleh Konsorsium Pesantren Bersaudara di SLB Yayasan Pembinaan Tunanetra Indonesia (YAPTI), Makassar.
1/3
Suasana hangat penuh kekeluargaan mewarnai acara halal bihalal yang digelar pada Minggu (29/3) oleh Konsorsium Pesantren Bersaudara di SLB Yayasan Pembinaan Tunanetra Indonesia (YAPTI), Makassar.
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dihadiri ratusan kiai dan asatidz dari hampir 50 pondok pesantren yang tersebar di berbagai kabupaten di Sulawesi Selatan.
2/3
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dihadiri ratusan kiai dan asatidz dari hampir 50 pondok pesantren yang tersebar di berbagai kabupaten di Sulawesi Selatan.
Pertemuan ini menjadi momentum untuk menyatukan gagasan pasca-Idulfitri, mempererat ukhuwah, serta membangun kolaborasi antarpesantren dalam mewujudkan kemaslahatan umat dan bangsa.
3/3
Pertemuan ini menjadi momentum untuk menyatukan gagasan pasca-Idulfitri, mempererat ukhuwah, serta membangun kolaborasi antarpesantren dalam mewujudkan kemaslahatan umat dan bangsa.
Suasana hangat penuh kekeluargaan mewarnai acara halal bihalal yang digelar pada Minggu (29/3) oleh Konsorsium Pesantren Bersaudara di SLB Yayasan Pembinaan Tunanetra Indonesia (YAPTI), Makassar.
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dihadiri ratusan kiai dan asatidz dari hampir 50 pondok pesantren yang tersebar di berbagai kabupaten di Sulawesi Selatan.
Pertemuan ini menjadi momentum untuk menyatukan gagasan pasca-Idulfitri, mempererat ukhuwah, serta membangun kolaborasi antarpesantren dalam mewujudkan kemaslahatan umat dan bangsa.
Comments
Makassar - Suasana hangat penuh kekeluargaan mewarnai acara halal bihalal yang digelar pada Minggu (29/3) oleh Konsorsium Pesantren Bersaudara di SLB Yayasan Pembinaan Tunanetra Indonesia (YAPTI), Makassar. Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dihadiri ratusan kiai dan asatidz dari hampir 50 pondok pesantren yang tersebar di berbagai kabupaten di Sulawesi Selatan.

Lebih dari sekadar ajang silaturahmi, pertemuan ini menjadi momentum untuk menyatukan gagasan pasca-Idulfitri, mempererat ukhuwah, serta membangun kolaborasi antarpesantren dalam mewujudkan kemaslahatan umat dan bangsa.

“Alhamdulillah, antusiasme para guru dan keluarga besar pesantren sangat luar biasa. Ini menunjukkan besarnya keinginan kita semua untuk bersatu dan memajukan pesantren di Indonesia,” ujar Ketua Umum Konsorsium Pesantren Bersaudara, H. A. Muhammad Nur Syahid M.

Para pimpinan pesantren yang hadir sepakat bahwa kolaborasi yang solid menjadi kunci dalam mencetak generasi unggul, berakhlak mulia, serta mampu berkontribusi positif bagi masyarakat. Konsorsium juga tengah menyiapkan program kaderisasi bersama, termasuk membuka akses perkuliahan dan short course ke Timur Tengah, seperti ke Universitas Al-Azhar di Mesir, Ummul Qura University di Mekkah, dan Al-Ahqaf University di Yaman.

Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antarpondok pesantren di Sulawesi Selatan semakin kuat dan mampu melahirkan berbagai program kolaboratif di bidang pendidikan, ekonomi, serta sosial keagamaan.

Kiai Kamaluddin Marsus, pimpinan Pondok Pesantren MHQ Bone yang didapuk sebagai pembawa hikmah, mengaku terharu dengan suasana halal bihalal tersebut. Ia menilai, selain mempererat ukhuwah, kegiatan ini juga memberikan kesan mendalam melalui penampilan santri tunanetra binaan YAPTI Makassar.

“Selain nuansa ukhuwah yang kuat, ada rasa haru melihat santri tunanetra mampu berprestasi hingga tingkat nasional dan internasional, bahkan menghafal Al-Qur’an. Ini bukti bahwa keterbatasan bukan halangan untuk meraih prestasi,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, para pimpinan pesantren juga mendorong pengembangan pesantren inklusif, khususnya bagi penyandang tunanetra. Dukungan tersebut ditujukan kepada YAPTI serta Yayasan Gammara Inklusi yang dipimpin Andi Zulfajrin, S.IP., seorang tunanetra lulusan Hubungan Internasional Universitas Brawijaya yang aktif memperjuangkan pendidikan dan pemberdayaan bagi penyandang disabilitas di Makassar. Acara ditutup dengan doa bersama dan saling bermaafan, menandai semangat baru untuk memperkuat kolaborasi dalam memajukan pesantren dengan mengusung semangat, “Kita tidak sama, tetapi harus bersama.”
(MAS)
Foto Terkait
Foto Terbaru