DPRD Makassar Desak Dinkes Layangkan Teguran ke RSIA Paramount
Selasa, 03 Mar 2026 04:41
Suasana RDP Komisi D di ruang Komisi C, lantai 2 Kantor Perumnas Regional VII, Jalan Hertasning, Makassar, Senin (2/3/2026). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
MAKASSAR - Komisi D DPRD Kota Makassar merekomendasikan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar memberi teguran kepada Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Paramount Makassar. Rekomendasi ini disampaikan usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait dugaan malpraktik pada bayi berinisial ASA, Senin (2/3/2026).
Sekretaris Komisi D DPRD Makassar, Fahrizal, mengatakan hasil RDP menyimpulkan tidak ditemukan unsur malpraktik dalam kasus dugaan kesalahan pemasangan infus tersebut. Namun, DPRD menilai terjadi miskomunikasi antara dokter penanggung jawab pasien (DPJP) dan keluarga pasien.
"Tetapi memang ada miskomunikasi atau kurang pemberian informasi dari DPJP-nya kepada pasien atau keluarga pasien sendiri, sehingga keluarga pasien merasa bahwa yang terjadi itu adalah malpraktik," ujarnya.
Meski demikian, DPRD menilai RSIA Paramount tetap perlu meningkatkan mutu layanan. Komisi D merekomendasikan rumah sakit memperkuat kontrol kualitas, serta melakukan monitoring dan evaluasi (monev) secara berkala terhadap pelayanan medis.
Fahrizal juga menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap tenaga kesehatan di semua unit layanan untuk mencegah masalah serupa terulang. Ia mengingatkan manajemen rumah sakit agar tidak membedakan pelayanan kepada pasien.
"Kemudian kami juga tadi menyampaikan bahwa jangan sampai ada tebang pilih antara pasien-pasien yang datang dengan status BPJS ataupun status umum, ataupun pasien-pasien yang datang dengan status yang dikenal oleh masyarakat ataupun influencer misalnya," kata dia.
Ia menambahkan, Komisi D akan menindaklanjuti RDP dengan kunjungan langsung ke RSIA Paramount guna memastikan kondisi pelayanan di lapangan.
"Dan tindak lanjut nanti dari kami di Komisi D ini, mungkin kami akan melakukan kunjungan langsung ke Rumah Sakit Paramont untuk melihat kondisi langsung di rumah sakit tersebut," tegasnya saat usai RDP tadi sore.
Selain itu, DPRD meminta Dinas Kesehatan Kota Makassar lebih proaktif melakukan evaluasi berkala terhadap manajemen rumah sakit. DPRD juga merekomendasikan Dinkes memberi teguran langsung kepada RSIA Paramount.
"Dari pihak rumah sakit tadi sudah menyampaikan seluruh klarifikasi yang telah dibuat di statement dan kami sudah menanyakan langsung seluruh statement yang dikeluarkan dan memang ada alasan-alasan kenapa ini terjadi, kenapa ini terjadi, dan memang itu bisa. Kami juga memberikan saran kepada Dinas Kesehatan untuk memberikan surat teguran langsung kepada Rumah Sakit Paramount," tutup Fahrizal.
Kronologi Kasus Bayi ASA
Kasus ini bermula saat bayi ASA (9 bulan) dibawa ke UGD RSIA Paramount Makassar pada 19 Januari 2026 dengan keluhan demam tinggi dan muntah. Tim medis memasang infus di tangan kiri, tetapi prosedur dihentikan dua hari kemudian karena terjadi phlebitis (peradangan pembuluh darah).
Pada 22 Januari dini hari, infus dipindahkan ke tangan kanan. Sekitar satu jam kemudian, area tersebut kembali mengalami pembengkakan.
Saat pasien dipulangkan pada 25 Januari, pihak rumah sakit menyatakan telah memberi edukasi kepada orang tua untuk melakukan kompres air hangat, meski kondisi tangan masih bengkak. Karena kondisi tidak membaik hingga 4 Februari, rumah sakit kemudian memberikan antibiotik dan melakukan prosedur debridemen pada 9 Februari 2026.
Sekretaris Komisi D DPRD Makassar, Fahrizal, mengatakan hasil RDP menyimpulkan tidak ditemukan unsur malpraktik dalam kasus dugaan kesalahan pemasangan infus tersebut. Namun, DPRD menilai terjadi miskomunikasi antara dokter penanggung jawab pasien (DPJP) dan keluarga pasien.
"Tetapi memang ada miskomunikasi atau kurang pemberian informasi dari DPJP-nya kepada pasien atau keluarga pasien sendiri, sehingga keluarga pasien merasa bahwa yang terjadi itu adalah malpraktik," ujarnya.
Meski demikian, DPRD menilai RSIA Paramount tetap perlu meningkatkan mutu layanan. Komisi D merekomendasikan rumah sakit memperkuat kontrol kualitas, serta melakukan monitoring dan evaluasi (monev) secara berkala terhadap pelayanan medis.
Fahrizal juga menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap tenaga kesehatan di semua unit layanan untuk mencegah masalah serupa terulang. Ia mengingatkan manajemen rumah sakit agar tidak membedakan pelayanan kepada pasien.
"Kemudian kami juga tadi menyampaikan bahwa jangan sampai ada tebang pilih antara pasien-pasien yang datang dengan status BPJS ataupun status umum, ataupun pasien-pasien yang datang dengan status yang dikenal oleh masyarakat ataupun influencer misalnya," kata dia.
