Pimpinan DPRD Makassar Hadiri Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD 2026
Jum'at, 31 Jan 2025 07:40
Pimpinan DPRD Makassar ikut menghadiri Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD 2026. Foto: Istimewa
MAKASSAR - Pemerintah Kota Makassar melaksanakan konsultasi publik rancangan awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Makassar 2026 di Hotel Four Point By Sheraton, Kamis (30/1/2025).
Hadir dalam forum tersebut pimpinan DPRD Kota Makassar. Mereka di antaranya Ketua DPRD Supratman hingga pimpinan Komisi, di antaranya Ketua Komisi B Ismail, Wakil Ketua Komisi C Fasruddin Rusli, Ketua Komisi D Ari Ashari Ilham, serta Sekretaris Dewan.
Ketua Komisi D DPRD Kota Makassar, Ari Ashari Ilham mengatakan salah satu pembahasan RKPD 2026 yakni program kanalisasi.
"Tentunya membahas kanalisasi program yang diharapkan betul-betul mengarah ke kepentingan masyarakat banyak dan mengkanalisasi pekerjaan-pekerjaan urgent yang untuk dianggarkan di masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD)," ujarnya.
Anggota DPRD Makassar dua periode itu juga menegaskan kepada para pemenang tender proyek agar dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat agar dapat dinikmati untuk masyarakat.
"Tadi kita (DPRD Makassar) melihat bahwa pak Wali Kota Makassar meminta kepada semua stakeholder jajarannya untuk bagaimana mempunyai inisiatif untuk menyelesaikan hal-hal yang dianggap urgent dan tidak membutuhkan perencanaan lebih lama," tegasnya.
"Tetapi di sini harus ada kesadaran dari masing-masing setiap stakeholder dan keterlibatan masyarakat," lanjutnya saat dihubungi via telepon WA.
Lanjutnya, alumni Universitas Hasanuddin ini memberikan contoh seperti pengerukan drainase, Ari menyebut bahwa program tersebut sangat diperlukan dari para lurah dan camat se-Kota Makassar untuk bekerja dengan maksimal.
Sehingga tidak perlu lagi menunggu Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), reses atau melalui RKPD untuk menyelesaikan pekerjaan itu.
"Jadi kanalisasi urgensi keperluan masyarakat yang harus dikelola dengan baik oleh Bapeda misalnya di Dinas Lingkungan Hidup, apa program-program yang urgen itu harus direncanakan dari awal," kuncinya.
"Tidak usah direncanakan hal-hal yang misalnya sebatas seremonial atau tidak menyentuh langsung ke masyarakat," tutupnya.
Hadir dalam forum tersebut pimpinan DPRD Kota Makassar. Mereka di antaranya Ketua DPRD Supratman hingga pimpinan Komisi, di antaranya Ketua Komisi B Ismail, Wakil Ketua Komisi C Fasruddin Rusli, Ketua Komisi D Ari Ashari Ilham, serta Sekretaris Dewan.
Ketua Komisi D DPRD Kota Makassar, Ari Ashari Ilham mengatakan salah satu pembahasan RKPD 2026 yakni program kanalisasi.
"Tentunya membahas kanalisasi program yang diharapkan betul-betul mengarah ke kepentingan masyarakat banyak dan mengkanalisasi pekerjaan-pekerjaan urgent yang untuk dianggarkan di masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD)," ujarnya.
Anggota DPRD Makassar dua periode itu juga menegaskan kepada para pemenang tender proyek agar dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat agar dapat dinikmati untuk masyarakat.
"Tadi kita (DPRD Makassar) melihat bahwa pak Wali Kota Makassar meminta kepada semua stakeholder jajarannya untuk bagaimana mempunyai inisiatif untuk menyelesaikan hal-hal yang dianggap urgent dan tidak membutuhkan perencanaan lebih lama," tegasnya.
"Tetapi di sini harus ada kesadaran dari masing-masing setiap stakeholder dan keterlibatan masyarakat," lanjutnya saat dihubungi via telepon WA.
Lanjutnya, alumni Universitas Hasanuddin ini memberikan contoh seperti pengerukan drainase, Ari menyebut bahwa program tersebut sangat diperlukan dari para lurah dan camat se-Kota Makassar untuk bekerja dengan maksimal.
Sehingga tidak perlu lagi menunggu Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), reses atau melalui RKPD untuk menyelesaikan pekerjaan itu.
"Jadi kanalisasi urgensi keperluan masyarakat yang harus dikelola dengan baik oleh Bapeda misalnya di Dinas Lingkungan Hidup, apa program-program yang urgen itu harus direncanakan dari awal," kuncinya.
"Tidak usah direncanakan hal-hal yang misalnya sebatas seremonial atau tidak menyentuh langsung ke masyarakat," tutupnya.
(MAN)
Berita Terkait
Makassar City
Pemkot Makassar Genjot Layanan Dasar, Bedah 300 Rumah
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar terus mendorong peningkatan pelayanan dasar bagi masyarakat, termasuk di sektor pendidikan dan perumahan.
Sabtu, 19 Sep 2026 11:26
Makassar City
Pemkot Makassar Terima 2 Penghargaan Pemda Berprestasi 2026 dari Kemendagri
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar meraih dua penghargaan pada ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Sulawesi yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Hotel Claro Makassar, Jumat (18/9/2026) malam.
Sabtu, 19 Sep 2026 09:50
News
DPRD Makassar Rekomendasikan Pencabutan Izin RSIA Paramount
Komisi D DPRD Kota Makassar merampungkan rekomendasi penutupan operasional Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Paramount.
Jum'at, 18 Sep 2026 19:45
Makassar City
Pemkot Makassar Kaji Pemekaran Kecamatan di Seberang Tol
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar tengah mengkaji rencana pemekaran kecamatan baru di kawasan seberang jalan tol.
Jum'at, 18 Sep 2026 17:15
Makassar City
Pemkot Makassar Kejar Porsi Anggaran Sampah 3 Persen
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan komitmennya untuk mengejar porsi penganggaran sampah yang kini diatur sebesar 3 persen.
Jum'at, 18 Sep 2026 09:23
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
UMI Tutup Rangkaian Pekan Pesantren Gelombang ke-7, Mahasiswa Ikuti Kegiatan Outbound
2
Darije Kalezic Tegaskan PSM Siap Hadapi Persita Tangerang di GBH Parepare
3
FSIKP UMI Gelar Kuliah Umum, Hadirkan Bupati Bantaeng dan Akademisi Malaysia
4
Kabupaten Pangkep Raih Terbaik Ketiga Akses dan Kualitas Pelayanan Kesehatan
5
Prabowo Subianto Sindir Pakar: Saking Pintarnya Jadi Goblok
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
UMI Tutup Rangkaian Pekan Pesantren Gelombang ke-7, Mahasiswa Ikuti Kegiatan Outbound
2
Darije Kalezic Tegaskan PSM Siap Hadapi Persita Tangerang di GBH Parepare
3
FSIKP UMI Gelar Kuliah Umum, Hadirkan Bupati Bantaeng dan Akademisi Malaysia
4
Kabupaten Pangkep Raih Terbaik Ketiga Akses dan Kualitas Pelayanan Kesehatan
5
Prabowo Subianto Sindir Pakar: Saking Pintarnya Jadi Goblok