53 Siswa SMA Islam Athirah Bukit Baruga Makassar Ikuti Sertifikasi Guru Al-Qur’an
Minggu, 14 Jun 2026 16:39
Kegiatan Sertifikasi Guru Al-Quran Metode Ummi di Hotel Continent Centrepoint, Jalan Adhyaksa, Makassar, Minggu (14/6/2026). Foto: Istimewa
MAKASSAR - SMA Islam Athirah Bukit Baruga Makassar menggelar Sertifikasi Guru Al-Qur'an Metode Ummi bagi 53 siswa kelas XI di Hotel Continent Centrepoint, Jalan Adhyaksa, Makassar, Minggu (14/6/2026).
Program tersebut menjadi bagian dari sistem jaminan mutu sekolah untuk memastikan lulusan memiliki kompetensi membaca dan mengajarkan Al-Qur'an yang terukur serta diakui melalui sertifikasi dari Ummi Foundation.
Kegiatan dibuka jajaran pimpinan Sekolah Islam Athirah, di antaranya Wakil Direktur SIA Mas Aman Uppi SPd MPd, Kepala SMA Islam Athirah Bukit Baruga Dr Bakry MPd, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Shandra Santika Nur P SPd, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan dan Keagamaan Sabaruddin Lc, serta Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan IT Haerul Tamimin SPd. Kegiatan juga dihadiri wali kelas, guru Al-Qur'an, dan peserta sertifikasi.
Wakil Kepala SMA Islam Athirah Bukit Baruga Bidang Kurikulum, Shandra Santika Nur P SPd, mengatakan sertifikasi Al-Qur'an telah menjadi salah satu indikator kualitas lulusan sekolah.
Menurut dia, kemampuan membaca Al-Qur'an siswa tidak hanya diukur secara internal, tetapi juga melalui lembaga yang memiliki standar sertifikasi nasional.
"Program ini merupakan bagian dari jaminan mutu sekolah. Kami ingin memastikan bahwa siswa yang lulus dari Athirah memiliki kemampuan tahsin yang tersertifikasi dan mendapatkan pengakuan resmi," ujarnya.
Program sertifikasi tersebut telah berjalan selama tiga tahun terakhir. Tahun ini, standar kelulusan peserta ditingkatkan dibandingkan tahun sebelumnya.
"Kami mendengar langsung dari tim Ummi Foundation bahwa grade peserta tahun ini ditingkatkan. Artinya standar yang harus dicapai siswa juga lebih tinggi," kata Shandra.
Selain mengikuti sertifikasi, peserta yang dinyatakan lulus juga diwajibkan menjalani program magang sebelum menerima sertifikat resmi.
Mereka akan menjadi tutor sebaya atau mengajar adik kelas sebagai bentuk implementasi kompetensi yang telah diperoleh selama proses pembelajaran.
"Anak-anak tidak hanya mengikuti kegiatan selama tiga hari lalu selesai begitu saja. Mereka harus membuktikan kemampuan yang dimiliki melalui program magang sebelum menerima sertifikat," jelas Shandra.
Menurutnya, kebijakan tersebut sejalan dengan ketentuan Ummi Foundation yang mendorong peserta sertifikasi memiliki pengalaman mengajar secara langsung.
Sekolah juga tengah merancang keterlibatan siswa yang telah tersertifikasi sebagai Teaching Assistant bagi guru Al-Qur'an di lingkungan sekolah.
Tahun ini, pelaksanaan sertifikasi juga dimajukan ke kelas XI. Sebelumnya, program tersebut lebih banyak diikuti siswa kelas XII.
Shandra mengatakan keputusan itu diambil karena siswa kelas XII memiliki agenda akademik yang semakin padat, mulai dari persiapan masuk perguruan tinggi, Tes Kompetensi Akademik (TKA), hingga berbagai program penunjang kelulusan.
"Kami ingin siswa fokus menghadapi berbagai agenda penting di kelas XII. Karena itu sertifikasi kami percepat ke kelas XI agar prosesnya lebih optimal," ujarnya.
Sekolah juga berencana membuka batch kedua pada September atau Oktober mendatang bagi siswa yang belum memenuhi standar kelulusan.
Peserta yang belum lolos tetap memiliki kesempatan mengikuti sertifikasi berikutnya setelah menjalani pembinaan sesuai ketentuan Ummi Foundation, termasuk karantina dan tes ulang kompetensi.
"Kami ingin sertifikasi ini memiliki makna dan kualitas. Karena itu proses pembinaan tetap dilakukan bagi siswa yang belum lolos," kata Shandra.
