LPS Siapkan Program Penjaminan Polis untuk Perkuat Industri Asuransi
Jum'at, 19 Jun 2026 07:01
LPS terus mempersiapkan implementasi Program Penjaminan Polis sebagai langkah strategis untuk meningkatkan perlindungan pemegang polis sekaligus memperkuat industri asuransi nasional. Foto/IST
MAKASSAR - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) terus mempersiapkan implementasi Program Penjaminan Polis (PPP) sebagai langkah strategis untuk meningkatkan perlindungan pemegang polis sekaligus memperkuat industri asuransi nasional.
Anggota Dewan Komisioner LPS Bidang Program Penjaminan Polis, Ferdinan D. Purba, mengatakan PPP merupakan amanat yang diberikan kepada LPS melalui Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).
Melalui regulasi tersebut, cakupan tugas LPS diperluas. Selain menjamin simpanan nasabah perbankan, LPS juga akan menjalankan fungsi penjaminan polis asuransi serta menangani proses resolusi perusahaan asuransi yang izin usahanya dicabut oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Program Penjaminan Polis bukan hanya memberikan perlindungan kepada pemegang polis, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam membangun industri asuransi yang lebih sehat, kuat, dan dipercaya masyarakat,” ujar Ferdinan dalam kegiatan LPS Media Meet Up yang digelar Kantor Perwakilan LPS III di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (18/6/2026) malam.
Menurutnya, keberadaan PPP dibutuhkan untuk memastikan adanya mekanisme penjaminan dan resolusi di sektor asuransi. Skema tersebut akan memberikan perlindungan terhadap hak-hak pemegang polis atau tertanggung apabila perusahaan asuransi mengalami kegagalan.
Ia menegaskan, skema penjaminan polis akan memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa hak mereka tetap terlindungi. Kondisi itu diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap industri asuransi dan mendorong partisipasi masyarakat yang lebih luas.
“Pada akhirnya, peningkatan kepercayaan tersebut akan turut mendukung stabilitas sektor keuangan secara keseluruhan,” katanya.
Saat ini, LPS tengah melakukan berbagai persiapan, mulai dari penyusunan aspek teknis dan regulasi hingga penguatan kapasitas kelembagaan guna memastikan pelaksanaan PPP dapat berjalan efektif saat mulai diterapkan.
Dalam penyusunannya, desain Program Penjaminan Polis di Indonesia mengacu pada praktik terbaik dan prinsip-prinsip internasional yang berlaku. Sebagai bagian dari proses tersebut, sejak 2023 LPS telah menjadi anggota penuh International Forum of Insurance Guarantee Schemes (IFIGS), organisasi internasional yang mewadahi lembaga penyelenggara penjaminan polis dari berbagai negara.
Ferdinan menambahkan, implementasi PPP diharapkan tidak hanya memberikan perlindungan yang optimal bagi pemegang polis, tetapi juga menjadi momentum bagi pertumbuhan industri asuransi nasional.
“Dengan tingkat kepercayaan masyarakat yang semakin tinggi, industri asuransi akan memiliki ruang yang lebih besar untuk berkembang dan meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian Indonesia,” pungkasnya.
Anggota Dewan Komisioner LPS Bidang Program Penjaminan Polis, Ferdinan D. Purba, mengatakan PPP merupakan amanat yang diberikan kepada LPS melalui Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).
Melalui regulasi tersebut, cakupan tugas LPS diperluas. Selain menjamin simpanan nasabah perbankan, LPS juga akan menjalankan fungsi penjaminan polis asuransi serta menangani proses resolusi perusahaan asuransi yang izin usahanya dicabut oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Program Penjaminan Polis bukan hanya memberikan perlindungan kepada pemegang polis, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam membangun industri asuransi yang lebih sehat, kuat, dan dipercaya masyarakat,” ujar Ferdinan dalam kegiatan LPS Media Meet Up yang digelar Kantor Perwakilan LPS III di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (18/6/2026) malam.
Menurutnya, keberadaan PPP dibutuhkan untuk memastikan adanya mekanisme penjaminan dan resolusi di sektor asuransi. Skema tersebut akan memberikan perlindungan terhadap hak-hak pemegang polis atau tertanggung apabila perusahaan asuransi mengalami kegagalan.
