Al Kahfi Time, Tradisi Jumat yang Menguatkan Spiritualitas Insan Athirah

Jum'at, 17 Jul 2026 11:45
Al Kahfi Time, Tradisi Jumat yang Menguatkan Spiritualitas Insan Athirah
Setiap pekan, seluruh guru, tenaga kependidikan, dan jajaran manajemen Sekolah Islam Athirah mengawali aktivitas dengan mengikuti Al Kahfi Time. Foto/Istimewa
Comment
Share
MAKASSAR - Hari Jumat memiliki makna istimewa bagi keluarga besar Sekolah Islam Athirah. Setiap pekan, seluruh guru, tenaga kependidikan, dan jajaran manajemen mengawali aktivitas dengan mengikuti Al Kahfi Time, tradisi membaca Surah Al-Kahfi yang telah menjadi bagian dari budaya sekolah.

Kegiatan yang dilaksanakan secara serentak di seluruh unit Sekolah Islam Athirah ini menjadi ruang untuk memperkuat nilai-nilai spiritual di tengah aktivitas pendidikan. Selama beberapa puluh menit, seluruh insan Athirah melantunkan ayat suci Al-Qur'an, menciptakan suasana khusyuk sebelum memulai pekerjaan.

Direktur Sekolah Islam Athirah, Syamril, mengatakan Al Kahfi Time merupakan salah satu program keagamaan yang dirancang untuk membangun budaya kerja yang tidak hanya profesional, tetapi juga berlandaskan nilai-nilai keislaman.

"Ini merupakan program keagamaan bagi guru dan karyawan. Tadarus bersama dan juga memahami makna dari ayat yang dibaca. Harapannya dapat menjadi jalan meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT," ujarnya.

Bagi Sekolah Islam Athirah, membaca Surah Al-Kahfi pada hari Jumat tidak sekadar menjalankan amalan sunnah. Tradisi ini juga menjadi ikhtiar bersama untuk memohon keberkahan, menghadirkan ketenangan hati, serta mengawali setiap aktivitas dengan mengingat Allah SWT.

Semangat kebersamaan tersebut berlanjut melalui program Jumat Berkah. Setelah tadarus, guru dan tenaga kependidikan mengikuti sarapan bersama yang disiapkan secara bergiliran oleh setiap departemen atau divisi di lingkungan manajemen. Momen ini menjadi ajang mempererat silaturahmi dan membangun keakraban di luar rutinitas pekerjaan.

Kepala Seksi QGDP Unit TK-SD Sekolah Islam Athirah, Komarudin Evendi, mengatakan pembiasaan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kedekatan seluruh insan Athirah dengan Al-Qur'an sekaligus memperkuat semangat pengabdian sebagai pendidik.

"Melalui pembiasaan ini, kami berharap interaksi dengan Al-Qur'an tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi juga mampu menghadirkan ketenangan, memperkuat semangat pengabdian, serta menjadi bekal dalam menjalankan amanah sebagai pendidik," jelasnya.

Pada kesempatan tertentu, Al Kahfi Time juga diisi dengan tausiah singkat yang mengajak guru dan tenaga kependidikan mentadabburi ayat-ayat Al-Qur'an. Melalui penguatan ruhani tersebut, para pendidik diingatkan bahwa tugas mereka tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga membangun karakter dan menjadi teladan bagi peserta didik.

Melalui Al Kahfi Time, Sekolah Islam Athirah terus merawat budaya kerja yang memadukan profesionalisme dengan spiritualitas. Tradisi ini menjadi bagian dari komitmen sekolah untuk menjadikan Al-Qur'an sebagai sumber inspirasi dalam menjalankan amanah pendidikan serta menghadirkan keberkahan bagi seluruh warga sekolah dan masyarakat.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru