McDonald’s Dukung Peluang Lapangan Kerja Lintas Sektor Tumbuh Lebih dari Tiga Kali Lipat
Sabtu, 28 Feb 2026 22:56
Studi independen Oxford Economics menyoroti ekosistem McDonald’s Indonesia, dari karyawan hingga pemasok, yang menciptakan dampak ekonomi berlapis di berbagai daerah. Foto: Istimewa
JAKARTA - Studi independen Oxford Economics menyoroti ekosistem McDonald’s Indonesia, dari karyawan hingga pemasok, yang menciptakan dampak ekonomi berlapis di berbagai daerah, didorong oleh rantai pasok domestik dan pemberdayaan talenta lokal.
Oxford Economics mencatat bahwa operasional McDonald’s Indonesia, yang dimiliki sepenuhnya oleh PT Rekso Nasional Food, telah berkembang menjadi sebuah ekosistem terintegrasi yang memberi dampak berlapis bagi perekonomian masyarakat.
Oxford Economics, firma penasihat ekonomi global terkemuka dan independen, melakukan analisis terhadap inisiatif ketenagakerjaan, pengadaan, dan kontribusi sosial dari McDonald's Indonesia. Hasil studi menunjukkan bahwa sepanjang April 2024 hingga Maret 2025, untuk setiap 100 karyawan yang dipekerjakan secara langsung oleh McDonald’s Indonesia, mendukung 330 lapangan pekerjaan tambahan dari berbagai sektor ekonomi lokal, mulai dari pertanian, distribusi, hingga jasa pendukung.
Selain efek berantai (ripple effect) McDonald’s terhadap pasar tenaga kerja, studi ini juga menyoroti adanya efek pengganda (multiplier effect) terhadap PDB yang signifikan. Setiap Rp1 juta nilai ekonomi langsung yang dihasilkan oleh McDonald’s Indonesia mendorong tambahan Rp4,9 juta aktivitas ekonomi di sektor-sektor lain, mencerminkan kontribusi berkelanjutan terhadap ekosistem bisnis yang lebih luas.
“Hasil riset kami membuktikan besarnya kontribusi McDonald’s bagi dunia usaha dan komunitas lokal di seluruh Indonesia, yang turut mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja, pengembangan waralaba, dan kemitraan dengan pemasok lokal,” ujar Stephen Foreman, Associate Director di Oxford Economics.
Temuan ini menegaskan peran McDonald’s Indonesia lebih dari sekadar jaringan restoran cepat saji. Melalui komitmen jangka panjangnya, perusahaan tumbuh bersama masyarakat melalui penciptaan akses kerja, penguatan talenta lokal, serta kemitraan jangka panjang dengan pelaku usaha dalam negeri.
“Selama lebih dari tiga dekade, kami membangun McDonald’s Indonesia sebagai bagian dari keseharian masyarakat. Semangat ‘Sepenuhnya Indonesia’ senantiasa menjadi landasan kami dalam memperkuat kemitraan lokal, membuka akses kerja, dan menghadirkan peluang bertumbuh bagi banyak pihak. Ke depan, kami ingin memastikan setiap langkah bisnis yang kami ambil terus menciptakan multiplier effect yang relevan, bermakna, dan berkelanjutan bagi ekonomi daerah maupun nasional,” jelas Michael Hartono, Director of Marketing, Communications, Digital, Strategy & Insight, McDonald’s Indonesia.
Saat ini, McDonald’s Indonesia mengoperasikan lebih dari 300 restoran di 94 kota dan dalam perkembangannya terus mengangkat nilai kekayaan budaya, cita rasa lokal, serta menjunjung tinggi nilai-nilai bangsa seperti kekeluargaan, kepercayaan, gotong royong, dan ketulusan.
Mitra Pemasok Lokal sebagai Fondasi Ekosistem Berkelanjutan
Penguatan ekonomi lokal juga tercermin dari komitmen McDonald’s Indonesia terhadap rantai pasok domestik. Studi mencatat sebesar Rp3,8 triliun atau setara 86% dari total belanja pemasok dialokasikan kepada mitra lokal, mencakup sektor pertanian, peternakan, hingga manufaktur.
