VinFast Evo dan Ekosistem V-Green: Meretas Jalan Menuju Mobilitas Tanpa Ribet
Senin, 17 Agu 2026 17:49
Motor listrik VinFast Evo menjadi solusi mobilitas tanpa ribet berkat dukungan ekosistem V-Green. Foto/Istimewa
MAKASSAR - Bagi Reza Zattira, pagi hari nyaris tidak pernah benar-benar dimulai dengan tenang. Sebagai ibu tiga anak, ada bekal yang harus disiapkan, anak-anak yang perlu diantar ke sekolah, hingga beragam urusan lain yang sudah menanti setelahnya.
Keseharian Reza sebagai ibu sekaligus kreator konten yang aktif membagikan cerita seputar parenting dan gaya hidup membuat mobilitas menjadi bagian penting dari rutinitasnya. Di tengah aktivitas yang serba berpacu dengan waktu, ia tidak membutuhkan kendaraan yang sekadar terlihat mewah.
Bagi Reza, yang terpenting adalah kendaraan yang praktis dan nyaman untuk mendukung mobilitas sehari-hari. Kebutuhan tersebut terjawab dengan kehadiran VinFast Evo. Motor listrik ini membuat hari yang padat terasa sedikit lebih ringan. Apalagi ketika baterai tak perlu ditunggu berjam-jam untuk kembali melaju, berkat layanan penukaran baterai dalam ekosistem V-Green.
Bagi pengguna seperti Reza, di situlah teknologi kendaraan listrik menemukan maknanya yang paling sederhana. Ya, bukan tentang seberapa canggih sebuah kendaraan, melainkan seberapa mudah mampu membantu manusia menjalani hari agar lebih produktif.
“Kalau jadi ibu, kita nggak cari kendaraan yang paling mahal. Kita cuma cari yang bikin hidup kita makin mudah,” ujar Reza, saat membagikan pengalamannya dalam salah satu kontennya.
Bagi Reza, kepraktisan memang menjadi pertimbangan utama. Kendaraan yang digunakan setiap hari harus mampu mengikuti mobilitas yang padat, dari mengantar anak hingga menyelesaikan berbagai aktivitas tanpa membuat pengguna terus-menerus memikirkan urusan kendaraan alias anti-ribet.
"Yang aku butuhkan adalah kendaraan praktis yang nggak bikin ribet, yang pastinya bikin aktivitas sehari-hariku terasa makin ringan. Bagiku, kendaraan yang baik bukan hanya dapat mengantarkan sampai tujuan, tapi bikin perjalanan kita terasa lebih nyaman, lebih hemat dan pastinya yang praktis," jelasnya.
Nah, di titik inilah motor listrik VinFast Evo mencoba menawarkan pengalaman yang berbeda. Bukan semata-mata soal mengganti mesin berbahan bakar bensin dengan motor listrik, melainkan bagaimana aktivitas mengisi energi kendaraan dapat dibuat sesederhana mungkin.
VinFast Evo menggunakan motor listrik BLDC dengan daya hingga 5.200 watt dan baterai berteknologi LFP. Dengan konfigurasi dua baterai, jarak tempuhnya diklaim dapat mencapai hingga 150 kilometer dalam kondisi tertentu.
Namun, angka jarak tempuh bukan satu-satunya cerita. Bagi pengguna kendaraan listrik, pertanyaan yang kerap muncul justru sederhana: apa yang dilakukan ketika baterai habis, sementara aktivitas belum selesai?
Jawabannya datang melalui konsep battery swap atau penukaran baterai yang dikembangkan dalam ekosistem V-Green. Alih-alih menunggu baterai terisi, pengguna dapat menukar baterai yang telah habis dengan baterai yang sudah terisi di fasilitas penukaran yang tersedia.
Konsep tersebut mengubah cara pengguna memandang waktu pengisian energi. Jika pengisian konvensional membutuhkan waktu berjam-jam, penukaran baterai memungkinkan proses dilakukan jauh lebih singkat. Bagi orang yang hidupnya bergerak dari satu agenda ke agenda lain, selisih waktu tersebut sangat penting.
