DPRD Makassar Atensi Tertundanya Bonus Atlet Disabilitas
Senin, 11 Nov 2024 16:15
Atlet penyandang disabilitas yang telah mengharumkan nama Makassar sejak tahun 2022 mendatangi DPRD Makassar. Foto: Istimewa
MAKASSAR - Wakil Ketua DPRD Makassar, Andi Suharmika, dan Anggota DPRD Makassar, Muchlis Misbah, menyampaikan kekecewaan mendalam terkait belum terpenuhinya bonus bagi atlet penyandang disabilitas yang telah mengharumkan nama Makassar sejak tahun 2022.
Kekecewaan ini disampaikan setelah menerima aspirasi dari Aliansi Gerakan Pemuda Mahasiswa Atlet Makassar di Gedung DPRD Makassar pada Senin, (11/11/2024).
Aliansi ini datang dengan tuntutan tegas kepada pemerintah daerah untuk segera memenuhi hak para atlet disabilitas yang selama ini telah berjuang keras di berbagai ajang olahraga.
“Kami sangat kecewa mengetahui bahwa hingga saat ini, bonus yang dijanjikan kepada atlet disabilitas masih tertunda. Ini adalah bentuk ketidakadilan yang tidak seharusnya terjadi,” ujar Muchlis Misbah.
Muchlis menyoroti pentingnya penghargaan terhadap perjuangan atlet disabilitas yang telah mengorbankan waktu, tenaga, dan semangat demi membawa nama baik Makassar.
Ia menyatakan bahwa pemerintah seharusnya lebih peka dan responsif dalam mengapresiasi prestasi mereka.
“Atlet disabilitas telah memberikan segalanya untuk membawa nama Makassar ke tingkat yang lebih tinggi. Kami akan menjembatani pertemuan antara atlet disabilitas dan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Makassar untuk mendengar langsung kendala yang menghambat pemenuhan hak mereka,” tegasnya.
Wakil Ketua DPRD, Andi Suharmika, juga menyuarakan rasa kecewa serupa. Ia menilai bahwa keterlambatan ini mencerminkan kurangnya perhatian pemerintah terhadap para atlet yang membutuhkan dukungan nyata, bukan sekadar janji.
“Kita tidak boleh melupakan mereka yang berjuang di lapangan untuk membawa nama baik kota ini. Atlet disabilitas juga berhak mendapatkan perhatian yang sama. Kami akan berusaha agar hak mereka segera terpenuhi sebagai bentuk apresiasi atas jasa-jasa mereka,” ujar Mika.
Lebih lanjut, DPRD Makassar mendesak pihak Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Makassar untuk memberikan penjelasan terkait kendala yang menyebabkan keterlambatan pencairan bonus tersebut. Keterbukaan dalam proses ini dianggap penting untuk mengembalikan kepercayaan para atlet dan masyarakat terhadap pemerintah.
Aliansi Gerakan Pemuda Mahasiswa Atlet Makassar berharap pertemuan ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi awal dari perubahan nyata bagi para atlet disabilitas. Dengan dukungan DPRD, mereka optimis bahwa hak para atlet dapat segera terpenuhi.
Namun, jika pemerintah tetap abai, aliansi menyatakan akan terus berjuang hingga ke tingkat yang lebih tinggi.
Kekecewaan ini disampaikan setelah menerima aspirasi dari Aliansi Gerakan Pemuda Mahasiswa Atlet Makassar di Gedung DPRD Makassar pada Senin, (11/11/2024).
Aliansi ini datang dengan tuntutan tegas kepada pemerintah daerah untuk segera memenuhi hak para atlet disabilitas yang selama ini telah berjuang keras di berbagai ajang olahraga.
“Kami sangat kecewa mengetahui bahwa hingga saat ini, bonus yang dijanjikan kepada atlet disabilitas masih tertunda. Ini adalah bentuk ketidakadilan yang tidak seharusnya terjadi,” ujar Muchlis Misbah.
Muchlis menyoroti pentingnya penghargaan terhadap perjuangan atlet disabilitas yang telah mengorbankan waktu, tenaga, dan semangat demi membawa nama baik Makassar.
Ia menyatakan bahwa pemerintah seharusnya lebih peka dan responsif dalam mengapresiasi prestasi mereka.
