Pendapatan Telkom Naik Jadi Rp75,9 Triliun, Laba Bersih Ikut Menguat
Sabtu, 01 Agu 2026 17:25
Direktur Utama Telkom Dian Siswarini. Foto/Istimewa
JAKARTA - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menutup semester pertama 2026 dengan kinerja keuangan yang solid. Perseroan membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp75,9 triliun atau tumbuh 3,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Di saat yang sama, laba bersih normalisasi meningkat lebih tinggi, yakni 6,2% secara tahunan menjadi Rp11,3 triliun, didorong pemulihan bisnis mobile, efisiensi operasional, serta implementasi transformasi perusahaan melalui strategi TLKM 30.
EBITDA Telkom juga naik 3,8% menjadi Rp37,5 triliun dengan margin 49,4%. Sementara laba bersih tercatat Rp10,6 triliun atau tumbuh 1,4% YoY. Perseroan turut membukukan arus kas operasional sebesar Rp34,9 triliun, meningkat 7% dibandingkan tahun sebelumnya.
Direktur Utama Telkom Dian Siswarini mengatakan capaian tersebut mencerminkan hasil nyata dari akselerasi transformasi digital yang dijalankan perusahaan.
"Komitmen dan dedikasi kami dalam mengakselerasi transformasi digital melalui strategi TLKM 30 tercermin dari pertumbuhan yang berhasil kami capai pada semester pertama tahun ini. Pencapaian tersebut semakin memperkuat optimisme kami untuk terus mempercepat transformasi sekaligus memperkuat peran Telkom sebagai pemimpin ekosistem digital Indonesia," ujar Dian.
Bisnis Konsumer Makin Menguat
Pada segmen B2C, Telkomsel membukukan pendapatan Rp55,6 triliun atau tumbuh 3,3% YoY. Pertumbuhan tersebut ditopang peningkatan pendapatan Digital Business Data sebesar 11%, seiring berlanjutnya pemulihan industri seluler melalui strategi harga, optimalisasi produk, dan peningkatan nilai pelanggan.
Average Revenue Per User (ARPU) mobile meningkat 9% menjadi Rp45.600. Konsumsi data juga terus naik, didorong tingginya aktivitas digital masyarakat selama libur sekolah dan penyelenggaraan Piala Dunia.
Di bisnis fixed broadband, Telkomsel melanjutkan strategi peningkatan kualitas basis pelanggan. Jumlah pelanggan IndiHome tercatat 9,5 juta dari sebelumnya 10,1 juta pada periode yang sama tahun lalu. Meski demikian, ARPU terus membaik menjadi Rp211.000 secara kuartalan, sementara rasio konvergensi meningkat menjadi 65%, mencerminkan kualitas pelanggan yang semakin baik.
Ke depan, Telkomsel akan memperkuat strategi quality growth melalui peningkatan pengalaman pelanggan, pemanfaatan teknologi AI dan 5G, serta pengembangan berbagai solusi digital bagi pelanggan individu maupun pelaku usaha.
Infrastruktur Digital Jadi Motor Pertumbuhan B2B
Segmen B2B Infrastructure mencatat pertumbuhan paling tinggi dengan pendapatan mencapai Rp33,1 triliun atau naik 19% YoY. Pendapatan eksternal juga meningkat 4,9% menjadi Rp4,7 triliun, terutama ditopang bisnis Data, Internet, dan IT Service.
Di bisnis menara telekomunikasi, Mitratel membukukan pendapatan Rp4,7 triliun atau tumbuh 2,1% YoY. Jumlah tenant meningkat 4,9% menjadi 63.866 sehingga mendorong tenancy ratio menjadi 1,57 kali.
Sementara itu, bisnis data center terus diperkuat melalui NeutraDC yang akan menjadi pengelola terpusat seluruh aset data center TelkomGroup. Konsolidasi tersebut diharapkan memperluas layanan, meningkatkan monetisasi aset, dan memperkuat kolaborasi dengan mitra strategis di tengah meningkatnya permintaan infrastruktur digital.
Pada segmen B2B ICT, pendapatan mencapai Rp7,3 triliun atau tumbuh 35,7% dibanding kuartal sebelumnya, meski masih dipengaruhi proses restrukturisasi portofolio bisnis.
Adapun bisnis internasional mencatat pendapatan Rp5,7 triliun. Telkom terus menggeser portofolio bisnis menuju layanan konektivitas dan solusi digital bernilai tambah tinggi, didukung meningkatnya permintaan kapasitas kabel bawah laut internasional seiring berkembangnya kebutuhan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Transformasi TLKM 30 Berlanjut
Sepanjang semester pertama 2026, Telkom melanjutkan implementasi strategi TLKM 30 melalui empat pilar transformasi perusahaan.
Di bidang Operational & Service Excellence, perusahaan meningkatkan efisiensi operasional, menjaga disiplin belanja modal, serta menjalankan Early Retirement Program (ERP) dan mobilitas karyawan untuk meningkatkan produktivitas.
Perseroan juga menyelesaikan proses streamlining terhadap 10 entitas melalui divestasi, merger, dan likuidasi guna menyederhanakan struktur grup dan memperkuat fokus pada bisnis inti.
Belanja modal hingga semester pertama tercatat Rp10,8 triliun, dengan lebih dari 96% dialokasikan untuk pengembangan bisnis prioritas di segmen B2C, B2B Infrastructure, dan International Business.
Di sisi lain, Telkom terus melanjutkan implementasi pilar Unlock Value melalui persiapan pengalihan aset InfraNexia Tahap 2 yang ditargetkan selesai pada semester kedua 2026. Perseroan juga memperkuat model Strategic Hold-Co sebagai bagian dari transformasi operasional perusahaan.
Menutup keterangannya, Dian menegaskan Telkom akan terus mempercepat investasi pada kapabilitas digital untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
"Pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan akan sangat ditentukan oleh kekuatan infrastruktur digital yang kita bangun hari ini. Oleh karena itu, Telkom sebagai bagian dari Danantara Indonesia akan terus mengakselerasi transformasi dan memperkuat investasi pada kapabilitas digital guna menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan, sekaligus menjadi katalis pertumbuhan lintas sektor dan memperkuat ketahanan ekonomi digital nasional," pungkasnya.
EBITDA Telkom juga naik 3,8% menjadi Rp37,5 triliun dengan margin 49,4%. Sementara laba bersih tercatat Rp10,6 triliun atau tumbuh 1,4% YoY. Perseroan turut membukukan arus kas operasional sebesar Rp34,9 triliun, meningkat 7% dibandingkan tahun sebelumnya.
Direktur Utama Telkom Dian Siswarini mengatakan capaian tersebut mencerminkan hasil nyata dari akselerasi transformasi digital yang dijalankan perusahaan.
"Komitmen dan dedikasi kami dalam mengakselerasi transformasi digital melalui strategi TLKM 30 tercermin dari pertumbuhan yang berhasil kami capai pada semester pertama tahun ini. Pencapaian tersebut semakin memperkuat optimisme kami untuk terus mempercepat transformasi sekaligus memperkuat peran Telkom sebagai pemimpin ekosistem digital Indonesia," ujar Dian.
Bisnis Konsumer Makin Menguat
Pada segmen B2C, Telkomsel membukukan pendapatan Rp55,6 triliun atau tumbuh 3,3% YoY. Pertumbuhan tersebut ditopang peningkatan pendapatan Digital Business Data sebesar 11%, seiring berlanjutnya pemulihan industri seluler melalui strategi harga, optimalisasi produk, dan peningkatan nilai pelanggan.
Average Revenue Per User (ARPU) mobile meningkat 9% menjadi Rp45.600. Konsumsi data juga terus naik, didorong tingginya aktivitas digital masyarakat selama libur sekolah dan penyelenggaraan Piala Dunia.
Di bisnis fixed broadband, Telkomsel melanjutkan strategi peningkatan kualitas basis pelanggan. Jumlah pelanggan IndiHome tercatat 9,5 juta dari sebelumnya 10,1 juta pada periode yang sama tahun lalu. Meski demikian, ARPU terus membaik menjadi Rp211.000 secara kuartalan, sementara rasio konvergensi meningkat menjadi 65%, mencerminkan kualitas pelanggan yang semakin baik.
Ke depan, Telkomsel akan memperkuat strategi quality growth melalui peningkatan pengalaman pelanggan, pemanfaatan teknologi AI dan 5G, serta pengembangan berbagai solusi digital bagi pelanggan individu maupun pelaku usaha.
Infrastruktur Digital Jadi Motor Pertumbuhan B2B
Segmen B2B Infrastructure mencatat pertumbuhan paling tinggi dengan pendapatan mencapai Rp33,1 triliun atau naik 19% YoY. Pendapatan eksternal juga meningkat 4,9% menjadi Rp4,7 triliun, terutama ditopang bisnis Data, Internet, dan IT Service.
Di bisnis menara telekomunikasi, Mitratel membukukan pendapatan Rp4,7 triliun atau tumbuh 2,1% YoY. Jumlah tenant meningkat 4,9% menjadi 63.866 sehingga mendorong tenancy ratio menjadi 1,57 kali.
Sementara itu, bisnis data center terus diperkuat melalui NeutraDC yang akan menjadi pengelola terpusat seluruh aset data center TelkomGroup. Konsolidasi tersebut diharapkan memperluas layanan, meningkatkan monetisasi aset, dan memperkuat kolaborasi dengan mitra strategis di tengah meningkatnya permintaan infrastruktur digital.
Pada segmen B2B ICT, pendapatan mencapai Rp7,3 triliun atau tumbuh 35,7% dibanding kuartal sebelumnya, meski masih dipengaruhi proses restrukturisasi portofolio bisnis.