Sekitar 76% bahan baku restoran bersumber dari dalam negeri, termasuk bahan utama seperti ayam, sayuran, telur, beras, cabai, dan minyak goreng yang kini sepenuhnya diproduksi oleh pelaku usaha lokal.
“Selama 33 tahun bermitra, kolaborasi berlandaskan kepercayaan dengan McDonald’s Indonesia memberi kami ruang untuk tumbuh secara berkelanjutan. Dukungan nyata mulai dari peningkatan fasilitas, pembinaan operasional, hingga bantuan pembiayaan senantiasa diberikan sebagai bagian dari ekosistem yang saling mendukung," jelas Made Gunada, mitra pemasok lokal McDonald’s Indonesia.
"Dari usaha skala kecil di Bali, berkat kemitraan yang berkelanjutan, kini kami dapat memperluas cakupan operasional yang melibatkan ratusan petani di Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur, serta dipercaya memasok lebih dari 50% restoran McDonald’s di Indonesia. Dampak ekonomi yang tercipta tidak hanya dirasakan kami pelaku usaha, tetapi juga oleh para petani di daerah,” lanjut dia.
Komitmen terhadap pemberdayaan mitra lokal ini berjalan beriringan dengan penerapan standar keamanan pangan dan prinsip halalan thayyiban (halal dan baik) yang ketat. McDonald’s Indonesia menjadi restoran cepat saji pertama yang meraih sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada 1994, yang kemudian diperkuat dengan sertifikasi halal sepanjang masa dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama pada 2024.
Langkah Awal Karier Generasi Z Dampak ekonomi tersebut diperkuat oleh peran McDonald’s Indonesia sebagai tempat pertama bagi generasi muda khususnya Gen Z untuk memulai perjalanan karier. Sepanjang periode studi, ekosistem McDonald’s Indonesia mendukung sekitar 48.700 lapangan kerja di berbagai sektor, mulai dari pertanian dan distribusi hingga jasa profesional.
Dari total 11.208 karyawan langsung, sebanyak 43% karyawan berasal dari kelompok usia 18–24 tahun, menjadikan McDonald’s Indonesia salah satu tempat pertama bagi anak muda untuk membangun keterampilan kerja, membentuk karakter profesional, serta memahami budaya kerja.
"Bagi banyak anak muda seperti saya, McDonald’s Indonesia adalah tempat pertama mengenal dunia kerja secara profesional, belajar disiplin, tanggung jawab, dan kerja tim. Pengalaman ini menjadi bekal penting sebelum melangkah lebih jauh dalam pengembangan karier,” ujar Nurlaila, kru restoran McD Pondok Cabe yang berusia 22 tahun.
Studi juga mencatat representasi karyawan perempuan mencapai 40% dari total tenaga kerja, dengan 44% posisi kepemimpinan dipercayakan kepada pemimpin perempuan. Melalui berbagai pelatihan teknis dan kepemimpinan, perusahaan berupaya memastikan setiap individu memiliki kesempatan sama dalam membangun jalur karier yang berkelanjutan.
Kesempatan kerja yang setara turut diwujudkan melalui inisiatif Special Crew Teman Tuli bagi penyandang disabilitas untuk berkembang secara mandiri.
“Saya diperlakukan setara dan dipercaya penuh menjalankan tanggung jawab sesuai peran saya. Melalui pelatihan dan pendampingan yang diberikan, saya bisa berkembang, membangun keluarga, dan menyekolahkan anak-anak hingga lulus kuliah,” ujar Yanto, Special Crew Teman Tuli yang telah bergabung selama 30 tahun.
Inisiatif untuk Membangun Dampak Sosial yang Bermakna
Selain dampak ekonomi dan ketenagakerjaan, McDonald’s Indonesia juga menghadirkan berbagai kontribusi sosial yang berfokus pada kesejahteraan masyarakat. Sepanjang periode studi, perusahaan menyalurkan lebih dari Rp2,2 miliar donasi dan mendistribusikan lebih dari 72.000 porsi makanan untuk mendukung panti asuhan, sekolah, hingga panti wreda.
