UMI ESS 2026 Resmi Dibuka, Rektor Tegaskan Transformasi Kampus Harus Berdampak Nyata

Sabtu, 01 Agu 2026 13:22
UMI ESS 2026 Resmi Dibuka, Rektor Tegaskan Transformasi Kampus Harus Berdampak Nyata
Universitas Muslim Indonesia (UMI) resmi membuka UMI Executive Strategic Summit (UMI ESS) 2026, sebuah forum strategis yang menjadi momentum penyelarasan arah kebijakan, penguatan tata kelola.
Comment
Share
MAKASSAR - Universitas Muslim Indonesia (UMI) resmi membuka UMI Executive Strategic Summit (UMI ESS) 2026, sebuah forum strategis yang menjadi momentum penyelarasan arah kebijakan, penguatan tata kelola, serta percepatan transformasi institusi menuju universitas yang semakin unggul, adaptif, dan berdampak.

Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (1/8/2026) ini diikuti oleh 177 peserta, yang terdiri atas para Wakil Rektor, Direktur Program Pascasarjana, Dekan, Ketua Lembaga, Direktur Rumah Sakit, Direktur Pesantren, Kepala Biro, Kepala UPT, hingga Ketua Program Studi dalam lingkup Universitas Muslim Indonesia. Hadir sebagai narasumber utama CEO Tribun Network, Dahlan Dahi, serta dihadiri Kepala LLDIKTI Wilayah IX, jajaran Yayasan Wakaf UMI, dan pimpinan universitas.

Dalam pidato pembukaannya, Rektor UMI, Prof Hambali Thalib, menegaskan bahwa UMI Executive Strategic Summit bukan sekadar pengganti rapat kerja tahunan, melainkan sebuah forum untuk menyamakan visi, menyelaraskan langkah, dan membangun budaya kerja baru yang berorientasi pada manfaat nyata.

"Hari ini kita hadir bukan sekadar memenuhi undangan atau menjalankan rutinitas tahunan. Kita hadir membawa amanah untuk menentukan arah perjalanan Universitas Muslim Indonesia beberapa tahun ke depan," ujar Prof Hambali.

Menurutnya, perubahan yang dihadapi dunia pendidikan tinggi menuntut perguruan tinggi untuk tidak lagi bekerja dengan pola lama. Karena itu, UMI ESS 2026 dirancang sebagai ruang strategis untuk menghasilkan keputusan yang benar-benar dapat diimplementasikan, bukan sekadar melahirkan dokumen program kerja.

"Kalau selama ini rapat sering berhenti pada daftar program, maka forum ini harus melahirkan arah, keputusan, dan komitmen yang benar-benar dijalankan. Program baru dianggap selesai ketika manfaatnya dirasakan oleh mahasiswa dan masyarakat," tegasnya.

Rektor juga mengajak seluruh pimpinan melakukan refleksi terhadap tata kelola universitas. Ia menilai keberhasilan sebuah institusi tidak lagi diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, tetapi dari sejauh mana perubahan tersebut dirasakan oleh masyarakat.

"Yang kita bangun bukan sekadar program kerja, tetapi jejak perubahan. Masyarakat tidak pernah menghitung berapa kali kita rapat atau berapa halaman Renstra yang kita miliki. Yang mereka rasakan adalah apakah UMI membuat urusan mereka lebih mudah, lebih cepat, dan lebih baik," ungkapnya.

Salah satu gagasan utama yang diperkenalkan dalam UMI ESS 2026 adalah UMI Connection, sebuah konsep yang menurut Prof Hambali bukan hanya berbicara mengenai digitalisasi, tetapi tentang perubahan budaya organisasi.

Ia menjelaskan bahwa UMI Connection merupakan sistem kerja yang menyatukan seluruh kekuatan universitas melalui data yang terintegrasi, kolaborasi lintas unit, dan pelayanan yang semakin efektif.

"UMI Connection bukan sekadar proyek digital, aplikasi, atau sistem informasi. UMI Connection adalah cara baru Universitas Muslim Indonesia berpikir, bekerja, dan melayani sebagai satu kesatuan. Semangatnya adalah Satu Pikiran, Satu Data, Satu Langkah, Satu Manfaat," jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Prof Hambali juga mengajak seluruh pimpinan UMI melakukan empat perubahan besar sebagai fondasi transformasi universitas, yakni mengubah cara berpikir, cara bekerja, cara bertindak, dan cara melayani.

Ia menekankan bahwa penyusunan program kerja harus dimulai dari persoalan yang dihadapi mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan masyarakat, bukan sekadar mengulang kegiatan tahun sebelumnya.

"Program kerja bukan daftar kegiatan. Program kerja adalah daftar solusi. Ukuran keberhasilan bukan lagi banyaknya kegiatan yang kita laksanakan, tetapi banyaknya perubahan yang benar-benar dirasakan," katanya.

