Kinerja Gemilang, Pegadaian Makassar Cetak Omset Rp20,19 Triliun per April 2026

Sabtu, 09 Mei 2026 09:41
Kinerja Gemilang, Pegadaian Makassar Cetak Omset Rp20,19 Triliun per April 2026
Total omset seluruh produk Pegadaian Makassar mencapai Rp20,19 triliun dengan jumlah nasabah pembiayaan menembus 1.484.816 orang. Foto: Istimewa
Comment
Share
MAKASSAR - PT Pegadaian Kantor Wilayah (Kanwil) VI Makassar yang membawahi wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Maluku mencatat kinerja bisnis impresif sepanjang Januari hingga April 2026. Total omset seluruh produk Pegadaian mencapai Rp20,19 triliun dengan jumlah nasabah pembiayaan menembus 1.484.816 orang.

Capaian tersebut memperlihatkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan pembiayaan dan investasi Pegadaian, khususnya produk berbasis emas yang terus mengalami pertumbuhan signifikan.

Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil VI Makassar, Pratikno, mengatakan tren investasi emas masih menjadi pilihan utama masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi global dan gejolak geopolitik dunia.

“Capaian omset Rp20,19 triliun per April 2026 ini menunjukkan bahwa Pegadaian semakin relevan di mata masyarakat, baik sebagai penyedia solusi pembiayaan maupun sebagai mitra investasi emas yang terpercaya,” ujar Pratikno.

Tabungan Emas dan Cicil Emas Tumbuh PesatHingga April 2026, produk Tabungan Emas Pegadaian tercatat memiliki 412.181 rekening aktif dengan total saldo mencapai 938.413 gram emas. Sementara produk Cicil Emas membukukan omset hingga Rp936,96 miliar.

Tak hanya itu, produk Deposito Emas juga menunjukkan pertumbuhan positif dengan jumlah 8.816 rekening dan total gramasi mencapai 117.074 gram emas.

Pegadaian menilai tren ini dipicu meningkatnya kesadaran masyarakat menjadikan emas sebagai instrumen investasi sekaligus aset lindung nilai atau safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Prediksi Harga Emas 2026: Berpotensi Naik hingga US$5.500

Dalam analisis yang disampaikan Pegadaian Kanwil VI Makassar, harga emas global pada 2026 diperkirakan masih bergerak positif dengan tiga skenario utama, mulai dari pesimis hingga optimistis.

Skenario PesimisPada skenario bearish, harga emas diprediksi berada di kisaran US$3.700 hingga US$4.000 per troy ounce. Kondisi ini dipicu apabila ketegangan geopolitik mulai mereda, suku bunga The Fed tetap tinggi dalam jangka panjang, serta dolar AS masih menguat. Harga minyak dunia juga diperkirakan bertahan di atas US$120 per barel.

Skenario ModeratPada skenario moderat atau base case, harga emas diprediksi bergerak di kisaran US$4.500 hingga US$4.800 per troy ounce. Prediksi ini dipengaruhi kondisi geopolitik yang tetap terkendali, inflasi mulai melandai, dan bank sentral dunia terus melakukan diversifikasi cadangan devisa melalui pembelian emas.

Skenario OptimistisSementara pada skenario bullish, harga emas diperkirakan dapat melonjak hingga US$5.200 sampai US$5.500 per troy ounce. Kenaikan tajam itu dipicu kemungkinan eskalasi konflik besar di Timur Tengah maupun Eropa Timur, krisis utang global, serta pemangkasan suku bunga agresif oleh bank sentral Amerika Serikat atau The Fed.

Emas Dinilai Tetap Jadi Safe Haven Terbaik

Pegadaian menilai emas masih menjadi instrumen investasi paling aman dibandingkan aset lainnya. Ada beberapa faktor utama yang membuat emas tetap menjadi primadona investasi masyarakat.

Pertama, emas memiliki nilai intrinsik stabil dan tidak bergantung pada pihak lain sehingga tidak memiliki risiko gagal bayar seperti saham atau obligasi.

Kedua, emas memiliki karakter anti-inflasi karena pasokannya terbatas dan tidak bisa dicetak seperti mata uang fiat.

Ketiga, emas secara historis memiliki korelasi negatif terhadap pasar keuangan. Saat pasar saham melemah akibat perang atau krisis global, harga emas justru cenderung naik.Keempat, emas memiliki likuiditas global yang tinggi dan dapat dicairkan menjadi uang tunai di berbagai negara, termasuk melalui layanan Pegadaian.

Selain memperkuat bisnis investasi emas, Pegadaian juga terus mengembangkan layanan digital melalui aplikasi Tring! yang kini telah digunakan 389.831 pengguna. Aplikasi tersebut menjadi bagian dari transformasi digital perusahaan untuk menghadirkan layanan keuangan yang lebih mudah, cepat, dan dekat dengan generasi muda.
(GUS)
Berita Terkait
Berita Terbaru