Jaga Kepercayaan Nasabah, LPS Tahan Tingkat Bunga Penjaminan
Sabtu, 30 Mei 2026 09:49
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memutuskan untuk mempertahankan Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) dalam Rapat Dewan Komisioner (RDK) yang digelar pada 28 Mei 2026. Foto/IST
JAKARTA - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memutuskan untuk mempertahankan Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) dalam Rapat Dewan Komisioner (RDK) yang digelar pada 28 Mei 2026. Kebijakan tersebut berlaku mulai 1 Juni hingga 30 September 2026.
TBP yang ditetapkan meliputi 3,50 persen untuk simpanan Rupiah di bank umum, 6,00 persen untuk simpanan Rupiah di Bank Perekonomian Rakyat (BPR), dan 2,00 persen untuk simpanan valuta asing di bank umum.
Direktur Group Kesekretariatan LPS, Damaiyanti Sakti, mengatakan keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan perkembangan suku bunga pasar simpanan Rupiah dan valuta asing yang masih menunjukkan kenaikan terbatas.
Selain itu, penghimpunan dana masyarakat oleh perbankan tetap kuat, likuiditas perbankan memadai, dan tingkat persaingan antarbank masih berlangsung secara sehat.
“Cakupan penjaminan simpanan juga tetap terjaga dan berada jauh di atas amanat Undang-Undang, yakni mencakup lebih dari 90 persen total rekening nasabah bank,” ujar Damaiyanti.
Menurutnya, TBP yang berlaku saat ini masih memadai untuk menjaga kepercayaan masyarakat, khususnya nasabah, terhadap perbankan sekaligus memperkuat stabilitas sistem perbankan nasional.
LPS akan terus melakukan evaluasi secara berkala guna memastikan kebijakan penjaminan tetap relevan dengan perkembangan ekonomi, perbankan, dan pasar keuangan.
Kinerja Intermediasi Perbankan Tetap Solid
LPS mencatat kinerja intermediasi perbankan nasional masih menunjukkan tren positif. Pada April 2026, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 11,39 persen secara tahunan (year on year/yoy), sementara penyaluran kredit meningkat 9,98 persen (yoy).
Pertumbuhan DPK dalam Rupiah tercatat lebih tinggi dibandingkan DPK valuta asing. Kinerja tersebut ditopang oleh kondisi permodalan, profitabilitas, dan likuiditas perbankan yang tetap kuat sehingga mampu menjadi bantalan terhadap berbagai potensi risiko.
Cakupan Penjaminan Tetap Tinggi
Hasil evaluasi LPS menunjukkan TBP yang berlaku saat ini masih mampu menjaga tingkat cakupan penjaminan dan kepercayaan nasabah.
Per April 2026, jumlah rekening nasabah bank umum yang seluruh simpanannya dijamin hingga Rp2 miliar mencapai 666,72 juta rekening atau setara 99,94 persen dari total rekening. Sementara itu, rekening nasabah BPR/BPRS yang dijamin penuh hingga Rp2 miliar mencapai 15,58 juta rekening atau 99,98 persen dari total rekening.
LPS akan terus memperkuat pemantauan dan asesmen terhadap tingkat cakupan penjaminan agar tetap sejalan dengan dinamika suku bunga pasar dan perkembangan TBP.
LPS Ingatkan Pentingnya Memahami Ketentuan Penjaminan
LPS juga kembali mengingatkan masyarakat mengenai syarat simpanan yang dijamin melalui ketentuan 3T, yaitu Tercatat dalam pembukuan bank, Tingkat bunga simpanan tidak melebihi TBP, dan Tidak terindikasi melakukan tindakan yang menyebabkan bank menjadi tidak sehat.
Karena itu, masyarakat diimbau untuk memperhatikan tingkat bunga simpanan yang ditawarkan bank agar tetap memenuhi persyaratan penjaminan LPS.
Di sisi lain, LPS meminta perbankan untuk terus meningkatkan transparansi informasi mengenai TBP melalui berbagai kanal komunikasi, termasuk platform digital, sebagai bagian dari upaya perlindungan nasabah dan penguatan literasi keuangan masyarakat.
TBP yang ditetapkan meliputi 3,50 persen untuk simpanan Rupiah di bank umum, 6,00 persen untuk simpanan Rupiah di Bank Perekonomian Rakyat (BPR), dan 2,00 persen untuk simpanan valuta asing di bank umum.
Direktur Group Kesekretariatan LPS, Damaiyanti Sakti, mengatakan keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan perkembangan suku bunga pasar simpanan Rupiah dan valuta asing yang masih menunjukkan kenaikan terbatas.
Selain itu, penghimpunan dana masyarakat oleh perbankan tetap kuat, likuiditas perbankan memadai, dan tingkat persaingan antarbank masih berlangsung secara sehat.
“Cakupan penjaminan simpanan juga tetap terjaga dan berada jauh di atas amanat Undang-Undang, yakni mencakup lebih dari 90 persen total rekening nasabah bank,” ujar Damaiyanti.
Menurutnya, TBP yang berlaku saat ini masih memadai untuk menjaga kepercayaan masyarakat, khususnya nasabah, terhadap perbankan sekaligus memperkuat stabilitas sistem perbankan nasional.