Ia menambahkan, Komisi D akan menindaklanjuti RDP dengan kunjungan langsung ke RSIA Paramount guna memastikan kondisi pelayanan di lapangan.
"Dan tindak lanjut nanti dari kami di Komisi D ini, mungkin kami akan melakukan kunjungan langsung ke Rumah Sakit Paramont untuk melihat kondisi langsung di rumah sakit tersebut," tegasnya saat usai RDP tadi sore.
Selain itu, DPRD meminta Dinas Kesehatan Kota Makassar lebih proaktif melakukan evaluasi berkala terhadap manajemen rumah sakit. DPRD juga merekomendasikan Dinkes memberi teguran langsung kepada RSIA Paramount.
"Dari pihak rumah sakit tadi sudah menyampaikan seluruh klarifikasi yang telah dibuat di statement dan kami sudah menanyakan langsung seluruh statement yang dikeluarkan dan memang ada alasan-alasan kenapa ini terjadi, kenapa ini terjadi, dan memang itu bisa. Kami juga memberikan saran kepada Dinas Kesehatan untuk memberikan surat teguran langsung kepada Rumah Sakit Paramount," tutup Fahrizal.
Kronologi Kasus Bayi ASA
Kasus ini bermula saat bayi ASA (9 bulan) dibawa ke UGD RSIA Paramount Makassar pada 19 Januari 2026 dengan keluhan demam tinggi dan muntah. Tim medis memasang infus di tangan kiri, tetapi prosedur dihentikan dua hari kemudian karena terjadi phlebitis (peradangan pembuluh darah).
Pada 22 Januari dini hari, infus dipindahkan ke tangan kanan. Sekitar satu jam kemudian, area tersebut kembali mengalami pembengkakan.
Saat pasien dipulangkan pada 25 Januari, pihak rumah sakit menyatakan telah memberi edukasi kepada orang tua untuk melakukan kompres air hangat, meski kondisi tangan masih bengkak. Karena kondisi tidak membaik hingga 4 Februari, rumah sakit kemudian memberikan antibiotik dan melakukan prosedur debridemen pada 9 Februari 2026.
(MAN)
Berita Terkait
News
DPRD Makassar Rekomendasikan Pencabutan Izin RSIA Paramount
Komisi D DPRD Kota Makassar merampungkan rekomendasi penutupan operasional Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Paramount.
Jum'at, 18 Sep 2026 19:45
News
Keluarga Bayi Desak RSIA Paramount Ditutup Permanen Usai RDP DPRD Makassar
Komisi D DPRD Kota Makassar menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait dugaan kelalaian di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Paramount yang menyebabkan meninggalnya bayi Al Fared Zareen Putra Ilhamsyah, Kamis (17/9/2026).
Jum'at, 18 Sep 2026 00:42
Makassar City
Komisi B Puji Langkah PDAM Makassar Perkuat Distribusi Air di Tengah Kemarau
Plt Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar Andi Syahrum bersama Plt Direktur Keuangan Perumda Air Minum Kota Makassar menghadiri rapat kerja dengan Komisi B DPRD Kota Makassar di Kantor DPRD Kota Makassar, Jalan AP Pettarani, Senin (14/9/2026).
Senin, 14 Sep 2026 17:59
News
Keluarga Bayi Meninggal di RSIA Paramount Makassar Siapkan Langkah Hukum
Keluarga bayi Al Fared Zareen Putra Ilhamsyah bersiap menempuh jalur hukum terkait dugaan kelalaian pelayanan medis di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Paramount Makassar.
Sabtu, 12 Sep 2026 05:36
Makassar City
DPRD Makassar Bahas Polemik Anggaran Seragam Gratis
Komisi A dan Komisi D DPRD Kota Makassar menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) gabungan untuk membahas dugaan penyimpangan anggaran program pengadaan seragam sekolah gratis tahun anggaran 2025, Rabu (9/9/2026).
Kamis, 10 Sep 2026 06:59
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
MGMP Pendidikan Pancasila SMA Makassar Siap Dilantik, Dirangkai Seminar Pendidikan
2
PT CLM Transplantasi Terumbu Karang di Pulau Bulu Poloe, Dua Ton Sampah Ikut Diangkut
3
Tamsil Linrung Minta Maaf atas Dua Peristiwa yang Menimpa Siswa ICM, Siapkan Langkah Konkret
4
Appi Tak Diberi Ruang, Pengamat: Golkar Bisa Kehilangan Momentum
5
Sowan ke Andi Fahsar Padjalangi, Plt Golkar Bone: Kami Hanya Mengisi Kekosongan
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
MGMP Pendidikan Pancasila SMA Makassar Siap Dilantik, Dirangkai Seminar Pendidikan
2
PT CLM Transplantasi Terumbu Karang di Pulau Bulu Poloe, Dua Ton Sampah Ikut Diangkut
3
Tamsil Linrung Minta Maaf atas Dua Peristiwa yang Menimpa Siswa ICM, Siapkan Langkah Konkret
4
Appi Tak Diberi Ruang, Pengamat: Golkar Bisa Kehilangan Momentum
5
Sowan ke Andi Fahsar Padjalangi, Plt Golkar Bone: Kami Hanya Mengisi Kekosongan