RDP Perdana, Komisi B DPRD Makassar Kawal Kinerja Plt Direksi Baru PDAM
Rabu, 29 Apr 2026 19:55
RDP Komisi B DPRD Makassar bersama direksi PDAM Makassar. Foto: Istimewa
MAKASSAR - Komisi B DPRD Kota Makassar menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) perdana bersama jajaran Pelaksana Tugas (Plt) Direksi PDAM Kota Makassar yang baru, Selasa (28/4/2026).
Pertemuan tersebut menjadi ajang konsolidasi sekaligus penegasan komitmen dalam menuntaskan persoalan krisis air bersih, khususnya di wilayah utara Kota Makassar.
Ketua Komisi B DPRD Makassar, Ismail, mengatakan RDP ini digelar sebagai langkah percepatan program kerja setelah penetapan Plt Direksi PDAM Makassar yang baru.
"Hari ini kita sudah selesai RDP dengan PDAM Kota Makassar. Dalam hal ini sudah ada resmi Plt Direksi yang ada," jelasnya.
Ia menjelaskan, penunjukan direksi baru tersebut telah sesuai dengan regulasi dalam Permendagri. Menurutnya, pengisian jabatan dilakukan secara otomatis oleh Dewan Pengawas (Dewas) karena posisi direksi telah kosong dan masa perpanjangan Plt sebelumnya tidak dapat dilanjutkan.
"Pak Sekda (Andi Zulkifli Nanda) kan tidak mungkin jadi dirutnya di situ karena dia juga ketua Dewas. Nah, inilah dipilih orang tiga," sebutnya.
Ia juga menepis isu adanya intervensi pihak tertentu dalam pengisian jabatan tersebut.
"Pertama dulu saya clearkan bahwa direksi ini sesuai dengan Permendagri, jabatan direksi kosong sudah otomatis Dewas yang akan jadi direksi," tegasnya.
"Murni karena memang Permendagrinya ada. Karena direksi sudah Plt-nya dua kali tidak bisa diperpanjang, sudah otomatis ada PLT dari Dewas. Nah, Dewas-Dewas ya naik menjadi PLT direksi. Kebetulan PLT Dewas-Dewas ini adalah empat orang," tukasnya.
Sebagai tindak lanjut dari RDP, Komisi B DPRD Makassar dijadwalkan melakukan kunjungan lapangan ke wilayah utara Kota Makassar guna memastikan komitmen direksi baru dalam menangani krisis air secara cepat.
"Banyak juga suara-suara yang masuk, banyak aspirasi yang masuk. Kami sekarang Ketua Komisi B dengan beserta dengan anggotanya berkomitmen mem-backup penuh direksi yang ada," ujarnya melalui WhatsApp.
Menurut Ismail, hasil RDP menghasilkan komitmen kuat bahwa seluruh persoalan distribusi air harus menjadi prioritas utama dan segera dituntaskan tanpa penundaan.
"Segala akan berjalan dengan baik, Komisi B ada di belakang kita untuk mengawasi sesuai dengan fungsinya masing-masing. Dari hasil RDP kemarin, komitmennya PDAM sendiri, direksi, dalam 6 bulan ini kan jabatan ini kan enam bulan," katanya.
Komisi B juga mendesak PDAM untuk tidak lagi hanya memberikan janji kepada masyarakat, terutama warga di wilayah utara yang selama ini paling terdampak krisis air bersih.
"Kebetulan kami di Komisi B ada lima anggota DPR di sini dari Utara Kota, jadi itu menjadi permasalahan besar kami di Komisi B," terang Ismail.
Selain itu, DPRD mulai mendalami keterlibatan pihak ketiga dalam pengelolaan air bersih di wilayah utara kota. Jika dinilai tidak memberi manfaat nyata, kerja sama tersebut akan dievaluasi, bahkan bisa direvisi.
"Silakan panggil pihak ketiganya, nanti kita panggil sama-sama. Kalau memang tidak komitmen ingin ini pihak ketiganya, kita bikin adendum baru. Periksa dulu eh kerjasamanya seperti apa," paparnya.
Ia menegaskan, pihaknya tidak segan mengakhiri atau merevisi kontrak kerja sama jika terbukti tidak menguntungkan masyarakat.
"Bikin adendum baru saja kalau misalnya tidak selesaikan dengan baik. Kalau pihak ketiga itu Traya," tuturnya.
Pertemuan tersebut menjadi ajang konsolidasi sekaligus penegasan komitmen dalam menuntaskan persoalan krisis air bersih, khususnya di wilayah utara Kota Makassar.
Ketua Komisi B DPRD Makassar, Ismail, mengatakan RDP ini digelar sebagai langkah percepatan program kerja setelah penetapan Plt Direksi PDAM Makassar yang baru.
"Hari ini kita sudah selesai RDP dengan PDAM Kota Makassar. Dalam hal ini sudah ada resmi Plt Direksi yang ada," jelasnya.
Ia menjelaskan, penunjukan direksi baru tersebut telah sesuai dengan regulasi dalam Permendagri. Menurutnya, pengisian jabatan dilakukan secara otomatis oleh Dewan Pengawas (Dewas) karena posisi direksi telah kosong dan masa perpanjangan Plt sebelumnya tidak dapat dilanjutkan.
"Pak Sekda (Andi Zulkifli Nanda) kan tidak mungkin jadi dirutnya di situ karena dia juga ketua Dewas. Nah, inilah dipilih orang tiga," sebutnya.
Ia juga menepis isu adanya intervensi pihak tertentu dalam pengisian jabatan tersebut.