Sementara itu, Ketua Panitia Sertifikasi, Darwis SE MM, mengatakan manfaat program tersebut tidak hanya meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an, tetapi juga memberikan pengakuan kompetensi mengajar melalui Metode Ummi.
"Melalui sertifikasi ini anak-anak memperoleh pengakuan bahwa mereka memiliki kemampuan mengajar Al-Qur'an. Ini sangat penting untuk membangun kepercayaan diri mereka," ujarnya.
Menurut Darwis, masih banyak siswa yang memiliki kemampuan baik dalam bidang Al-Qur'an, tetapi belum percaya diri untuk tampil sebagai pengajar.
Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman mengenai metode pembelajaran Al-Qur'an yang efektif agar proses belajar berlangsung lebih sistematis, terukur, dan mudah dipahami.
Melalui program tersebut, SMA Islam Athirah Bukit Baruga berupaya menyiapkan lulusan yang tidak hanya mampu membaca Al-Qur'an dengan baik, tetapi juga memiliki kemampuan mengajarkan dan mendampingi pembelajaran Al-Qur'an di lingkungan sekitarnya.
Program tersebut menjadi bagian dari sistem jaminan mutu sekolah untuk memastikan lulusan memiliki kompetensi membaca dan mengajarkan Al-Qur'an yang terukur serta diakui melalui sertifikasi dari Ummi Foundation.
Kegiatan dibuka jajaran pimpinan Sekolah Islam Athirah, di antaranya Wakil Direktur SIA Mas Aman Uppi SPd MPd, Kepala SMA Islam Athirah Bukit Baruga Dr Bakry MPd, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Shandra Santika Nur P SPd, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan dan Keagamaan Sabaruddin Lc, serta Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan IT Haerul Tamimin SPd. Kegiatan juga dihadiri wali kelas, guru Al-Qur'an, dan peserta sertifikasi.
Wakil Kepala SMA Islam Athirah Bukit Baruga Bidang Kurikulum, Shandra Santika Nur P SPd, mengatakan sertifikasi Al-Qur'an telah menjadi salah satu indikator kualitas lulusan sekolah.
Menurut dia, kemampuan membaca Al-Qur'an siswa tidak hanya diukur secara internal, tetapi juga melalui lembaga yang memiliki standar sertifikasi nasional.
"Program ini merupakan bagian dari jaminan mutu sekolah. Kami ingin memastikan bahwa siswa yang lulus dari Athirah memiliki kemampuan tahsin yang tersertifikasi dan mendapatkan pengakuan resmi," ujarnya.
Program sertifikasi tersebut telah berjalan selama tiga tahun terakhir. Tahun ini, standar kelulusan peserta ditingkatkan dibandingkan tahun sebelumnya.
"Kami mendengar langsung dari tim Ummi Foundation bahwa grade peserta tahun ini ditingkatkan. Artinya standar yang harus dicapai siswa juga lebih tinggi," kata Shandra.
Selain mengikuti sertifikasi, peserta yang dinyatakan lulus juga diwajibkan menjalani program magang sebelum menerima sertifikat resmi.
Mereka akan menjadi tutor sebaya atau mengajar adik kelas sebagai bentuk implementasi kompetensi yang telah diperoleh selama proses pembelajaran.
"Anak-anak tidak hanya mengikuti kegiatan selama tiga hari lalu selesai begitu saja. Mereka harus membuktikan kemampuan yang dimiliki melalui program magang sebelum menerima sertifikat," jelas Shandra.
Menurutnya, kebijakan tersebut sejalan dengan ketentuan Ummi Foundation yang mendorong peserta sertifikasi memiliki pengalaman mengajar secara langsung.
Sekolah juga tengah merancang keterlibatan siswa yang telah tersertifikasi sebagai Teaching Assistant bagi guru Al-Qur'an di lingkungan sekolah.
Tahun ini, pelaksanaan sertifikasi juga dimajukan ke kelas XI. Sebelumnya, program tersebut lebih banyak diikuti siswa kelas XII.
Shandra mengatakan keputusan itu diambil karena siswa kelas XII memiliki agenda akademik yang semakin padat, mulai dari persiapan masuk perguruan tinggi, Tes Kompetensi Akademik (TKA), hingga berbagai program penunjang kelulusan.
"Kami ingin siswa fokus menghadapi berbagai agenda penting di kelas XII. Karena itu sertifikasi kami percepat ke kelas XI agar prosesnya lebih optimal," ujarnya.
Sekolah juga berencana membuka batch kedua pada September atau Oktober mendatang bagi siswa yang belum memenuhi standar kelulusan.