Kontribusi komunitas juga diwujudkan melalui lebih dari 2.900 kegiatan sosial di 96 kota, serta 881 jam kegiatan sukarela oleh karyawan selama Community Month 2024.
Dampak ini diperluas melalui dukungan terhadap Yayasan Ronald McDonald House Charities (RMHC) yang telah membantu 2.933 keluarga dalam mendampingi perawatan medis anak-anak mereka di rumah singgah. Saat ini, empat rumah singgah yang dikelola Yayasan RMHC secara akumulatif telah menyediakan lebih dari 63.000 malam menginap.
Selain itu, program Family Room telah melayani lebih dari 18.100 keluarga, sementara melalui Care Mobile dan Grant Immunization, lebih dari 557.000 anak di 55 daerah di Indonesia telah menerima layanan kesehatan.
“Kami percaya keberhasilan bisnis tidak hanya diukur dari angka, tetapi dari manfaat nyata yang dirasakan oleh masyarakat. Ke depan, fokus kami tetap pada pertumbuhan yang inklusif, di mana setiap peluang kerja, kemitraan, dan inisiatif sosial akan terus menjadi bagian dari ekosistem yang telah kami bangun, dan tumbuh bersama keluarga besar Indonesia,” tutup Michael.
Oxford Economics mencatat bahwa operasional McDonald’s Indonesia, yang dimiliki sepenuhnya oleh PT Rekso Nasional Food, telah berkembang menjadi sebuah ekosistem terintegrasi yang memberi dampak berlapis bagi perekonomian masyarakat.
Oxford Economics, firma penasihat ekonomi global terkemuka dan independen, melakukan analisis terhadap inisiatif ketenagakerjaan, pengadaan, dan kontribusi sosial dari McDonald's Indonesia. Hasil studi menunjukkan bahwa sepanjang April 2024 hingga Maret 2025, untuk setiap 100 karyawan yang dipekerjakan secara langsung oleh McDonald’s Indonesia, mendukung 330 lapangan pekerjaan tambahan dari berbagai sektor ekonomi lokal, mulai dari pertanian, distribusi, hingga jasa pendukung.
Selain efek berantai (ripple effect) McDonald’s terhadap pasar tenaga kerja, studi ini juga menyoroti adanya efek pengganda (multiplier effect) terhadap PDB yang signifikan. Setiap Rp1 juta nilai ekonomi langsung yang dihasilkan oleh McDonald’s Indonesia mendorong tambahan Rp4,9 juta aktivitas ekonomi di sektor-sektor lain, mencerminkan kontribusi berkelanjutan terhadap ekosistem bisnis yang lebih luas.
“Hasil riset kami membuktikan besarnya kontribusi McDonald’s bagi dunia usaha dan komunitas lokal di seluruh Indonesia, yang turut mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja, pengembangan waralaba, dan kemitraan dengan pemasok lokal,” ujar Stephen Foreman, Associate Director di Oxford Economics.
Temuan ini menegaskan peran McDonald’s Indonesia lebih dari sekadar jaringan restoran cepat saji. Melalui komitmen jangka panjangnya, perusahaan tumbuh bersama masyarakat melalui penciptaan akses kerja, penguatan talenta lokal, serta kemitraan jangka panjang dengan pelaku usaha dalam negeri.
“Selama lebih dari tiga dekade, kami membangun McDonald’s Indonesia sebagai bagian dari keseharian masyarakat. Semangat ‘Sepenuhnya Indonesia’ senantiasa menjadi landasan kami dalam memperkuat kemitraan lokal, membuka akses kerja, dan menghadirkan peluang bertumbuh bagi banyak pihak. Ke depan, kami ingin memastikan setiap langkah bisnis yang kami ambil terus menciptakan multiplier effect yang relevan, bermakna, dan berkelanjutan bagi ekonomi daerah maupun nasional,” jelas Michael Hartono, Director of Marketing, Communications, Digital, Strategy & Insight, McDonald’s Indonesia.
