Bukan Sekadar Edukasi, LPS Bangun Budaya Menabung di Sekolah

Sabtu, 26 Sep 2026 12:41
Bukan Sekadar Edukasi, LPS Bangun Budaya Menabung di Sekolah
Sebanyak 100 guru pembina disiapkan menjadi penggerak kebiasaan menabung bagi 1.000 pelajar SMA di Sulawesi Selatan lewat program Pelajar Sulsel Menabung dari LPS. Foto/Istimewa
Comment
Share
MAKASSAR - Sebanyak 100 guru pembina disiapkan menjadi penggerak kebiasaan menabung bagi 1.000 pelajar SMA di Sulawesi Selatan. Melalui program Pelajar Sulsel Menabung, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mendorong edukasi keuangan menjangkau lingkungan sekolah agar kebiasaan mengelola uang secara bijak dapat tumbuh sejak dini.

Program yang diinisiasi Kantor Perwakilan LPS Wilayah III Sulawesi, Maluku, dan Papua tersebut menyasar pelajar di Kota Makassar, Kabupaten Maros, dan Kabupaten Gowa. Peluncurannya ditandai dengan kegiatan Kick Off dan Training of Trainers (ToT) bagi 100 guru pembina di Hotel Claro Makassar, Kamis (24/9/2026). Kegiatan ini dibuka Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Jufri Rahman.

Kepala Kantor Perwakilan LPS Wilayah III Fuad Zaen mengatakan, Pelajar Sulsel Menabung merupakan program pertama yang diselenggarakan LPS di Indonesia. Sulawesi Selatan dipilih sebagai wilayah awal pelaksanaan dengan melibatkan tiga daerah. Menurutnya, keterlibatan guru menjadi kunci agar edukasi keuangan dapat diteruskan secara konsisten kepada para pelajar.

“Program ini yang pertama di Indonesia dan dimulai di tiga kota/kabupaten di Sulawesi Selatan. Harapannya, edukasi keuangan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat dilanjutkan secara konsisten melalui peran pembina dan satuan pendidikan masing-masing, serta berlanjut ke daerah lain di Sulawesi Selatan maupun Indonesia,” ujar Fuad di hadapan para guru pembina.

Melalui pelatihan tersebut, para guru dipersiapkan menjadi pengganda edukasi atau multiplier di sekolah masing-masing. Mereka tidak hanya mendapatkan materi mengenai kebiasaan menabung dan literasi keuangan, tetapi juga mengikuti diskusi interaktif bersama narasumber dari LPS, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Sulselbar, dan Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sulawesi Selatan.

Program Pelajar Sulsel Menabung selanjutnya berlangsung selama delapan minggu. Dalam periode tersebut, partisipasi, konsistensi, dan kualitas keterlibatan pelajar akan dipantau secara berkala melalui kegiatan monitoring dan evaluasi. Sosialisasi langsung juga dilakukan di tengah pelaksanaan program sebelum seluruh rangkaian ditutup dengan pemberian apresiasi kepada pelajar, pembina, dan sekolah yang berpartisipasi.

Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Jufri Rahman mengapresiasi inisiatif LPS tersebut. Menurutnya, kebiasaan menabung merupakan bagian penting dalam membangun karakter dan kedisiplinan generasi muda, khususnya dalam mengelola keuangan. Pemprov Sulsel berharap program ini dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat lebih luas bagi pelajar.

Dukungan juga disampaikan Kepala Direktorat Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen, dan Perizinan Lembaga Jasa Keuangan OJK Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Arif Machfoed.

Ia menilai program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi keuangan generasi muda. Terlebih, Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2026 menunjukkan akses terhadap layanan keuangan semakin luas sehingga perlu diimbangi dengan peningkatan pemahaman dan kemampuan masyarakat dalam mengelola keuangan.

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan Bayu Martanto menyampaikan bahwa program ini juga diintegrasikan dengan kegiatan resirkulasi uang logam. Langkah tersebut bertujuan mendorong kembalinya uang logam ke dalam peredaran sekaligus mengedukasi pelajar mengenai pentingnya menggunakan dan merawat Rupiah.

Melalui kolaborasi LPS, pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan industri jasa keuangan, program Pelajar Sulsel Menabung diharapkan tidak sekadar mendorong pelajar membuka rekening atau menyisihkan uang. Lebih dari itu, keterlibatan 100 guru pembina diharapkan mampu menumbuhkan kebiasaan menabung secara konsisten serta membentuk generasi muda yang disiplin, cerdas, dan bertanggung jawab dalam mengelola keuangan.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru