Program Mahasantri Gowa Cetak 167 Sarjana Al-Qur'an dan Tafsir
Rabu, 17 Jun 2026 18:40
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang mendampingi Rektor UIN Alauddin, Prof Hamdan Juhannis saat menyematkan tanda kelulusan peserta program Mahasantri. Foto: Istimewa
GOWA - Sebanyak 167 Mahasantri Kabupaten Gowa angkatan Tahun Akademik 2022/2023 berhasil menyelesaikan pendidikan pada Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar.
Capaian tersebut menjadi bukti keberhasilan Program Mahasantri, salah satu program prioritas Pemerintah Kabupaten Gowa yang bekerja sama dengan UIN Alauddin Makassar untuk mewujudkan satu desa dan kelurahan satu hafiz Al-Qur’an.
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, mengungkapkan kebahagiaannya atas pencapaian para wisudawan. Menurutnya, keberhasilan tersebut bukan hanya karena mereka berhasil meraih gelar akademik, tetapi juga karena ilmu yang diperoleh diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Seorang ibu tentu merasa bahagia ketika melihat anaknya memperoleh gelar akademik. Namun, kebahagiaan itu akan menjadi lebih sempurna jika ilmu yang diperoleh mampu memberikan manfaat, menolong sesama, menjaga kehormatan keluarga, serta menjadi cahaya bagi masyarakat dan daerahnya,” ungkapnya saat menghadiri ramah tamah wisudawan dan wisudawati ke-118 dan 119 Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar di Hotel Claro Makassar, Rabu (17/6).
Menurut Husniah, keberhasilan para mahasantri merupakan hasil kerja keras, ketekunan, dan doa yang tidak pernah putus.
Dari total 167 mahasantri, sebanyak 136 orang meraih predikat cumlaude, sedangkan 31 orang lainnya lulus dengan predikat sangat memuaskan. Seluruhnya menyelesaikan studi dalam waktu 3 tahun 10 bulan.
“Alhamdulillah capaian ini merupakan kebanggaan bagi Pemerintah Kabupaten Gowa dan masyarakat, namun amanah ini juga harus diwujudkan melalui pengabdian nyata kepada masyarakat,” jelasnya.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Gowa menjadikan pendidikan sebagai investasi penting dalam pembangunan daerah. Salah satu wujud komitmen tersebut adalah Program Mahasantri yang dijalankan sejak 2022 melalui kolaborasi dengan UIN Alauddin Makassar untuk mencetak generasi Qurani yang unggul dan berakhlak.
“Program Mahasantri bukan sekadar memberikan kesempatan memperoleh gelar sarjana, tetapi membentuk manusia secara utuh. Mereka tidak hanya menghafal Al-Qur’an, tetapi juga memahami maknanya, mendalami ilmu tafsir, mengembangkan kemampuan berpikir, serta mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat,” tambahnya.
Pada kesempatan itu, Husniah berpesan agar para wisudawan terus menjaga adab, menghormati orang tua, tidak berhenti belajar, serta kembali mengabdi di desa dan kelurahan masing-masing.
“Jangan malu kembali mengabdi di kampung halaman. Masyarakat membutuhkan pemikiran, energi, dan kepedulian kalian. Jadilah sarjana yang mampu mendengar, memahami persoalan, dan bekerja bersama masyarakat,” pesannya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar, Prof Muhaemin Latif, mengatakan Program Mahasantri merupakan salah satu program unggulan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Gowa dan UIN Alauddin Makassar melalui pembinaan kepesantrenan di Lembaga Mahasantri Bajeng serta pembinaan akademik di kampus.
Pada Wisuda Angkatan ke-118 dan 119, Fakultas Ushuluddin dan Filsafat meluluskan 347 wisudawan dan wisudawati. Jumlah tersebut menjadikannya fakultas dengan lulusan terbanyak dari delapan fakultas di UIN Alauddin Makassar.
“Selamat kepada seluruh ananda yang telah sampai pada titik ini. Ini merupakan pencapaian luar biasa, khususnya bagi Mahasantri Kabupaten Gowa yang menjadi program kerja sama dengan pemerintah daerah. Dari 167 mahasantri, sebanyak 81,44 persen berhasil meraih predikat cumlaude,” sebutnya.
Selain prestasi akademik, hampir seluruh mahasantri juga telah menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Qur’an. Menurutnya, capaian tersebut menjadi sejarah tersendiri karena berhasil melahirkan sarjana yang memiliki kompetensi akademik sekaligus penghafal Al-Qur’an.
