Hadiri Job Fair 2026, Wali Kota Appi Dorong Lapangan Kerja Inklusif

Rabu, 19 Agu 2026 16:51
Hadiri Job Fair 2026, Wali Kota Appi Dorong Lapangan Kerja Inklusif
Suasana pembukaan Makassar Job Fair di Phinisi Poin (PiPo) Mall, Rabu (19/8/2026). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
Comment
Share
MAKASSAR - Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mendorong penciptaan lapangan kerja yang lebih luas dan inklusif untuk menekan angka pengangguran terbuka di Kota Makassar yang kini berada di kisaran sembilan persen.

Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui Makassar Job Fair yang digelar di Phinisi Point (PiPo) Mall, Rabu (19/8/2026). Munafri menilai kegiatan tersebut dapat mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja.

"Paling utama membuka lapangan kerja yang seluas-luasnya dan menekan angka pengangguran terbuka yang ada di Kota Makassar. Yang kita tahu, angkanya masih berada di kurang lebih sembilan persen, yang mana telah turun dari dua digit pada tahun lalu," ujarnya saat meninjau pelaksanaan Job Fair.

Menurut Munafri, Job Fair menjadi salah satu upaya untuk menjawab persoalan ketenagakerjaan karena masih banyak perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja.

"Ini kita harapkan menjadi salah satu solusi untuk menyelesaikan persoalan ketenagakerjaan. Kalau kita lihat, begitu banyak perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja," harapnya saat memberikan keterangan.

Ia mencontohkan sejumlah perusahaan yang membuka kebutuhan tenaga kerja dalam jumlah besar. Salah satunya Indomaret yang disebut membutuhkan sekitar 150 pekerja. Selain itu, terdapat perusahaan outsourching yang membutuhkan ratusan tenaga kerja untuk ditempatkan di perusahaan mitra maupun berbagai daerah.

"Contohnya seperti Indomaret, itu membutuhkan sekitar 150 orang untuk dipekerjakan. Ada beberapa juga perusahaan outsourcing yang membutuhkan ratusan orang untuk bisa didistribusikan ke perusahaan-perusahaan, ke daerah-daerah, atau ke tempat-tempat yang bekerja sama dengan mereka. Ada beberapa perusahaan distribusi, perusahaan makanan dan minuman, dan menurut saya ini sangat luar biasa," kata Munafri.

Selain membuka akses kerja, Munafri menyoroti keterlibatan penyandang disabilitas dalam pasar kerja. Menurutnya, sejumlah perusahaan yang mengikuti Job Fair juga membuka kesempatan kerja bagi kelompok tersebut.

"Yang lebih penting lagi, beberapa perusahaan ini menerima saudara-saudara kita yang disabilitas. Tadi ada di salah satu stan, saya berada di sana bersamaan dengan tiga orang saudara kita yang disabilitas," ungkapnya.

Menurut Munafri, keterlibatan penyandang disabilitas menunjukkan bahwa pencarian kerja di Makassar perlu diarahkan menjadi proses yang inklusif.

"Ini merupakan hasil dari kerja sama dan kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Ketenagakerjaan Kota Makassar untuk memberikan mereka tambahan atau upgrading knowledge. Nah, ini yang kita harapkan. Hasil-hasil inilah yang kita inginkan sehingga proses pencarian kerja di Kota Makassar menjadi pekerjaan yang inklusif dan bisa menerima semuanya," tegasnya.

Di luar penyaluran tenaga kerja melalui Job Fair, Pemkot Makassar juga menyiapkan sejumlah pendekatan untuk menangani pengangguran, termasuk pemberian modal, pemberdayaan, dan bantuan yang ditujukan agar masyarakat tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja.

"Banyak sekali (cara penanganan pengangguran). Ada pemberian modal, proses pemberdayaan, dan pemberian bantuan untuk memastikan apakah mereka ini tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi juga bisa membuka lapangan kerja," ucapnya kepada awak media.

Munafri mengatakan pemerintah akan turun langsung ke wilayah-wilayah untuk mengidentifikasi usaha masyarakat yang masih memiliki keterbatasan peralatan sehingga kapasitas produksinya dapat ditingkatkan.

"Contohnya, kita akan turun ke wilayah-wilayah. Saat ini kita menyisir wilayah-wilayah untuk memastikan apakah ada pekerjaan yang masih belum menggunakan peralatan yang seharusnya disokong dengan peralatan.Contohnya, ada tukang binatu di suatu daerah. Kalau selama ini mungkin hanya bisa mencuci 10 baju dalam satu hari dengan bayaran sekian, nah kita siapkan mesin cucinya agar bisa menambah kapasitas," tuturnya.

Menurut Munafri, dukungan peralatan tersebut tidak hanya meningkatkan kapasitas usaha, tetapi juga berpotensi menciptakan lapangan kerja baru.

"Yang kedua, kalau dia sudah punya mesin cuci, minimal dia sudah bisa mempekerjakan dirinya sendiri dan satu orang helper-nya. Artinya, dua tenaga kerja sudah terserap di dalamnya.Nah, ini yang harus kita lakukan: bagaimana pemerintah selalu hadir memberikan kemudahan-kemudahan terhadap akses pekerjaan," pungkasnya.
(MAN)
Berita Terkait
Berita Terbaru