Percepat Pengelolaan Sampah, Appi Instruksikan Camat dan Lurah Bergerak Terpadu
Selasa, 09 Jun 2026 19:33
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat ditemui di TPA Antang, Kecamatan Manggala, Selasa (9/6/2026). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
MAKASSAR - Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan komitmennya dalam melakukan transformasi sistem pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Makassar, Selasa (9/6/2026).
Ia mengatakan bahwa fokus utama Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar saat ini adalah beralih dari metode open dumping menjadi sistem sanitary landfill yang lebih ramah lingkungan.
Dalam upaya mempercepat target tersebut, lanjut dia, Munafri telah menginstruksikan seluruh jajaran di tingkat wilayah, mulai dari camat hingga lurah, untuk bergerak secara terpadu.
"Akan banyak sekali di wilayah-wilayah ini, akan banyak sekali proses, khususnya TPS 3R, TPS sementara, dan sebagainya. Ini yang harus cepat dijalankan," jelasnya kepada awak media.
Munafri juga telah mengumpulkan seluruh camat dan lurah untuk memastikan penanganan masalah sampah di Kota Makassar dapat diselesaikan secara terpadu.
"Di sininya (TPA Antang), kita sudah maksimalkan, seluruh elemen yang kita miliki, ini sudah kita maksimalkan untuk memastikan bahwa cover soil ini berjalan terus setiap hari sampai batas waktu yang ditentukan, untuk memastikan TPA di Kota Makassar bukan lagi TPA open dumping," tegasnya.
Transformasi TPA Makassar menuju sanitary landfill terus digenjot, lanjut dia, dengan progres penimbunan yang kini telah menembus 40 persen.
"Menuju sudah menuju sampai di atas 40% penimbunannya, dan wilayah bukaannya dibuka yang di daerah yang lebih curam, untuk sementara masih menampung apa yang dibawa oleh truk-truk pengangkut sampah itu. Tetapi perlahan demi perlahan ini akan akan mulai berkurang, karena intervensi kita, intervensi pemerintah, itu ada di wilayah untuk memastikan proses pemilahan itu berjalan," lanjutnya.
Wali Kota juga mengakui bahwa salah satu kendala utama dalam penanganan sampah adalah belum masifnya kesadaran masyarakat di tingkat wilayah untuk melakukan pemilahan sampah.
"Sehingga masih banyak sekali truk yang datang ke sini, yang masih membawa sampah yang betul-betul masih tercampur, yang tidak bisa dipisah," akunya.
Mantan CEO PSM Makassar itu mengungkapkan, kondisi sampah yang masih tercampur membebani operasional TPA, sehingga area bukaan yang dirancang khusus untuk residu tidak dapat berfungsi sesuai peruntukannya.
"Sehingga, bukaan yang harusnya bukaan residu itu masih diisi oleh sampah yang datang secara besar ini. Maka dari itu, ini pelan-pelan. Jadi, nanti kalau semuanya wilayah sudah melakukan proses pembinaan, otomatis lalu lintas truk pengangkut sampah ini tidak selo tidak sebanyak lagi yang ada sekarang ini," pungkasnya.
Ia mengatakan bahwa fokus utama Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar saat ini adalah beralih dari metode open dumping menjadi sistem sanitary landfill yang lebih ramah lingkungan.
Dalam upaya mempercepat target tersebut, lanjut dia, Munafri telah menginstruksikan seluruh jajaran di tingkat wilayah, mulai dari camat hingga lurah, untuk bergerak secara terpadu.
"Akan banyak sekali di wilayah-wilayah ini, akan banyak sekali proses, khususnya TPS 3R, TPS sementara, dan sebagainya. Ini yang harus cepat dijalankan," jelasnya kepada awak media.
Munafri juga telah mengumpulkan seluruh camat dan lurah untuk memastikan penanganan masalah sampah di Kota Makassar dapat diselesaikan secara terpadu.
"Di sininya (TPA Antang), kita sudah maksimalkan, seluruh elemen yang kita miliki, ini sudah kita maksimalkan untuk memastikan bahwa cover soil ini berjalan terus setiap hari sampai batas waktu yang ditentukan, untuk memastikan TPA di Kota Makassar bukan lagi TPA open dumping," tegasnya.
Transformasi TPA Makassar menuju sanitary landfill terus digenjot, lanjut dia, dengan progres penimbunan yang kini telah menembus 40 persen.
