Antusiasme Penonton di Gala Premiere Film Doti, Siap Tayang di 45 Kota se-Indonesia
Senin, 21 Jul 2025 20:03
Antusiasme penonton usai menyaksikan gala premiere film Doti di XXI Panakkukang, Kota Makassar, pada Senin, 21 Juli. Foto/Istimewa
MAKASSAR - Film horor mistik bertajuk Doti: Tumbal Ilmu Hitam bakal tayang serentak di bioskop se-Indonesia pada Kamis, 24 Juli mendatang. Sebelum itu, gala premiere sukses digelar di XXI Panakkukang, Kota Makassar, pada Senin, 21 Juli.
Antusiasme Penonton film garapan Dream Picture dan Ruang Visual Production cukup tinggi. Terlebih, film ini diketahui mengangkat kisah nyata dan lekat dengan masyarakat Sulawesi, termasuk Makassar.
Disutradarai oleh Bayu Pamungkas dan diproduseri oleh Yeheskiel Amir, film Doti mengambil latar budaya masyarakat Sulawesi, khususnya di Desa Jonjo, Kecamatan Parigi, Kabupaten Gowa. Film ini juga membawa pesan moral mendalam.
Adapun film Doti menceritakan Ikhsan (Ahmad Pule) yang meminta izin kepada ibunya, Daeng Rannu (Sri Herawati), untuk pergi berziarah ke makam ayahnya, Daeng Rate (Jerry Wong), yang telah meninggal dunia 15 tahun lalu. Daeng Rate meninggal setelah dituduh sebagai dukun Doti, sebuah praktik ilmu hitam yang dipercaya masih ada di Kampung Jonjo, Sulawesi.
Meski berat hati, Daeng Rannu mengizinkan dengan syarat identitas Ikhsan harus disembunyikan. Namun, kehadiran Ikhsan di kampung malah memicu kematian misterius. Daeng Rewa (Billy Budjanger), seorang dukun sakti, menuduh Ikhsan sebagai penyebabnya. Tapi justru Daeng Rewa yang akhirnya tewas setelah mencoba menyerang Ikhsan dengan ilmu hitam.
Produser Film Doti, Yehezkiel Amir, menyampaikan harapan agar film ini dapat diterima dengan baik oleh masyarakat. Meski mengangkat cerita lokal, tapi film ini bakal tayang secara nasional, setidaknya di 45 kota dan sejauh ini telah menembus 200 layar.
"Ini film lokal daerah yang bakal tayang nasional. Sejauh ini di 45 kota, 200 layar dan masih bisa berkembang. Kami harapkan tembus 500 layar," ujar dia.

Yehezkiel menjelaskan bahwa pemilihan judul dan genre horor bukan tanpa alasan. Istilah Doti sudah sangat membudaya di tengah masyarakat.
Ia juga mengungkapkan alasan menggarap film Doti. Bukan untuk menebar kengerian dan cerita terkait ilmu hitam yang 'membudaya' di tengah masyarakat Sulawesi. Justru, pihaknya ingin mengajak masyarakat untuk senantiasa kembali pada nilai spiritual.
"Itu juga yang menjadi pesan moral bahwa ilmu Allah jauh lebih besar dari pada doti. Apapun masalah atau kendala yang dihadapi, jangan gunakan ilmu klenik karena masih ada Tuhan tempat mencari solusi," ujarnya.
Film Doti diketahui dimainkan oleh tujuh talent dari Jakarta, seperti Ahmad Pule (putra Mastur), Jerry Wong, Billy Budjanger, Della Ogini, Almair, dan lainnya. Kehadiran mereka memberi warna dalam pembangunan karakter dan dinamika cerita yang kuat. Meski mengangkat unsur lokal Sulsel, film ini tetap bisa dinikmati luas karena 90 persen dialognya menggunakan bahasa Indonesia.
Salah seorang talent lokal, Armada Sijaya, memerankan tokoh Jarre, yang merupakan kaki tangan Dg Rewa. Ia menggambarkan karakternya sebagai orang yang suka memprovokasi warga.
"Film ini bukan hanya tontonan tapi tuntunan. Banyak pesan moral, ya intinya apapun yang berbau kejahatan pada akhirnya akan kalah dengan kebaikan," ungkap dia.
Talent lokal lainnya, Nur Alim, yang memerankan karakter Zuma, Kepala Dusun Jonjo, menyebut perannya hadir sebagai penyejuk dan penasihat di tengah situasi yang penuh konflik dan mistik.
Ia juga bercerita mengenai tantangan dalam proses syuting film Doti. Lokasi pengambilan gambar diakuinya seperti nyata. "Titik lokasi aura mistisnya luar biasa," tuturnya.
Antusiasme Penonton film garapan Dream Picture dan Ruang Visual Production cukup tinggi. Terlebih, film ini diketahui mengangkat kisah nyata dan lekat dengan masyarakat Sulawesi, termasuk Makassar.
Disutradarai oleh Bayu Pamungkas dan diproduseri oleh Yeheskiel Amir, film Doti mengambil latar budaya masyarakat Sulawesi, khususnya di Desa Jonjo, Kecamatan Parigi, Kabupaten Gowa. Film ini juga membawa pesan moral mendalam.