Reza merasakan manfaatnya dalam konteks yang sangat dekat dengan keseharian. Ia membutuhkan kendaraan yang dapat diandalkan untuk menjalani rutinitas, bukan kendaraan yang justru membuat rutinitas semakin rumit.
Selain sistem baterai, VinFast Evo juga dirancang dengan sejumlah fitur yang mendukung penggunaan sehari-hari, seperti bagasi berkapasitas 12 liter, port USB untuk mengisi daya ponsel, serta panel instrumen digital.
Dengan pendekatan tersebut, kendaraan listrik tidak lagi semata-mata diposisikan sebagai pilihan yang lebih ramah lingkungan. Ia mulai masuk ke wilayah yang lebih personal yakni bagaimana sebuah kendaraan dapat membuat pekerjaan sehari-hari terasa lebih ringan.

Ekosistem Pendukung
Kemudahan itu tidak berdiri sendiri. Di balik motor listrik yang digunakan pengguna terdapat kebutuhan yang lebih besar, yakni ekosistem pendukung.
VinFast membangun pendekatan tersebut melalui kolaborasi dengan V-Green, yang mengembangkan infrastruktur energi termasuk jaringan fasilitas penukaran baterai. Dengan model ini, pengalaman menggunakan kendaraan listrik tidak berhenti ketika konsumen meninggalkan showroom.
Justru setelah motor digunakan, ekosistem tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan. Bagi pengguna, fasilitas penukaran baterai memberikan pilihan ketika membutuhkan mobilitas tanpa harus menunggu proses pengisian.
Sementara bagi pengembangan kendaraan listrik, keberadaan jaringan infrastruktur menjadi salah satu kunci untuk menjawab kekhawatiran masyarakat mengenai jarak tempuh dan waktu pengisian.
VinFast sendiri menjadikan model battery swap sebagai salah satu pendekatan dalam mendorong adopsi motor listrik. Dalam skema yang disampaikan perusahaan, pengguna kendaraan listrik VinFast dapat memanfaatkan fasilitas penukaran baterai V-Green dengan ketentuan dan program yang berlaku.
Dengan demikian, yang ditawarkan bukan hanya sebuah motor, melainkan rangkaian pengalaman: kendaraan, baterai, jaringan penukaran, layanan purnajual, hingga dukungan dealer. Perspektif itu menjadi semakin relevan ketika VinFast mulai memperluas jaringan ke luar Jawa.

Ekspansi ke Indonesia Timur
Pengujung Juli 2026, VinFast memperluas jaringan pemasarannya ke Indonesia Timur, tepatnya Sulawesi Selatan. Ekspansi dilakukan dengan menggandeng PT Alfa Global Indonesia (AGI), yang menjadi dealer pionir VinFast untuk kawasan tersebut dan berlokasi di Kabupaten Gowa.
Director Sales & Dealer Network Expansion e-Scooter VinFast Indonesia, Andita Wiwaha, melihat Sulawesi Selatan sebagai wilayah dengan potensi pasar kendaraan roda dua yang besar. Daya beli masyarakat serta kebutuhan mobilitas menjadi alasan kawasan ini dipandang strategis untuk memperluas penetrasi kendaraan listrik.
“Kami melihat peluang motor, khususnya roda dua di Sulawesi Selatan, cukup besar. Market dan daya beli konsumennya juga cukup bagus,” kata Andita, saat peresmian dealer motor listrik VinFast di Gowa.
Menurut dia, pengembangan jaringan dealer harus berjalan beriringan dengan kesiapan infrastruktur. Karena itu, konsep yang dibawa VinFast bukan menjual kendaraan terlebih dahulu kemudian memikirkan fasilitas energinya, melainkan menyiapkan infrastruktur pendukung agar konsumen memiliki rasa aman ketika mulai beralih ke kendaraan listrik.
Di Sulawesi Selatan, jaringan fasilitas penukaran baterai V-Green juga mulai disiapkan untuk mendukung penggunaan kendaraan listrik VinFast. Pendekatan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem mobilitas yang lebih efisien sekaligus mendukung transisi menuju transportasi yang lebih ramah lingkungan.
