Kalla Aspal Fokus Ekspansi Coverage Area, Target Produksi 115 Ribu Ton
Selasa, 18 Jul 2023 23:57
Chief Operation Officer (COO) Kalla Aspal Burhanuddin Lestim (tengah) berbincang dengan manajemen Kalla Aspal saat media visit di TAC Parepare, Selasa (18/7/2023). Foto: SINDO Makassar/Muchtamir Zaide
PAREPARE - Kalla Aspal mematok target produksi hingga 115 ribu metrik ton tahun ini. Target itu sejalan dengan ekspansi bisnis yang terus dilakukan unit bisnis milik KALLA ini.
"Secara nasional, target kita 115 ribu metrik ton untuk 13 terminal aspal curah (TAC) yang kita miliki," ucap Chief Operation Officer (COO) Kalla Aspal Burhanuddin Lestim saat media visit di TAC Parepare, Selasa (19/7/2023).
13 TAC Kalla Aspal tersebar di beberapa daerah. Selain Kota Parepare, ada juga di Palu, Banjarmasin, Samarinda, Kendari, Gorontalo, Mamuju, Sorong, Jayapura, Bulungan, Luwuk, Lombok dan Pontianak.
Khusus di TAC Parepare, produksi tahun ini ditarget berada pada angka 24 ribu ton. Adapun realisasinya hingga semester pertama sudah menyentuh angka 6.000 ton.
Guna merealisasikan terget tersebut, Kalla Aspal melakukan beberapa program. Seperti mengoptimalkan kunjungan ke relasi dan memperbaiki pelayanan.
“Performance revenue Kalla Aspal di semester I tahun 2023 mengalami peningkatan jika dibandingkan pada tahun sebelumnya. Di mana aktual pertumbuhan revenue dari tahun 2022 ke 2023 pada semester I sebesar 40,4%. Sementara itu, pencapaian Kalla Aspal terhadap target semester I mencapai 105%,” urai Burhanuddin.
Sementara itu, Branch Manager Kalla Aspal Zulfauzi menjelaskan, realisasi produksi cukup dipengaruhi oleh pelaksanaan tender di lapangan. Makanya, produksi akan meningkat di semester kedua.
"Biasanya kan, awal-awal tahun ini proyek itu baru dalam tahap tender. Nah, pengerjaannya itu nanti saat memasuki bulan Agustus ke atas. Saat itulah produksi kita meningkat," beber Zulfauzi.
TAC Cilegon Beroperasi 2024
Tahun ini Kalla Aspal melakukan ekspansi perluasan coverage area di Cilegon, Banten. Menurut Burhanuddin, fasilitas ini ditargetkan beroperasi pada akhir 2024.
"TAC Cilegon ini sebelumnya kita target pembangunan tahun lalu. Tapi karena beberapa hal, pembangunan baru bisa dimulai tahun ini. Kita harap TAC Cilegon bisa menyaingi volume produksi di Parepare," ujar Burhanuddin.
Menurut Burhanuddin, Kalla Aspal perlu membuka TAC di Jawa untuk meningkatkan volume produksi. Sebab, konsumsi aspal paling besar di Indonesia masih berada di pulau Jawa.
Selain itu, Kalla Aspal baru-baru ini melakukan pengembangan produk selain memasarkan produk aspal minyak. Produk yang dikembangkan yakni Aspal Emulsi.
Aspal Emulsi yang diproduksi oada 2 jenis, diantaranya Tack Coat dan Prime Coat. Jenis Aspal Emulsi tersebut menjadi fokus produksi Kalla Aspal sebab di wilayah Indonesia Timur dominan yang digunakan dan dicari oleh customer jenis Tack Coat dan Prime Coat.
Sementara itu, berdasarkan jarak dari TAC, pasar yang dapat dijangkau idealnya adalah maksimal 300 km sehingga provinsi yang masuk potensi pasar yang ditarget diantaranya Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara.