Adapun film Doti menceritakan Ikhsan (Ahmad Pule) yang meminta izin kepada ibunya, Daeng Rannu (Sri Herawati), untuk pergi berziarah ke makam ayahnya, Daeng Rate (Jerry Wong), yang telah meninggal dunia 15 tahun lalu. Daeng Rate meninggal setelah dituduh sebagai dukun Doti, sebuah praktik ilmu hitam yang dipercaya masih ada di Kampung Jonjo, Sulawesi.
Meski berat hati, Daeng Rannu mengizinkan dengan syarat identitas Ikhsan harus disembunyikan. Namun, kehadiran Ikhsan di kampung malah memicu kematian misterius. Daeng Rewa (Billy Budjanger), seorang dukun sakti, menuduh Ikhsan sebagai penyebabnya. Tapi justru Daeng Rewa yang akhirnya tewas setelah mencoba menyerang Ikhsan dengan ilmu hitam.
Produser Film Doti, Yehezkiel Amir, menyampaikan harapan agar film ini dapat diterima dengan baik oleh masyarakat. Meski mengangkat cerita lokal, tapi film ini bakal tayang secara nasional, setidaknya di 45 kota dan sejauh ini telah menembus 200 layar.
"Ini film lokal daerah yang bakal tayang nasional. Sejauh ini di 45 kota, 200 layar dan masih bisa berkembang. Kami harapkan tembus 500 layar," ujar dia.

Yehezkiel menjelaskan bahwa pemilihan judul dan genre horor bukan tanpa alasan. Istilah Doti sudah sangat membudaya di tengah masyarakat.
Ia juga mengungkapkan alasan menggarap film Doti. Bukan untuk menebar kengerian dan cerita terkait ilmu hitam yang 'membudaya' di tengah masyarakat Sulawesi. Justru, pihaknya ingin mengajak masyarakat untuk senantiasa kembali pada nilai spiritual.
"Itu juga yang menjadi pesan moral bahwa ilmu Allah jauh lebih besar dari pada doti. Apapun masalah atau kendala yang dihadapi, jangan gunakan ilmu klenik karena masih ada Tuhan tempat mencari solusi," ujarnya.
Film Doti diketahui dimainkan oleh tujuh talent dari Jakarta, seperti Ahmad Pule (putra Mastur), Jerry Wong, Billy Budjanger, Della Ogini, Almair, dan lainnya. Kehadiran mereka memberi warna dalam pembangunan karakter dan dinamika cerita yang kuat. Meski mengangkat unsur lokal Sulsel, film ini tetap bisa dinikmati luas karena 90 persen dialognya menggunakan bahasa Indonesia.
Salah seorang talent lokal, Armada Sijaya, memerankan tokoh Jarre, yang merupakan kaki tangan Dg Rewa. Ia menggambarkan karakternya sebagai orang yang suka memprovokasi warga.
"Film ini bukan hanya tontonan tapi tuntunan. Banyak pesan moral, ya intinya apapun yang berbau kejahatan pada akhirnya akan kalah dengan kebaikan," ungkap dia.
Talent lokal lainnya, Nur Alim, yang memerankan karakter Zuma, Kepala Dusun Jonjo, menyebut perannya hadir sebagai penyejuk dan penasihat di tengah situasi yang penuh konflik dan mistik.
Ia juga bercerita mengenai tantangan dalam proses syuting film Doti. Lokasi pengambilan gambar diakuinya seperti nyata. "Titik lokasi aura mistisnya luar biasa," tuturnya.
(TRI)
Berita Terkait
Lifestyle
Sambangi Makassar, Raffi Ahmad Dukung Film Anak Bangsa Lewat Pelangi di Mars
Lebih istimewa lagi, karena Raffi Ahmad selaku Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni turut hadir di Kota Makassar.
Kamis, 19 Mar 2026 20:02
Lifestyle
Pelangi di Mars Resmi Tayang, Film Sci-Fi Anak Indonesia dengan Visual & Cerita Menarik
Pelangi di Mars juga mencatat sejarah sebagai film Indonesia pertama yang memanfaatkan teknologi Extended Reality (XR) secara luas dalam proses produksinya.
Rabu, 18 Mar 2026 21:54
Lifestyle
Nobar KAFIR, Gerbang Sukma di Makassar: Hadirkan Teror Dendam yang Mencekam
Rumah produksi Starvision menggelar nonton bareng film horor terbarunya, KAFIR, Gerbang Sukma, bersama warga Makassar di Studio XXI Mal Panakkukang.
Senin, 26 Jan 2026 23:00
Makassar City
Netzme Kampanye Film dan QRIS Soundbox di Numofest 2026 Makassar
Netzme Kreasi Indonesia memperkenalkan solusi pembayaran digital QRIS Soundbox kepada pelaku UMKM melalui Nusantara Modest Fashion Festival 2026 di TSM Makassar, 16–18 Januari 2026.
Jum'at, 16 Jan 2026 18:20
Lifestyle
Gala Premiere Uang Passolo, Film Lokal Makassar Angkat Realitas Sosial & Budaya
Film lokal berjudul Uang Passolo resmi diperkenalkan kepada publik melalui Gala Premiere yang digelar di XXI Panakkukang, Makassar, Senin (5/1/2025).
Selasa, 06 Jan 2026 08:43
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler