OJK Perkuat Budaya Integritas & Governance Generasi Muda Lewat SPARK CAMP 2026
Sabtu, 23 Mei 2026 07:31
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong penguatan budaya integritas, tata kelola, dan manajemen risiko di lingkungan pendidikan tinggi. Foto/Istimewa
SOLO - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong penguatan budaya integritas, tata kelola, dan manajemen risiko di lingkungan pendidikan tinggi. Upaya tersebut dilakukan melalui kuliah umum bertema “The Guardian of Governance: Membangun Integritas Pemimpin Masa Depan” yang digelar di tiga perguruan tinggi dalam rangkaian Road to Risk and Governance Summit 2026.
Kegiatan berlangsung secara maraton di Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta pada 18 Mei 2026, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto pada 19 Mei 2026, serta Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada 22 Mei 2026.
Kuliah umum dilaksanakan secara hybrid dan diikuti sekitar 5.000 peserta, baik luring maupun daring, yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di wilayah Yogyakarta, Karesidenan Surakarta, dan Karesidenan Banyumas.
Ketua Dewan Audit merangkap Anggota Dewan Komisioner OJK Sophia Wattimena menegaskan bahwa penguatan governance menjadi landasan penting untuk memastikan pembangunan berjalan dengan integritas, akuntabilitas, dan keberlanjutan.
“Governance ini memiliki peran yang sangat penting untuk memastikan pembangunan tidak hanya berjalan cepat, tapi juga tepat, adil, dan berkelanjutan. Jadi artinya pembangunan itu harus dijalankan melalui proses yang berintegritas, yang akuntabel, dan transparan,” kata Sophia Wattimena dalam kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Jumat.
Sophia juga menilai pembentukan integritas perlu ditanamkan sejak dini agar generasi muda tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat ketika menghadapi proses pengambilan keputusan di masa mendatang.
“Jadi bahasa gaulnya ini nggak cuma pintar aja, tapi karakternya kuat, integritasnya kuat. Jadi pada saat nanti dihadapkan pada proses pengambilan keputusan, integritas ini turut berperan,” ujar Sophia.
Dalam paparannya, Sophia menjelaskan bahwa penerapan tata kelola di sektor jasa keuangan kini semakin krusial seiring meningkatnya kompleksitas risiko global dan besarnya eksposur industri jasa keuangan yang berada di bawah pengawasan OJK. Saat ini, total aset sektor jasa keuangan yang diawasi OJK mencapai sekitar Rp30 ribu triliun.
Ia juga menyoroti sejumlah tantangan global, mulai dari risiko geopolitik, disinformasi, serangan siber, digital disruption, hingga perkembangan Artificial Intelligence (AI) yang menuntut penguatan governance dan cyber resilience.
Untuk menjawab tantangan tersebut, OJK terus memperkuat tata kelola melalui berbagai kebijakan lintas sektor, di antaranya strategi anti-fraud, penguatan pengendalian internal pelaporan keuangan, peningkatan independensi profesi penunjang sektor jasa keuangan, pengelolaan konflik kepentingan, hingga penguatan keamanan teknologi informasi.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor IV Bidang Manajemen Sistem Informasi, Manajemen SDM, dan Organisasi Universitas Muhammadiyah Surakarta Em Sutrisna menyampaikan bahwa integritas merupakan fondasi utama dalam membangun kepemimpinan masa depan.
“Nilai IPK saja tidak cukup. Salah satunya apa? Integritas. Integritas, kejujuran. Kalau dalam bahasa agama itu tabligh, amanah, fathanah, sidik. Itulah sifat-sifat Rasul yang kalau dirangkum dalam satu kata, mungkin itulah integritas,” ujar Em Sutrisna.
Dalam sesi diskusi, peserta turut berdialog aktif dengan narasumber OJK mengenai penguatan budaya etika dan governance agar tidak sekadar menjadi kepatuhan administratif, melainkan tumbuh sebagai budaya organisasi yang diterapkan secara nyata.
Selain kuliah umum, OJK juga menyosialisasikan pelaksanaan Risk and Governance Summit 2026, termasuk Innovation Paper Competition yang ditujukan untuk mendorong mahasiswa menyampaikan gagasan, inovasi, dan rekomendasi kebijakan bagi pengembangan sektor jasa keuangan yang berintegritas dan kredibel.
Melalui kegiatan ini, OJK berharap generasi muda dapat tumbuh menjadi calon pemimpin masa depan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, tanggung jawab, serta kemampuan adaptif dalam menghadapi dinamika global dan transformasi digital.
Kegiatan berlangsung secara maraton di Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta pada 18 Mei 2026, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto pada 19 Mei 2026, serta Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada 22 Mei 2026.
Kuliah umum dilaksanakan secara hybrid dan diikuti sekitar 5.000 peserta, baik luring maupun daring, yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di wilayah Yogyakarta, Karesidenan Surakarta, dan Karesidenan Banyumas.
Ketua Dewan Audit merangkap Anggota Dewan Komisioner OJK Sophia Wattimena menegaskan bahwa penguatan governance menjadi landasan penting untuk memastikan pembangunan berjalan dengan integritas, akuntabilitas, dan keberlanjutan.
“Governance ini memiliki peran yang sangat penting untuk memastikan pembangunan tidak hanya berjalan cepat, tapi juga tepat, adil, dan berkelanjutan. Jadi artinya pembangunan itu harus dijalankan melalui proses yang berintegritas, yang akuntabel, dan transparan,” kata Sophia Wattimena dalam kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Jumat.
Sophia juga menilai pembentukan integritas perlu ditanamkan sejak dini agar generasi muda tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat ketika menghadapi proses pengambilan keputusan di masa mendatang.