“Kami ingin membantu masyarakat hidup lebih efisien dan efektif,” ujarnya.

Solusi Mobilitas Tinggi
Bagi PT Alfa Global Indonesia, tantangan memperkenalkan motor listrik di Sulawesi Selatan bukan sekadar bagaimana menjual kendaraan. Yang lebih penting adalah menjawab pertanyaan konsumen mengenai penggunaan sehari-hari.
Manager Operasional PT Alfa Global Indonesia, Bagoes Wichaksono, mengatakan salah satu keraguan yang masih sering muncul ketika masyarakat mempertimbangkan kendaraan listrik adalah waktu pengisian baterai dan jarak tempuh.
“Pemakai motor listrik biasanya mempertanyakan lama pengisian. Empat sampai lima jam, baterai baru penuh. Dengan hadirnya VinFast, kami menawarkan sistem tukar baterai,” katanya.
Dalam layanan yang disampaikan PT Alfa Global Indonesia, konsumen dapat menukar baterai kosong dengan baterai yang telah terisi melalui fasilitas battery swap. Pada skema yang berlaku saat peluncuran, layanan penukaran tersebut diberikan secara gratis hingga 20 kali dalam satu bulan.
Bagi Bagoes, kemudahan tersebut membuka peluang penggunaan motor listrik untuk berbagai kelompok masyarakat, terutama mereka yang memiliki mobilitas tinggi.
Ia menyebut anak muda, mahasiswa, pekerja, hingga ibu yang setiap hari mengantar dan menjemput anak sebagai kelompok yang potensial memanfaatkan kendaraan tersebut. Pengemudi layanan daring juga menjadi salah satu segmen yang menurutnya dapat merasakan manfaat dari efisiensi biaya operasional.
“Unit-unit ini sangat efisien. Jadi bisa fokus untuk mengejar target penumpang dalam sehari-hari,” ujarnya.
Efisiensi tidak hanya datang dari energi. Motor listrik juga tidak menggunakan oli mesin seperti kendaraan konvensional. Perawatan berkala lebih diarahkan pada pemeriksaan kendaraan dan sistem elektroniknya.
PT Alfa Global Indonesia pun menyiapkan layanan purnajual, termasuk mobile service untuk kondisi tertentu serta hotline bagi konsumen yang membutuhkan bantuan. Jika membutuhkan pemeriksaan atau pembongkaran lebih lanjut, kendaraan bakal diarahkan ke bengkel resmi.
Bagoes menargetkan penjualan sekitar 30 hingga 50 unit per bulan pada tahap awal, sembari memperluas jaringan pemasaran di Makassar, Gowa, dan wilayah sekitarnya. Terlepas dari target itu, tidak kalah penting adalah edukasi untuk memastikan kendaraan listrik dapat benar-benar diterima sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Keseharian Reza sebagai ibu sekaligus kreator konten yang aktif membagikan cerita seputar parenting dan gaya hidup membuat mobilitas menjadi bagian penting dari rutinitasnya. Di tengah aktivitas yang serba berpacu dengan waktu, ia tidak membutuhkan kendaraan yang sekadar terlihat mewah.
Bagi Reza, yang terpenting adalah kendaraan yang praktis dan nyaman untuk mendukung mobilitas sehari-hari. Kebutuhan tersebut terjawab dengan kehadiran VinFast Evo. Motor listrik ini membuat hari yang padat terasa sedikit lebih ringan. Apalagi ketika baterai tak perlu ditunggu berjam-jam untuk kembali melaju, berkat layanan penukaran baterai dalam ekosistem V-Green.
Bagi pengguna seperti Reza, di situlah teknologi kendaraan listrik menemukan maknanya yang paling sederhana. Ya, bukan tentang seberapa canggih sebuah kendaraan, melainkan seberapa mudah mampu membantu manusia menjalani hari agar lebih produktif.
“Kalau jadi ibu, kita nggak cari kendaraan yang paling mahal. Kita cuma cari yang bikin hidup kita makin mudah,” ujar Reza, saat membagikan pengalamannya dalam salah satu kontennya.
