1.200 Siswa SIT Darul Fikri Makassar Ikut Simulasi Manasik Haji Terpadu

Kamis, 30 Apr 2026 21:29
1.200 Siswa SIT Darul Fikri Makassar Ikut Simulasi Manasik Haji Terpadu
Simulasi Manasik Haji Akbar di lapangan SD SIT Darul Fikri Makassar, Kamis (30/4/2026). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
Comment
Share
MAKASSAR - Sekolah Islam Terpadu Darul Fikri Makassar menggelar simulasi Manasik Haji Akbar yang diikuti 1.200 siswa, di Jalan Meranti, Kecamatan Panakkukang, Kamis (30/4/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sekolah menanamkan nilai-nilai religius sejak dini kepada peserta didik dari berbagai jenjang, mulai dari TK hingga SMA.

Ketua Yayasan SIT Darul Fikri, Rasyidin Adnan, menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut.

"Kegiatan ini merupakan bagian daripada kurikulum khas Darul Fikri, di mana kita ingin menanamkan nilai-nilai religius kepada anak-anak kita sejak dini. Tahun ini diikuti 1.200 siswa," ujarnya kepada wartawan.

Melalui simulasi ini, siswa tidak hanya memperoleh pemahaman teori, tetapi juga mempraktikkan langsung rangkaian ibadah haji.

"Harapan kami dengan kegiatan ini, tumbuh semangat dan kerinduan di dalam hati anak-anak kita untuk bisa menunaikan rukun Islam yang kelima ini suatu saat nanti," harapnya.

Rasyidin menambahkan, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi antar-unit pendidikan di bawah naungan SIT Darul Fikri, mulai dari TK, SD, SMP hingga SMA.

"Semoga ini menjadi amal jariyah bagi kita semua dan memberikan dampak positif bagi pembentukan karakter anak didik kita di SIT Darul Fikri Makassar. Lalu agenda ini dimulai sejak 2013," ucapnya.

Sementara itu, Kepala SD SIT Darul Fikri, A. Sriwahyuni, menjelaskan bahwa peserta berasal dari berbagai jenjang pendidikan.

"Alhamdulillah untuk SMA-nya itu jadi askar, untuk anak SMA. Untuk SMP sampai RTK sebagai peserta manasik. Jadi tadi alhamdulillah dimulai dari miqat di kelas masing-masing, kemudian menuju Arafah di SMP, kemudian kembali ke sini untuk melempar jumrah, lalu tawaf, kemudian sai, tahalul sebentar di SMA sama RTK," sebutnya.

Ia mengatakan, kegiatan ini bertujuan mengenalkan ibadah haji secara langsung kepada siswa, terutama menjelang momentum Iduladha dan musim haji.

"Semoga nanti ketika sudah besar (murid dan siswa SIT Darul Fikri Makasdar) bisa berhaji seperti sesuai dengan panggilan Allah. Jadi ini adalah kegiatan tahunan. Nantinya selain murid kami di sini, bisa juga sekolah lain untuk ketika ada sekolah lain mau manasik di sini bisa," harapnya.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan agenda rutin yang sempat terhenti saat pandemi, dan kini kembali dilaksanakan secara penuh.

"Untuk tahun ini semua unit di lokasi sini karena untuk pergi ke Sudiang itu tidak memungkinkan karena sudah masuk musim haji. Jadi kami berinisiatif buat sendiri seperti layaknya di Arab Saudi," katanya.

Ia juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak ke depan.

"Insyaallah nanti kami bermitra lagi dengan MUI, karena kebetulan alhamdulillah waktu Ramadan (Jumat, 13/3/2026) kami pernah memanggil Ketua MUI Sulawesi Selatan," akunya.

Selain edukasi, sekolah juga memberikan penghargaan berupa umrah bagi guru berprestasi.

"Untuk guru sendiri itu (reward umrah). Untuk edukasinya tetap kita edukasi di dalam kelas saja. Terkait untuk menabung untuk haji karena memang kalau kuota haji kan harus berpuluh tahun," tutupnya.

Ketua panitia, Zabir S., menjelaskan bahwa kegiatan ini memberikan pemahaman menyeluruh tentang rangkaian ibadah haji.

"Mulai dari proses bagaimana mereka berada di Miqat, kemudian ke Arafah, kemudian ke Musdalifah, ke Mina, melempar jumrah, kemudian Tawaf, dan diakhiri dengan Sai dan Tahalul," urainya.

Ia berharap kegiatan ini mampu menanamkan kecintaan terhadap ibadah haji sejak dini.

"Sehingga melalui simulasi dan edukasi ini, anak-anak kita sudah memiliki pengalaman secara lahiriah bagaimana pelaksanaan ibadah haji itu sebenarnya," terangnya.

Zabir menambahkan, kegiatan ini melibatkan guru, orang tua, hingga masyarakat sekitar.

"Harapan kami mudah-mudahan kegiatan ini memberikan dampak yang positif bagi perkembangan karakter anak-anak kita, terutama dalam hal ketaatan mereka kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan juga rasa cinta mereka kepada syiar-syiar Islam," pungkasnya.
(MAN)
Berita Terkait
Berita Terbaru