Pertamina Sulawesi Cek Sarfas FT Palopo, FT Parepare & Lembaga Penyalur
Selasa, 09 Apr 2024 21:34
PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melakukan inspeksi langsung ke FT Palopo, FT Parepare dan lembaga penyalur menjelang lebaran. Foto/Dok Pertamina
MAKASSAR - PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melakukan inspeksi langsung ke Sarana dan Prasarana (Sarfas) Pertamina Fuel Terminal (FT) Palopo di Kabupaten Luwu dan FT Parepare di Kota Parepare serta Lembaga Penyalur di Sulawesi Selatan dalam kegiatan Management Walkthrough (MWT) pada tanggal 6 - 8 April 2024.
MWT bertujuan memastikan keamanan dan kehandalan sarana dan fasilitas Pertamina untuk menjaga kelancaran pelayanan distribusi BBM dan LPG. Termasuk memastikan penerapan aspek Health Safety Security & Environment (HSSE) dengan baik dan memberikan semangat secara langsung kepada seluruh Pekerja dan Mitra Kerja di lokasi, terlebih lagi dalam momen libur panjang rangkaian Libur Lebaran Idul Fitri 1445 Hijriah.
Dalam kunjungan di hari pertama di FT Palopo, Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Erwin Dwiyanto bersama Tim Manajemen mengatakan dalam momen libur panjang ini, Pertamina memastikan operasional tetap berjalan dengan aman dan lancar.
“Kami memastikan sarana dan fasilitas di setiap unit lokasi Pertamina mesti terjaga kehandalanya sehingga menjadi prioritas utama dan selalu memperhatikan aspek HSSE,” ujar dia.
Kemudian kegiatan berlanjut ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Palopo untuk melihat kesiapan dan sekaligus memberikan apresiasi kepada operator yang bertugas selama Satgas Rafi, dengan memberikan bingkisan dan penyemangat dalam melayani konsumen.
“Walapun di hari libur pelayanan tetap prima, dengan garda terdepan yaitu Operator SPBU siap siaga melayani konsumen, semoga menjadi amal ibadah berlipat dan keberkahan dalam bulan suci Ramadan ini,” tutur Erwin.
Pada kunjungan berikutnya di SPBU Sidrap dimana merupakan rest area yang disiapkan Pertamina untuk layanan tambahan, yaitu berupa Serambi MyPertamina yang berfungsi sebagai tempat peristirahatan sementara pemudik.
Di Serambi MyPertamina dilengkapi fasilitas yang memberikan kenyamanan bagi pemudik seperti kursi pijat elektrik, pengecekan kesehatan dan pemberian obat, tempat bermain anak, ruang berbaring yang sejuk dilengkapi pendingin ruangan, itu semua dapat dinikmati secara gratis hanya dengan mendownload aplikasi MyPertamina. Serta ada juga produk UMKM binaan Pertamina yang di jual sekaligus bentuk pembinaan dalam peningkatan pemasaran dan omset.
Disampaikan oleh Erwin, bahwa SPBU yang terdapat Serambi MyPertamina berada di SPBU 74.916.77 Kab.Sidrap dan SPBU 74.907.57 Kab.Barru. Serambi MyPertamina ini diletakan pada titik jalur padat pemudik dan jalur konsentrasi wisata.
Di hari berikutnya dilakukan MWT di FT Parepare, Tim Manajemen kembali melakukan pengecekan sarfas BBM dan LPG untuk memastikan distribusi dan stok dalam kondisi yang aman.
Pada kesempatan ini, Erwin menyampaikan selain memastikan aspek HSSE dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku serta memperkuat budaya keselamatan kerja. Kegiatan ini digunakan sekaligus sebagai media diskusi yang konstruktif antara pekerja lokasi dan manajemen untuk memetakan kendala yang mungkin saja ada dan memastikan langkah yang tepat untuk mengatasinya.
Di wilayah Sulawesi Selatan, selain Terminal BBM dan LPG sebagai tempat penerimaan dan penyimpanan selanjutnya akan didistribusikan kepada 275 SPBU dan 189 Agen LPG dan 13.945 Pangkalan dan Outlet LPG yang melayani kebutuhan energi masyarakat.
