DPRD Makassar Target Perda Gudang Dalam Kota Rampung 2026
Rabu, 15 Apr 2026 19:47
Ketua ?Bapemperda DPRD Kota Makassar, Basdir, saat ditemui di Kantor Balai Kota Makassar, Rabu (15/4/2026). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
MAKASSAR - Permasalahan truk bertonase besar yang masuk ke wilayah perkotaan serta keberadaan gudang dalam kota kembali menjadi sorotan.
Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Makassar, Basdir, menilai regulasi yang ada saat ini belum cukup kuat. Menurutnya, Peraturan Wali Kota (Perwali) belum memuat sanksi tegas bagi pelanggar.
"Ini kan persoalan yang berulang. Ini persoalan yang dari tahun ke tahun tidak pernah ada penyelesaian. Sejak saya periode pertama jadi anggota DPRD sampai dengan hari ini, itu belum ada penyelesaian. Nah, sekarang ada dua hal yang kita lakukan di DPRD," ujarnya.
Sebagai langkah strategis jangka panjang, DPRD Kota Makassar tengah menyusun Peraturan Daerah (Perda) yang ditargetkan rampung pada 2026. Regulasi ini diharapkan memperkuat Perwali yang dinilai masih lemah.
"Jadi kekuatannya lebih kuat ketika kita buatkan Perda. Sekarang ini lagi kita godok, tahun ini selesai. Itu untuk jangka panjang.
Untuk jangka pendeknya sekarang ini, kami minta Camat, Dinas Perhubungan, Satpol untuk menindak tegas, karena ini kan persoalan di Jalan Gatot, dekat rumah saya itu, sudah dua yang meninggal gara-gara mobil truk," katanya.
Basdir menegaskan, persoalan ini mendesak ditangani karena telah menimbulkan korban jiwa. Tercatat dua orang meninggal dunia akibat kecelakaan yang melibatkan truk di dalam kota.
Selain aspek keselamatan, keberadaan truk bertonase besar juga disebut mempercepat kerusakan jalan. Kondisi ini terjadi di sejumlah titik, seperti Jalan Gatot Subroto, Teuku Umar, hingga Kecamatan Wajo.
"Coba lihat di daerah Jalan Gatot Subroto, daerah Teuku Umar, kemudian di Kecamatan Wajo. Beh, parah di sana! Ini mobil truk apa ya, berkedok ekspedisi, faktanya di situ gudang. Barang di situ. Jadi kalau saya, pemerintah mestinya lebih tegas, apalagi kalau misalnya sudah selesai ini Peraturan Daerah, semua harus kembali ke aturan yang dibuat Perwali itu. Nanti kita penguatannya di Perda. Tidak bisa dibiarkan begini, nyawa direnggut," tegasnya.
Ia menambahkan, ukuran kendaraan yang tidak sebanding dengan kapasitas jalan turut memperparah kerusakan infrastruktur serta mengganggu kelancaran lalu lintas.
Sambil menunggu Perda rampung, DPRD meminta pemerintah segera melakukan penindakan di lapangan. Basdir menyebut pihaknya telah menyurati Wali Kota untuk mempercepat pengajuan draf Ranperda.
"Ini kan kita sudah surati Pak Wali per hari Jumat (10/4/2026) kemarin. Kita minta semua SKPD memasukkan draf Ranperda-nya beserta naskah akademiknya. Kalau ada itu kita gas! Apalagi saya Ketua Bampemperda, setelah suratnya masuk langsung kita gas ini Perda-Perda yang dianggap prioritas. Bukan, banyak masalahnya, Pak. Kecelakaan, itu tadi foto," ujarnya.
DPRD juga menekankan pentingnya pengaturan operasional distribusi barang. Ke depan, aktivitas bongkar muat diharapkan terpusat di kawasan pergudangan di Kecamatan Biringkanaya dan Tamalanrea.
"Kecuali mobil yang memang mengangkut logistik misalnya ke pelabuhan. Cuma enaknya sekarang karena ada sudah ada tol langsung masuk ke itu, ke pelabuhan kan. Jadi saya kira itu tidak menjadi masalah lagi. Ini tinggal ini yang ekspedisi-ekspedisi ini yang bongkar muat," tukasnya.