“Ini merupakan aset berharga yang dimiliki Kabupaten Gowa. Kehadiran mereka diharapkan mampu memperkuat literasi Al-Qur’an di setiap desa dan kelurahan. Jika diberdayakan secara maksimal, mereka akan menjadi kekuatan besar dalam membangun masyarakat yang religius dan berilmu,” pungkasnya.
Salah seorang mahasantri yang juga menjadi lulusan terbaik di jurusannya, Adzkiya Inas, mengaku bahagia atas capaian tersebut. Ia berhasil lulus dengan IPK 3,94 dan predikat cumlaude.
“Alhamdulillah bahagia dan tidak menyangka bisa sampai di tahap ini. Tentu kami sangat berterimakasih dengan Pemkab Gowa karena berhasil menciptakan program ini sehingga kami semua bisa meraih sarjana agama,” ungkapnya.
Ia berharap ilmu dan capaian yang diraih dapat memberikan manfaat bagi banyak orang serta menjadi bekal untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Capaian tersebut menjadi bukti keberhasilan Program Mahasantri, salah satu program prioritas Pemerintah Kabupaten Gowa yang bekerja sama dengan UIN Alauddin Makassar untuk mewujudkan satu desa dan kelurahan satu hafiz Al-Qur’an.
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, mengungkapkan kebahagiaannya atas pencapaian para wisudawan. Menurutnya, keberhasilan tersebut bukan hanya karena mereka berhasil meraih gelar akademik, tetapi juga karena ilmu yang diperoleh diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Seorang ibu tentu merasa bahagia ketika melihat anaknya memperoleh gelar akademik. Namun, kebahagiaan itu akan menjadi lebih sempurna jika ilmu yang diperoleh mampu memberikan manfaat, menolong sesama, menjaga kehormatan keluarga, serta menjadi cahaya bagi masyarakat dan daerahnya,” ungkapnya saat menghadiri ramah tamah wisudawan dan wisudawati ke-118 dan 119 Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar di Hotel Claro Makassar, Rabu (17/6).
Menurut Husniah, keberhasilan para mahasantri merupakan hasil kerja keras, ketekunan, dan doa yang tidak pernah putus.
Dari total 167 mahasantri, sebanyak 136 orang meraih predikat cumlaude, sedangkan 31 orang lainnya lulus dengan predikat sangat memuaskan. Seluruhnya menyelesaikan studi dalam waktu 3 tahun 10 bulan.
“Alhamdulillah capaian ini merupakan kebanggaan bagi Pemerintah Kabupaten Gowa dan masyarakat, namun amanah ini juga harus diwujudkan melalui pengabdian nyata kepada masyarakat,” jelasnya.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Gowa menjadikan pendidikan sebagai investasi penting dalam pembangunan daerah. Salah satu wujud komitmen tersebut adalah Program Mahasantri yang dijalankan sejak 2022 melalui kolaborasi dengan UIN Alauddin Makassar untuk mencetak generasi Qurani yang unggul dan berakhlak.
“Program Mahasantri bukan sekadar memberikan kesempatan memperoleh gelar sarjana, tetapi membentuk manusia secara utuh. Mereka tidak hanya menghafal Al-Qur’an, tetapi juga memahami maknanya, mendalami ilmu tafsir, mengembangkan kemampuan berpikir, serta mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat,” tambahnya.
Pada kesempatan itu, Husniah berpesan agar para wisudawan terus menjaga adab, menghormati orang tua, tidak berhenti belajar, serta kembali mengabdi di desa dan kelurahan masing-masing.
“Jangan malu kembali mengabdi di kampung halaman. Masyarakat membutuhkan pemikiran, energi, dan kepedulian kalian. Jadilah sarjana yang mampu mendengar, memahami persoalan, dan bekerja bersama masyarakat,” pesannya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar, Prof Muhaemin Latif, mengatakan Program Mahasantri merupakan salah satu program unggulan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Gowa dan UIN Alauddin Makassar melalui pembinaan kepesantrenan di Lembaga Mahasantri Bajeng serta pembinaan akademik di kampus.
Pada Wisuda Angkatan ke-118 dan 119, Fakultas Ushuluddin dan Filsafat meluluskan 347 wisudawan dan wisudawati. Jumlah tersebut menjadikannya fakultas dengan lulusan terbanyak dari delapan fakultas di UIN Alauddin Makassar.
