Walkot Makassar Tegaskan Penertiban Parkir Liar, Ras MD: Ini Ujian Ketegasan Pemerintah Kota
Jum'at, 02 Jan 2026 10:34
Pengamat Kebijakan Publik, Ras MD. Foto: Istimewa
Makassar - Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan komitmennya untuk menertibkan praktik parkir liar serta membongkar dugaan beking yang selama ini dinilai menjadi akar persoalan kesemrawutan parkir di sejumlah ruas jalan kota.
Langkah ini dinilai sebagai sikap tegas yang dibutuhkan untuk membenahi tata kelola ruang publik di Kota Makassar.
Pengamat Kebijakan Publik, Ras MD, menilai pernyataan Wali Kota tersebut bukan sekadar kebijakan teknis, melainkan pesan politik yang kuat bahwa ruang publik tidak boleh dikelola dengan pembiaran dan kompromi yang keliru.
“Parkir liar selama ini telah menjadi simbol ketidakteraturan kota. Jalan menyempit, lalu lintas tersendat, trotoar kehilangan fungsi, dan kondisi ini perlahan dianggap normal oleh masyarakat,” ujar Ras MD, Jumat (02/01/2026).
Menurutnya, jika praktik parkir liar terus ditoleransi, maka bukan hanya kemacetan yang akan semakin parah, tetapi juga mencerminkan lemahnya tata kelola kota serta absennya ketegasan pemerintah dalam menjaga ruang publik.
Ras MD menegaskan bahwa penertiban parkir liar merupakan langkah mendasar yang tidak bisa ditawar oleh kota yang ingin maju dan tertib.
Ia mengapresiasi keberanian Wali Kota Makassar yang menyentuh persoalan sensitif yang selama ini kerap dihindari dengan alasan sosial maupun politis.
"Ketegasan kepala daerah patut diapresiasi, tetapi tidak boleh berhenti pada pernyataan. Harus ada tindak lanjut yang nyata dan terukur di lapangan,” tegasnya.
Direktur Eksekutif Parameter Publik Indonesia ini juga mendorong PD Parkir Makassar Raya dan Dinas Perhubungan Kota Makassar untuk segera menerjemahkan arahan Wali Kota ke dalam langkah operasional yang terkoordinasi dan konsisten, termasuk membongkar mata rantai pembiaran serta perlindungan terhadap parkir liar.
Menurut Ras MD, tanpa respons cepat dari institusi teknis, pesan ketegasan Wali Kota berisiko kehilangan daya dorong dan legitimasi di mata publik. Sebaliknya, jika seluruh pemangku kepentingan bergerak dalam satu komando, penertiban parkir liar dapat menjadi pintu masuk pembenahan tata kelola transportasi dan ruang publik secara menyeluruh.
Lebih jauh, kata Ras, penertiban parkir liar dinilai memiliki dampak strategis, mulai dari meningkatkan ketertiban dan keselamatan umum, melancarkan arus lalu lintas, memperbaiki kualitas lingkungan kota, hingga menutup potensi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Ini adalah ujian konsistensi kepemimpinan dan efektivitas birokrasi. Regulasi sudah ada, yang dibutuhkan adalah keberanian menegakkan aturan tanpa ragu dan tanpa kompromi berlebihan,” pungkas Ras MD.
Langkah ini dinilai sebagai sikap tegas yang dibutuhkan untuk membenahi tata kelola ruang publik di Kota Makassar.
Pengamat Kebijakan Publik, Ras MD, menilai pernyataan Wali Kota tersebut bukan sekadar kebijakan teknis, melainkan pesan politik yang kuat bahwa ruang publik tidak boleh dikelola dengan pembiaran dan kompromi yang keliru.
“Parkir liar selama ini telah menjadi simbol ketidakteraturan kota. Jalan menyempit, lalu lintas tersendat, trotoar kehilangan fungsi, dan kondisi ini perlahan dianggap normal oleh masyarakat,” ujar Ras MD, Jumat (02/01/2026).
Menurutnya, jika praktik parkir liar terus ditoleransi, maka bukan hanya kemacetan yang akan semakin parah, tetapi juga mencerminkan lemahnya tata kelola kota serta absennya ketegasan pemerintah dalam menjaga ruang publik.
Ras MD menegaskan bahwa penertiban parkir liar merupakan langkah mendasar yang tidak bisa ditawar oleh kota yang ingin maju dan tertib.
