Dorong Sinergi Keuangan Sosial dan Komersial dalam Memperkuat Ekosistem Halal
Kamis, 12 Mar 2026 08:29
Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan menyelenggarakan kegiatan Forum Ekonomi Syariah. Foto: Istimewa
MAKASSAR - Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan menyelenggarakan kegiatan Forum Ekonomi Syariah dengan tema “Integrasi Ekosistem Halal: Sinergi Keuangan Sosial dan Komersial Syariah dalam Memperkuat Rantai Nilai Halal Nasional” pada Selasa, 10 Maret 2026 di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan.
Sharia Forum ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Pekan Ekonomi Syariah (PESyar) yang menjadi wadah diskusi, edukasi, serta peningkatan literasi eksyar bagi masyarakat.
Forum Ekonomi Syariah menghadirkan 2 (dua) orang pakar ekonomi syariah nasional sebagai narasumber. Pertama, Prof Raditya Sukmana, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga, yang menyoroti pentingnya pengelolaan wakaf secara profesional dan perluasan wakaf produktif agar mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
Dan yang kedua, Prof Dian Masyita, anggota Komite Pengembangan Keuangan Syariah, yang menekankan pada peran strategis lembaga keuangan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) syariah dalam memperkuat rantai nilai halal nasional.
Hal tersebut menegaskan pentingnya sinergi antara instrumen keuangan sosial dan komersial syariah guna mendorong terciptanya rantai nilai halal nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
Lebih dari 150 peserta dari berbagai unsur pemangku kepentingan turut hadir dalam kegiatan ini. Mulai dari unsur Forkopimda, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Lembaga Keuangan Syariah, Halal Center, LAZNAS, pelaku usaha, pondok pesantren, hingga akademisi. Kehadiran dari berbagai pihak tersebut, mencerminkan tingginya komitmen bersama dalam mendorong penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di Sulawesi Selatan.
Selain penyelenggaraan Forum Ekonomi Syariah pada hari ini, terdapat 2 (dua) rangkaian Sharia Forum lainnya yang akan membahas berbagai topik strategis ekonomi syariah, mencakup berbagai produk pembiayaan syariah dan mekanisme pengajuannya serta tren gaya hidup halal (halal lifestyle) dan peluang pengembangan industri halal di Sulawesi Selatan.
Kedua rangkaian forum tersebut meliputi: 1) Workshop Pembiayaan Syariah, bersama Bank Syariah Indonesia (BSI) dan BPD Sulselbar Syariah pada Rabu, 11 Maret 2026 pukul 10:00 WITA; dan 2) Sharia Halal Lifestyle Talk pada Kamis, 12 Maret 2026 pukul 10:00 WITA.
PESyar sendiri merupakan agenda tahunan yang diadakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Selatan dalam rangka Road to Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Kawasan Timur Indonesia. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya strategis untuk mendorong pengembangan dan pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah.
PESyar tahun ini berlangsung sejak Februari 2026 hingga akhir bulan Ramadan 1447 H, dengan berbagai rangkaian kegiatan yang melibatkan berbagai stakeholder hingga masyarakat.
Terdapat kegiatan Sharia Fair yang dilaksanakan dalam bentuk pasar ramadan dan pameran modest fashion, Sharia Championship melalui perlombaan dakwah dan desain modest wear, dan Sharia Halal Ecosystem melalui pendampingan sertifikasi Juru Sembelih Halal dan sertifikasi produk halal.
Ke depan, BI Sulsel akan terus berkomitmen mendorong penguatan ekosistem halal secara terintegrasi dari hulu hingga hilir, dengan penguatan literasi, peningkatan akses pembiayaan, hingga pengembangan industri halal. Sehingga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan sektor riil dan memperluas kontribusi ekonomi syariah terhadap perekonomian daerah.
Sharia Forum ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Pekan Ekonomi Syariah (PESyar) yang menjadi wadah diskusi, edukasi, serta peningkatan literasi eksyar bagi masyarakat.
Forum Ekonomi Syariah menghadirkan 2 (dua) orang pakar ekonomi syariah nasional sebagai narasumber. Pertama, Prof Raditya Sukmana, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga, yang menyoroti pentingnya pengelolaan wakaf secara profesional dan perluasan wakaf produktif agar mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
Dan yang kedua, Prof Dian Masyita, anggota Komite Pengembangan Keuangan Syariah, yang menekankan pada peran strategis lembaga keuangan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) syariah dalam memperkuat rantai nilai halal nasional.
Hal tersebut menegaskan pentingnya sinergi antara instrumen keuangan sosial dan komersial syariah guna mendorong terciptanya rantai nilai halal nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
Lebih dari 150 peserta dari berbagai unsur pemangku kepentingan turut hadir dalam kegiatan ini. Mulai dari unsur Forkopimda, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Lembaga Keuangan Syariah, Halal Center, LAZNAS, pelaku usaha, pondok pesantren, hingga akademisi. Kehadiran dari berbagai pihak tersebut, mencerminkan tingginya komitmen bersama dalam mendorong penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di Sulawesi Selatan.