Adapun bisnis internasional mencatat pendapatan Rp5,7 triliun. Telkom terus menggeser portofolio bisnis menuju layanan konektivitas dan solusi digital bernilai tambah tinggi, didukung meningkatnya permintaan kapasitas kabel bawah laut internasional seiring berkembangnya kebutuhan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Transformasi TLKM 30 Berlanjut
Sepanjang semester pertama 2026, Telkom melanjutkan implementasi strategi TLKM 30 melalui empat pilar transformasi perusahaan.
Di bidang Operational & Service Excellence, perusahaan meningkatkan efisiensi operasional, menjaga disiplin belanja modal, serta menjalankan Early Retirement Program (ERP) dan mobilitas karyawan untuk meningkatkan produktivitas.
Perseroan juga menyelesaikan proses streamlining terhadap 10 entitas melalui divestasi, merger, dan likuidasi guna menyederhanakan struktur grup dan memperkuat fokus pada bisnis inti.
Belanja modal hingga semester pertama tercatat Rp10,8 triliun, dengan lebih dari 96% dialokasikan untuk pengembangan bisnis prioritas di segmen B2C, B2B Infrastructure, dan International Business.
Di sisi lain, Telkom terus melanjutkan implementasi pilar Unlock Value melalui persiapan pengalihan aset InfraNexia Tahap 2 yang ditargetkan selesai pada semester kedua 2026. Perseroan juga memperkuat model Strategic Hold-Co sebagai bagian dari transformasi operasional perusahaan.
Menutup keterangannya, Dian menegaskan Telkom akan terus mempercepat investasi pada kapabilitas digital untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
"Pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan akan sangat ditentukan oleh kekuatan infrastruktur digital yang kita bangun hari ini. Oleh karena itu, Telkom sebagai bagian dari Danantara Indonesia akan terus mengakselerasi transformasi dan memperkuat investasi pada kapabilitas digital guna menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan, sekaligus menjadi katalis pertumbuhan lintas sektor dan memperkuat ketahanan ekonomi digital nasional," pungkasnya.
(TRI)
Berita Terkait
Ekbis
Transformasi Danantara Dongkrak Laba Pupuk Indonesia, Bukukan Rp8,51 Triliun
Sepanjang Januari-Juni 2026, pendapatan Pupuk Indonesia mencapai Rp59,67 triliun, tumbuh 51% secara tahunan. Sementara itu, EBITDA meningkat 140% menjadi Rp14,28 triliun.
Kamis, 13 Agu 2026 17:35
News
Telkom Hadirkan OCA, Solusi AI untuk Interaksi Pelanggan yang Lebih Cerdas
Telkom memperkenalkan sejumlah solusi berbasis AI dalam ajang Digital Transformation Indonesia Conference & Expo (DTI-CX) 2026, salah satunya Omni Communication Assistant (OCA).
Kamis, 13 Agu 2026 14:25
Ekbis
XLSMART Bukukan Laba Rp2,73 Triliun di Semester I 2026
Untuk mendukung akselerasi integrasi jaringan dan ekspansi layanan 5G, XLSMART mencatat belanja modal (capitalized capex) sebesar Rp10,27 triliun hingga semester I 2026.
Rabu, 12 Agu 2026 11:06
News
Telkom Perkuat Kolaborasi Nasional Hadapi Ancaman Era Komputasi Kuantum
Pemerintah bersama BSSN, Telkom, akademisi, industri, dan komunitas keamanan siber mendorong penyusunan peta jalan nasional migrasi menuju post-quantum cryptography (PQC) sebagai fondasi memperkuat ketahanan digital nasional.
Selasa, 11 Agu 2026 18:12
Ekbis
Transformasi TelkomGroup Berbuah Positif, InfraNexia Bukukan Pendapatan Rp7,7 Triliun
PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia) mencatatkan kinerja solid pada semester I 2026 dengan membukukan pendapatan sebesar Rp7,7 triliun.
Rabu, 05 Agu 2026 16:53
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Tinjau Urban Farming di Manggala, Munafri Puji Ketelatenan Warga KWT Cinta
2
Administrasi Rampung, Pemkot Makassar Siapkan Job Fit Eselon II
3
Korban Dugaan Pengeroyokan di Jeneponto Minta Pelaku Ditahan
4
Transformasi Emas di Era AI: Jangkau Masyarakat Sulselbarra dan Maluku Lewat
5
Guru dan Ortu Siswa di Jeneponto Saling Lapor, Anak Diduga Dicekik hingga Ditampar
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Tinjau Urban Farming di Manggala, Munafri Puji Ketelatenan Warga KWT Cinta
2
Administrasi Rampung, Pemkot Makassar Siapkan Job Fit Eselon II
3
Korban Dugaan Pengeroyokan di Jeneponto Minta Pelaku Ditahan
4
Transformasi Emas di Era AI: Jangkau Masyarakat Sulselbarra dan Maluku Lewat
5
Guru dan Ortu Siswa di Jeneponto Saling Lapor, Anak Diduga Dicekik hingga Ditampar