Saat ini, McDonald’s Indonesia mengoperasikan lebih dari 300 restoran di 94 kota dan dalam perkembangannya terus mengangkat nilai kekayaan budaya, cita rasa lokal, serta menjunjung tinggi nilai-nilai bangsa seperti kekeluargaan, kepercayaan, gotong royong, dan ketulusan.
Mitra Pemasok Lokal sebagai Fondasi Ekosistem Berkelanjutan
Penguatan ekonomi lokal juga tercermin dari komitmen McDonald’s Indonesia terhadap rantai pasok domestik. Studi mencatat sebesar Rp3,8 triliun atau setara 86% dari total belanja pemasok dialokasikan kepada mitra lokal, mencakup sektor pertanian, peternakan, hingga manufaktur.
Sekitar 76% bahan baku restoran bersumber dari dalam negeri, termasuk bahan utama seperti ayam, sayuran, telur, beras, cabai, dan minyak goreng yang kini sepenuhnya diproduksi oleh pelaku usaha lokal.
“Selama 33 tahun bermitra, kolaborasi berlandaskan kepercayaan dengan McDonald’s Indonesia memberi kami ruang untuk tumbuh secara berkelanjutan. Dukungan nyata mulai dari peningkatan fasilitas, pembinaan operasional, hingga bantuan pembiayaan senantiasa diberikan sebagai bagian dari ekosistem yang saling mendukung," jelas Made Gunada, mitra pemasok lokal McDonald’s Indonesia.
"Dari usaha skala kecil di Bali, berkat kemitraan yang berkelanjutan, kini kami dapat memperluas cakupan operasional yang melibatkan ratusan petani di Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur, serta dipercaya memasok lebih dari 50% restoran McDonald’s di Indonesia. Dampak ekonomi yang tercipta tidak hanya dirasakan kami pelaku usaha, tetapi juga oleh para petani di daerah,” lanjut dia.
Komitmen terhadap pemberdayaan mitra lokal ini berjalan beriringan dengan penerapan standar keamanan pangan dan prinsip halalan thayyiban (halal dan baik) yang ketat. McDonald’s Indonesia menjadi restoran cepat saji pertama yang meraih sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada 1994, yang kemudian diperkuat dengan sertifikasi halal sepanjang masa dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama pada 2024.
Langkah Awal Karier Generasi Z Dampak ekonomi tersebut diperkuat oleh peran McDonald’s Indonesia sebagai tempat pertama bagi generasi muda khususnya Gen Z untuk memulai perjalanan karier. Sepanjang periode studi, ekosistem McDonald’s Indonesia mendukung sekitar 48.700 lapangan kerja di berbagai sektor, mulai dari pertanian dan distribusi hingga jasa profesional.
Dari total 11.208 karyawan langsung, sebanyak 43% karyawan berasal dari kelompok usia 18–24 tahun, menjadikan McDonald’s Indonesia salah satu tempat pertama bagi anak muda untuk membangun keterampilan kerja, membentuk karakter profesional, serta memahami budaya kerja.
"Bagi banyak anak muda seperti saya, McDonald’s Indonesia adalah tempat pertama mengenal dunia kerja secara profesional, belajar disiplin, tanggung jawab, dan kerja tim. Pengalaman ini menjadi bekal penting sebelum melangkah lebih jauh dalam pengembangan karier,” ujar Nurlaila, kru restoran McD Pondok Cabe yang berusia 22 tahun.
Studi juga mencatat representasi karyawan perempuan mencapai 40% dari total tenaga kerja, dengan 44% posisi kepemimpinan dipercayakan kepada pemimpin perempuan. Melalui berbagai pelatihan teknis dan kepemimpinan, perusahaan berupaya memastikan setiap individu memiliki kesempatan sama dalam membangun jalur karier yang berkelanjutan.
Kesempatan kerja yang setara turut diwujudkan melalui inisiatif Special Crew Teman Tuli bagi penyandang disabilitas untuk berkembang secara mandiri.
