Paket ARA dan Amri Bisa Ganggu Appi-Aliyah Raih Demokrat di Pilwalkot 2024
Kamis, 01 Agu 2024 23:14
ARA bersama Amri Arsyid, Ketua DPW PKS Sulsel bersepakat berpaket di Pilwalkot 2024. Foto: Istimewa
MAKASSAR - Ketua DPC Demokrat Makassar, Adi Rasyid Ali (ARA) bermanuver untuk tetap mengamankan rekomendasi partainya di Pilwalkot 2024. ARA terus mencoba mempertahankan rekomendasi Demokrat.
ARA bersama Amri Arsyid, Ketua DPW PKS Sulsel bersepakat berpaket di Pilwalkot 2024. Komitmen ini diucapkan di hadapan Ketua DPD Demokrat Sulsel, Ni'matullah di ruangan Wakil Ketua Gedung DPRD Sulsel, Kamis (01/08/2024).
ARA mengatakan kedatangannya menemui Ullah sapaan Ni'matullah ialah untuk bersilaturahmi sekaligus menyampaikan progres dari koalisi kesepakatan antara Demokrat dan PKS. Baik ARA dan Amri memang sama-sama sudah mengantongi surat tugas.
"Saya dengan Ketua DPW PKS Sulsel (Amri Arsyid), Insyaallah kesepakatan kami ini bisa langgeng dan sampai menerima B1-KWK. Kami juga akan bersilaturahmi dengan parpol lain. Pertemuan ini sekali lagi sangat penting," kata ARA saat ditemui usai menemui Ullah.
Koalisi Demokrat dan PKS sebenarnya belum bisa mencukupkan kursi. PKS punya 6 kursi, sedangkan Demokrat 3 kursi, total 9 kursi.
Masih butuh 1 kursi lagi, sehingga cukup 10 kursi untuk bisa mendaftar di KPU. Makanya paket ini membidik Hanura yang punya 2 kursi di DPRD Makassar, hasil Pileg 2024.
ARA tidak sulit mengamankan Hanura, meski banyak Cakada yang menerima surat tugas. Usai bertemu Amri dan Ullah, ARA melakukan video call dengan Ketum DPP Hanura, Oesman Sapta Odang.
ARA menuturkan, kesepakatannya dengan Amri baru sebatas berpaket. Soal siapa calon wali kota atau wakil, itu urusan belakangan. Belum dibicarakan sampai saat ini.
Deklarasi sederhana ARA dan Amri ini otomatis mengganggu paket Munafri Arifuddin-Aliyah Mustika Ilham. Sebab paket ini juga membutuhkan Demokrat untuk melengkapi koalisi Golkar, Hanura dan Perindo.
Koalisi Appi-Aliyah baru mengantongi 9 kursi. Golkar dengan 6 kursi, Hanura 2 kursi dan Perindo 1 kursi. Butuh upaya Aliyah untuk mengamankan Demokrat, sebagai anggota DPR RI dua periode dari partai besutan AYH ini.
Menurut ARA, langkah politiknya ini tidak ada kaitannya dengan Ailyah. Ia menghargai upaya dan hak anggota DPR RI itu dalam proses Pilwalkot 2024.
"Tetapi perlu saya sampaikan, di Demokrat itu punya mekanisme, punya sistem, dan sampai sekarang Ibu Aliyah tidak pernah mendaftar sebag balon Wali Kota Makassar di Demokrat," ujar ARA.
"Dan saya selaku Ketua Demokrat Makassar, saya sendiri menyaksikan tidak ada nama Aliyah sebagai pendaftar balon Wali Kota melalui Demokrat," sambungnya.
Wakil Ketua DPRD Makassar ini menekankan, baik Demokrat dan PKS merupakan partai besar. Semua punya proses tahapan, mekanisme yang harus dijaga. ARA meyakini, Ullah juga memiliki pemikirian yang sama soal ini.
