OJK Perkuat Integritas Pasar Modal, ETF Emas Resmi Diluncurkan
Senin, 10 Agu 2026 16:51
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menempatkan penguatan integritas sebagai prioritas dalam mempercepat transformasi pasar modal Indonesia. Foto/Istimewa
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menempatkan penguatan integritas sebagai prioritas dalam mempercepat transformasi pasar modal Indonesia. Upaya ini diarahkan untuk menciptakan pasar yang semakin efisien, transparan, kredibel, dan inovatif sekaligus memperkuat perannya dalam pembiayaan pembangunan nasional.
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan penguatan likuiditas, transparansi, tata kelola, penegakan hukum (enforcement), serta pengawasan menjadi bagian penting dari reformasi integritas pasar modal.
“OJK berkomitmen untuk terus meningkatkan likuiditas, transparansi, tata kelola dan enforcement serta sinergitas sebagai bagian dari rencana aksi reformasi integritas di Pasar Modal Indonesia. OJK juga senantiasa terus memperkuat kapasitas kelembagaan dan sistem pengawasan,” kata Friderica dalam peringatan 49 tahun diaktifkannya kembali Pasar Modal Indonesia di Jakarta, Senin (10/8/2026).
Peringatan HUT ke-49 Pasar Modal Indonesia tersebut mengusung tema “Akselerasi Transformasi untuk Berdaulat, Mandiri, dan Maju Bersama”. Acara dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Wakil Menteri Keuangan Juda Agung, jajaran Dewan Komisioner OJK, Self-Regulatory Organization (SRO), asosiasi, serta pemangku kepentingan pasar moda.
Investor Tembus 30 Juta
Friderica mengatakan reformasi integritas yang dilakukan OJK bersama SRO dan pelaku industri telah ikut mendorong perkembangan pasar modal. Jumlah Single Investor Identification (SID) kini mencapai 30,27 juta atau tumbuh 48,67 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Menurut Friderica, pertumbuhan tersebut bukan sekadar menunjukkan bertambahnya jumlah investor. Lebih dari itu, angka tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap pasar modal Indonesia.
“Tentu angka ini mencerminkan tidak hanya sekadar angka, tidak hanya sekadar pertumbuhan jumlah investor, tetapi makna di balik itu bahwa ada trust, ada confidence, ada harapan masyarakat Indonesia terhadap pasar modal Indonesia,” ujarnya.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan peringatan 49 tahun diaktifkannya kembali pasar modal menjadi momentum untuk menjaga kepercayaan investor terhadap perekonomian dan pasar keuangan Indonesia.
Menurut Airlangga, pasar modal merupakan salah satu indikator yang diperhatikan investor dalam melihat kondisi perekonomian nasional.
“Saya apresiasi juga reformasi yang telah dilakukan dan berharap sektor keuangan makin kredibel, inovatif, dan berdaya saing,” kata Airlangga.
Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menilai reformasi integritas yang dilakukan OJK bersama SRO penting untuk menjadikan pasar modal sebagai katalis pertumbuhan ekonomi nasional.
Pemerintah, kata Juda, mendukung agenda reformasi yang mencakup penguatan likuiditas, transparansi, tata kelola, dan pendalaman pasar.
OJK Luncurkan ETF Emas
Dalam peringatan HUT ke-49 tersebut, OJK juga meluncurkan Exchange Traded Fund (ETF) Emas sebagai instrumen investasi baru yang diperdagangkan di bursa.
Friderica mengatakan ETF Emas menjadi salah satu quick win dari delapan rencana aksi OJK dalam agenda pendalaman pasar secara terintegrasi.
“ETF Emas menawarkan investasi yang praktis, likuid, sesuai prinsip syariah, berfungsi sebagai safe haven, sekaligus memperluas Pasar Bullion melalui kolaborasi antarlembaga dan pelaku industri,” ujarnya.
Airlangga berharap ETF Emas tidak hanya menambah pilihan investasi bagi masyarakat, tetapi juga meningkatkan likuiditas pasar.
“Saya berharap produk ini tidak hanya menambah pilihan investasi tetapi juga meningkatkan likuiditas,” kata Airlangga.
