Siswa SD dari Berbagai Daerah Ikuti English Camp di SIT Darul Fikri Makassar

Jum'at, 01 Mei 2026 18:44
Siswa SD dari Berbagai Daerah Ikuti English Camp di SIT Darul Fikri Makassar
Suasana pembelajaran English Camp di aula SMPIT Darul Fikri Makassar, Jalan Meranti, Jumat (1/5/2026). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
Comment
Share
MAKASSAR - Sekolah Islam Terpadu (SIT) Darul Fikri Makassar menggelar program English Camp yang dipusatkan di aula SMPIT Darul Fikri Makassar, Jalan Meranti, Jumat (1/5/2026).

Kegiatan ini diikuti sebanyak 120 siswa sekolah dasar dari kelas 4, 5, dan 6. Peserta tidak hanya berasal dari internal sekolah, tetapi juga dari luar daerah, termasuk Kabupaten Sinjai.

Penanggung Jawab Bilingual Bahasa Inggris SIT Darul Fikri Makassar, Arman, menjelaskan komposisi peserta terdiri dari 84 perempuan dan 36 laki-laki.

"Untuk rinciannya yakni 84 peserta perempuan dan 36 peserta laki-laki. Peserta ada dari luar sekolah seperti dari daerah Kabupaten Sinjai, dan daerah lainnya," terangnya.

Program ini berlangsung selama tiga hari, mulai 1 hingga 3 Mei 2026, dengan konsep menginap. Selain pembelajaran bahasa Inggris, peserta juga dibekali pendidikan karakter dan keagamaan.

"Kami bekerja sama dengan English First atau EF. Kita berusaha supaya SIT Darul Fikri Makassar itu menjadi sekolah yang bisa dikatakan bahasa Inggrisnya itu lebih bagus, dan kita ingin ananda (peserta) yang ikut English Camp kita kali ini yaitu mandiri, karena kan banyak ananda kita itu baru pisah (bermalam) dari orang tuanya. Mereka pulang di hari Ahad sekitar pukul 10 pagi," tambahnya.

Arman menambahkan, materi yang diberikan mencakup komunikasi bahasa Inggris sehari-hari hingga public speaking, seperti menjadi MC formal dan informal serta presenter.

"Ananda juga belajar tentang mandiri, akhlaknya juga, dan setelah lepas dari English Camp ini nanti ananda akan menguasai 40 kosa kata bahasa Inggris," sebutnya saat dikonfirmasi.

Ia juga menyebutkan keterlibatan tenaga pengajar dari Inggris dalam kegiatan tersebut.

"Jadi tujuan utama saya sebenarnya adalah bagaimana supaya 120 orang ini berpikir bahwa bahasa Inggris itu tidak susah, bahasa Inggris itu gampang dan menyenangkan," katanya saat ditemui di sela kegiatan.

Sementara itu, Ketua Panitia English Camp, Zabir S., menjelaskan rangkaian kegiatan dimulai dari registrasi peserta hingga pembagian kelompok.

"Setelah magrib hari ini, kita akan ada perkenalan robotik. Ada perkenalan robotik (robotic time). Jam sepuluh anak-anak sudah harus istirahat karena besok harus berkegiatan lagi. Lalu pukul 4 subuh, mereka dibangunkan untuk melakukan salat lail dan salat subuh di pukul 5 pagi," jelasnya.

Pada hari kedua, peserta dijadwalkan mengikuti kegiatan Adventure di lingkungan sekolah.

"Kita akan jelajah dari gedung sekolah. Kita juga akan pakai gedung TK dan SD, semuanya besok. Insyaallah selama Adventure itu akan ada beberapa pos-pos yang akan dilalui. Di setiap kelompok itu akan ada tantangan-tantangan yang harus dipecahkan oleh anak-anak," imbuh Zabir.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kemuridan SMPIT Darul Fikri Makassar, Muhammad Fadhil Mewar, menyampaikan bahwa program bilingual menjadi salah satu unggulan sekolah.

"Selain bahasa Inggris, ada juga bahasa Arab. Untuk tahun ini, kami laksanakan kegiatan (English Camp) sebagai wadah bukan cuma ananda SD yang ada di Darul Fikri, tetapi yang kami jaring semua yang ada di Makassar. Supaya bisa menumbuhkan semangat bilingual," ungkapnya.

Ia menegaskan pentingnya penguasaan bahasa Inggris di era global.

"Karena kita ketahui bersama bahwa bahasa Inggris itu merupakan bahasa dunia. Tentunya kalau nanti disorot dari mana, maka kita sorot dari program-program yang kita laksanakan di Darul Fikri Makassar itu sendiri," tegasnya.

Sebagai bentuk penguatan, sekolah juga menerapkan program English Day setiap hari Kamis serta pembiasaan penggunaan bahasa Inggris dalam kegiatan belajar.

"Pembelajaran bahasa Inggris dikuatkan di pagi dan sore hari. Kemudian setiap pembelajaran wajib menggunakan bahasa Inggris di awal sebagai pembuka, yang menunjang itu semua. Jadi Ananda setiap selesai salat Ashar wajib menyetorkan kosakata dulu melalui OSIS. Begitupun di pagi hari, hari Senin, Selasa, Rabu. Setiap ananda yang datang, ada kosakata yang diberikan di malam hari, kemudian disetorkan di pagi hari di petugas piket," tutupnya.

Kegiatan ini juga melibatkan 15 siswa SMPIT sebagai panitia, sebagai sarana melatih kepemimpinan dan kemampuan mengelola kegiatan.

Peserta hanya dikenakan biaya Rp50.000 yang mencakup fasilitas kegiatan, termasuk konsumsi dan perlengkapan.
(MAN)
Berita Terkait
Berita Terbaru