Bagi Reza, kepraktisan memang menjadi pertimbangan utama. Kendaraan yang digunakan setiap hari harus mampu mengikuti mobilitas yang padat, dari mengantar anak hingga menyelesaikan berbagai aktivitas tanpa membuat pengguna terus-menerus memikirkan urusan kendaraan alias anti-ribet.
"Yang aku butuhkan adalah kendaraan praktis yang nggak bikin ribet, yang pastinya bikin aktivitas sehari-hariku terasa makin ringan. Bagiku, kendaraan yang baik bukan hanya dapat mengantarkan sampai tujuan, tapi bikin perjalanan kita terasa lebih nyaman, lebih hemat dan pastinya yang praktis," jelasnya.
Nah, di titik inilah motor listrik VinFast Evo mencoba menawarkan pengalaman yang berbeda. Bukan semata-mata soal mengganti mesin berbahan bakar bensin dengan motor listrik, melainkan bagaimana aktivitas mengisi energi kendaraan dapat dibuat sesederhana mungkin.
VinFast Evo menggunakan motor listrik BLDC dengan daya hingga 5.200 watt dan baterai berteknologi LFP. Dengan konfigurasi dua baterai, jarak tempuhnya diklaim dapat mencapai hingga 150 kilometer dalam kondisi tertentu.
Namun, angka jarak tempuh bukan satu-satunya cerita. Bagi pengguna kendaraan listrik, pertanyaan yang kerap muncul justru sederhana: apa yang dilakukan ketika baterai habis, sementara aktivitas belum selesai?
Jawabannya datang melalui konsep battery swap atau penukaran baterai yang dikembangkan dalam ekosistem V-Green. Alih-alih menunggu baterai terisi, pengguna dapat menukar baterai yang telah habis dengan baterai yang sudah terisi di fasilitas penukaran yang tersedia.
Konsep tersebut mengubah cara pengguna memandang waktu pengisian energi. Jika pengisian konvensional membutuhkan waktu berjam-jam, penukaran baterai memungkinkan proses dilakukan jauh lebih singkat. Bagi orang yang hidupnya bergerak dari satu agenda ke agenda lain, selisih waktu tersebut sangat penting.
Reza merasakan manfaatnya dalam konteks yang sangat dekat dengan keseharian. Ia membutuhkan kendaraan yang dapat diandalkan untuk menjalani rutinitas, bukan kendaraan yang justru membuat rutinitas semakin rumit.
Selain sistem baterai, VinFast Evo juga dirancang dengan sejumlah fitur yang mendukung penggunaan sehari-hari, seperti bagasi berkapasitas 12 liter, port USB untuk mengisi daya ponsel, serta panel instrumen digital.
Dengan pendekatan tersebut, kendaraan listrik tidak lagi semata-mata diposisikan sebagai pilihan yang lebih ramah lingkungan. Ia mulai masuk ke wilayah yang lebih personal yakni bagaimana sebuah kendaraan dapat membuat pekerjaan sehari-hari terasa lebih ringan.

Ekosistem Pendukung
Kemudahan itu tidak berdiri sendiri. Di balik motor listrik yang digunakan pengguna terdapat kebutuhan yang lebih besar, yakni ekosistem pendukung.
VinFast membangun pendekatan tersebut melalui kolaborasi dengan V-Green, yang mengembangkan infrastruktur energi termasuk jaringan fasilitas penukaran baterai. Dengan model ini, pengalaman menggunakan kendaraan listrik tidak berhenti ketika konsumen meninggalkan showroom.
Justru setelah motor digunakan, ekosistem tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan. Bagi pengguna, fasilitas penukaran baterai memberikan pilihan ketika membutuhkan mobilitas tanpa harus menunggu proses pengisian.
Sementara bagi pengembangan kendaraan listrik, keberadaan jaringan infrastruktur menjadi salah satu kunci untuk menjawab kekhawatiran masyarakat mengenai jarak tempuh dan waktu pengisian.