“Pengembangan produk ini awalnya melihat adanya peluang pasar pada salah satu wilayah TAC (Terminal Aspal Curah) Kalla Aspal yakni di Kalimantan. Sebab kurangnya supplier Aspal Emulsi di wilayah tersebut sehingga hal ini menjadi salah satu pendorong bagi Kalla Aspal memanfaatkan kondisi tersebut,” tutup Burhanuddin.
Kalla Aspal berhasil mencetak beragam prestasi. Tahun ini Kalla Aspal meraih beberapa penghargaan atas pencapaiannya di tahun 2022, diantaranya 1st SAC 2022 Wilayah Kalsel-Kalteng, 1st SAC 2022 Wilayah Kaltim-Kaltara, 2nd SAC 2022 Wilayah Kaltim-Kaltara, 1st SAC 2022 Wilayah Kalbar dan 2nd SAC 2022 Wilayah Kalbar, 1st Best Asphalt Curah Kapal Distributor 2022.
"Secara nasional, target kita 115 ribu metrik ton untuk 13 terminal aspal curah (TAC) yang kita miliki," ucap Chief Operation Officer (COO) Kalla Aspal Burhanuddin Lestim saat media visit di TAC Parepare, Selasa (19/7/2023).
13 TAC Kalla Aspal tersebar di beberapa daerah. Selain Kota Parepare, ada juga di Palu, Banjarmasin, Samarinda, Kendari, Gorontalo, Mamuju, Sorong, Jayapura, Bulungan, Luwuk, Lombok dan Pontianak.
Khusus di TAC Parepare, produksi tahun ini ditarget berada pada angka 24 ribu ton. Adapun realisasinya hingga semester pertama sudah menyentuh angka 6.000 ton.
Guna merealisasikan terget tersebut, Kalla Aspal melakukan beberapa program. Seperti mengoptimalkan kunjungan ke relasi dan memperbaiki pelayanan.
“Performance revenue Kalla Aspal di semester I tahun 2023 mengalami peningkatan jika dibandingkan pada tahun sebelumnya. Di mana aktual pertumbuhan revenue dari tahun 2022 ke 2023 pada semester I sebesar 40,4%. Sementara itu, pencapaian Kalla Aspal terhadap target semester I mencapai 105%,” urai Burhanuddin.
Sementara itu, Branch Manager Kalla Aspal Zulfauzi menjelaskan, realisasi produksi cukup dipengaruhi oleh pelaksanaan tender di lapangan. Makanya, produksi akan meningkat di semester kedua.
"Biasanya kan, awal-awal tahun ini proyek itu baru dalam tahap tender. Nah, pengerjaannya itu nanti saat memasuki bulan Agustus ke atas. Saat itulah produksi kita meningkat," beber Zulfauzi.
TAC Cilegon Beroperasi 2024
Tahun ini Kalla Aspal melakukan ekspansi perluasan coverage area di Cilegon, Banten. Menurut Burhanuddin, fasilitas ini ditargetkan beroperasi pada akhir 2024.
"TAC Cilegon ini sebelumnya kita target pembangunan tahun lalu. Tapi karena beberapa hal, pembangunan baru bisa dimulai tahun ini. Kita harap TAC Cilegon bisa menyaingi volume produksi di Parepare," ujar Burhanuddin.
Menurut Burhanuddin, Kalla Aspal perlu membuka TAC di Jawa untuk meningkatkan volume produksi. Sebab, konsumsi aspal paling besar di Indonesia masih berada di pulau Jawa.
Selain itu, Kalla Aspal baru-baru ini melakukan pengembangan produk selain memasarkan produk aspal minyak. Produk yang dikembangkan yakni Aspal Emulsi.
Aspal Emulsi yang diproduksi oada 2 jenis, diantaranya Tack Coat dan Prime Coat. Jenis Aspal Emulsi tersebut menjadi fokus produksi Kalla Aspal sebab di wilayah Indonesia Timur dominan yang digunakan dan dicari oleh customer jenis Tack Coat dan Prime Coat.
Sementara itu, berdasarkan jarak dari TAC, pasar yang dapat dijangkau idealnya adalah maksimal 300 km sehingga provinsi yang masuk potensi pasar yang ditarget diantaranya Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara.
