Libatkan Warga dan Remaja, KWT Baji Pamai Siap Wujudkan Kawasan Hijau Produktif

Minggu, 14 Jun 2026 10:46
Libatkan Warga dan Remaja, KWT Baji Pamai Siap Wujudkan Kawasan Hijau Produktif
Pemerintah Kelurahan Tamparang Keke, Kecamatan Mamajang, berencana membentuk Kelompok Wanita Tani (KWT) Baji Pamai yang berlokasi di Jalan Baji Pamai V, RW 02..
Comment
Share
MAKASSAR - Pemerintah Kelurahan Tamparang Keke, Kecamatan Mamajang, berencana membentuk Kelompok Wanita Tani (KWT) Baji Pamai yang berlokasi di Jalan Baji Pamai V, RW 02. Kelompok ini akan menjadi wadah pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan program urban farming yang melibatkan warga sekitar.

Rencana pembentukan KWT tersebut dibahas dalam rapat warga yang berlangsung di kediaman Ibu Tiranda pada Minggu malam (14/6/2026), dengan menghadirkan Lurah Tamparang Keke, Zulkifli, tokoh masyarakat, pemerhati lingkungan, serta warga setempat.

Lurah Tamparang Keke, Zulkifli, menjelaskan bahwa sejak awal menjabat dirinya telah melakukan pemantauan terhadap lahan yang akan dijadikan kawasan urban farming. Namun sebelum pengelolaan lahan dimulai, pihaknya terlebih dahulu akan membentuk kelembagaan yang menjadi syarat utama dari Dinas Pertanian.

“Awalnya kami berpikir membentuk Kelompok Tani (Poktan), tetapi setelah berkoordinasi dengan pihak Dinas Pertanian, kami mendapat penjelasan bahwa Poktan lebih identik dengan kegiatan persawahan. Karena konsep yang akan kita kembangkan adalah urban farming, maka yang lebih tepat dibentuk adalah Kelompok Wanita Tani atau KWT,” ujarnya.

Menurut Zulkifli, KWT Baji Pamai nantinya akan memiliki struktur kepengurusan yang terdiri atas ketua, sekretaris, bendahara, dan anggota sebanyak 20 hingga 25 orang. Meski didominasi perempuan, keanggotaan tetap dapat melibatkan laki-laki sebagai pendamping dalam kegiatan yang membutuhkan tenaga lebih besar.

Ia menegaskan bahwa keberadaan KWT tidak hanya bertujuan menghijaukan lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui hasil pertanian dan pengembangan usaha mikro.

“Ke depan, kebun ini akan ditanami berbagai jenis sayuran seperti kangkung, bayam, wortel, serta tanaman obat keluarga. Hasilnya tentu akan kembali kepada masyarakat. Selain itu, kami juga berharap dapat menumbuhkan UMKM sehingga memberikan nilai tambah bagi warga,” jelasnya.

Zulkifli menambahkan, keterlibatan warga sekitar menjadi prioritas utama dalam pembentukan kelompok tersebut. Selain warga RW 02 sebagai wilayah lokasi kebun, masyarakat dari RW 03 dan RW 05 juga akan diajak berpartisipasi.

“Kami ingin yang terlibat adalah warga sekitar agar tumbuh rasa memiliki dan tanggung jawab untuk menjaga serta mengembangkan kebun urban farming ini secara berkelanjutan,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Zulkifli juga menyampaikan apresiasi kepada sejumlah warga yang dinilai memiliki potensi dan kepedulian terhadap pengembangan lingkungan, di antaranya Suwardi Hiong, Indonesia Sigeri, Idris Baba Ong, Salomon, dan Lukman.

Sementara itu, Pemerhati Lingkungan Suwardi Hiong menyatakan kesiapannya untuk mendampingi program tersebut agar dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Memang KWT lebih dominan perempuan, tetapi tetap membutuhkan pendamping laki-laki, terutama untuk pekerjaan yang membutuhkan tenaga lebih besar. Yang terpenting adalah kolaborasi dan keberlanjutan program ini,” ujarnya.

Suwardi menilai Tamparang Keke memiliki banyak sumber daya manusia yang kreatif dan peduli terhadap lingkungan. Jika dikelola dengan baik, program urban farming tidak hanya menjadi ruang hijau produktif, tetapi juga berpotensi menciptakan sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat.

“Kita punya potensi yang besar. Kalau program ini dirawat dengan baik dan risikonya bisa diminimalisir, bukan tidak mungkin hasilnya akan menjadi tambahan pendapatan bagi warga,” tambahnya.

Selain melibatkan kaum perempuan dan masyarakat umum, program KWT Baji Pamai juga direncanakan akan menggandeng kalangan remaja di wilayah setempat. Keterlibatan generasi muda diharapkan menjadi sarana edukasi lingkungan sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap pertanian perkotaan sejak dini.

Dengan dukungan pemerintah kelurahan, tokoh masyarakat, dan warga sekitar, KWT Baji Pamai diharapkan menjadi salah satu percontohan pengembangan urban farming di Kecamatan Mamajang yang mampu menghadirkan manfaat sosial, lingkungan, dan ekonomi bagi masyarakat secara berkelanjutan.
(GUS)
Berita Terkait
Berita Terbaru