Dukung Program Munafri-Aliyah, Perumda Air Minum Makassar Gencarkan Transaksi QRIS
Jum'at, 24 Jul 2026 13:19
Sosialisasi penggunaan QRIS sebagai metode pembayaran non-tunai di Kantor Wilayah Pelayanan IV, Jalan Ratulangi, Jumat (24/7/2026). Foto: Istimewa
MAKASSAR - Perumda Air Minum Kota Makassar menggelar sosialisasi penggunaan QRIS sebagai metode pembayaran non-tunai di Kantor Wilayah Pelayanan IV, Jalan Ratulangi, Jumat (24/7/2026).
Langkah ini dilakukan untuk mendukung kebijakan Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinanWali Kota Makassar Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham yang mendorong seluruh transaksi pada badan usaha milik daerah dilakukan secara nontunai atau cashless.
Sosialisasi dibuka langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Keuangan Perumda Air Minum Kota Makassar, Wirda Fauzah Madjid, yang dihadiri pejabat struktural perusahaan, jajaran Wilayah Pelayanan IV, serta perwakilan PT Bank Negara Indonesia (BNI) sebagai mitra penyedia sistem pembayaran digital.
Dalam sambutannya, Wirda Fauzah Madjid mengungkapkan bahwa Perumda Air Minum Makassar saat ini telah mencatat sekitar 88 persen transaksi pelanggan dilakukan secara nontunai. Meski demikian, masih terdapat sekitar 12 persen pelanggan yang melakukan pembayaran secara tunai sehingga menjadi fokus edukasi perusahaan.
"Perusahaan telah mendapat arahan dari Bapak Wali Kota agar seluruh transaksi pembayaran dilakukan secara nontunai. Karena itu, sisa 12 persen pelanggan yang masih membayar secara tunai menjadi pekerjaan rumah kita bersama untuk terus diedukasi," ujar Wirda.
Menurut dia, penggunaan QRIS menjadi salah satu alternatif yang dapat mempermudah pelanggan dalam bertransaksi. Selain melalui aplikasi PAMNAS, pelanggan juga dapat membayar tagihan melalui berbagai platform digital seperti mobile banking, OVO, ShopeePay, Tokopedia, maupun aplikasi pembayaran lainnya yang telah terintegrasi.
Ia meminta seluruh petugas, khususnya kasir di setiap wilayah pelayanan, aktif memberikan informasi kepada pelanggan mengenai berbagai pilihan pembayaran digital tersebut. Apabila pelanggan belum memiliki aplikasi pembayaran tertentu, mereka tetap dapat memanfaatkan fasilitas QRIS yang disediakan melalui kerja sama dengan BNI.
"Harapan direksi ke depan seluruh pelanggan sudah beralih menggunakan pembayaran secara nontunai. Karena itu saya meminta seluruh petugas di wilayah benar-benar memahami teknis penggunaan QRIS agar nantinya tidak ada kendala saat melayani pelanggan," katanya.
Dalam kesempatan yang sama, perwakilan BNI, Hardinas, menjelaskan bahwa mesin pembayaran digital yang disediakan di seluruh Wilayah Pelayanan Perumda Air Minum Kota Makassar mampu melayani berbagai metode transaksi tanpa uang tunai. Pelanggan dapat membayar menggunakan kartu debit, kartu kredit, mobile banking dari berbagai bank, hingga dompet digital seperti OVO, GoPay, ShopeePay, dan layanan pembayaran berbasis QRIS lainnya.
Menurut Hardinas, sistem tersebut memberikan fleksibilitas bagi masyarakat. Pelanggan yang datang ke kantor pelayanan tanpa membawa uang tunai maupun dompet tetap dapat menyelesaikan pembayaran cukup menggunakan telepon genggam melalui pemindaian QRIS.
"Semua pembayaran dapat diakomodasi melalui sistem digital yang kami siapkan. Mau menggunakan kartu, QRIS, e-wallet, maupun mobile banking semuanya bisa dilakukan di loket pelayanan," ujarnya.
