Delegasi Makassar Gagal ke Paskibraka Nasional, Appi Soroti Transparansi Seleksi
Selasa, 26 Mei 2026 17:04
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat ditemui di kantor BPK, Jalan A.P Pettarani, Senin (25/5/2026). Foto: Istimewa.
MAKASSAR - Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin merespons polemik yang ramai dibahas di media sosial terkait tidak terpilihnya salah satu peserta asal Kota Makassar dalam seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional tahun 2026.
Siswi asal Makassar, Cathlyn Yvaine Lesmana, sebelumnya dikabarkan masuk dalam tiga besar hasil seleksi awal calon Paskibraka tingkat nasional perwakilan Sulawesi Selatan.
Namun, namanya tidak masuk dalam daftar akhir peserta yang akan mewakili Sulawesi Selatan ke tingkat nasional.
Situasi tersebut memicu perhatian publik dan menimbulkan beragam tanggapan di media sosial. Sejumlah pihak mempertanyakan mekanisme penilaian serta proses seleksi yang dinilai kurang terbuka.
Menanggapi hal itu, Munafri mengaku prihatin terhadap kondisi yang dialami peserta asal Makassar tersebut. Ia berharap proses seleksi berlangsung objektif, profesional, dan menjunjung prinsip keadilan.
"Kan peserta dari Makassar ada, ini delegasi dari Kota Makassar yang dikirim seleksi. Masa tidak ada, kita berharap hasil seleksi semuanya fair," ujar Munafri, Senin (25/5/2026).
Wali Kota yang akrab disapa Appi itu mengaku tidak mengetahui secara rinci proses penilaian di tingkat provinsi.
"Saya tidak tahu persis apa kendala, tapi kan kami Pemeritnah Kota punya perhatian, apalagi dengar-dengar ada reposisi," tuturnya.
Meski demikian, informasi yang berkembang di tengah masyarakat mengenai adanya reposisi peserta turut menjadi perhatian.
"Padahal nilainya siswa kabarnya cukup. Jadi, kita berharap benar-benar fair dalam proses ini," sambung Munafri.
Menurut Munafri, hal yang juga perlu menjadi perhatian adalah kondisi mental dan semangat peserta Paskibraka yang telah berjuang mengikuti seluruh tahapan seleksi.
"Kasihan anak-anak yang sudah berproses. Mereka sudah latihan, sudah mempersiapkan diri dengan baik. Yang dikhawatirkan itu mentalnya," lanjutnya.
Appi menegaskan Pemerintah Kota Makassar telah menjalankan proses pembinaan dan pengiriman delegasi sesuai prosedur.
Ia menjelaskan, setelah peserta dikirim ke tingkat provinsi, seluruh kewenangan penilaian menjadi tanggung jawab panitia seleksi tingkat provinsi.
"Ada yang tanya ke saya bagaimana prosesnya. Saya bilang dari Makassar itu kita hanya mengirim ke Provinsi. Setelah itu nanti mereka yang menilai," jelasnya.
Ia berharap hasil pembinaan yang dilakukan Pemerintah Kota Makassar dapat memperoleh penilaian secara objektif dalam setiap tahapan seleksi.
"Yang jelas, kita berharap apa yang dihasilkan dari Pemerintah Kota Makassar, ini benar-benar mendapatkan penilaian yang baik dan objektif," tutup Munafri.
Siswi asal Makassar, Cathlyn Yvaine Lesmana, sebelumnya dikabarkan masuk dalam tiga besar hasil seleksi awal calon Paskibraka tingkat nasional perwakilan Sulawesi Selatan.
Namun, namanya tidak masuk dalam daftar akhir peserta yang akan mewakili Sulawesi Selatan ke tingkat nasional.
Situasi tersebut memicu perhatian publik dan menimbulkan beragam tanggapan di media sosial. Sejumlah pihak mempertanyakan mekanisme penilaian serta proses seleksi yang dinilai kurang terbuka.
Menanggapi hal itu, Munafri mengaku prihatin terhadap kondisi yang dialami peserta asal Makassar tersebut. Ia berharap proses seleksi berlangsung objektif, profesional, dan menjunjung prinsip keadilan.
"Kan peserta dari Makassar ada, ini delegasi dari Kota Makassar yang dikirim seleksi. Masa tidak ada, kita berharap hasil seleksi semuanya fair," ujar Munafri, Senin (25/5/2026).
Wali Kota yang akrab disapa Appi itu mengaku tidak mengetahui secara rinci proses penilaian di tingkat provinsi.