"Kami optimis mendapat rekomendasi dari DPP Demokrat, sama dengan Amri Arsyid di PKS Sulsel. Insyaallah kami berdua bisa mendapatkan surat format B1-KWK dari DPP, baik Demokrat maupun PKS," jelasnya.
Sementara itu, Amri mengungkapkan soal siapa yang menjadi 01, akan dibicarakan lebih detail nanti. Tapi yang pasti sekarang keduanya sepakat untuk melangkah bersama dalam wujud koalisi partai.
"Insyaallah Demokrat dan PKS akan berkoalisi dalam pilwalkot. Tentu kami berharap juga nanti, Hanura. Kami juga berharap mendapat surat tugas dari Hanura. Insyaallah dalam waktu dekat kita akan mengajak Hanura juga dalam bergabung koalisi sehingga tanggal 27 Agustus insyaallah akan mendaftar," ungkapnya.
Amri mengaku bisa mengamankan restu partainya di Pilwalkot 2024. Apalagi ia telah menerima surat tugas, dan hanya satu-satunya di Makassar.
"Kita punya mekanisme. Di PKS punya mekanisme. Alhamdulillah saya sendiri memegang SK. Jadi ini SK dipegang itu cuma satu. Jadi kita tidak mengeluarkan dua SK. Cuman satu saja. Dan satu orang dan kalau semuanya berjalan dengan lancar, saya bisa memenuhi apa target koalisi dan sudah juga pasangan. Insyaallah kita akan konversi ke B1-KWK," jelasnya.
Adapun Ullah menilai ada kesepahaman antara Demokrat dan PKS untuk bersama-sama di Pilwalkot Makassar 2024. Menurutnya paket ARA dan Amri sisa mencukupkan kursi saja.
"Mereka bilang cukup intensif komunikasi dengan Partai Hanura, ya Alhamdulillah. Saya bilang, segera mencukupkan koalisi, lalu kita tentukan siapa 01 dan 02," terangnya.
Soal munculnya Aliyah sebagai pendamping Appi, Ullah merasa tidak masalah. Lebih banyak kader Demokrat yang mau maju, lebih baik. Ia menyerahkan sepenuhnya ke DPP.
"Sebagai kader semua punya hak untuk berpolitik dan ikut maju (Pilwali Makassar), tetapi semua keputusan ada di DPP Demokrat," paparnya.
"Tapi sebagai pengurus DPD Demokrat Sulsel, tugas dan kewajiban saya untuk memberikan skema dan opsi yang tersedia untuk DPP. Bukan opsi tunggal, kalau opsi tunggal Artinya kandang paksa," kuncinya.
ARA bersama Amri Arsyid, Ketua DPW PKS Sulsel bersepakat berpaket di Pilwalkot 2024. Komitmen ini diucapkan di hadapan Ketua DPD Demokrat Sulsel, Ni'matullah di ruangan Wakil Ketua Gedung DPRD Sulsel, Kamis (01/08/2024).
ARA mengatakan kedatangannya menemui Ullah sapaan Ni'matullah ialah untuk bersilaturahmi sekaligus menyampaikan progres dari koalisi kesepakatan antara Demokrat dan PKS. Baik ARA dan Amri memang sama-sama sudah mengantongi surat tugas.
"Saya dengan Ketua DPW PKS Sulsel (Amri Arsyid), Insyaallah kesepakatan kami ini bisa langgeng dan sampai menerima B1-KWK. Kami juga akan bersilaturahmi dengan parpol lain. Pertemuan ini sekali lagi sangat penting," kata ARA saat ditemui usai menemui Ullah.
Koalisi Demokrat dan PKS sebenarnya belum bisa mencukupkan kursi. PKS punya 6 kursi, sedangkan Demokrat 3 kursi, total 9 kursi.