“Selamat kepada seluruh ananda yang telah sampai pada titik ini. Ini merupakan pencapaian luar biasa, khususnya bagi Mahasantri Kabupaten Gowa yang menjadi program kerja sama dengan pemerintah daerah. Dari 167 mahasantri, sebanyak 81,44 persen berhasil meraih predikat cumlaude,” sebutnya.
Selain prestasi akademik, hampir seluruh mahasantri juga telah menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Qur’an. Menurutnya, capaian tersebut menjadi sejarah tersendiri karena berhasil melahirkan sarjana yang memiliki kompetensi akademik sekaligus penghafal Al-Qur’an.
“Ini merupakan aset berharga yang dimiliki Kabupaten Gowa. Kehadiran mereka diharapkan mampu memperkuat literasi Al-Qur’an di setiap desa dan kelurahan. Jika diberdayakan secara maksimal, mereka akan menjadi kekuatan besar dalam membangun masyarakat yang religius dan berilmu,” pungkasnya.
Salah seorang mahasantri yang juga menjadi lulusan terbaik di jurusannya, Adzkiya Inas, mengaku bahagia atas capaian tersebut. Ia berhasil lulus dengan IPK 3,94 dan predikat cumlaude.
“Alhamdulillah bahagia dan tidak menyangka bisa sampai di tahap ini. Tentu kami sangat berterimakasih dengan Pemkab Gowa karena berhasil menciptakan program ini sehingga kami semua bisa meraih sarjana agama,” ungkapnya.
Ia berharap ilmu dan capaian yang diraih dapat memberikan manfaat bagi banyak orang serta menjadi bekal untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah.
(MAN)
Berita Terkait
Sulsel
KTNA Gowa Siap Ikuti PENAS XVII, Sekda Minta Promosikan Potensi Daerah
Sekda Gowa, Andy Azis, mengajak seluruh rombongan KTNA Kabupaten Gowa untuk mempromosikan produk unggulan sektor pertanian dan perikanan daerah pada PENAS Petani Nelayan XVII di Gorontalo.
Rabu, 17 Jun 2026 18:54
Sulsel
Dinilai Keliru, Kemendagri Diminta Evaluasi Hak Angket DPRD Gowa
Kuasa hukum penggugat hak angket DPRD Gowa dari Paranusa Law Firm, Muallim Bahar, meminta Kemendagri melakukan evaluasi total terhadap hak angket yang saat ini bergulir di DPRD Gowa.
Selasa, 16 Jun 2026 20:11
Sulsel
Wakil Bupati Gowa Lepas Ribuan Santri pada Pawai Muharram 1448 Hijriah
Ribuan santri, remaja masjid, orang tua santri, dan masyarakat memadati Lapangan Sultan Hasanuddin, Sungguminasa, Selasa (16/6/2026), untuk mengikuti Jalan Sehat Pawai Muharram.
Selasa, 16 Jun 2026 16:12
Sulsel
Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Bupati Gowa Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum Tahun Baru Islam 1448 Hijriah sebagai sarana memperkuat persatuan.
Selasa, 16 Jun 2026 14:41
Sulsel
Pemkab Gowa Harap IDAI Sulsel Ambil Peran Lebih Besar dalam Kesehatan Anak
Pemerintah Kabupaten Gowa berharap IDAI Sulsel terus memperkuat perannya dalam meningkatkan kualitas kesehatan anak, termasuk melalui penguatan kapasitas tenaga kesehatan.
Minggu, 14 Jun 2026 16:15
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
35 Pengurus PPP Sulsel Segera Dilantik, Hadirkan Konsep Sinematografi dan Teknologi AI
2
Dinilai Keliru, Kemendagri Diminta Evaluasi Hak Angket DPRD Gowa
3
Wali Kota Makassar Lantik 47 Kepala Puskesmas, Ini Daftar Namanya
4
Distribusi Biosolar di Maros Diperkuat, Pertamina Tingkatkan Penyaluran 14 Persen
5
Proses AMDAL PT Conch di Kabupaten Barru Dipertanyakan
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
35 Pengurus PPP Sulsel Segera Dilantik, Hadirkan Konsep Sinematografi dan Teknologi AI
2
Dinilai Keliru, Kemendagri Diminta Evaluasi Hak Angket DPRD Gowa
3
Wali Kota Makassar Lantik 47 Kepala Puskesmas, Ini Daftar Namanya
4
Distribusi Biosolar di Maros Diperkuat, Pertamina Tingkatkan Penyaluran 14 Persen
5
Proses AMDAL PT Conch di Kabupaten Barru Dipertanyakan