LPS akan terus melakukan evaluasi secara berkala guna memastikan kebijakan penjaminan tetap relevan dengan perkembangan ekonomi, perbankan, dan pasar keuangan.
Kinerja Intermediasi Perbankan Tetap Solid
LPS mencatat kinerja intermediasi perbankan nasional masih menunjukkan tren positif. Pada April 2026, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 11,39 persen secara tahunan (year on year/yoy), sementara penyaluran kredit meningkat 9,98 persen (yoy).
Pertumbuhan DPK dalam Rupiah tercatat lebih tinggi dibandingkan DPK valuta asing. Kinerja tersebut ditopang oleh kondisi permodalan, profitabilitas, dan likuiditas perbankan yang tetap kuat sehingga mampu menjadi bantalan terhadap berbagai potensi risiko.
Cakupan Penjaminan Tetap Tinggi
Hasil evaluasi LPS menunjukkan TBP yang berlaku saat ini masih mampu menjaga tingkat cakupan penjaminan dan kepercayaan nasabah.
Per April 2026, jumlah rekening nasabah bank umum yang seluruh simpanannya dijamin hingga Rp2 miliar mencapai 666,72 juta rekening atau setara 99,94 persen dari total rekening. Sementara itu, rekening nasabah BPR/BPRS yang dijamin penuh hingga Rp2 miliar mencapai 15,58 juta rekening atau 99,98 persen dari total rekening.
LPS akan terus memperkuat pemantauan dan asesmen terhadap tingkat cakupan penjaminan agar tetap sejalan dengan dinamika suku bunga pasar dan perkembangan TBP.
LPS Ingatkan Pentingnya Memahami Ketentuan Penjaminan
LPS juga kembali mengingatkan masyarakat mengenai syarat simpanan yang dijamin melalui ketentuan 3T, yaitu Tercatat dalam pembukuan bank, Tingkat bunga simpanan tidak melebihi TBP, dan Tidak terindikasi melakukan tindakan yang menyebabkan bank menjadi tidak sehat.
Karena itu, masyarakat diimbau untuk memperhatikan tingkat bunga simpanan yang ditawarkan bank agar tetap memenuhi persyaratan penjaminan LPS.
Di sisi lain, LPS meminta perbankan untuk terus meningkatkan transparansi informasi mengenai TBP melalui berbagai kanal komunikasi, termasuk platform digital, sebagai bagian dari upaya perlindungan nasabah dan penguatan literasi keuangan masyarakat.
(TRI)
Berita Terkait
News
OJK, LPS, dan Pemprov Sulsel Gaungkan Gerakan Cinta Keuangan Syariah
Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersinergi melalui Gerakan Masyarakat (Germas) Anti Mager Cinta Keuangan Syariah.
Selasa, 03 Nov 2026 20:13
Ekbis
OJK dan LPS Perkuat Literasi Keuangan Syariah, Perluas Akses Masyarakat
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memperkuat kolaborasi dalam mendorong literasi dan inklusi keuangan syariah di Indonesia.
Senin, 02 Nov 2026 18:14
Ekbis
LPS Targetkan Program Penjaminan Polis Asuransi Berlaku Juli 2027
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) tengah mempersiapkan program Penjaminan Polis Asuransi yang ditargetkan mulai berlaku pada Juli 2027.
Sabtu, 31 Okt 2026 18:37
News
Gelar LIKE IT 2026 di Unhas, LPS Minta Mahasiswa Bijak Kelola Keuangan
Unhas resmi menjadi tuan rumah penyelenggaraan LIKE IT Tahun 2026 Seri Kesembilan. Kegiatan ini berlangsung di Baruga A.P. Pettarani Kampus Unhas Tamalanrea, Kota Makassar, Selasa (20/10/2026).
Selasa, 20 Okt 2026 19:46
Ekbis
Minat Riset tentang LPS Meningkat, 700 Peserta Ramaikan CFR 2026
Lebih dari 700 peserta beradu gagasan melalui penelitian dalam LPS Call for Research (CFR) 2026. Dari ratusan peserta tersebut, sebanyak 35 finalis terpilih setelah melewati serangkaian proses seleksi dan penilaian.
Senin, 12 Okt 2026 14:55
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Hadapi Lonjakan Nataru, PELNI Makassar Siapkan 14 Kapal Penumpang
2
Nomor Presiden RI, Media hingga Tokoh Politik Diduga Disadap Sejak 2025
3
LHP BPKP Tidak Sah Sebagai Bukti Baru Penetapan Tersangka Mantan Pj Gubernur Sulsel
4
Jelang Porprov 2026, Bupati dan Wabup Bone Pastikan Kesiapan Stadion Lapatau
5
Rektor UIN Alauddin Takjub Kemampuan Multilingual Siswa SIT Darul Fikri Makassar
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Hadapi Lonjakan Nataru, PELNI Makassar Siapkan 14 Kapal Penumpang
2
Nomor Presiden RI, Media hingga Tokoh Politik Diduga Disadap Sejak 2025
3
LHP BPKP Tidak Sah Sebagai Bukti Baru Penetapan Tersangka Mantan Pj Gubernur Sulsel
4
Jelang Porprov 2026, Bupati dan Wabup Bone Pastikan Kesiapan Stadion Lapatau
5
Rektor UIN Alauddin Takjub Kemampuan Multilingual Siswa SIT Darul Fikri Makassar