"Pertama dulu saya clearkan bahwa direksi ini sesuai dengan Permendagri, jabatan direksi kosong sudah otomatis Dewas yang akan jadi direksi," tegasnya.
"Murni karena memang Permendagrinya ada. Karena direksi sudah Plt-nya dua kali tidak bisa diperpanjang, sudah otomatis ada PLT dari Dewas. Nah, Dewas-Dewas ya naik menjadi PLT direksi. Kebetulan PLT Dewas-Dewas ini adalah empat orang," tukasnya.
Sebagai tindak lanjut dari RDP, Komisi B DPRD Makassar dijadwalkan melakukan kunjungan lapangan ke wilayah utara Kota Makassar guna memastikan komitmen direksi baru dalam menangani krisis air secara cepat.
"Banyak juga suara-suara yang masuk, banyak aspirasi yang masuk. Kami sekarang Ketua Komisi B dengan beserta dengan anggotanya berkomitmen mem-backup penuh direksi yang ada," ujarnya melalui WhatsApp.
Menurut Ismail, hasil RDP menghasilkan komitmen kuat bahwa seluruh persoalan distribusi air harus menjadi prioritas utama dan segera dituntaskan tanpa penundaan.
"Segala akan berjalan dengan baik, Komisi B ada di belakang kita untuk mengawasi sesuai dengan fungsinya masing-masing. Dari hasil RDP kemarin, komitmennya PDAM sendiri, direksi, dalam 6 bulan ini kan jabatan ini kan enam bulan," katanya.
Komisi B juga mendesak PDAM untuk tidak lagi hanya memberikan janji kepada masyarakat, terutama warga di wilayah utara yang selama ini paling terdampak krisis air bersih.
"Kebetulan kami di Komisi B ada lima anggota DPR di sini dari Utara Kota, jadi itu menjadi permasalahan besar kami di Komisi B," terang Ismail.
Selain itu, DPRD mulai mendalami keterlibatan pihak ketiga dalam pengelolaan air bersih di wilayah utara kota. Jika dinilai tidak memberi manfaat nyata, kerja sama tersebut akan dievaluasi, bahkan bisa direvisi.
"Silakan panggil pihak ketiganya, nanti kita panggil sama-sama. Kalau memang tidak komitmen ingin ini pihak ketiganya, kita bikin adendum baru. Periksa dulu eh kerjasamanya seperti apa," paparnya.
Ia menegaskan, pihaknya tidak segan mengakhiri atau merevisi kontrak kerja sama jika terbukti tidak menguntungkan masyarakat.
"Bikin adendum baru saja kalau misalnya tidak selesaikan dengan baik. Kalau pihak ketiga itu Traya," tuturnya.
(MAN)
Berita Terkait
Makassar City
DPRD Makassar Desak BPJS Kesehatan Lanjutkan Kerja Sama dengan RS Bahagia
Komisi D DPRD Kota Makassar menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama BPJS Kesehatan di Ruang Rapat Paripurna Kantor Sementara DPRD Kota Makassar, eks Kantor Perumnas Regional VII, Jalan Hertasning, Rabu (13/5/2026).
Rabu, 13 Mei 2026 19:52
News
Minta Transparansi, Penghuni Vida View Siap Bawa Kisruh IPL dan P3SRS ke DPRD Makassar
Perwakilan warga pemilik unit di apartemen vida view bersitegang dengan pihak building manajemen (BM). Keributan sempat terjadi di ruang building manajemen lantai 1 apartemen vida view, Panakukang. Rabu (13/05/2026).
Rabu, 13 Mei 2026 18:23
Makassar City
Ketua DPRD Makassar Jempol Langkah Tegas Polisi terhadap Geng Motor
Ketua DPRD Kota Makassar, Supratman, mengapresiasi langkah Polrestabes Makassar dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya dalam penanganan aksi geng motor yang meresahkan warga.
Rabu, 13 Mei 2026 06:14
Sulsel
Pemkot Makassar Lanjutkan Seleksi Direksi PDAM, Kemendagri Masuk Timsel
Pemkot Makassar memastikan proses seleksi Direksi PDAM Makassar segera memasuki tahap lanjutan setelah Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, melakukan audiensi dengan jajaran Kemendagri di Jakarta.
Selasa, 12 Mei 2026 09:27
News
Makassar Krisis Lahan Pemakaman, Muchlis Misba Ungkap Rencana TPU Baru di Maros
Ketersediaan lahan Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Kota Makassar mulai kritis. Sejumlah lokasi pemakaman dilaporkan telah mencapai kapasitas maksimal.
Rabu, 06 Mei 2026 08:27
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Dua Tokoh Pendidikan Malaysia Sambangi SIT Darul Fikri Makassar
2
Minta Transparansi, Penghuni Vida View Siap Bawa Kisruh IPL dan P3SRS ke DPRD Makassar
3
Ketua Komisi III DPRD Maros Desak Polisi Tuntaskan Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes
4
Kinerja Moncer Awal 2026, SPJM Bukukan Laba Bersih di Atas Target
5
MaxOne Hotel & Resort Makassar Gelar Donor Darah Rutin Bersama Relawan PMI Makassar
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Dua Tokoh Pendidikan Malaysia Sambangi SIT Darul Fikri Makassar
2
Minta Transparansi, Penghuni Vida View Siap Bawa Kisruh IPL dan P3SRS ke DPRD Makassar
3
Ketua Komisi III DPRD Maros Desak Polisi Tuntaskan Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes
4
Kinerja Moncer Awal 2026, SPJM Bukukan Laba Bersih di Atas Target
5
MaxOne Hotel & Resort Makassar Gelar Donor Darah Rutin Bersama Relawan PMI Makassar