Pertamina Naikkan Suplai BBM 15% dan Tambah Jam Operasional Sejumlah SPBU
Sabtu, 12 Sep 2026 05:13
EGM Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Deny Sukendar (kacamata), di Kantor PT. Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Jalan Garuda, Jumat (11/9/2026). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
MAKASSAR - Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi meningkatkan pasokan bahan bakar minyak (BBM) untuk mengatasi antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Makassar.
Selain menambah suplai, Pertamina juga memperpanjang jam operasional SPBU serta berkoordinasi dengan Satgas Gabungan untuk menertibkan antrean di lapangan.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Deny Sukendar, mengatakan penyaluran BBM telah ditingkatkan di atas kondisi normal. Penyaluran Solar, kata dia, telah meningkat sekitar 15 persen, sedangkan Pertalite mencapai 8 hingga 10 persen dibandingkan kondisi normal.
"Tentu sudah meningkat kami penyaluran untuk Solar kita sudah berkisar di atas normal itu sekitar 15%, dan Pertalite sudah 8% dan kemarin sudah juga mencapai 10% dari kondisi normal," ungkapnya, Jumat (11/9/2026).
Deny mengatakan Pertamina juga membuka kemungkinan menambah SPBU yang beroperasi selama 24 jam, menyesuaikan kondisi antrean di lapangan.
"Nanti kita akan melihat kondisinya. Apabila memang diperlukan, itu akan kita tambah. Tetapi intinya adalah bagaimana kita bisa mengurai antrean ini. Jadi jumlah SPBU nanti mungkin akan sangat dinamis mengikuti nanti dengan kondisi antrean, tetapi jika diperlukan tentu kita akan sesuaikan juga," tambah Deny.
Menurutnya, pengaturan antrean perlu dilakukan karena antrean yang terlalu panjang dapat membuat stok di SPBU lebih cepat habis. Pertamina, lanjut Deny, terus memetakan kebutuhan dan mendorong penyaluran BBM ke SPBU yang membutuhkan tambahan pasokan.
Ia menjelaskan, jumlah suplai BBM untuk setiap SPBU berbeda-beda karena disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing lokasi. Pertamina juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Makassar dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk mengatasi persoalan tersebut.
"Kami berupaya bersama pemerintah kota, juga pemerintah provinsi, secepat-cepatnya kita akan tanggulangi. Kami juga berharap kondisi ini bisa segera reda, sudah semuanya kembali normal," ujarnya.
Deny menyebut antrean BBM dipengaruhi sejumlah faktor, antara lain kebutuhan masyarakat, disparitas harga, dan faktor lainnya. Karena itu, ia berharap seluruh pihak dapat memperkuat koordinasi untuk mengurai antrean.
Pertamina juga telah menambah waktu operasional SPBU dan berkoordinasi dengan Satgas Gabungan untuk menertibkan antrean kendaraan yang mengular hingga ke jalan.
"Pertamina selama ini sudah menambah suplai. Yang kedua, kami juga sudah menambah waktu operasional SPBU. Kemudian yang ketiga, kami juga sudah koordinasi dengan tim Satgas Gabungan untuk bisa menertibkan antrean-antrean yang ada di SPBU," kata Deny.
Di sisi lain, masyarakat mengeluhkan panjangnya antrean kendaraan di sejumlah SPBU. Salah satunya Indah (42), yang mengaku harus mendatangi tiga SPBU untuk mendapatkan BBM.
"Sudah 1 jam lebih saya antre di sini dan ini SPBU yang ketiga kudatangi. Susah sekali bensin sekarang kodong," ungkapnya kepada SINDO Makassar.
Indah juga mempertanyakan klaim Pertamina yang menyebut stok BBM dalam kondisi cukup. Menurut dia, kondisi di lapangan menunjukkan masih banyak kendaraan yang harus mengantre selama berjam-jam.
"Katanya cukup stoknya tapi masih banyak kendaraan di lapangan antre berjam-jam, bahkan sampai subuh. Omong kosong itu kalau dia (Pertamina) bilang cukup stok bensin," sebutnya saat ditemui di SPBU 7490115, Jalan DR. Ratulangi Nomor 71, Kecamatan Mariso.
Selain menambah suplai, Pertamina juga memperpanjang jam operasional SPBU serta berkoordinasi dengan Satgas Gabungan untuk menertibkan antrean di lapangan.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Deny Sukendar, mengatakan penyaluran BBM telah ditingkatkan di atas kondisi normal. Penyaluran Solar, kata dia, telah meningkat sekitar 15 persen, sedangkan Pertalite mencapai 8 hingga 10 persen dibandingkan kondisi normal.
"Tentu sudah meningkat kami penyaluran untuk Solar kita sudah berkisar di atas normal itu sekitar 15%, dan Pertalite sudah 8% dan kemarin sudah juga mencapai 10% dari kondisi normal," ungkapnya, Jumat (11/9/2026).
Deny mengatakan Pertamina juga membuka kemungkinan menambah SPBU yang beroperasi selama 24 jam, menyesuaikan kondisi antrean di lapangan.
"Nanti kita akan melihat kondisinya. Apabila memang diperlukan, itu akan kita tambah. Tetapi intinya adalah bagaimana kita bisa mengurai antrean ini. Jadi jumlah SPBU nanti mungkin akan sangat dinamis mengikuti nanti dengan kondisi antrean, tetapi jika diperlukan tentu kita akan sesuaikan juga," tambah Deny.