VinFast sendiri menjadikan model battery swap sebagai salah satu pendekatan dalam mendorong adopsi motor listrik. Dalam skema yang disampaikan perusahaan, pengguna kendaraan listrik VinFast dapat memanfaatkan fasilitas penukaran baterai V-Green dengan ketentuan dan program yang berlaku.
Dengan demikian, yang ditawarkan bukan hanya sebuah motor, melainkan rangkaian pengalaman: kendaraan, baterai, jaringan penukaran, layanan purnajual, hingga dukungan dealer. Perspektif itu menjadi semakin relevan ketika VinFast mulai memperluas jaringan ke luar Jawa.

Ekspansi ke Indonesia Timur
Pengujung Juli 2026, VinFast memperluas jaringan pemasarannya ke Indonesia Timur, tepatnya Sulawesi Selatan. Ekspansi dilakukan dengan menggandeng PT Alfa Global Indonesia (AGI), yang menjadi dealer pionir VinFast untuk kawasan tersebut dan berlokasi di Kabupaten Gowa.
Director Sales & Dealer Network Expansion e-Scooter VinFast Indonesia, Andita Wiwaha, melihat Sulawesi Selatan sebagai wilayah dengan potensi pasar kendaraan roda dua yang besar. Daya beli masyarakat serta kebutuhan mobilitas menjadi alasan kawasan ini dipandang strategis untuk memperluas penetrasi kendaraan listrik.
“Kami melihat peluang motor, khususnya roda dua di Sulawesi Selatan, cukup besar. Market dan daya beli konsumennya juga cukup bagus,” kata Andita, saat peresmian dealer motor listrik VinFast di Gowa.
Menurut dia, pengembangan jaringan dealer harus berjalan beriringan dengan kesiapan infrastruktur. Karena itu, konsep yang dibawa VinFast bukan menjual kendaraan terlebih dahulu kemudian memikirkan fasilitas energinya, melainkan menyiapkan infrastruktur pendukung agar konsumen memiliki rasa aman ketika mulai beralih ke kendaraan listrik.
Di Sulawesi Selatan, jaringan fasilitas penukaran baterai V-Green juga mulai disiapkan untuk mendukung penggunaan kendaraan listrik VinFast. Pendekatan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem mobilitas yang lebih efisien sekaligus mendukung transisi menuju transportasi yang lebih ramah lingkungan.
“Kami ingin membantu masyarakat hidup lebih efisien dan efektif,” ujarnya.

Solusi Mobilitas Tinggi
Bagi PT Alfa Global Indonesia, tantangan memperkenalkan motor listrik di Sulawesi Selatan bukan sekadar bagaimana menjual kendaraan. Yang lebih penting adalah menjawab pertanyaan konsumen mengenai penggunaan sehari-hari.
Manager Operasional PT Alfa Global Indonesia, Bagoes Wichaksono, mengatakan salah satu keraguan yang masih sering muncul ketika masyarakat mempertimbangkan kendaraan listrik adalah waktu pengisian baterai dan jarak tempuh.
“Pemakai motor listrik biasanya mempertanyakan lama pengisian. Empat sampai lima jam, baterai baru penuh. Dengan hadirnya VinFast, kami menawarkan sistem tukar baterai,” katanya.
Dalam layanan yang disampaikan PT Alfa Global Indonesia, konsumen dapat menukar baterai kosong dengan baterai yang telah terisi melalui fasilitas battery swap. Pada skema yang berlaku saat peluncuran, layanan penukaran tersebut diberikan secara gratis hingga 20 kali dalam satu bulan.
Bagi Bagoes, kemudahan tersebut membuka peluang penggunaan motor listrik untuk berbagai kelompok masyarakat, terutama mereka yang memiliki mobilitas tinggi.
Ia menyebut anak muda, mahasiswa, pekerja, hingga ibu yang setiap hari mengantar dan menjemput anak sebagai kelompok yang potensial memanfaatkan kendaraan tersebut. Pengemudi layanan daring juga menjadi salah satu segmen yang menurutnya dapat merasakan manfaat dari efisiensi biaya operasional.
“Unit-unit ini sangat efisien. Jadi bisa fokus untuk mengejar target penumpang dalam sehari-hari,” ujarnya.
Efisiensi tidak hanya datang dari energi. Motor listrik juga tidak menggunakan oli mesin seperti kendaraan konvensional. Perawatan berkala lebih diarahkan pada pemeriksaan kendaraan dan sistem elektroniknya.
PT Alfa Global Indonesia pun menyiapkan layanan purnajual, termasuk mobile service untuk kondisi tertentu serta hotline bagi konsumen yang membutuhkan bantuan. Jika membutuhkan pemeriksaan atau pembongkaran lebih lanjut, kendaraan bakal diarahkan ke bengkel resmi.
Bagoes menargetkan penjualan sekitar 30 hingga 50 unit per bulan pada tahap awal, sembari memperluas jaringan pemasaran di Makassar, Gowa, dan wilayah sekitarnya. Terlepas dari target itu, tidak kalah penting adalah edukasi untuk memastikan kendaraan listrik dapat benar-benar diterima sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
(TRI)
Berita Terkait
Ekbis
VinFast Perluas Ekspansi, Buka Dealer Motor Listrik Perdana di Indonesia Timur
VinFast Indonesia bersama PT Alfa Global Indonesia (AGI) resmi membuka dealer motor listrik pertama di kawasan Indonesia Timur yang berlokasi di Jalan Karaeng Makkawari Samata.
Rabu, 29 Jul 2026 14:08
Ekbis
Sprinto Masuk Makassar, Motor Listrik Kencang dengan Torsi Instan
PT IEI kembali meluncurkan anggota baru di lini motor listrik, Sprinto. Bersama diler, PT Galesong Emotor Prama, Sprinto resmi diperkenalkan di Makassar
Selasa, 16 Des 2025 08:07
Makassar City
DLH Makassar Pilih Motor Listrik Tyranno sebagai Randis, Langsung Borong 38 Unit
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar melakukan pengadaan 38 unit kendaraan dinas baru, berupa motor listrik. Tyranno, dipasarkan Galesong Emotor Pratama (GEP), menjadi pilihan.
Senin, 15 Des 2025 21:07
News
Pemenang Gebyar Hadiah Smartfren Tahap 3 Diumumkan, Driver Online Dapat Motor Listrik
PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) melalui brand Smartfren kembali berbagi kebahagiaan dengan pelanggan setia lewat program Gebyar Hadiah Smartfren (GAS) Tahap 3.
Senin, 03 Nov 2025 16:12
News
Perkuat Ekosistem EV, PLN & PNUP Gelar Pelatihan & Resmikan Bengkel Konversi Motor Listrik
PLN UID Sulselrabar terus memperkuat ekosistem electric vehicle alias kendaraan listrik. Terbaru, BUMN bidang kelistrikan ini menggelar pelatihan sekaligus meresmikan bengkel konversi motor listrik.
Kamis, 31 Jul 2025 13:01
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
FIFGROUP Sulselbar Peringati HUT Kemerdekaan RI ke-81 di Titik Nol Tanjung Bira
2
Memaknai Kemerdekaan: Pendidikan untuk Indonesia yang Berdaulat, Adil dan Makmur
3
HUT ke-81 RI, Semen Tonasa Teguhkan Semangat Berkarya & Berkontribusi
4
Asmo Sulsel Semarakkan HUT RI ke-81 Lewat Convoy Merdeka
5
UPZ UIN Alauddin Makassar Salurkan Bantuan UKT kepada 126 Mahasiswa
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
FIFGROUP Sulselbar Peringati HUT Kemerdekaan RI ke-81 di Titik Nol Tanjung Bira
2
Memaknai Kemerdekaan: Pendidikan untuk Indonesia yang Berdaulat, Adil dan Makmur
3
HUT ke-81 RI, Semen Tonasa Teguhkan Semangat Berkarya & Berkontribusi
4
Asmo Sulsel Semarakkan HUT RI ke-81 Lewat Convoy Merdeka
5
UPZ UIN Alauddin Makassar Salurkan Bantuan UKT kepada 126 Mahasiswa