“Jadi bahasa gaulnya ini nggak cuma pintar aja, tapi karakternya kuat, integritasnya kuat. Jadi pada saat nanti dihadapkan pada proses pengambilan keputusan, integritas ini turut berperan,” ujar Sophia.
Dalam paparannya, Sophia menjelaskan bahwa penerapan tata kelola di sektor jasa keuangan kini semakin krusial seiring meningkatnya kompleksitas risiko global dan besarnya eksposur industri jasa keuangan yang berada di bawah pengawasan OJK. Saat ini, total aset sektor jasa keuangan yang diawasi OJK mencapai sekitar Rp30 ribu triliun.
Ia juga menyoroti sejumlah tantangan global, mulai dari risiko geopolitik, disinformasi, serangan siber, digital disruption, hingga perkembangan Artificial Intelligence (AI) yang menuntut penguatan governance dan cyber resilience.
Untuk menjawab tantangan tersebut, OJK terus memperkuat tata kelola melalui berbagai kebijakan lintas sektor, di antaranya strategi anti-fraud, penguatan pengendalian internal pelaporan keuangan, peningkatan independensi profesi penunjang sektor jasa keuangan, pengelolaan konflik kepentingan, hingga penguatan keamanan teknologi informasi.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor IV Bidang Manajemen Sistem Informasi, Manajemen SDM, dan Organisasi Universitas Muhammadiyah Surakarta Em Sutrisna menyampaikan bahwa integritas merupakan fondasi utama dalam membangun kepemimpinan masa depan.
“Nilai IPK saja tidak cukup. Salah satunya apa? Integritas. Integritas, kejujuran. Kalau dalam bahasa agama itu tabligh, amanah, fathanah, sidik. Itulah sifat-sifat Rasul yang kalau dirangkum dalam satu kata, mungkin itulah integritas,” ujar Em Sutrisna.
Dalam sesi diskusi, peserta turut berdialog aktif dengan narasumber OJK mengenai penguatan budaya etika dan governance agar tidak sekadar menjadi kepatuhan administratif, melainkan tumbuh sebagai budaya organisasi yang diterapkan secara nyata.
Selain kuliah umum, OJK juga menyosialisasikan pelaksanaan Risk and Governance Summit 2026, termasuk Innovation Paper Competition yang ditujukan untuk mendorong mahasiswa menyampaikan gagasan, inovasi, dan rekomendasi kebijakan bagi pengembangan sektor jasa keuangan yang berintegritas dan kredibel.
Melalui kegiatan ini, OJK berharap generasi muda dapat tumbuh menjadi calon pemimpin masa depan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, tanggung jawab, serta kemampuan adaptif dalam menghadapi dinamika global dan transformasi digital.
(TRI)
Berita Terkait
Ekbis
OJK Dorong Generasi Muda Bangun Kebiasaan Menabung Sejak Dini
OJK memperkuat budaya menabung sejak dini di kalangan pelajar dan generasi muda sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan serta membangun kemandirian finansial masyarakat
Minggu, 30 Agu 2026 13:00
Ekbis
570 Siswa Sekolah Rakyat di Makassar Mulai Menabung, OJK Perkuat Literasi Keuangan
Sebanyak 570 siswa dari tiga Sekolah Rakyat di Kota Makassar mulai mengenal kebiasaan menabung dan mengelola keuangan secara bijak melalui kegiatan Puncak HIM dan BLK 2026.
Minggu, 30 Agu 2026 09:15
Ekbis
Perkuat TPAKD, OJK Dorong Pengembangan Ekonomi Sulsel Berbasis Kakao
Sebagai bentuk konkret implementasi pendekatan PED, dalam kegiatan tersebut dilakukan penandatanganan MoU Pengembangan Ekonomi Daerah Komoditas Kakao.
Senin, 24 Agu 2026 10:36
Ekbis
Pembiayaan UMKM Lewat Pindar Tembus Rp35,12 Triliun, Tumbuh 23,25 Persen
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, pembiayaan Pindar ke UMKM hingga Juni 2026 mencapai Rp35,12 triliun, tumbuh 23,25 persen secara tahunan (year-on-year).
Jum'at, 21 Agu 2026 19:23
Ekbis
OJK Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah Lewat EKSiS 2026
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong penguatan literasi dan inklusi keuangan syariah agar pertumbuhan industri tidak hanya tercermin dari skala bisnis.
Jum'at, 21 Agu 2026 09:35
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Kalla Beton Kurangi Penggunaan Pasir 8% Lewat Pemanfaatan Limbah Bata Ringan
2
PERADI Makassar Dorong Advokat Profesional, dan Adaptif Hadapi Tantangan Hukum
3
Prodi Perhotelan Politeknik Bosowa Salurkan Donasi untuk Korban Kebakaran Baraya
4
OJK Dorong Generasi Muda Bangun Kebiasaan Menabung Sejak Dini
5
MRP Fun Run 2026 Meriah, Bupati Jeneponto Ajak Warga Hidup Sehat
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Kalla Beton Kurangi Penggunaan Pasir 8% Lewat Pemanfaatan Limbah Bata Ringan
2
PERADI Makassar Dorong Advokat Profesional, dan Adaptif Hadapi Tantangan Hukum
3
Prodi Perhotelan Politeknik Bosowa Salurkan Donasi untuk Korban Kebakaran Baraya
4
OJK Dorong Generasi Muda Bangun Kebiasaan Menabung Sejak Dini
5
MRP Fun Run 2026 Meriah, Bupati Jeneponto Ajak Warga Hidup Sehat