Peserta yang belum lolos tetap memiliki kesempatan mengikuti sertifikasi berikutnya setelah menjalani pembinaan sesuai ketentuan Ummi Foundation, termasuk karantina dan tes ulang kompetensi.
"Kami ingin sertifikasi ini memiliki makna dan kualitas. Karena itu proses pembinaan tetap dilakukan bagi siswa yang belum lolos," kata Shandra.
Sementara itu, Ketua Panitia Sertifikasi, Darwis SE MM, mengatakan manfaat program tersebut tidak hanya meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an, tetapi juga memberikan pengakuan kompetensi mengajar melalui Metode Ummi.
"Melalui sertifikasi ini anak-anak memperoleh pengakuan bahwa mereka memiliki kemampuan mengajar Al-Qur'an. Ini sangat penting untuk membangun kepercayaan diri mereka," ujarnya.
Menurut Darwis, masih banyak siswa yang memiliki kemampuan baik dalam bidang Al-Qur'an, tetapi belum percaya diri untuk tampil sebagai pengajar.
Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman mengenai metode pembelajaran Al-Qur'an yang efektif agar proses belajar berlangsung lebih sistematis, terukur, dan mudah dipahami.
Melalui program tersebut, SMA Islam Athirah Bukit Baruga berupaya menyiapkan lulusan yang tidak hanya mampu membaca Al-Qur'an dengan baik, tetapi juga memiliki kemampuan mengajarkan dan mendampingi pembelajaran Al-Qur'an di lingkungan sekitarnya.
(MAN)
Berita Terkait
Sulsel
223 Siswa SMPIT-SMAIT Ar-Rahmah Ikuti Pengukuhan Bacaan dan Hafalan Al-Qur'an
Sebanyak 223 siswa SMPIT-SMAIT Ar-Rahmah mengikuti wisuda tahfiz dan pengukuhan bacaan serta hafalan Al-Qur'an di Hotel Four Points Makassar, Minggu (14/6/2026).
Minggu, 14 Jun 2026 12:43
News
LAZ Hadji Kalla Perkuat TPQ di Pinrang Lewat Diklat Guru Mengaji Tilawati
LAZ Hadji Kalla menggelar Diklat Standardisasi Guru Mengaji Metode Tilawati Level 1 sebagai upaya memperkuat keberadaan TPQ di tengah masyarakat.
Minggu, 17 Mei 2026 17:59
Sulsel
Rayakan HUT ke-19, Gowata Sakti Motor Berbagi Al-Quran dan Iqro di Gowa
Memperingati anniversary ke-19, Gowata Sakti Motor menggelar kegiatan sosial dengan menyalurkan bantuan keagamaan kepada Masjid Al Arif Mangalli, Kabupaten Gowa, Minggu (10/5/2026).
Senin, 11 Mei 2026 14:33
News
SMA Islam Athirah Bukit Baruga Tamatkan 154 Siswa, 54 Dikukuhkan jadi Guru Ngaji
SMA Islam Athirah Bukit Baruga menggelar acara penamatan bagi 154 siswa angkatan ke-15 di Auditorium Athirah Kajaolalido, Sabtu (9/5/2026). Seluruh siswa dinyatakan lulus 100 persen.
Sabtu, 09 Mei 2026 15:29
Sulsel
Kisah Inspiratif Keluarga Penghafal Al-Qur’an di Bone, Borong 4 Emas MTQ
Momen Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 diwarnai kabar membanggakan dari Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.
Sabtu, 02 Mei 2026 09:03
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
223 Siswa SMPIT-SMAIT Ar-Rahmah Ikuti Pengukuhan Bacaan dan Hafalan Al-Qur'an
2
Kondisi Internal KONI Makassar Tak Kondusif, Prestasi Bisa Anjlok Drastis
3
Penguatan Peran Masjid untuk Ciptakan Gerakan Moral dan Sosial Masyarakat
4
Gelar Penamatan, SMP Islam Athirah Makassar Konsisten Cetak Lulusan Berkarakter
5
Konsumsi Meningkat, Pertamina Jamin Ketersediaan Pertalite
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
223 Siswa SMPIT-SMAIT Ar-Rahmah Ikuti Pengukuhan Bacaan dan Hafalan Al-Qur'an
2
Kondisi Internal KONI Makassar Tak Kondusif, Prestasi Bisa Anjlok Drastis
3
Penguatan Peran Masjid untuk Ciptakan Gerakan Moral dan Sosial Masyarakat
4
Gelar Penamatan, SMP Islam Athirah Makassar Konsisten Cetak Lulusan Berkarakter
5
Konsumsi Meningkat, Pertamina Jamin Ketersediaan Pertalite