Menurutnya, pengaturan antrean perlu dilakukan karena antrean yang terlalu panjang dapat membuat stok di SPBU lebih cepat habis. Pertamina, lanjut Deny, terus memetakan kebutuhan dan mendorong penyaluran BBM ke SPBU yang membutuhkan tambahan pasokan.
Ia menjelaskan, jumlah suplai BBM untuk setiap SPBU berbeda-beda karena disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing lokasi. Pertamina juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Makassar dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk mengatasi persoalan tersebut.
"Kami berupaya bersama pemerintah kota, juga pemerintah provinsi, secepat-cepatnya kita akan tanggulangi. Kami juga berharap kondisi ini bisa segera reda, sudah semuanya kembali normal," ujarnya.
Deny menyebut antrean BBM dipengaruhi sejumlah faktor, antara lain kebutuhan masyarakat, disparitas harga, dan faktor lainnya. Karena itu, ia berharap seluruh pihak dapat memperkuat koordinasi untuk mengurai antrean.
Pertamina juga telah menambah waktu operasional SPBU dan berkoordinasi dengan Satgas Gabungan untuk menertibkan antrean kendaraan yang mengular hingga ke jalan.
"Pertamina selama ini sudah menambah suplai. Yang kedua, kami juga sudah menambah waktu operasional SPBU. Kemudian yang ketiga, kami juga sudah koordinasi dengan tim Satgas Gabungan untuk bisa menertibkan antrean-antrean yang ada di SPBU," kata Deny.
Di sisi lain, masyarakat mengeluhkan panjangnya antrean kendaraan di sejumlah SPBU. Salah satunya Indah (42), yang mengaku harus mendatangi tiga SPBU untuk mendapatkan BBM.
"Sudah 1 jam lebih saya antre di sini dan ini SPBU yang ketiga kudatangi. Susah sekali bensin sekarang kodong," ungkapnya kepada SINDO Makassar.
Indah juga mempertanyakan klaim Pertamina yang menyebut stok BBM dalam kondisi cukup. Menurut dia, kondisi di lapangan menunjukkan masih banyak kendaraan yang harus mengantre selama berjam-jam.
"Katanya cukup stoknya tapi masih banyak kendaraan di lapangan antre berjam-jam, bahkan sampai subuh. Omong kosong itu kalau dia (Pertamina) bilang cukup stok bensin," sebutnya saat ditemui di SPBU 7490115, Jalan DR. Ratulangi Nomor 71, Kecamatan Mariso.
(MAN)
Berita Terkait
Makassar City
Logo HUT Makassar, Simbol Merawat Budaya dan Menyalakan Harapan
Pemerintah Kota Makassar menetapkan logo resmi Hari Ulang Tahun (HUT) ke-419 Kota Makassar hasil sayembara desain yang dimenangkan Agung dari studio Tudob.
Jum'at, 09 Okt 2026 13:07
News
Sinergi Pertamina - Kejati Sulsel Jaga Kelancaran Layanan Energi
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi dan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan memperkuat koordinasi kelembagaan untuk mendukung kelancaran operasional dan pelayanan energi kepada masyarakat.
Kamis, 08 Okt 2026 20:47
Ekbis
Pertamina Buka Jalan Wastra Sulsel Menuju Pasar Global
Brand fashion dan kerajinan tangan asal Makassar itu membawa karya berbasis wastra Sulawesi Selatan ke ajang INACRAFT 2026 di Jakarta International Convention Centre (JICC), Jakarta.
Kamis, 08 Okt 2026 12:34
News
Pertamina Patra Niaga Sulawesi Tebar 2.000 Paket Sembako untuk Warga Prasejahtera
Sebanyak 2.000 paket sembako disalurkan Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi kepada masyarakat prasejahtera di sejumlah wilayah kerja perusahaan.
Rabu, 07 Okt 2026 20:08
News
Soroti Kafe Berkonsep Diskotek, Karang Taruna Makassar Minta Pemkot Tegas
Ketua Karang Taruna Kota Makassar, Muhammad Zulkifli, angkat bicara terkait aksi unjuk rasa kelompok mahasiswa dan ormas
Rabu, 07 Okt 2026 10:32
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Resmi Gabung Demokrat, Appi Ajak Kader Bersama-sama Besarkan Partai
2
Kuasa Hukum Husniah Talenrang Desak Polda Sulsel Usut Dugaan Hilangnya Dokumen MA
3
Putusan MA Soal Prof Ichsan Ali Belum Tuntas, Legalitas Senat UNM Jelang Pilrek Disorot
4
Tujuh Dekade Asuransi Astra: Menanam Literasi, Memanen Kepercayaan
5
Sarasehan Kemitraan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting Bersama Mitra Pentahelix
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Resmi Gabung Demokrat, Appi Ajak Kader Bersama-sama Besarkan Partai
2
Kuasa Hukum Husniah Talenrang Desak Polda Sulsel Usut Dugaan Hilangnya Dokumen MA
3
Putusan MA Soal Prof Ichsan Ali Belum Tuntas, Legalitas Senat UNM Jelang Pilrek Disorot
4
Tujuh Dekade Asuransi Astra: Menanam Literasi, Memanen Kepercayaan
5
Sarasehan Kemitraan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting Bersama Mitra Pentahelix