Masih butuh 1 kursi lagi, sehingga cukup 10 kursi untuk bisa mendaftar di KPU. Makanya paket ini membidik Hanura yang punya 2 kursi di DPRD Makassar, hasil Pileg 2024.
ARA tidak sulit mengamankan Hanura, meski banyak Cakada yang menerima surat tugas. Usai bertemu Amri dan Ullah, ARA melakukan video call dengan Ketum DPP Hanura, Oesman Sapta Odang.
ARA menuturkan, kesepakatannya dengan Amri baru sebatas berpaket. Soal siapa calon wali kota atau wakil, itu urusan belakangan. Belum dibicarakan sampai saat ini.
Deklarasi sederhana ARA dan Amri ini otomatis mengganggu paket Munafri Arifuddin-Aliyah Mustika Ilham. Sebab paket ini juga membutuhkan Demokrat untuk melengkapi koalisi Golkar, Hanura dan Perindo.
Koalisi Appi-Aliyah baru mengantongi 9 kursi. Golkar dengan 6 kursi, Hanura 2 kursi dan Perindo 1 kursi. Butuh upaya Aliyah untuk mengamankan Demokrat, sebagai anggota DPR RI dua periode dari partai besutan AYH ini.
Menurut ARA, langkah politiknya ini tidak ada kaitannya dengan Ailyah. Ia menghargai upaya dan hak anggota DPR RI itu dalam proses Pilwalkot 2024.
"Tetapi perlu saya sampaikan, di Demokrat itu punya mekanisme, punya sistem, dan sampai sekarang Ibu Aliyah tidak pernah mendaftar sebag balon Wali Kota Makassar di Demokrat," ujar ARA.
"Dan saya selaku Ketua Demokrat Makassar, saya sendiri menyaksikan tidak ada nama Aliyah sebagai pendaftar balon Wali Kota melalui Demokrat," sambungnya.
Wakil Ketua DPRD Makassar ini menekankan, baik Demokrat dan PKS merupakan partai besar. Semua punya proses tahapan, mekanisme yang harus dijaga. ARA meyakini, Ullah juga memiliki pemikirian yang sama soal ini.
"Kami optimis mendapat rekomendasi dari DPP Demokrat, sama dengan Amri Arsyid di PKS Sulsel. Insyaallah kami berdua bisa mendapatkan surat format B1-KWK dari DPP, baik Demokrat maupun PKS," jelasnya.
Sementara itu, Amri mengungkapkan soal siapa yang menjadi 01, akan dibicarakan lebih detail nanti. Tapi yang pasti sekarang keduanya sepakat untuk melangkah bersama dalam wujud koalisi partai.
"Insyaallah Demokrat dan PKS akan berkoalisi dalam pilwalkot. Tentu kami berharap juga nanti, Hanura. Kami juga berharap mendapat surat tugas dari Hanura. Insyaallah dalam waktu dekat kita akan mengajak Hanura juga dalam bergabung koalisi sehingga tanggal 27 Agustus insyaallah akan mendaftar," ungkapnya.
Amri mengaku bisa mengamankan restu partainya di Pilwalkot 2024. Apalagi ia telah menerima surat tugas, dan hanya satu-satunya di Makassar.
"Kita punya mekanisme. Di PKS punya mekanisme. Alhamdulillah saya sendiri memegang SK. Jadi ini SK dipegang itu cuma satu. Jadi kita tidak mengeluarkan dua SK. Cuman satu saja. Dan satu orang dan kalau semuanya berjalan dengan lancar, saya bisa memenuhi apa target koalisi dan sudah juga pasangan. Insyaallah kita akan konversi ke B1-KWK," jelasnya.
Adapun Ullah menilai ada kesepahaman antara Demokrat dan PKS untuk bersama-sama di Pilwalkot Makassar 2024. Menurutnya paket ARA dan Amri sisa mencukupkan kursi saja.