Ia mengapresiasi keberanian Wali Kota Makassar yang menyentuh persoalan sensitif yang selama ini kerap dihindari dengan alasan sosial maupun politis.
"Ketegasan kepala daerah patut diapresiasi, tetapi tidak boleh berhenti pada pernyataan. Harus ada tindak lanjut yang nyata dan terukur di lapangan,” tegasnya.
Direktur Eksekutif Parameter Publik Indonesia ini juga mendorong PD Parkir Makassar Raya dan Dinas Perhubungan Kota Makassar untuk segera menerjemahkan arahan Wali Kota ke dalam langkah operasional yang terkoordinasi dan konsisten, termasuk membongkar mata rantai pembiaran serta perlindungan terhadap parkir liar.
Menurut Ras MD, tanpa respons cepat dari institusi teknis, pesan ketegasan Wali Kota berisiko kehilangan daya dorong dan legitimasi di mata publik. Sebaliknya, jika seluruh pemangku kepentingan bergerak dalam satu komando, penertiban parkir liar dapat menjadi pintu masuk pembenahan tata kelola transportasi dan ruang publik secara menyeluruh.
Lebih jauh, kata Ras, penertiban parkir liar dinilai memiliki dampak strategis, mulai dari meningkatkan ketertiban dan keselamatan umum, melancarkan arus lalu lintas, memperbaiki kualitas lingkungan kota, hingga menutup potensi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Ini adalah ujian konsistensi kepemimpinan dan efektivitas birokrasi. Regulasi sudah ada, yang dibutuhkan adalah keberanian menegakkan aturan tanpa ragu dan tanpa kompromi berlebihan,” pungkas Ras MD.
(UMI)
Berita Terkait
Makassar City
HUT ke-419 Makassar, Pemkot Fokus Program Berdampak bagi Warga
Pemerintah Kota Makassar mengubah konsep perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-419 Kota Makassar dengan mengutamakan program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Rabu, 28 Okt 2026 20:58
Sports
Asa Baru Sepak Bola, Appi Resmi Pimpin Asprov PSSI Sulsel Periode 2026–2030
Munafri Arifuddin atau yang akrab disapa Appi resmi menahkodai Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Sulawesi Selatan periode 2026–2030.
Selasa, 27 Okt 2026 16:31
Makassar City
Kemensos RI Beri Penghargaan Penanggulangan Bencana kepada Wali Kota Makassar
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menerima piagam penghargaan dari Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf, atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdiannya dalam upaya penanggulangan bencana, mulai dari fase prabencana, tanggap darurat, hingga pascabencana.
Selasa, 27 Okt 2026 11:00
Makassar City
Wali Kota Makassar Minta Proyek Stadion Untia Libatkan Tenaga Kerja Lokal
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, melakukan peninjauan langsung ke lokasi proyek pembangunan Stadion Untia, di Jalan Salodong, Kelurahan Untia, Kecamatan Biringkanaya, Senin (26/10/2026).
Senin, 26 Okt 2026 13:56
Makassar City
Hadiri Rakornas TPAKD 2026, Wali Kota Makassar Siap Tindak Lanjuti Arahan Presiden Prabowo
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) 2026 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Kamis (22/10/2026).
Kamis, 22 Okt 2026 22:18
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Nomor Urut 6 di Pilrek UNM, Prof Hasmyati Usung Filosofi Keharmonisan dan Gotong Royong
2
Toyota Hadirkan bZ4X Touring dan Land Cruiser Hybrid di GIIAS Makassar
3
Bosowa Berlian Motor Hadirkan Promo Menarik di GIIAS Makassar 2026
4
Inovasi GIZI, GO! Antarkan Puskesmas Patimpeng Raih Juara Nasional
5
Lampaui Target, Donor Darah HUT ke-58 Semen Tonasa Hasilkan 655 Kantong
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Nomor Urut 6 di Pilrek UNM, Prof Hasmyati Usung Filosofi Keharmonisan dan Gotong Royong
2
Toyota Hadirkan bZ4X Touring dan Land Cruiser Hybrid di GIIAS Makassar
3
Bosowa Berlian Motor Hadirkan Promo Menarik di GIIAS Makassar 2026
4
Inovasi GIZI, GO! Antarkan Puskesmas Patimpeng Raih Juara Nasional
5
Lampaui Target, Donor Darah HUT ke-58 Semen Tonasa Hasilkan 655 Kantong