Rektor juga mendorong reformasi birokrasi melalui penyederhanaan pelayanan administrasi dan pemanfaatan teknologi digital agar seluruh proses akademik maupun administrasi menjadi lebih cepat, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan sivitas akademika.

"Mahasiswa datang bukan untuk mengurus birokrasi, tetapi membangun masa depannya. Kalau ada mahasiswa yang harus datang berkali-kali hanya untuk satu pelayanan, berarti yang harus kita perbaiki bukan mahasiswanya, tetapi sistem kita. Pelayanan yang baik adalah pelayanan yang membuat orang merasa dimudahkan," tegasnya.

Menutup pidatonya, Prof Hambali mengajak seluruh peserta menjadikan UMI Executive Strategic Summit sebagai titik awal lahirnya budaya kerja baru yang lebih terbuka terhadap perubahan, lebih cepat mengambil keputusan, lebih kuat berkolaborasi, serta berorientasi pada dampak nyata.

"Setiap program yang kita susun harus menjawab persoalan. Setiap rupiah yang kita anggarkan harus menghasilkan manfaat. Setiap keputusan yang kita ambil harus didasarkan pada data. Dan setiap pelayanan yang kita berikan harus memudahkan, bukan menyulitkan. Pada akhirnya, masyarakat tidak akan mengingat berapa banyak rapat yang kita laksanakan, tetapi seberapa besar manfaat yang berhasil kita hadirkan," pungkasnya.

Melalui penyelenggaraan UMI Executive Strategic Summit 2026, Universitas Muslim Indonesia mempertegas komitmennya dalam membangun tata kelola yang kolaboratif, berbasis data, dan berorientasi pada kebermanfaatan. Forum ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya kebijakan-kebijakan strategis yang memperkuat pencapaian Renstra, indikator kinerja utama, transformasi digital, akreditasi, pemeringkatan, serta pelaksanaan Catur Dharma Perguruan Tinggi, demi mewujudkan UMI sebagai kampus yang semakin dipercaya dan memberi dampak nyata bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan.
(GUS)
Berita Terkait
WR IV UMI Sampaikan Taushiyah kepada Ratusan Peserta Pencerahan Qalbu UMI
Sulsel
WR IV UMI Sampaikan Taushiyah kepada Ratusan Peserta Pencerahan Qalbu UMI
Wakil Rektor IV Universitas Muslim Indonesia (UMI), Dr KH Muhammad Ishaq Samad, menyampaikan taushiyah ba’da Ashar bertajuk “5 B” di hadapan ratusan peserta Pencerahan Qalbu UMI yang berlangsung di Pesantren Unggulan Mahasiswa Darul Mukhlishin Padanglampe
Kamis, 30 Jul 2026 16:37
UMI Perkuat Kerja Sama Pendidikan dengan Atase RI di Timor-Leste, Dorong Internasionalisasi Kampus
News
UMI Perkuat Kerja Sama Pendidikan dengan Atase RI di Timor-Leste, Dorong Internasionalisasi Kampus
Universitas Muslim Indonesia (UMI) terus memperluas jejaring internasional melalui penguatan kerja sama pendidikan dengan Atase Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia di Dili, Timor-Leste.
Jum'at, 24 Jul 2026 09:51
Silaturahmi dengan UMI, Bupati Bantaeng Soroti Dampak Kampus bagi Ekonomi Daerah
News
Silaturahmi dengan UMI, Bupati Bantaeng Soroti Dampak Kampus bagi Ekonomi Daerah
Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai Silaturrahmi Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin, bersama jajaran pimpinan Universitas Muslim Indonesia (UMI) Bantaeng, di Aula Kampus UMI Bantaeng, Selasa (21/7).
Rabu, 22 Jul 2026 08:13
UMI dan LLDikti IX Perkuat Riset Berdampak melalui Sosialisasi di Makassar
News
UMI dan LLDikti IX Perkuat Riset Berdampak melalui Sosialisasi di Makassar
UMI bersama LLDikti Wilayah IX Sultan Batara menggelar sosialisasi pengembangan riset perguruan tinggi di Auditorium Al-Jibra, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Selasa (21/7/2026).
Selasa, 21 Jul 2026 17:20
UMI Diseminasikan Teknologi Pengolahan Kelapa kepada Petani Bulukumba
Sulsel
UMI Diseminasikan Teknologi Pengolahan Kelapa kepada Petani Bulukumba
Universitas Muslim Indonesia (UMI) melalui Tim Pengabdian kepada Masyarakat Program BIMA Diktisaintek Tahun 2026 kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui hilirisasi hasil penelitian dan inovasi teknologi.
Senin, 20 Jul 2026 10:59
Berita Terbaru