Sementara konsumsi bulanan di Sulawesi Selatan untuk bahan bakar Gasoline yaitu Pertamax, Pertamax Turbo, Pertalite rata-rata sebesar 102.079 (KL) dan bahan bakar jenis Gasoil seperti Dexlite, Pertamina Dex, Solar sebesar 53.917 KL per bulan, sedangkan LPG sebesar 26.681 Metric Ton (MT) per bulan.
Terakhir Erwin menyampaikan komitmen perusahaan. Sebagai Sub Holding Commercial & Trading dari PT Pertamina (Persero), PT Pertamina Patra Niaga khususnya di Regional Sulawesi dalam masa Satgas Rafi.
“Kami memastikan kehandalan sarana dan fasilitas operasional serta berkomitmen menyalurkan energi kepada masyarakat, dengan dilakukannya kegiatan MWT dimomen menjelang lebaran ini untuk menjaga sensitivitas dan awareness para Pekerja, Mitra Kerja di Fuel Terminal BBM dan LPG serta Lembaga Penyalur,” tutup Erwin.
MWT bertujuan memastikan keamanan dan kehandalan sarana dan fasilitas Pertamina untuk menjaga kelancaran pelayanan distribusi BBM dan LPG. Termasuk memastikan penerapan aspek Health Safety Security & Environment (HSSE) dengan baik dan memberikan semangat secara langsung kepada seluruh Pekerja dan Mitra Kerja di lokasi, terlebih lagi dalam momen libur panjang rangkaian Libur Lebaran Idul Fitri 1445 Hijriah.
Dalam kunjungan di hari pertama di FT Palopo, Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Erwin Dwiyanto bersama Tim Manajemen mengatakan dalam momen libur panjang ini, Pertamina memastikan operasional tetap berjalan dengan aman dan lancar.
“Kami memastikan sarana dan fasilitas di setiap unit lokasi Pertamina mesti terjaga kehandalanya sehingga menjadi prioritas utama dan selalu memperhatikan aspek HSSE,” ujar dia.
Kemudian kegiatan berlanjut ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Palopo untuk melihat kesiapan dan sekaligus memberikan apresiasi kepada operator yang bertugas selama Satgas Rafi, dengan memberikan bingkisan dan penyemangat dalam melayani konsumen.
“Walapun di hari libur pelayanan tetap prima, dengan garda terdepan yaitu Operator SPBU siap siaga melayani konsumen, semoga menjadi amal ibadah berlipat dan keberkahan dalam bulan suci Ramadan ini,” tutur Erwin.
Pada kunjungan berikutnya di SPBU Sidrap dimana merupakan rest area yang disiapkan Pertamina untuk layanan tambahan, yaitu berupa Serambi MyPertamina yang berfungsi sebagai tempat peristirahatan sementara pemudik.
Di Serambi MyPertamina dilengkapi fasilitas yang memberikan kenyamanan bagi pemudik seperti kursi pijat elektrik, pengecekan kesehatan dan pemberian obat, tempat bermain anak, ruang berbaring yang sejuk dilengkapi pendingin ruangan, itu semua dapat dinikmati secara gratis hanya dengan mendownload aplikasi MyPertamina. Serta ada juga produk UMKM binaan Pertamina yang di jual sekaligus bentuk pembinaan dalam peningkatan pemasaran dan omset.
Disampaikan oleh Erwin, bahwa SPBU yang terdapat Serambi MyPertamina berada di SPBU 74.916.77 Kab.Sidrap dan SPBU 74.907.57 Kab.Barru. Serambi MyPertamina ini diletakan pada titik jalur padat pemudik dan jalur konsentrasi wisata.
Di hari berikutnya dilakukan MWT di FT Parepare, Tim Manajemen kembali melakukan pengecekan sarfas BBM dan LPG untuk memastikan distribusi dan stok dalam kondisi yang aman.
Pada kesempatan ini, Erwin menyampaikan selain memastikan aspek HSSE dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku serta memperkuat budaya keselamatan kerja. Kegiatan ini digunakan sekaligus sebagai media diskusi yang konstruktif antara pekerja lokasi dan manajemen untuk memetakan kendala yang mungkin saja ada dan memastikan langkah yang tepat untuk mengatasinya.
