SMPIT Darul Fikri Makassar Gelar International Journey di Dua Negara

Sabtu, 02 Mei 2026 17:17
SMPIT Darul Fikri Makassar Gelar International Journey di Dua Negara
Para murid SMPIT Darul Fikri Makassar saat mengunjungi Singapura. Foto: Istimewa
Comment
Share
MAKASSAR - Murid SMPIT Darul Fikri Makassar bekerja sama dengan Zain Tours and Travel melaksanakan program International Journey ke Malaysia dan Singapura selama lima hari empat malam, pada 26–30 April 2026.

Program ini dirancang sebagai pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang mengintegrasikan kemampuan bahasa Inggris, sains, kepemimpinan, serta penguatan karakter dalam konteks global.

Ketua Yayasan SIT Darul Fikri, Rasyidin Adnan mengatakan, salah satu kegiatan edukatif yang diikuti murid adalah kunjungan ke Petrosains, The Discovery Centre.

"Di pusat sains ini, murid belajar konsep sains dan teknologi dengan cara yang menyenangkan dan interaktif. Mereka mengeksplorasi berbagai wahana, mulai dari simulasi teknologi modern hingga pengenalan dunia robotik," katanya, Sabtu (2/5/2026).

Ia menjelaskan, pengalaman tersebut mendorong rasa ingin tahu, kreativitas, serta pemahaman bahwa sains dapat dipelajari secara menarik dan aplikatif.

"Mereka berinteraksi dengan teman maupun wisatawan asing untuk melatih keberanian, kepercayaan diri, serta kemampuan komunikasi dalam situasi nyata," lanjut Rasyidin.

Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya mengasah kemampuan berbicara, tetapi juga melatih keterampilan berpikir kritis dalam menyusun pertanyaan dan menggali informasi secara langsung.

"Selain itu, murid juga mengunjungi Masjid Sultan untuk beribadah sekaligus membuat video refleksi berbahasa Inggris sebagai bentuk eksplorasi diri. Pengalaman semakin lengkap dengan kunjungan ke pusat percetakan Al-Qur’an terbesar kedua di dunia, di mana murid mempelajari proses pembuatan mushaf serta sejarah para nabi melalui teknologi Virtual Reality yang interaktif dan edukatif," jelasnya.

Rasyidin berharap program ini memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan, menantang, dan inspiratif bagi murid.

"Diharapkan kegiatan ini mampu membentuk generasi yang cerdas, kreatif, percaya diri, serta siap menjadi pemimpin masa depan di tingkat internasional," harapnya.

Seluruh rangkaian kegiatan didokumentasikan dan dilaporkan oleh murid melalui aplikasi Aplasma yang dikembangkan secara mandiri oleh SIT Darul Fikri Makassar sebagai platform pembelajaran digital berbasis proyek (project-based learning).

Melalui aplikasi ini, murid mengunggah dokumentasi berupa foto dan video, menyusun laporan hasil observasi, wawancara, serta refleksi pribadi dari setiap kegiatan yang diikuti," lanjut Rasyidin.

Aplasma menjadi media integrasi antara pengalaman lapangan dan proses akademik di sekolah. Setiap tugas, mulai dari speaking challenge, pembuatan video berbahasa Inggris, hingga eksplorasi sains dan nilai keislaman, disusun dalam laporan digital yang sistematis.

Guru juga dapat melakukan pemantauan dan evaluasi secara real time, sehingga pembelajaran menjadi lebih terarah, terukur, dan bermakna.

Adapun rangkaian perjalanan dimulai dari Makassar menuju Kuala Lumpur. Setibanya di ibu kota Malaysia, murid mengikuti orientasi budaya dan wawasan global, kemudian mengunjungi sejumlah ikon kota, seperti Menara Kuala Lumpur dan kawasan Genting Highlands.

Kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke Istana Negara. Di lokasi tersebut, murid menjalani speaking challenge dengan berlatih percakapan bahasa Inggris secara langsung.

Perjalanan kemudian berlanjut ke Singapura. Di negara tersebut, murid melakukan wawancara dengan dua warga asing di kawasan Merlion Park sebagai bagian dari tantangan global.

Selanjutnya, rombongan menuju Melaka untuk mengeksplorasi kota bersejarah, sebelum kembali ke Kuala Lumpur dan singgah di Putrajaya sebagai pusat pemerintahan Malaysia.
(MAN)
Berita Terkait
Berita Terbaru