AKPI Bangun Pusat Koordinasi Kurator Indonesia Timur di Makassar

Sabtu, 01 Agu 2026 15:49
AKPI Bangun Pusat Koordinasi Kurator Indonesia Timur di Makassar
Sekretariat Asosiasi Kurator dan Pengurus Indonesia (AKPI) Wilayah Indonesia Bagian Timur telah diresmikan pada Sabtu (01/08/2026). Foto: Muhaimin
Comment
Share
MAKASSAR - Sekretariat Asosiasi Kurator dan Pengurus Indonesia (AKPI) Wilayah Indonesia Bagian Timur telah diresmikan pada Sabtu (01/08/2026). Lokasinya berada di Ruko Pettarani Center, Jl. AP Pettarani, Rappocini, Kota Makassar Sulawesi Selatan.

Ketua AKPI Wilayah Indonesia Bagian Timur, Sulaiman Syamsuddin mengatakan sekretariat ini bisa menjadi tempat diskusi dan koordinasi untuk pengembangan kompetensi dan kolaborasi antar anggota, khususnya di wilayah Indonesia timur.

"Sekretariat diharapkan menjadi rumah bagi anggota aktif, tempat untuk berdiskusi dan belajar, serta menjaga integritas dan profesionalisme dalam profesi kurator," katanya.

Sulaiman menekankan, pentingnya menjaga koordinasi dengan Balai Harta Peninggalan sebagai kurator negara. Apalagi Kantor BHP Makassar tidak jauh dari sekretariat AKPI Makassar.

"Kita harapkan agar sekretariat dapat berfungsi sebagai tempat untuk rapat dan surat menyurat bagi kurator. Selain itu, ada harapan bahwa keberadaan sekretariat ini dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan pembangunan hukum di Indonesia," sebutnya.

Sementara itu, Sekjen AKPI, Resha Agriansyah mengatakan pengadaan sekretariat di daerah merukapan salah satu program utama asosiasinya.

"Ya. Sekretariat dari AKPI wilayah Indonesia bagian Timur ini adalah memang program utama dari pengurus pusat juga. Di mana akan ada sekretariat di lima wilayah. Yang pertama ada di Makassar pada hari ini, peresmian," katanya.

Selain Kota Makassar, AKPI juga berencana membuka sekretariat di empat kota yakni Bandung, Semarang, Surabaya dan Medan.

Resha menyampaikan alasan AKPI membuka sekretariat di Makassar. Tujuannya sebagai pusat koordinasi untuk pengurus di Indonesia Timur.

"Ya. Jadi, wilayah Makassar adalah mencakupi wilayah Indonesia Timur, baik Sulawesi, Maluku, sampai dengan Papua. Jadi, berpusat di Indonesia Timur berpusat ada di Makassar," ujarnya.

Apalagi kata Resha, APKI memiliki sekira 100 anggota dari wilayah Indonesia Timur meski berdomisili di Jakarta. Dan juga karena salah satu Pengadilan Niaga yang ada, letaknya di wilayah Makassar.

Selain itu, kebutuhan-kebutuhan anggota juga semakin berkembang. Resha bilang, ada berbagai macam PKPU dan kepailitan yang ada di Pengadilan Niaga Makassar. Makanya para pengurus APKI dari seluruh Indonesia akan sering berkunjung dan bersidang di Makassar.

"Sehingga dibutuhkan adanya sekretariat yang ada di wilayah Indonesia Timur dan tempatnya adalah di Kota Makassar. Kemudian di samping itu adalah kami juga dari pusat berkomitmen ke depan wilayah bisa mandiri," tuturnya.

"Jadi mempunyai program yang rutin, mandiri, seperti seminar, kemudian forum group discussion, atau program-program yang bersifat bermanfaat untuk seluruh anggota. Baik itu olahraga maupun keilmuan, nah itu kami harapkan di daerah bisa berkembang dan akan tetap di-support oleh dari pengurus pusat," sambunganya.

Resha melanjutkan, saat ini APKI memiliki 1.800 anggota yang tersebar di seluruh Indonesia. Makanya pihaknya fokus membuka sekretariat di lima kota tersebut, salah satunya di Makassar.

"Iya. Karena juga perkembangan anggota di wilayah juga sudah cukup banyak, sehingga dibutuhkan tempat untuk berkumpul, berdiskusi, dan menyelenggarakan kegiatan-kegiatan ilmiah yang dapat memanfaatkan kebutuhan dari anggota," bebernya.

Resha menghimbau kepada anggota AKPI yang punya kegiatan di Makassar untuk memanfaatkan sekretariat ini sebagai tempat istirahat.

"Iya. Mereka bisa datang ke sekretariat AKPI. Justru sangat bermanfaat apabila tentunya ketika butuh bantuan dari teman-teman sekretariat wilayah Makassar, maka tentu saja akan berhubungan dengan Korwil dari wilayah Indonesia Timur," terangnya.

"Apalagi apabila teman-teman misalnya membutuhkan alat tulis-menulis atau tempat istirahat, dan teman-teman misalnya di luar harus pulang pergi, jadi tempat transitnya mungkin bisa bermanfaat di Sekretariat Indonesia Timur," tandasnya.

Hadir Sekretaris AKPI Wilayah Timur Indonesia, Audy Rahmat dan perwakilan BHP Makassar.
(UMI)
Berita Terbaru