“Atlet disabilitas telah memberikan segalanya untuk membawa nama Makassar ke tingkat yang lebih tinggi. Kami akan menjembatani pertemuan antara atlet disabilitas dan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Makassar untuk mendengar langsung kendala yang menghambat pemenuhan hak mereka,” tegasnya.
Wakil Ketua DPRD, Andi Suharmika, juga menyuarakan rasa kecewa serupa. Ia menilai bahwa keterlambatan ini mencerminkan kurangnya perhatian pemerintah terhadap para atlet yang membutuhkan dukungan nyata, bukan sekadar janji.
“Kita tidak boleh melupakan mereka yang berjuang di lapangan untuk membawa nama baik kota ini. Atlet disabilitas juga berhak mendapatkan perhatian yang sama. Kami akan berusaha agar hak mereka segera terpenuhi sebagai bentuk apresiasi atas jasa-jasa mereka,” ujar Mika.
Lebih lanjut, DPRD Makassar mendesak pihak Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Makassar untuk memberikan penjelasan terkait kendala yang menyebabkan keterlambatan pencairan bonus tersebut. Keterbukaan dalam proses ini dianggap penting untuk mengembalikan kepercayaan para atlet dan masyarakat terhadap pemerintah.
Aliansi Gerakan Pemuda Mahasiswa Atlet Makassar berharap pertemuan ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi awal dari perubahan nyata bagi para atlet disabilitas. Dengan dukungan DPRD, mereka optimis bahwa hak para atlet dapat segera terpenuhi.
Namun, jika pemerintah tetap abai, aliansi menyatakan akan terus berjuang hingga ke tingkat yang lebih tinggi.
(GUS)
Berita Terkait
News
DPRD Makassar Rekomendasikan Pencabutan Izin RSIA Paramount
Komisi D DPRD Kota Makassar merampungkan rekomendasi penutupan operasional Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Paramount.
Jum'at, 18 Sep 2026 19:45
News
Keluarga Bayi Desak RSIA Paramount Ditutup Permanen Usai RDP DPRD Makassar
Komisi D DPRD Kota Makassar menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait dugaan kelalaian di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Paramount yang menyebabkan meninggalnya bayi Al Fared Zareen Putra Ilhamsyah, Kamis (17/9/2026).
Jum'at, 18 Sep 2026 00:42
Makassar City
Komisi B Puji Langkah PDAM Makassar Perkuat Distribusi Air di Tengah Kemarau
Plt Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar Andi Syahrum bersama Plt Direktur Keuangan Perumda Air Minum Kota Makassar menghadiri rapat kerja dengan Komisi B DPRD Kota Makassar di Kantor DPRD Kota Makassar, Jalan AP Pettarani, Senin (14/9/2026).
Senin, 14 Sep 2026 17:59
News
Keluarga Bayi Meninggal di RSIA Paramount Makassar Siapkan Langkah Hukum
Keluarga bayi Al Fared Zareen Putra Ilhamsyah bersiap menempuh jalur hukum terkait dugaan kelalaian pelayanan medis di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Paramount Makassar.
Sabtu, 12 Sep 2026 05:36
Makassar City
DPRD Makassar Bahas Polemik Anggaran Seragam Gratis
Komisi A dan Komisi D DPRD Kota Makassar menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) gabungan untuk membahas dugaan penyimpangan anggaran program pengadaan seragam sekolah gratis tahun anggaran 2025, Rabu (9/9/2026).
Kamis, 10 Sep 2026 06:59
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Menakar Keadilan Substantif Putusan MK: Ijazah, Kekuasaan, dan Konstitusi
2
Warga Jalan Cemara NTI Protes Jalan Rusak, Dinas PU Pastikan Perbaikan 2027
3
Musda REI Sulsel Memanas, 100 Lebih Pengembang Pilih Tak Hadir
4
Semen Tonasa Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk Warga di 12 Desa
5
Kahfi Pimpin PAN Sulsel 5 Periode, Usung Spirit Tembus 3 Besar di Pemilu 2029
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Menakar Keadilan Substantif Putusan MK: Ijazah, Kekuasaan, dan Konstitusi
2
Warga Jalan Cemara NTI Protes Jalan Rusak, Dinas PU Pastikan Perbaikan 2027
3
Musda REI Sulsel Memanas, 100 Lebih Pengembang Pilih Tak Hadir
4
Semen Tonasa Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk Warga di 12 Desa
5
Kahfi Pimpin PAN Sulsel 5 Periode, Usung Spirit Tembus 3 Besar di Pemilu 2029