Juda Agung menambahkan, ETF Emas diharapkan dapat memperluas basis investor, memperkaya pilihan instrumen investasi, meningkatkan likuiditas, sekaligus memperkuat tata kelola pasar modal.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan ETF Emas juga diharapkan memperkuat stabilitas pasar modal melalui diversifikasi instrumen dan pilihan investasi.
Dana Pasar Modal Capai Rp123 Triliun
Dari sisi kinerja, hingga 7 Agustus 2026, penghimpunan dana melalui pasar modal mencapai Rp123,21 triliun dari 135 aksi korporasi. Jumlah emiten di pasar modal Indonesia juga telah melampaui 962 perusahaan.
Jumlah investor mencapai 30,27 juta, bertambah sekitar 9,8 juta investor. Sebanyak 78 persen di antaranya berusia di bawah 40 tahun.
Sementara itu, Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana tercatat Rp667 triliun dan Asset Under Management (AUM) mencapai Rp1.026 triliun.
Di sektor perdagangan karbon, volume transaksi kumulatif sejak 26 September 2023 hingga 7 Agustus 2026 mencapai 1,98 juta ton CO2 ekuivalen dengan nilai Rp93,89 miliar.
Transaksi tersebut melibatkan 158 perusahaan dengan ketersediaan unit karbon mencapai 3,14 juta ton CO2 ekuivalen.
“Capaian ini menunjukkan bahwa Pasar Modal Indonesia terus tumbuh, baik dari sisi kemampuan menghimpun dana bagi dunia usaha maupun dari sisi perluasan basis investor,” kata Hasan.
Indonesia Tetap di Emerging Market
Indonesia juga kembali dipertahankan dalam klasifikasi Emerging Market dalam MSCI Market Classification Review pada Juni 2026.
Menurut OJK, keputusan tersebut menjadi pengakuan atas berbagai upaya perbaikan yang dilakukan bersama SRO dan seluruh pemangku kepentingan pasar modal.
Sejumlah agenda reformasi terus dipercepat, antara lain peningkatan persyaratan minimum free float menjadi 15 persen, penyusunan kerangka pengaturan High Shareholder Concentration (HSC), serta peningkatan transparansi kepemilikan saham.
OJK juga melanjutkan agenda dalam Roadmap Pasar Modal dan Derivatif 2022–2027. Memasuki fase akhir roadmap, terdapat empat fokus utama yang terus didorong.
Pertama, pendalaman pasar melalui optimalisasi sisi supply, demand, dan infrastruktur. Kedua, peningkatan integritas pasar melalui efektivitas sanksi dan peningkatan kualitas emiten serta perusahaan publik.
Ketiga, penguatan kelembagaan PUJK melalui pengembangan demutualisasi bursa, peningkatan kualitas penyelenggara Securities Crowdfunding (SCF), dan penguatan keamanan siber.
Keempat, pengembangan keuangan berkelanjutan melalui penambahan pengguna jasa Bursa Karbon dan pengembangan produk investasi berbasis pelestarian lingkungan atau Sustainable Fund.
Dengan berbagai agenda tersebut, OJK menargetkan pasar modal Indonesia semakin dalam, likuid, transparan, dan berintegritas sehingga mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap pembiayaan dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan penguatan likuiditas, transparansi, tata kelola, penegakan hukum (enforcement), serta pengawasan menjadi bagian penting dari reformasi integritas pasar modal.
“OJK berkomitmen untuk terus meningkatkan likuiditas, transparansi, tata kelola dan enforcement serta sinergitas sebagai bagian dari rencana aksi reformasi integritas di Pasar Modal Indonesia. OJK juga senantiasa terus memperkuat kapasitas kelembagaan dan sistem pengawasan,” kata Friderica dalam peringatan 49 tahun diaktifkannya kembali Pasar Modal Indonesia di Jakarta, Senin (10/8/2026).
Peringatan HUT ke-49 Pasar Modal Indonesia tersebut mengusung tema “Akselerasi Transformasi untuk Berdaulat, Mandiri, dan Maju Bersama”. Acara dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Wakil Menteri Keuangan Juda Agung, jajaran Dewan Komisioner OJK, Self-Regulatory Organization (SRO), asosiasi, serta pemangku kepentingan pasar moda.