Ia menegaskan, skema penjaminan polis akan memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa hak mereka tetap terlindungi. Kondisi itu diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap industri asuransi dan mendorong partisipasi masyarakat yang lebih luas.
“Pada akhirnya, peningkatan kepercayaan tersebut akan turut mendukung stabilitas sektor keuangan secara keseluruhan,” katanya.
Saat ini, LPS tengah melakukan berbagai persiapan, mulai dari penyusunan aspek teknis dan regulasi hingga penguatan kapasitas kelembagaan guna memastikan pelaksanaan PPP dapat berjalan efektif saat mulai diterapkan.
Dalam penyusunannya, desain Program Penjaminan Polis di Indonesia mengacu pada praktik terbaik dan prinsip-prinsip internasional yang berlaku. Sebagai bagian dari proses tersebut, sejak 2023 LPS telah menjadi anggota penuh International Forum of Insurance Guarantee Schemes (IFIGS), organisasi internasional yang mewadahi lembaga penyelenggara penjaminan polis dari berbagai negara.
Ferdinan menambahkan, implementasi PPP diharapkan tidak hanya memberikan perlindungan yang optimal bagi pemegang polis, tetapi juga menjadi momentum bagi pertumbuhan industri asuransi nasional.
“Dengan tingkat kepercayaan masyarakat yang semakin tinggi, industri asuransi akan memiliki ruang yang lebih besar untuk berkembang dan meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian Indonesia,” pungkasnya.
(TRI)
Berita Terkait
Ekbis
OJK Perkuat Reformasi Asuransi dan Dana Pensiun dalam Forum OECD
OJK memperkuat agenda reformasi sektor asuransi & dana pensiun sebagai bagian dari upaya meningkatkan ketahanan industri dan memperluas perlindungan masyarakat.
Kamis, 05 Nov 2026 19:10
News
OJK, LPS, dan Pemprov Sulsel Gaungkan Gerakan Cinta Keuangan Syariah
Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersinergi melalui Gerakan Masyarakat (Germas) Anti Mager Cinta Keuangan Syariah.
Selasa, 03 Nov 2026 20:13
Ekbis
OJK dan LPS Perkuat Literasi Keuangan Syariah, Perluas Akses Masyarakat
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memperkuat kolaborasi dalam mendorong literasi dan inklusi keuangan syariah di Indonesia.
Senin, 02 Nov 2026 18:14
Ekbis
LPS Targetkan Program Penjaminan Polis Asuransi Berlaku Juli 2027
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) tengah mempersiapkan program Penjaminan Polis Asuransi yang ditargetkan mulai berlaku pada Juli 2027.
Sabtu, 31 Okt 2026 18:37
News
Gelar LIKE IT 2026 di Unhas, LPS Minta Mahasiswa Bijak Kelola Keuangan
Unhas resmi menjadi tuan rumah penyelenggaraan LIKE IT Tahun 2026 Seri Kesembilan. Kegiatan ini berlangsung di Baruga A.P. Pettarani Kampus Unhas Tamalanrea, Kota Makassar, Selasa (20/10/2026).
Selasa, 20 Okt 2026 19:46
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
OJK Perkuat Reformasi Asuransi dan Dana Pensiun dalam Forum OECD
2
Sulsel Raih Tiga Penghargaan pada GENTING Collaboration Summit 2026
3
Angkat Isu Judi Online, Film 'Menang Untuk Kalah' Tayang 19 November 2026
4
Atlet Judo Bone Aditya Wahyudi Kembali Sumbang Emas di Porprov Sulsel 2026
5
Kelayakan Lokasi PSEL Makassar Kembali Diuji, Pemkot Tunggu Tim Danantara
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
OJK Perkuat Reformasi Asuransi dan Dana Pensiun dalam Forum OECD
2
Sulsel Raih Tiga Penghargaan pada GENTING Collaboration Summit 2026
3
Angkat Isu Judi Online, Film 'Menang Untuk Kalah' Tayang 19 November 2026
4
Atlet Judo Bone Aditya Wahyudi Kembali Sumbang Emas di Porprov Sulsel 2026
5
Kelayakan Lokasi PSEL Makassar Kembali Diuji, Pemkot Tunggu Tim Danantara