Pemkot Makassar Akan Kirim Guru dan Kepala Sekolah Terbaik ke Luar Negeri

Sabtu, 07 Feb 2026 14:04
Pemkot Makassar Akan Kirim Guru dan Kepala Sekolah Terbaik ke Luar Negeri
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, di Lab School Balai Besar Guru UPT SPF SD Inpres Hartaco Indah dan Tenaga Kependidikan Sulsel, di Jalan Daeng Tata, Kompleks Hartaco Indah, Sabtu. Foto: Istimewa
Comment
Share
MAKASSAR - Pemerintah Kota Makassar menegaskan peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru sebagai prioritas utama pembangunan pendidikan. Komitmen tersebut ditegaskan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, melalui kebijakan penambahan anggaran pendidikan guru serta rencana pengiriman guru dan kepala sekolah terbaik ke luar negeri mulai 2026.

Penegasan itu disampaikan Munafri Arifuddin saat memberikan sambutan sekaligus menandatangani prasasti pengukuhan Lab School Balai Besar Guru UPT SPF SD Inpres Hartaco Indah dan Tenaga Kependidikan Provinsi Sulawesi Selatan di Jalan Daeng Tata, Kompleks Hartaco Indah, Sabtu (7/2/2026).

Munafri menyebut pembangunan pendidikan harus dimulai dari peningkatan kualitas tenaga pendidik. Menurutnya, guru menjadi faktor penentu utama keberhasilan sistem pendidikan.

"Kehadiran Lab School Balai Besar Guru menjadi langkah penting dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada peningkatan mutu pembelajaran," ujarnya.

Ia menilai fasilitas tersebut dapat menjadi pusat pengembangan praktik pendidikan terbaik sekaligus ruang kolaborasi antara guru, tenaga kependidikan, dan pemangku kepentingan pendidikan.

"Kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh kualitas gurunya. Karena itu, pemerintah harus hadir memastikan para guru mendapatkan ruang untuk berkembang, merasa dihargai, dan hidup sejahtera," kata dia.

Munafri juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan organisasi profesi guru untuk mempercepat peningkatan mutu pendidikan.

"Dengan sinergi yang kuat, kami optimistis Makassar mampu mencetak generasi unggul yang berdaya saing dan berkarakter kuat," jelas Munafri dalam sambutannya.

Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan pendidikan guru menjadi fondasi utama lahirnya sistem pendidikan unggul, sekaligus mencontohkan keberhasilan Lab School di Jakarta yang dibangun dari penguatan kualitas pendidik.

"Perhatian terhadap pendidikan guru merupakan fondasi penting bagi lahirnya sistem pendidikan unggul. Saya mencontohkan sejarah keberhasilan Lab School di Jakarta yang sejak awal dibangun dari proses pendidikan guru yang kuat dan terencana," tuturnya.

Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi dengan Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan dalam membangun kualitas pendidikan dari hulu.

"Kalau kita melihat sejarah Lab School di Jakarta, itu dimulai dari pendidikan gurunya. Hari ini Lab School menjadi salah satu episentrum pendidikan unggulan, bahkan hampir separuh lulusan SMA-nya bisa masuk Universitas Indonesia (UI). Kenapa? Karena yang dibangun dari awal adalah kualitas guru," ungkap Appi.

Sebagai bentuk keberpihakan nyata, Munafri meminta penambahan anggaran pendidikan guru mulai tahun ini.

"Saya ingin sampaikan kepada bapak dan Ibu Guru, mulai tahun ini anggaran untuk pendidikan guru harus ditambah di Kota Makassar. Tidak mungkin ada pendidikan yang berkualitas kalau gurunya tidak disentuh lebih dulu. Guru itu mulai dari proses pendidikan," ungkapnya.

Selain itu, Pemkot Makassar juga menyiapkan program pengiriman guru dan kepala sekolah terbaik ke luar negeri dengan pembiayaan penuh dari pemerintah daerah.

"Tahun 2026 ini, kita akan kirim guru-guru dan kepala sekolah terbaik ke luar negeri. Ini dibiayai Pemkot Makassar. Batch pertama sekitar 20 sampai 30 orang. Ada dua negara yang sudah memberikan tawaran, Singapura dan India," bebernya.

Munafri menegaskan peningkatan kualitas guru harus berjalan paralel dengan pembangunan infrastruktur pendidikan.

"Yang paling penting adalah kualitas guru. Infrastruktur memang penting, tapi peningkatan kualitas guru harus menjadi perhatian utama kita," katanya.

Ia juga menilai jumlah sekolah dan guru di Makassar yang besar belum sepenuhnya menampilkan figur pendidik unggulan secara merata.

"Karena sekolah dan guru terlalu banyak, kadang tidak kelihatan yang benar-benar unggul. Padahal logikanya sederhana, guru itu pendidik, harusnya punya tingkat intelegensia di atas rata-rata dan bisa menjadi problem solver di mana pun ditempatkan," sebutnya.

Munafri menargetkan kesenjangan kualitas antar sekolah dapat dihapus melalui peningkatan kompetensi guru secara berkelanjutan dan kolaborasi lintas sektor.

"Kita tidak mungkin bekerja sendiri. Butuh kolaborasi yang kuat agar proses ini berjalan. Suatu saat orang-orang akan datang ke Makassar untuk belajar bagaimana menjadi guru terbaik," ujarnya optimistis.

Di akhir sambutannya, ia menegaskan profesi guru harus ditempatkan sebagai profesi utama dan terhormat.

"Melalui proyek Lab School ini, kita ingin menghadirkan guru-guru yang benar-benar berkualitas," tutupnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Kota Makassar yang juga Bunda PAUD Kota Makassar, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Achi Soleman, perwakilan Balai Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Sulsel Arman Agung, serta Ketua PGRI Provinsi Sulawesi Selatan Prof Hasnawi Haris.
(MAN)
Berita Terkait
Berita Terbaru