Tak hanya melayani pembayaran pelanggan individu, BNI juga menyediakan fasilitas Virtual Account (VA) bagi mitra maupun instansi yang melakukan pembayaran secara jarak jauh. Nomor Virtual Account dapat dikirim kepada mitra sehingga proses transaksi menjadi lebih praktis, cepat, dan terdokumentasi secara digital.
Melalui sosialisasi ini, Perumda Air Minum Kota Makassar berharap transformasi menuju layanan pembayaran digital dapat semakin meningkatkan kemudahan, keamanan, dan efisiensi transaksi pelanggan sekaligus mendukung kebijakan Pemerintah Kota Makassar dalam mewujudkan tata kelola pelayanan publik yang modern dan sepenuhnya berbasis nontunai.
Langkah ini dilakukan untuk mendukung kebijakan Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinanWali Kota Makassar Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham yang mendorong seluruh transaksi pada badan usaha milik daerah dilakukan secara nontunai atau cashless.
Sosialisasi dibuka langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Keuangan Perumda Air Minum Kota Makassar, Wirda Fauzah Madjid, yang dihadiri pejabat struktural perusahaan, jajaran Wilayah Pelayanan IV, serta perwakilan PT Bank Negara Indonesia (BNI) sebagai mitra penyedia sistem pembayaran digital.
Dalam sambutannya, Wirda Fauzah Madjid mengungkapkan bahwa Perumda Air Minum Makassar saat ini telah mencatat sekitar 88 persen transaksi pelanggan dilakukan secara nontunai. Meski demikian, masih terdapat sekitar 12 persen pelanggan yang melakukan pembayaran secara tunai sehingga menjadi fokus edukasi perusahaan.
"Perusahaan telah mendapat arahan dari Bapak Wali Kota agar seluruh transaksi pembayaran dilakukan secara nontunai. Karena itu, sisa 12 persen pelanggan yang masih membayar secara tunai menjadi pekerjaan rumah kita bersama untuk terus diedukasi," ujar Wirda.
Menurut dia, penggunaan QRIS menjadi salah satu alternatif yang dapat mempermudah pelanggan dalam bertransaksi. Selain melalui aplikasi PAMNAS, pelanggan juga dapat membayar tagihan melalui berbagai platform digital seperti mobile banking, OVO, ShopeePay, Tokopedia, maupun aplikasi pembayaran lainnya yang telah terintegrasi.
Ia meminta seluruh petugas, khususnya kasir di setiap wilayah pelayanan, aktif memberikan informasi kepada pelanggan mengenai berbagai pilihan pembayaran digital tersebut. Apabila pelanggan belum memiliki aplikasi pembayaran tertentu, mereka tetap dapat memanfaatkan fasilitas QRIS yang disediakan melalui kerja sama dengan BNI.
"Harapan direksi ke depan seluruh pelanggan sudah beralih menggunakan pembayaran secara nontunai. Karena itu saya meminta seluruh petugas di wilayah benar-benar memahami teknis penggunaan QRIS agar nantinya tidak ada kendala saat melayani pelanggan," katanya.
Dalam kesempatan yang sama, perwakilan BNI, Hardinas, menjelaskan bahwa mesin pembayaran digital yang disediakan di seluruh Wilayah Pelayanan Perumda Air Minum Kota Makassar mampu melayani berbagai metode transaksi tanpa uang tunai. Pelanggan dapat membayar menggunakan kartu debit, kartu kredit, mobile banking dari berbagai bank, hingga dompet digital seperti OVO, GoPay, ShopeePay, dan layanan pembayaran berbasis QRIS lainnya.
Menurut Hardinas, sistem tersebut memberikan fleksibilitas bagi masyarakat. Pelanggan yang datang ke kantor pelayanan tanpa membawa uang tunai maupun dompet tetap dapat menyelesaikan pembayaran cukup menggunakan telepon genggam melalui pemindaian QRIS.