Di wilayah Sulawesi Selatan, selain Terminal BBM dan LPG sebagai tempat penerimaan dan penyimpanan selanjutnya akan didistribusikan kepada 275 SPBU dan 189 Agen LPG dan 13.945 Pangkalan dan Outlet LPG yang melayani kebutuhan energi masyarakat.
Sementara konsumsi bulanan di Sulawesi Selatan untuk bahan bakar Gasoline yaitu Pertamax, Pertamax Turbo, Pertalite rata-rata sebesar 102.079 (KL) dan bahan bakar jenis Gasoil seperti Dexlite, Pertamina Dex, Solar sebesar 53.917 KL per bulan, sedangkan LPG sebesar 26.681 Metric Ton (MT) per bulan.
Terakhir Erwin menyampaikan komitmen perusahaan. Sebagai Sub Holding Commercial & Trading dari PT Pertamina (Persero), PT Pertamina Patra Niaga khususnya di Regional Sulawesi dalam masa Satgas Rafi.
“Kami memastikan kehandalan sarana dan fasilitas operasional serta berkomitmen menyalurkan energi kepada masyarakat, dengan dilakukannya kegiatan MWT dimomen menjelang lebaran ini untuk menjaga sensitivitas dan awareness para Pekerja, Mitra Kerja di Fuel Terminal BBM dan LPG serta Lembaga Penyalur,” tutup Erwin.
(TRI)
Berita Terkait
News
Antisipasi Lonjakan Kebutuhan Pertanian, Pertamina Perkuat Distribusi BBM di Sulsel
Pertamina Patra Niaga telah menambah penyaluran BBM sekitar 15–20 persen dari rata-rata harian normal untuk Pertalite dan 10–15 persen untuk Biosolar.
Kamis, 13 Agu 2026 14:51
News
Bright Gas Jadi Alternatif Energi Pompa Irigasi Petani Gowa
Selain memberikan harga khusus, Pertamina menyediakan program Trade In Gratis, yakni penukaran dua tabung LPG 3 kg dengan satu tabung Bright Gas 5,5 kg.
Rabu, 12 Agu 2026 19:36
News
Pertamina Pastikan Stok BBM dan LPG 3 Kg di Bone Aman
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan ketersediaan BBM dan LPG 3 kg di Kabupaten Bone tetap terjaga.
Minggu, 09 Agu 2026 13:03
Ekbis
Pasokan LPG 3 Kg di Sulsel Ditambah, Pertamina Pastikan Distribusi Lancar
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi bergerak cepat menambah pasokan LPG subsidi 3 kilogram sebanyak 2.131 tabung atau setara 34 persen dari rata-rata penyaluran harian.
Rabu, 05 Agu 2026 07:50
News
Pemkec Tamalate Tegaskan Tak Ada Pemotongan Kupon BBM Armada Kebersihan
Pemerintah Kecamatan (Pemkec) Tamalate, Kota Makassar, membantah dugaan pemotongan bahan bakar minyak (BBM) untuk armada pengangkut sampah.
Senin, 03 Agu 2026 16:38
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
UMI Raih Campus Entrepreneurial Marketing for Impact 2026
2
DPRD Makassar Mulai Berkantor di Gedung Baru, Tekan Biaya Sewa Rp600 Juta
3
Imigrasi Parepare Lanjutkan Kerja Sama dengan SINDO Makassar
4
MMF 2026 di Kalla Institute Soroti Kolaborasi Manusia dan AI di Dunia Kerja
5
Transformasi Danantara Dongkrak Laba Pupuk Indonesia, Bukukan Rp8,51 Triliun
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
UMI Raih Campus Entrepreneurial Marketing for Impact 2026
2
DPRD Makassar Mulai Berkantor di Gedung Baru, Tekan Biaya Sewa Rp600 Juta
3
Imigrasi Parepare Lanjutkan Kerja Sama dengan SINDO Makassar
4
MMF 2026 di Kalla Institute Soroti Kolaborasi Manusia dan AI di Dunia Kerja
5
Transformasi Danantara Dongkrak Laba Pupuk Indonesia, Bukukan Rp8,51 Triliun