“Saya diperlakukan setara dan dipercaya penuh menjalankan tanggung jawab sesuai peran saya. Melalui pelatihan dan pendampingan yang diberikan, saya bisa berkembang, membangun keluarga, dan menyekolahkan anak-anak hingga lulus kuliah,” ujar Yanto, Special Crew Teman Tuli yang telah bergabung selama 30 tahun.
Inisiatif untuk Membangun Dampak Sosial yang Bermakna
Selain dampak ekonomi dan ketenagakerjaan, McDonald’s Indonesia juga menghadirkan berbagai kontribusi sosial yang berfokus pada kesejahteraan masyarakat. Sepanjang periode studi, perusahaan menyalurkan lebih dari Rp2,2 miliar donasi dan mendistribusikan lebih dari 72.000 porsi makanan untuk mendukung panti asuhan, sekolah, hingga panti wreda.
Kontribusi komunitas juga diwujudkan melalui lebih dari 2.900 kegiatan sosial di 96 kota, serta 881 jam kegiatan sukarela oleh karyawan selama Community Month 2024.
Dampak ini diperluas melalui dukungan terhadap Yayasan Ronald McDonald House Charities (RMHC) yang telah membantu 2.933 keluarga dalam mendampingi perawatan medis anak-anak mereka di rumah singgah. Saat ini, empat rumah singgah yang dikelola Yayasan RMHC secara akumulatif telah menyediakan lebih dari 63.000 malam menginap.
Selain itu, program Family Room telah melayani lebih dari 18.100 keluarga, sementara melalui Care Mobile dan Grant Immunization, lebih dari 557.000 anak di 55 daerah di Indonesia telah menerima layanan kesehatan.
“Kami percaya keberhasilan bisnis tidak hanya diukur dari angka, tetapi dari manfaat nyata yang dirasakan oleh masyarakat. Ke depan, fokus kami tetap pada pertumbuhan yang inklusif, di mana setiap peluang kerja, kemitraan, dan inisiatif sosial akan terus menjadi bagian dari ekosistem yang telah kami bangun, dan tumbuh bersama keluarga besar Indonesia,” tutup Michael.
(GUS)
Berita Terkait
Ekbis
35 Tahun Menyatu dengan Nilai Bangsa, McDonald’s Tegaskan Komitmen Sepenuhnya Indonesia
Selama lebih dari tiga dekade, McDonald’s Indonesia tidak hanya bertumbuh sebagai jaringan restoran cepat saji, tetapi telah menjadi bagian dari keseharian masyarakat Indonesia.
Kamis, 29 Jan 2026 11:44
Makassar City
McDonald's Indonesia Buat Fasilitas Olahraga SMPN 26 Makassar Lebih Berkualitas
Siswa di SMPN 26 Kota Makassar kini menikmati fasilitas olahraga berkualitas di sekolahnya. Fasilitas itu hadir lewat program National Breakfast Day ke-13: McDonald's Indonesia.
Selasa, 02 Des 2025 17:19
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Asisten I Setda Makassar Andi Yasir Wafat Usai Tugas di Medan
2
Guru Mengaji dan Imam di Wajo Dapat Hadiah Umruh dari Pondok Pesantren Daarul Mu'minin As'Adiyah
3
Jayapura: Jangan Sampai Kita Terlalu Cepat Melupakan Akar
4
Safari Ramadan, Tenaga Ahli Menag Tekankan Layanan Keagamaan Berdampak Nyata
5
KNPI Sulsel Santuni 50 Anak Yatim, OKP Lintas Agama Hadir di Buka Puasa Bersama
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Asisten I Setda Makassar Andi Yasir Wafat Usai Tugas di Medan
2
Guru Mengaji dan Imam di Wajo Dapat Hadiah Umruh dari Pondok Pesantren Daarul Mu'minin As'Adiyah
3
Jayapura: Jangan Sampai Kita Terlalu Cepat Melupakan Akar
4
Safari Ramadan, Tenaga Ahli Menag Tekankan Layanan Keagamaan Berdampak Nyata
5
KNPI Sulsel Santuni 50 Anak Yatim, OKP Lintas Agama Hadir di Buka Puasa Bersama