"Mereka bilang cukup intensif komunikasi dengan Partai Hanura, ya Alhamdulillah. Saya bilang, segera mencukupkan koalisi, lalu kita tentukan siapa 01 dan 02," terangnya.
Soal munculnya Aliyah sebagai pendamping Appi, Ullah merasa tidak masalah. Lebih banyak kader Demokrat yang mau maju, lebih baik. Ia menyerahkan sepenuhnya ke DPP.
"Sebagai kader semua punya hak untuk berpolitik dan ikut maju (Pilwali Makassar), tetapi semua keputusan ada di DPP Demokrat," paparnya.
"Tapi sebagai pengurus DPD Demokrat Sulsel, tugas dan kewajiban saya untuk memberikan skema dan opsi yang tersedia untuk DPP. Bukan opsi tunggal, kalau opsi tunggal Artinya kandang paksa," kuncinya.
(UMI)
Berita Terkait
Sulsel
WFA Perlu Dikaji, Legislator Makassar Ingatkan Jangan Ganggu Pelayanan Publik
Anggota DPRD Kota Makassar, Andi Hadi Ibrahim Baso, menyoroti rencana penerapan WFA yang tengah menjadi perbincangan publik. Ia menilai kebijakan tersebut perlu dikaji.
Selasa, 31 Mar 2026 15:23
News
Ramadan Penuh Berkah, Meity Salurkan Paket ke DPD PKS di Enam Wilayah Sulsel
Anggota DPR RI dari Partai Keadilan Sejahtera, Meity Rahmatia, menggelar program berbagi kepada pengurus DPD PKS di enam wilayah Sulawesi Selatan. Dalam kegiatan tersebut, Meity menyalurkan ribuan paket Ramadan kepada pengurus dan anggota pelopor PKS.
Minggu, 22 Feb 2026 18:32
Makassar City
Aliyah Konsolidasikan Kekuatan Demokrat Makassar, Pendidikan Politik jadi Basis Pembesaran Partai
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPC Partai Demokrat Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menegaskan arah konsolidasi dan penguatan kader sebagai strategi utama membesarkan Partai Demokrat di Kota Makassar.
Rabu, 24 Des 2025 08:28
Sulsel
PKS Jeneponto Gelar Rakerda, Fokus Perkuat Struktur dan Pelayanan
DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Jeneponto menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Kantor PKS di Jalan Pahlawan, Kota Bontosunggu, Minggu (7/12/2025).
Minggu, 07 Des 2025 14:40
Sulsel
Rakerwil Dihadiri Sekjen DPP, PKS Sulsel Rumuskan Target Besar 2029
Sekjen DPP PKS, Muhammad Kholid hadir langsung dalam kegiatan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) DPW PKS Sulsel yang digelar di Hotel Four Points Makassar, Ahad (23/11/2025).
Minggu, 23 Nov 2025 11:47
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
DPRD Sulsel Perjuangkan Nasib 2.825 PPPK yang Kontraknya Segera Berakhir
2
Unhas Umumkan Hasil SNBP 2026, Ini Jumlah Mahasiswa yang Diterima
3
Wali Kota Makassar Bahas Percepatan Proyek PSEL Bersama Menko Pangan
4
Unismuh-Singapore Polytechnic Perkuat Kolaborasi Lewat Learning Express 2026
5
RUPST Danamon: Setujui Dividen Rp1,4 Triliun dan Perombakan Pengurus
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
DPRD Sulsel Perjuangkan Nasib 2.825 PPPK yang Kontraknya Segera Berakhir
2
Unhas Umumkan Hasil SNBP 2026, Ini Jumlah Mahasiswa yang Diterima
3
Wali Kota Makassar Bahas Percepatan Proyek PSEL Bersama Menko Pangan
4
Unismuh-Singapore Polytechnic Perkuat Kolaborasi Lewat Learning Express 2026
5
RUPST Danamon: Setujui Dividen Rp1,4 Triliun dan Perombakan Pengurus