Etno Adventure Latih Perempuan Pesisir Paotere Olah Limbah Sisik Ikan
Senin, 18 Mei 2026 23:02
Etno Adventure menggelar kegiatan pemberdayaan masyarakat pesisir di Sekolah Pesisir Pantai Paotere, Kota Makassar, Senin (18/5/2026). Foto: Istimewa
MAKASSAR - Etno Adventure melalui program “Etnocoliving” kembali menggelar kegiatan pemberdayaan masyarakat pesisir lewat Aktivitas 2 bertajuk Workshop Produksi Emas dari Limbah di Sekolah Pesisir Pantai Paotere, Kota Makassar.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program revitalisasi ekonomi sirkular perempuan pesisir berbasis pengolahan limbah di kawasan Paotere.
Founder Etno Adventure, Ahmad Yusuf Suandi, mengatakan aktivitas tersebut difokuskan pada pelatihan pengolahan limbah sisik ikan menjadi produk aksesori bernilai ekonomi, seperti bros dan gantungan kunci.
“Pada Aktivitas 2 ini, kami melaksanakan workshop pengolahan limbah sisik ikan menjadi produk kerajinan kreatif menggunakan media resin dan mesin press," ujarnya, Senin (18/5/2026).
Dalam workshop itu, peserta yang mayoritas ibu-ibu pesisir mendapat pelatihan mulai dari proses pemilahan, pencucian, pewarnaan, hingga teknik merangkai sisik ikan menjadi produk kerajinan siap jual.
"Kami berharap keterampilan ini dapat terus dikembangkan menjadi peluang usaha yang mampu memberikan manfaat bagi keluarga maupun lingkungan sekitar,” harapnya.
Selain meningkatkan keterampilan masyarakat, kegiatan tersebut juga menjadi upaya mengurangi limbah organik dari aktivitas pelelangan ikan di kawasan Paotere.
"Kegiatan ini kami hadirkan sebagai ruang belajar bagi ibu-ibu pesisir untuk mengembangkan keterampilan sekaligus memahami bahwa limbah yang selama ini dianggap tidak bernilai dapat diolah menjadi produk yang menarik dan memiliki nilai ekonomis," paparnya.
Workshop turut menghadirkan fasilitator dari tim Kaira’s Craft yang membagikan pengalaman dan teknik dasar pembuatan aksesori berbahan limbah sisik ikan.
"Kehadiran fasilitator diharapkan mampu meningkatkan keterampilan peserta dalam menghasilkan produk yang memiliki nilai estetika dan daya jual," tambahnya.
Yusuf menuturkan pendekatan ekonomi sirkular menjadi dasar program tersebut, dengan mengolah limbah menjadi produk yang memiliki manfaat ekonomi bagi masyarakat.
"Program Etnocoliving hadir sebagai upaya membangun kesadaran lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif berbasis potensi lokal masyarakat pesisir," tuturnya.
Program ini tidak hanya berfokus pada aspek lingkungan, tetapi juga mendorong penguatan kapasitas perempuan pesisir agar lebih mandiri secara ekonomi dan mampu beradaptasi terhadap tantangan sosial maupun lingkungan.
Kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara komunitas, masyarakat, media, dan berbagai pihak dalam mendukung pemberdayaan masyarakat berbasis keberlanjutan lingkungan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program revitalisasi ekonomi sirkular perempuan pesisir berbasis pengolahan limbah di kawasan Paotere.
Founder Etno Adventure, Ahmad Yusuf Suandi, mengatakan aktivitas tersebut difokuskan pada pelatihan pengolahan limbah sisik ikan menjadi produk aksesori bernilai ekonomi, seperti bros dan gantungan kunci.
“Pada Aktivitas 2 ini, kami melaksanakan workshop pengolahan limbah sisik ikan menjadi produk kerajinan kreatif menggunakan media resin dan mesin press," ujarnya, Senin (18/5/2026).
Dalam workshop itu, peserta yang mayoritas ibu-ibu pesisir mendapat pelatihan mulai dari proses pemilahan, pencucian, pewarnaan, hingga teknik merangkai sisik ikan menjadi produk kerajinan siap jual.
"Kami berharap keterampilan ini dapat terus dikembangkan menjadi peluang usaha yang mampu memberikan manfaat bagi keluarga maupun lingkungan sekitar,” harapnya.
Selain meningkatkan keterampilan masyarakat, kegiatan tersebut juga menjadi upaya mengurangi limbah organik dari aktivitas pelelangan ikan di kawasan Paotere.
"Kegiatan ini kami hadirkan sebagai ruang belajar bagi ibu-ibu pesisir untuk mengembangkan keterampilan sekaligus memahami bahwa limbah yang selama ini dianggap tidak bernilai dapat diolah menjadi produk yang menarik dan memiliki nilai ekonomis," paparnya.
Workshop turut menghadirkan fasilitator dari tim Kaira’s Craft yang membagikan pengalaman dan teknik dasar pembuatan aksesori berbahan limbah sisik ikan.
"Kehadiran fasilitator diharapkan mampu meningkatkan keterampilan peserta dalam menghasilkan produk yang memiliki nilai estetika dan daya jual," tambahnya.
Yusuf menuturkan pendekatan ekonomi sirkular menjadi dasar program tersebut, dengan mengolah limbah menjadi produk yang memiliki manfaat ekonomi bagi masyarakat.
"Program Etnocoliving hadir sebagai upaya membangun kesadaran lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif berbasis potensi lokal masyarakat pesisir," tuturnya.
Program ini tidak hanya berfokus pada aspek lingkungan, tetapi juga mendorong penguatan kapasitas perempuan pesisir agar lebih mandiri secara ekonomi dan mampu beradaptasi terhadap tantangan sosial maupun lingkungan.
Kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara komunitas, masyarakat, media, dan berbagai pihak dalam mendukung pemberdayaan masyarakat berbasis keberlanjutan lingkungan.
(MAN)
Berita Terkait
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Eks Sekwan DPRD Wajo Siap Bantu Penyelidikan Polisi soal Kasus Anggaran Makan Minum Dewan
2
Penjualan Melejit! Toyota Agya Kuasai 30% Pangsa Pasar Compact Entry
3
Sambut Harlah ke-50, LPM Profesi UNM Gelar Lomba Video Opini
4
Bawa Barang Besar Pakai Motor? Perhatikan 6 Tips #Cari_Aman Ini
5
Bupati Maros Gagas Gerakan Donasi Buku, Targetkan 1.000 Judul untuk Sekolah
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Eks Sekwan DPRD Wajo Siap Bantu Penyelidikan Polisi soal Kasus Anggaran Makan Minum Dewan
2
Penjualan Melejit! Toyota Agya Kuasai 30% Pangsa Pasar Compact Entry
3
Sambut Harlah ke-50, LPM Profesi UNM Gelar Lomba Video Opini
4
Bawa Barang Besar Pakai Motor? Perhatikan 6 Tips #Cari_Aman Ini
5
Bupati Maros Gagas Gerakan Donasi Buku, Targetkan 1.000 Judul untuk Sekolah