"Saya tidak tahu persis apa kendala, tapi kan kami Pemeritnah Kota punya perhatian, apalagi dengar-dengar ada reposisi," tuturnya.
Meski demikian, informasi yang berkembang di tengah masyarakat mengenai adanya reposisi peserta turut menjadi perhatian.
"Padahal nilainya siswa kabarnya cukup. Jadi, kita berharap benar-benar fair dalam proses ini," sambung Munafri.
Menurut Munafri, hal yang juga perlu menjadi perhatian adalah kondisi mental dan semangat peserta Paskibraka yang telah berjuang mengikuti seluruh tahapan seleksi.
"Kasihan anak-anak yang sudah berproses. Mereka sudah latihan, sudah mempersiapkan diri dengan baik. Yang dikhawatirkan itu mentalnya," lanjutnya.
Appi menegaskan Pemerintah Kota Makassar telah menjalankan proses pembinaan dan pengiriman delegasi sesuai prosedur.
Ia menjelaskan, setelah peserta dikirim ke tingkat provinsi, seluruh kewenangan penilaian menjadi tanggung jawab panitia seleksi tingkat provinsi.
"Ada yang tanya ke saya bagaimana prosesnya. Saya bilang dari Makassar itu kita hanya mengirim ke Provinsi. Setelah itu nanti mereka yang menilai," jelasnya.
Ia berharap hasil pembinaan yang dilakukan Pemerintah Kota Makassar dapat memperoleh penilaian secara objektif dalam setiap tahapan seleksi.
"Yang jelas, kita berharap apa yang dihasilkan dari Pemerintah Kota Makassar, ini benar-benar mendapatkan penilaian yang baik dan objektif," tutup Munafri.
(MAN)
Berita Terkait
Makassar City
DPRD Makassar Desak GMTD Segera Serahkan 18 Klaster PSU yang Tertunda 25 Tahun
DPRD Kota Makassar kembali menyoroti lambannya penyerahan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU) oleh PT Gowa Makassar Tourism Development (GMTD) Tbk.
Sabtu, 18 Jul 2026 07:48
Makassar City
Belanja Modal Hanya 81,99 Persen, DPRD Makassar Minta Penjelasan Pemkot
Dalam rapat tersebut, sejumlah fraksi menyampaikan catatan kritis terhadap kinerja keuangan Pemkot Makassar. Sorotan utama diarahkan pada realisasi PAD yang belum mencapai target.
Jum'at, 17 Jul 2026 13:27
Makassar City
Marak Rumah Tinggal Jadi Kafe, Distaru Makassar Siapkan Penindakan
Dinas Tata Ruang dan Bangunan (Distaru) Kota Makassar akan memperketat pengawasan terhadap bangunan rumah tinggal yang dialihfungsikan menjadi tempat usaha, seperti toko, rumah kos, hingga kafe.
Jum'at, 17 Jul 2026 13:19
Sulsel
BPBD Makassar Latih Mahasiswa dari 23 Kampus, Siapkan 23.000 SDM Tanggap Bencana
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar menggandeng 23 perguruan tinggi untuk memperkuat mitigasi bencana.
Kamis, 16 Jul 2026 08:48
Makassar City
RSUD Daya Makassar Luncurkan Geliat, Percepat Penanganan Pasien Telantar
RSUD Kota Makassar (RSUD Daya) meluncurkan inovasi pelayanan Geliat (Gerakan Empati Layanan Integrasi Aktif Terpadu) untuk mempercepat penanganan pasien telantar.
Rabu, 15 Jul 2026 16:56
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
14 Personel BKO Polres Selayar Diterjunkan Bantu Cari 27 Korban KLM Nurul Salsa
2
Al Kahfi Time, Tradisi Jumat yang Menguatkan Spiritualitas Insan Athirah
3
Jurusan Bahasa Inggris UNM Gelar LONTARA International Conference 2026
4
BNI Gelar Dwidayatour Fest di Makassar, Tawarkan Diskon hingga Rp14 Juta
5
Bosowa Berlian Motor Siap Pasarkan Mitsubishi Xforce Hybrid di Indonesia Timur
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
14 Personel BKO Polres Selayar Diterjunkan Bantu Cari 27 Korban KLM Nurul Salsa
2
Al Kahfi Time, Tradisi Jumat yang Menguatkan Spiritualitas Insan Athirah
3
Jurusan Bahasa Inggris UNM Gelar LONTARA International Conference 2026
4
BNI Gelar Dwidayatour Fest di Makassar, Tawarkan Diskon hingga Rp14 Juta
5
Bosowa Berlian Motor Siap Pasarkan Mitsubishi Xforce Hybrid di Indonesia Timur