"Semua pembayaran dapat diakomodasi melalui sistem digital yang kami siapkan. Mau menggunakan kartu, QRIS, e-wallet, maupun mobile banking semuanya bisa dilakukan di loket pelayanan," ujarnya.
Tak hanya melayani pembayaran pelanggan individu, BNI juga menyediakan fasilitas Virtual Account (VA) bagi mitra maupun instansi yang melakukan pembayaran secara jarak jauh. Nomor Virtual Account dapat dikirim kepada mitra sehingga proses transaksi menjadi lebih praktis, cepat, dan terdokumentasi secara digital.
Melalui sosialisasi ini, Perumda Air Minum Kota Makassar berharap transformasi menuju layanan pembayaran digital dapat semakin meningkatkan kemudahan, keamanan, dan efisiensi transaksi pelanggan sekaligus mendukung kebijakan Pemerintah Kota Makassar dalam mewujudkan tata kelola pelayanan publik yang modern dan sepenuhnya berbasis nontunai.
(MAN)
Berita Terkait
News
Pemkot Makassar Percepat Penyerahan PSU Perumahan
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mempercepat penyerahan prasarana, sarana, dan utilitas (PSU) perumahan untuk menghindari kerugian jangka panjang yang dapat dirasakan masyarakat.
Selasa, 08 Sep 2026 18:48
Makassar City
Pertamina Dukung Sidak LPG 3 Kg di Makassar, Warga Diminta Tak Panic Buying
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi mendukung langkah Pemkot Makassar dengan memastikan penyaluran LPG 3 kg kepada pangkalan berjalan sesuai ketentuan.
Selasa, 08 Sep 2026 16:27
News
Bukit Baruga Kembangkan Urban Farming Terintegrasi, Berpotensi Jadi Percontohan di Makassar
Pengembangan urban farming di kawasan Bukit Baruga, Makassar berpeluang dikembangkan sebagai percontohan pertanian perkotaan yang terintegrasi dengan pengelolaan lingkungan.
Selasa, 08 Sep 2026 16:09
News
Warga Karuwisi Apresiasi Mobil Pickup PDAM, Bisa Jangkau Lorong Sempit
Warga Kelurahan Karuwisi Utara, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, mengapresiasi langkah Perumda Air Minum Kota Makassar menghadirkan mobil pickup yang dilengkapi tandon air untuk mendukung penyaluran bantuan air bersih.
Selasa, 08 Sep 2026 15:31
News
Pemkot Makassar Kaji Aspek Geografis dan Regulasi Calon TPU Baru di Maros
Pemerintah Kota (Penkot) Makassar mulai mencari lahan baru untuk mengantisipasi keterbatasan Tempat Pemakaman Umum (TPU) di wilayah kota.
Selasa, 08 Sep 2026 08:48
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Wabup Maros Usulkan Pemberangkatan Haji Dipusatkan di Al-Markaz
2
Transaksi BBM Subsidi Tak Wajar, Pertamina Sulawesi Blokir 4.767 QR Code
3
Sekelompok Pria Timbulkan Keresahan di Kawasan Putri SPIDI, Siswi hingga Guru Merasa Tak Aman
4
Bukan Sekadar Belajar di Kelas, Siswa Kelas XI SMA IT Arrahmah Mengabdi di Leang-Leang
5
Pemkot Makassar Kaji Aspek Geografis dan Regulasi Calon TPU Baru di Maros
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Wabup Maros Usulkan Pemberangkatan Haji Dipusatkan di Al-Markaz
2
Transaksi BBM Subsidi Tak Wajar, Pertamina Sulawesi Blokir 4.767 QR Code
3
Sekelompok Pria Timbulkan Keresahan di Kawasan Putri SPIDI, Siswi hingga Guru Merasa Tak Aman
4
Bukan Sekadar Belajar di Kelas, Siswa Kelas XI SMA IT Arrahmah Mengabdi di Leang-Leang
5
Pemkot Makassar Kaji Aspek Geografis dan Regulasi Calon TPU Baru di Maros