“Pengembangan produk ini awalnya melihat adanya peluang pasar pada salah satu wilayah TAC (Terminal Aspal Curah) Kalla Aspal yakni di Kalimantan. Sebab kurangnya supplier Aspal Emulsi di wilayah tersebut sehingga hal ini menjadi salah satu pendorong bagi Kalla Aspal memanfaatkan kondisi tersebut,” tutup Burhanuddin.
Kalla Aspal berhasil mencetak beragam prestasi. Tahun ini Kalla Aspal meraih beberapa penghargaan atas pencapaiannya di tahun 2022, diantaranya 1st SAC 2022 Wilayah Kalsel-Kalteng, 1st SAC 2022 Wilayah Kaltim-Kaltara, 2nd SAC 2022 Wilayah Kaltim-Kaltara, 1st SAC 2022 Wilayah Kalbar dan 2nd SAC 2022 Wilayah Kalbar, 1st Best Asphalt Curah Kapal Distributor 2022.
(MAN)
Berita Terkait
News
Prof Nurhayati Marah & Kecewa! Ungkap Dua Pelanggaran Besar GMTD
Menurut Prof Nurhayati terdapat dua pelanggaran besar yang dilakukan GMTD: meminggirkan masyarakat kecil serta keluar dari konsep pengembangan wisata.
Sabtu, 22 Nov 2025 17:47
News
Sengketa Lahan di Tanjung Bunga, GMTD Minta Pihak Kalla Setop Kaburkan Fakta Hukum
Presdir GMTD, Ali Said, menyampaikan pernyataan tersebut sarat misinformasi, mengalihkan perhatian dari pokok perkara, dan tidak menjawab persoalan utama.
Rabu, 19 Nov 2025 10:44
News
Jubir JK Kritik Lippo-GMTD Soal Lahan di Tanjung Bunga: Jangan Praktikkan Serakahnomics
Juru Bicara M. Jusuf Kalla, Husain Abdullah, mengkritik Lippo Group dan PT Gowa Makassar Tourism Development (GMTD) terkait pengelolaan kawasan Tanjung Bunga, Kota Makassar.
Rabu, 19 Nov 2025 06:43
News
Bantah Klaim Hadji Kalla, Presdir GMTD Beberkan Fakta Kepemilikan Lahan 16 Ha di Tanjung Bunga
GMTD menegaskan klaim PT Hadji Kalla atas lahan seluas 16 hektare di kawasan Tanjung Bunga tidak memiliki dasar hukum dan bertentangan dengan dokumen negara.
Senin, 17 Nov 2025 19:26
Ekbis
TelkomGroup Mantapkan Kerja Sama Strategis dengan Kalla Group
Kunjungan ini menjadi tindak lanjut dari Join Planning Session pada Agustus 2025, yang bertujuan menyelaraskan kebutuhan bisnis Kalla Group dengan berbagai solusi digital yang ditawarkan TelkomGroup.
Senin, 17 Nov 2025 09:58
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Dugaan Plagiasi Poster, Tim PKM-K Maglor UGM dan Universitas Telkom Tempuh Jalur Damai
2
LPS Gandeng Media Perkuat Edukasi Penjaminan Simpanan di Sulampua
3
Tak Ada Voting, 135 Peserta Penuh Bakal Tetapkan 5 Calon Ketua di Muswil PKB Sulsel
4
FK UMI Gelar Baksos Akbar 2025 di Kendari dan Konawe
5
Telkomsel Kebut Pemulihan Jaringan dan Salurkan Bantuan di Sumatera
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Dugaan Plagiasi Poster, Tim PKM-K Maglor UGM dan Universitas Telkom Tempuh Jalur Damai
2
LPS Gandeng Media Perkuat Edukasi Penjaminan Simpanan di Sulampua
3
Tak Ada Voting, 135 Peserta Penuh Bakal Tetapkan 5 Calon Ketua di Muswil PKB Sulsel
4
FK UMI Gelar Baksos Akbar 2025 di Kendari dan Konawe
5
Telkomsel Kebut Pemulihan Jaringan dan Salurkan Bantuan di Sumatera