Basdir optimistis Perda yang tengah disusun akan efektif menertibkan gudang dalam kota, terutama dengan adanya sanksi tegas bagi pelanggar.
"Kalau saya penuh optimisme, karena di situ nanti akan kita masukkan sanksi tegas di situ, di Perda itu. Kalau di Perwali ini kan tidak mengikat sanksinya. Tapi kalau Perda kan jelas mengikat. Kita bisa cabut izinnya yang terkait dengan pemerintah kota, yang keluar dari pemerintah kota, ataukah pelanggaran apa pun pasti kita bisa tindak tegas," ucapnya.
Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Makassar, Basdir, menilai regulasi yang ada saat ini belum cukup kuat. Menurutnya, Peraturan Wali Kota (Perwali) belum memuat sanksi tegas bagi pelanggar.
"Ini kan persoalan yang berulang. Ini persoalan yang dari tahun ke tahun tidak pernah ada penyelesaian. Sejak saya periode pertama jadi anggota DPRD sampai dengan hari ini, itu belum ada penyelesaian. Nah, sekarang ada dua hal yang kita lakukan di DPRD," ujarnya.
Sebagai langkah strategis jangka panjang, DPRD Kota Makassar tengah menyusun Peraturan Daerah (Perda) yang ditargetkan rampung pada 2026. Regulasi ini diharapkan memperkuat Perwali yang dinilai masih lemah.
"Jadi kekuatannya lebih kuat ketika kita buatkan Perda. Sekarang ini lagi kita godok, tahun ini selesai. Itu untuk jangka panjang.
Untuk jangka pendeknya sekarang ini, kami minta Camat, Dinas Perhubungan, Satpol untuk menindak tegas, karena ini kan persoalan di Jalan Gatot, dekat rumah saya itu, sudah dua yang meninggal gara-gara mobil truk," katanya.
Basdir menegaskan, persoalan ini mendesak ditangani karena telah menimbulkan korban jiwa. Tercatat dua orang meninggal dunia akibat kecelakaan yang melibatkan truk di dalam kota.
Selain aspek keselamatan, keberadaan truk bertonase besar juga disebut mempercepat kerusakan jalan. Kondisi ini terjadi di sejumlah titik, seperti Jalan Gatot Subroto, Teuku Umar, hingga Kecamatan Wajo.
"Coba lihat di daerah Jalan Gatot Subroto, daerah Teuku Umar, kemudian di Kecamatan Wajo. Beh, parah di sana! Ini mobil truk apa ya, berkedok ekspedisi, faktanya di situ gudang. Barang di situ. Jadi kalau saya, pemerintah mestinya lebih tegas, apalagi kalau misalnya sudah selesai ini Peraturan Daerah, semua harus kembali ke aturan yang dibuat Perwali itu. Nanti kita penguatannya di Perda. Tidak bisa dibiarkan begini, nyawa direnggut," tegasnya.
Ia menambahkan, ukuran kendaraan yang tidak sebanding dengan kapasitas jalan turut memperparah kerusakan infrastruktur serta mengganggu kelancaran lalu lintas.
Sambil menunggu Perda rampung, DPRD meminta pemerintah segera melakukan penindakan di lapangan. Basdir menyebut pihaknya telah menyurati Wali Kota untuk mempercepat pengajuan draf Ranperda.
"Ini kan kita sudah surati Pak Wali per hari Jumat (10/4/2026) kemarin. Kita minta semua SKPD memasukkan draf Ranperda-nya beserta naskah akademiknya. Kalau ada itu kita gas! Apalagi saya Ketua Bampemperda, setelah suratnya masuk langsung kita gas ini Perda-Perda yang dianggap prioritas. Bukan, banyak masalahnya, Pak. Kecelakaan, itu tadi foto," ujarnya.
DPRD juga menekankan pentingnya pengaturan operasional distribusi barang. Ke depan, aktivitas bongkar muat diharapkan terpusat di kawasan pergudangan di Kecamatan Biringkanaya dan Tamalanrea.
"Kecuali mobil yang memang mengangkut logistik misalnya ke pelabuhan. Cuma enaknya sekarang karena ada sudah ada tol langsung masuk ke itu, ke pelabuhan kan. Jadi saya kira itu tidak menjadi masalah lagi. Ini tinggal ini yang ekspedisi-ekspedisi ini yang bongkar muat," tukasnya.
Basdir optimistis Perda yang tengah disusun akan efektif menertibkan gudang dalam kota, terutama dengan adanya sanksi tegas bagi pelanggar.
"Kalau saya penuh optimisme, karena di situ nanti akan kita masukkan sanksi tegas di situ, di Perda itu. Kalau di Perwali ini kan tidak mengikat sanksinya. Tapi kalau Perda kan jelas mengikat. Kita bisa cabut izinnya yang terkait dengan pemerintah kota, yang keluar dari pemerintah kota, ataukah pelanggaran apa pun pasti kita bisa tindak tegas," ucapnya.
(MAN)
Berita Terkait
Makassar City
DPRD Makassar Dukung Mitigasi Kekeringan, Dorong Maksimalisasi Air Bersih dan BTT
Anggota DPRD Kota Makassar menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Pemkot Makassar dalam mengantisipasi potensi kekeringan yang kerap terjadi di sejumlah wilayah saat musim kemarau.
Selasa, 14 Jul 2026 19:40
Makassar City
DPRD Makassar Target Pindah ke Kantor Sementara di Jalan Pettarani Oktober 2026
Pimpinan dan anggota DPRD Kota Makassar bersama perwakilan Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan Kementerian PUPR meninjau kesiapan gedung yang akan digunakan sebagai kantor sementara Sekretariat DPRD Makassar di Jalan Pettarani, Senin (6/7/2026).
Senin, 06 Jul 2026 17:39
News
Tinjau Intake Manggala, Komisi B DPRD Makassar Nilai Direksi PDAM Bekerja Maksimal
Komisi B DPRD Kota Makassar mengapresiasi langkah cepat jajaran direksi Perumda Air Minum Kota Makassar dalam memperkuat pelayanan air bersih melalui pengoperasian Intake Manggala.
Senin, 06 Jul 2026 16:32
News
Serapan Anggaran di Bawah 30%, DPRD Makassar Minta SKPD Percepat Kinerja
Komisi C DPRD Kota Makassar menyoroti rendahnya realisasi serapan anggaran sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) hingga triwulan kedua tahun 2026.
Sabtu, 04 Jul 2026 09:27
News
Kesbangpol Diminta Proaktif Cegah Dugaan Praktik Jual Beli Jabatan di Makassar
Komisi A DPRD Kota Makassar meminta Badan Kesbangpol memperkuat fungsi deteksi dini terhadap berbagai isu yang berpotensi mengganggu tata kelola pemerintahan, termasuk dugaan jual beli jabatan.
Jum'at, 03 Jul 2026 21:50
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
PDAM Makassar Pastikan Distribusi Air Aman, Prediksi 30 Hari Bukan Kondisi Terkini
2
KM Nurul Salsa Mati Mesin hingga Tenggelam di Perairan Selayar, 24 Korban Masih Dicari
3
Massa Geruduk DPRD Sulsel, Desak Bentuk Pansus Hak Angket Usut GMTD
4
Prof Amir Ilyas Dorong Dosen Unhas Ubah Hasil Riset Menjadi Peluang Usaha Bernilai Ekonomi
5
BPBD Makassar Perkuat Koordinasi Lintas Sektor, Siapkan Penanganan Dampak Kekeringan
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
PDAM Makassar Pastikan Distribusi Air Aman, Prediksi 30 Hari Bukan Kondisi Terkini
2
KM Nurul Salsa Mati Mesin hingga Tenggelam di Perairan Selayar, 24 Korban Masih Dicari
3
Massa Geruduk DPRD Sulsel, Desak Bentuk Pansus Hak Angket Usut GMTD
4
Prof Amir Ilyas Dorong Dosen Unhas Ubah Hasil Riset Menjadi Peluang Usaha Bernilai Ekonomi
5
BPBD Makassar Perkuat Koordinasi Lintas Sektor, Siapkan Penanganan Dampak Kekeringan