Investor Tembus 30 Juta
Friderica mengatakan reformasi integritas yang dilakukan OJK bersama SRO dan pelaku industri telah ikut mendorong perkembangan pasar modal. Jumlah Single Investor Identification (SID) kini mencapai 30,27 juta atau tumbuh 48,67 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Menurut Friderica, pertumbuhan tersebut bukan sekadar menunjukkan bertambahnya jumlah investor. Lebih dari itu, angka tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap pasar modal Indonesia.
“Tentu angka ini mencerminkan tidak hanya sekadar angka, tidak hanya sekadar pertumbuhan jumlah investor, tetapi makna di balik itu bahwa ada trust, ada confidence, ada harapan masyarakat Indonesia terhadap pasar modal Indonesia,” ujarnya.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan peringatan 49 tahun diaktifkannya kembali pasar modal menjadi momentum untuk menjaga kepercayaan investor terhadap perekonomian dan pasar keuangan Indonesia.
Menurut Airlangga, pasar modal merupakan salah satu indikator yang diperhatikan investor dalam melihat kondisi perekonomian nasional.
“Saya apresiasi juga reformasi yang telah dilakukan dan berharap sektor keuangan makin kredibel, inovatif, dan berdaya saing,” kata Airlangga.
Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menilai reformasi integritas yang dilakukan OJK bersama SRO penting untuk menjadikan pasar modal sebagai katalis pertumbuhan ekonomi nasional.
Pemerintah, kata Juda, mendukung agenda reformasi yang mencakup penguatan likuiditas, transparansi, tata kelola, dan pendalaman pasar.
OJK Luncurkan ETF Emas
Dalam peringatan HUT ke-49 tersebut, OJK juga meluncurkan Exchange Traded Fund (ETF) Emas sebagai instrumen investasi baru yang diperdagangkan di bursa.
Friderica mengatakan ETF Emas menjadi salah satu quick win dari delapan rencana aksi OJK dalam agenda pendalaman pasar secara terintegrasi.
“ETF Emas menawarkan investasi yang praktis, likuid, sesuai prinsip syariah, berfungsi sebagai safe haven, sekaligus memperluas Pasar Bullion melalui kolaborasi antarlembaga dan pelaku industri,” ujarnya.
Airlangga berharap ETF Emas tidak hanya menambah pilihan investasi bagi masyarakat, tetapi juga meningkatkan likuiditas pasar.
“Saya berharap produk ini tidak hanya menambah pilihan investasi tetapi juga meningkatkan likuiditas,” kata Airlangga.
Juda Agung menambahkan, ETF Emas diharapkan dapat memperluas basis investor, memperkaya pilihan instrumen investasi, meningkatkan likuiditas, sekaligus memperkuat tata kelola pasar modal.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan ETF Emas juga diharapkan memperkuat stabilitas pasar modal melalui diversifikasi instrumen dan pilihan investasi.
Dana Pasar Modal Capai Rp123 Triliun
Dari sisi kinerja, hingga 7 Agustus 2026, penghimpunan dana melalui pasar modal mencapai Rp123,21 triliun dari 135 aksi korporasi. Jumlah emiten di pasar modal Indonesia juga telah melampaui 962 perusahaan.
Jumlah investor mencapai 30,27 juta, bertambah sekitar 9,8 juta investor. Sebanyak 78 persen di antaranya berusia di bawah 40 tahun.
Sementara itu, Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana tercatat Rp667 triliun dan Asset Under Management (AUM) mencapai Rp1.026 triliun.
Di sektor perdagangan karbon, volume transaksi kumulatif sejak 26 September 2023 hingga 7 Agustus 2026 mencapai 1,98 juta ton CO2 ekuivalen dengan nilai Rp93,89 miliar.
Transaksi tersebut melibatkan 158 perusahaan dengan ketersediaan unit karbon mencapai 3,14 juta ton CO2 ekuivalen.
“Capaian ini menunjukkan bahwa Pasar Modal Indonesia terus tumbuh, baik dari sisi kemampuan menghimpun dana bagi dunia usaha maupun dari sisi perluasan basis investor,” kata Hasan.
Indonesia Tetap di Emerging Market
Indonesia juga kembali dipertahankan dalam klasifikasi Emerging Market dalam MSCI Market Classification Review pada Juni 2026.
Menurut OJK, keputusan tersebut menjadi pengakuan atas berbagai upaya perbaikan yang dilakukan bersama SRO dan seluruh pemangku kepentingan pasar modal.