"Menuju sudah menuju sampai di atas 40% penimbunannya, dan wilayah bukaannya dibuka yang di daerah yang lebih curam, untuk sementara masih menampung apa yang dibawa oleh truk-truk pengangkut sampah itu. Tetapi perlahan demi perlahan ini akan akan mulai berkurang, karena intervensi kita, intervensi pemerintah, itu ada di wilayah untuk memastikan proses pemilahan itu berjalan," lanjutnya.
Wali Kota juga mengakui bahwa salah satu kendala utama dalam penanganan sampah adalah belum masifnya kesadaran masyarakat di tingkat wilayah untuk melakukan pemilahan sampah.
"Sehingga masih banyak sekali truk yang datang ke sini, yang masih membawa sampah yang betul-betul masih tercampur, yang tidak bisa dipisah," akunya.
Mantan CEO PSM Makassar itu mengungkapkan, kondisi sampah yang masih tercampur membebani operasional TPA, sehingga area bukaan yang dirancang khusus untuk residu tidak dapat berfungsi sesuai peruntukannya.
"Sehingga, bukaan yang harusnya bukaan residu itu masih diisi oleh sampah yang datang secara besar ini. Maka dari itu, ini pelan-pelan. Jadi, nanti kalau semuanya wilayah sudah melakukan proses pembinaan, otomatis lalu lintas truk pengangkut sampah ini tidak selo tidak sebanyak lagi yang ada sekarang ini," pungkasnya.
(GUS)
Berita Terkait
Makassar City
Appi Perjuangkan Relaksasi Belanja Pegawai dan Penguatan Fiskal Daerah
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan pentingnya penguatan kapasitas fiskal daerah serta perlunya relaksasi kebijakan belanja pegawai guna menjaga keberlanjutan pelayanan publik dan stabilitas keuangan pemerintah Kota.
Selasa, 09 Jun 2026 22:36
Makassar City
Pemkot Makassar Siapkan Insentif Rp100 Juta bagi RT Berprestasi Kelola Lingkungan
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyiapkan hadiah minimal Rp100 juta bagi RT terbaik dalam kompetisi pengelolaan lingkungan yang akan diumumkan pada peringatan HUT Kota Makassar.
Selasa, 09 Jun 2026 18:41
Makassar City
Wali Kota Makassar Minta Warga Bantu Kurangi Residu ke TPA
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar tengah melakukan upaya akselerasi untuk mengubah sistem pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), dari pola open dumping (pembuangan terbuka) menjadi sanitary landfill (pembuangan terkontrol).
Selasa, 09 Jun 2026 15:40
Makassar City
PKS Desak Pemkot Makassar Siapkan Solusi Bagi Siswa Tak Tertampung di SMP Negeri
Anggota Fraksi PKS DPRD Kota Makassar, Azwar Rasmin, mendesak Pemerintah Kota Makassar untuk lebih serius menangani persoalan keterbatasan daya tampung sekolah negeri, khususnya jenjang SMP.
Senin, 08 Jun 2026 16:41
Makassar City
SPMB Makassar 2026 Dibuka, Pelanggaran Bisa Diadukan Lewat LONTARA+
Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar mulai membuka tahapan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 untuk jenjang PAUD, SD, dan SMP.
Senin, 08 Jun 2026 14:23
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Langgar Tata Ruang, Pemerhati Konservasi Alam Minta DPR RI Hentikan Operasi PT Conch
2
Pemkot Makassar Siapkan Insentif Rp100 Juta bagi RT Berprestasi Kelola Lingkungan
3
Pertamina Tambah Pasokan LPG 3 Kg di Sulselbar, Antisipasi Kepulangan Haji & Libur Sekolah
4
Harganas 2026, Sulsel Bergerak Serentak Target Ribuan Akseptor KB
5
Kebakaran Hanguskan Rumah Kos di Panaikang Makassar, 12 Unit Damkar Dikerahkan
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Langgar Tata Ruang, Pemerhati Konservasi Alam Minta DPR RI Hentikan Operasi PT Conch
2
Pemkot Makassar Siapkan Insentif Rp100 Juta bagi RT Berprestasi Kelola Lingkungan
3
Pertamina Tambah Pasokan LPG 3 Kg di Sulselbar, Antisipasi Kepulangan Haji & Libur Sekolah
4
Harganas 2026, Sulsel Bergerak Serentak Target Ribuan Akseptor KB
5
Kebakaran Hanguskan Rumah Kos di Panaikang Makassar, 12 Unit Damkar Dikerahkan