Selain penyelenggaraan Forum Ekonomi Syariah pada hari ini, terdapat 2 (dua) rangkaian Sharia Forum lainnya yang akan membahas berbagai topik strategis ekonomi syariah, mencakup berbagai produk pembiayaan syariah dan mekanisme pengajuannya serta tren gaya hidup halal (halal lifestyle) dan peluang pengembangan industri halal di Sulawesi Selatan.
Kedua rangkaian forum tersebut meliputi: 1) Workshop Pembiayaan Syariah, bersama Bank Syariah Indonesia (BSI) dan BPD Sulselbar Syariah pada Rabu, 11 Maret 2026 pukul 10:00 WITA; dan 2) Sharia Halal Lifestyle Talk pada Kamis, 12 Maret 2026 pukul 10:00 WITA.
PESyar sendiri merupakan agenda tahunan yang diadakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Selatan dalam rangka Road to Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Kawasan Timur Indonesia. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya strategis untuk mendorong pengembangan dan pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah.
PESyar tahun ini berlangsung sejak Februari 2026 hingga akhir bulan Ramadan 1447 H, dengan berbagai rangkaian kegiatan yang melibatkan berbagai stakeholder hingga masyarakat.
Terdapat kegiatan Sharia Fair yang dilaksanakan dalam bentuk pasar ramadan dan pameran modest fashion, Sharia Championship melalui perlombaan dakwah dan desain modest wear, dan Sharia Halal Ecosystem melalui pendampingan sertifikasi Juru Sembelih Halal dan sertifikasi produk halal.
Ke depan, BI Sulsel akan terus berkomitmen mendorong penguatan ekosistem halal secara terintegrasi dari hulu hingga hilir, dengan penguatan literasi, peningkatan akses pembiayaan, hingga pengembangan industri halal. Sehingga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan sektor riil dan memperluas kontribusi ekonomi syariah terhadap perekonomian daerah.
(GUS)
Berita Terkait
Ekbis
BI Sulsel Dorong Penguatan UMKM & Digitalisasi Ekraf Lewat Wastra Heritage Market
BI Sulsel bersama IFC Chapter Makassar menggelar Karya Kreatif Sulawesi Selatan (KKS) x DIGIFEST 2026 Presents Wastra Heritage Market di MaRI Makassar.
Kamis, 30 Jul 2026 08:33
Ekbis
BI Sulsel Dampingi OSP Farm Ekspor 10,2 Ton Kemiri ke Arab Saudi
Keberhasilan OSP Farm menembus pasar global merupakan hasil dari pendampingan berkelanjutan melalui program UMKM REWAKO Ekspor yang dijalankan BI Sulsel.
Kamis, 23 Jul 2026 19:08
News
Pemprov Sulsel dan BI Perkuat Koordinasi Jaga Stabilitas Ekonomi di Tengah Tekanan Global
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersama Bank Indonesia (BI) memperkuat koordinasi dan sinergi untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah di tengah meningkatnya ketidakpastian global yang berdampak pada pergerakan nilai tukar
Kamis, 18 Jun 2026 08:00
Ekbis
BI Sulsel Ajak Kreator Konten Perkuat Literasi Ekonomi Syariah
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Selatan menggelar Training of Trainers (ToT) Konten Ekonomi dan Keuangan Syariah Sulawesi Selatan 2026.
Rabu, 10 Jun 2026 13:28
Ekbis
IRT Diajak Lebih Bijak Kelola Uang di Tengah Risiko Ekonomi dan Digital
Forum ini menghadirkan narasumber dari Bank Indonesia Sulawesi Selatan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulselbar, dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Makassar.
Rabu, 20 Mei 2026 17:43
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Pendapatan Telkom Naik Jadi Rp75,9 Triliun, Laba Bersih Ikut Menguat
2
DLH Makassar Wajibkan Pemilahan Sampah dari Sumber, TPA Tamangapa Hanya Terima Residu
3
Mahasiswa Unhas Ciptakan RICEVA, Paper Strip Alami untuk Usir Kutu Beras
4
Sambut Perwali Baru, Hotel di Makassar Diajak Terapkan Sistem Pilah Sampah
5
AKPI Bangun Pusat Koordinasi Kurator Indonesia Timur di Makassar
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Pendapatan Telkom Naik Jadi Rp75,9 Triliun, Laba Bersih Ikut Menguat
2
DLH Makassar Wajibkan Pemilahan Sampah dari Sumber, TPA Tamangapa Hanya Terima Residu
3
Mahasiswa Unhas Ciptakan RICEVA, Paper Strip Alami untuk Usir Kutu Beras
4
Sambut Perwali Baru, Hotel di Makassar Diajak Terapkan Sistem Pilah Sampah
5
AKPI Bangun Pusat Koordinasi Kurator Indonesia Timur di Makassar