Sejumlah agenda reformasi terus dipercepat, antara lain peningkatan persyaratan minimum free float menjadi 15 persen, penyusunan kerangka pengaturan High Shareholder Concentration (HSC), serta peningkatan transparansi kepemilikan saham.
OJK juga melanjutkan agenda dalam Roadmap Pasar Modal dan Derivatif 2022–2027. Memasuki fase akhir roadmap, terdapat empat fokus utama yang terus didorong.
Pertama, pendalaman pasar melalui optimalisasi sisi supply, demand, dan infrastruktur. Kedua, peningkatan integritas pasar melalui efektivitas sanksi dan peningkatan kualitas emiten serta perusahaan publik.
Ketiga, penguatan kelembagaan PUJK melalui pengembangan demutualisasi bursa, peningkatan kualitas penyelenggara Securities Crowdfunding (SCF), dan penguatan keamanan siber.
Keempat, pengembangan keuangan berkelanjutan melalui penambahan pengguna jasa Bursa Karbon dan pengembangan produk investasi berbasis pelestarian lingkungan atau Sustainable Fund.
Dengan berbagai agenda tersebut, OJK menargetkan pasar modal Indonesia semakin dalam, likuid, transparan, dan berintegritas sehingga mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap pembiayaan dan pertumbuhan ekonomi nasional.
(TRI)
Berita Terkait
Ekbis
OJK Dorong Inovasi Keuangan Digital Aman dan Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menekankan pentingnya memastikan setiap inovasi memberikan manfaat nyata, memperluas akses keuangan, sekaligus menjamin keamanan dan pelindungan konsumen.
Minggu, 27 Sep 2026 11:31
Ekbis
OJK Dorong Generasi Muda Jadi Penggerak Ekonomi dan Keuangan Syariah
OJK menjadikan ISFO 2026 sebagai salah satu upaya memperkuat literasi sekaligus mendorong generasi muda menjadi penggerak ekonomi dan keuangan syariah.
Sabtu, 26 Sep 2026 12:14
Ekbis
LPS Luncurkan Pelajar Sulsel Menabung, Sasar 1.000 Siswa SMA
Sebanyak 1.000 pelajar SMA di Kota Makassar, Kabupaten Maros, dan Kabupaten Gowa didorong membangun kebiasaan menabung secara konsisten melalui program Pelajar Sulsel Menabung.
Jum'at, 25 Sep 2026 10:57
Ekbis
FEKDI x IFSE 2026, OJK Percepat Transformasi Keuangan Digital Indonesia
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong transformasi keuangan digital tidak berhenti pada perkembangan teknologi, tetapi mampu memberikan dampak nyata terhadap perekonomian.
Jum'at, 25 Sep 2026 08:38
News
Petani Rumput Laut Sulsel Didorong Naik Kelas Lewat Platform e-Seaweed
Melalui platform e-Seaweed, aktivitas budidaya, transaksi hingga data petani dicatat secara digital sehingga dapat menjadi rekam jejak usaha yang lebih kredibel bagi lembaga keuangan.
Kamis, 24 Sep 2026 20:06
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Ilham Dg Tayang Nyatakan Siap Maju sebagai Calon Ketua ILUNI UI Sulsel
2
BKKBN dan Komisi IX Ajak Warga Gowa Perkuat Keluarga Cegah Stunting
3
Prabowonomic dan Ekonomi Konstitusi Dibedah di Makassar, Panji Bangsa Dorong Potensi Anak Muda
4
PT CLM Transplantasi Terumbu Karang di Pulau Bulu Poloe, Dua Ton Sampah Ikut Diangkut
5
PSMTI-FORKITA Bone Gelar Bakti Sosial, Ratusan Warga Dilayani
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Ilham Dg Tayang Nyatakan Siap Maju sebagai Calon Ketua ILUNI UI Sulsel
2
BKKBN dan Komisi IX Ajak Warga Gowa Perkuat Keluarga Cegah Stunting
3
Prabowonomic dan Ekonomi Konstitusi Dibedah di Makassar, Panji Bangsa Dorong Potensi Anak Muda
4
PT CLM Transplantasi Terumbu Karang di Pulau Bulu Poloe, Dua Ton Sampah Ikut Diangkut
5
PSMTI-FORKITA Bone Gelar Bakti Sosial, Ratusan Warga Dilayani