Pemkot Makassar Perkuat Ekonomi Sirkular Lewat Pengelolaan Sampah dan Urban Farming

Rabu, 10 Jun 2026 18:57
Pemkot Makassar Perkuat Ekonomi Sirkular Lewat Pengelolaan Sampah dan Urban Farming
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, meninjau TPS3R di Kelurahan Karunrung, Kecamatan Rappocini, Rabu (10/6/2026). Foto: Istimewa
Comment
Share
MAKASSAR - Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar akan mengintegrasikan pengelolaan sampah melalui TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, dan Recycle) dengan program urban farming untuk memperkuat ekonomi sirkular dan ketahanan pangan masyarakat.

Hal itu disampaikan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat meninjau TPS3R di Kelurahan Karunrung dan kawasan urban farming di Kecamatan Rappocini, Rabu (10/6/2026).

"Saya datang melihat TPS3R dan Urban Farming di Kecamatan Rappocini, memastikan bahwa secepatnya akan dianggarkan pada anggaran perubahan nanti," jelasnya.

Munafri mengatakan TPS3R perlu dioptimalkan agar sampah yang dikirim ke TPA Antang hanya berupa residu yang tidak dapat diolah kembali.

"TPA Antang saat ini, sudah dibenahi sehingga beralih menjadi sanitary landfill, yang harus sampai ke sana hanyalah residu, sekarang ini hampir semua sampah dari rumah tangga kita mulai pilah dari lingkungan dan rumah tangga," katanya.

Ia menekankan pengelolaan sampah harus dimulai dari rumah tangga dengan pemilahan sampah organik dan nonorganik.

"Masyarakat tidak memerlukan peralatan yang rumit untuk memulai. Modalnya cuma dua ember. Satu untuk sampah organik dan satu untuk sampah nonorganik. Sesederhana itu. Sampah organik dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomis seperti pupuk kompos, bioenzim, hingga pakan maggot," jelasnya.

Menurut Munafri, pengolahan sampah organik dapat menghasilkan nilai ekonomi sekaligus mendukung urban farming.

"Ini adalah siklus yang tidak boleh terputus. Sampah organik diolah menjadi pupuk, pupuk digunakan untuk pertanian, hasil pertanian dijual, sisanya kembali menjadi sampah organik yang diolah lagi," tegasnya.

Selain itu, Pemkot Makassar menyiapkan hadiah lebih dari Rp100 juta bagi RT yang dinilai paling berhasil menjalankan program pengelolaan sampah dan urban farming. Pemenangnya direncanakan diumumkan pada peringatan Hari Ulang Tahun Kota Makassar pada November mendatang.

"Saya sudah sampaikan sebelumnya bahwa akan ada hadiah. Nilainya tidak kurang dari Rp100 juta. Tetapi ini bukan hadiah untuk pribadi ketua RT atau RW," tegasnya.

"Kita ingin membangun budaya baru, budaya memilah sampah, mengolah sampah, dan menghasilkan pangan dari lingkungan sendiri," tambah Appi.
(MAN)
Berita Terkait
Berita Terbaru