Minat Warga Minim, Rute Petepete Laut Dikaji Ulang
Selasa, 29 Sep 2026 14:11
Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar, Muhammad Rheza. Foto: Istimewa
MAKASSAR - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Makassar terus mengevaluasi operasional transportasi Petepete Laut yang telah berjalan selama tiga bulan terakhir.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar, Muhammad Rheza, mengungkapkan layanan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat yang rutin memanfaatkannya setiap Senin pagi.
"Selama 3 bulan lebih ini alhamdulillah setiap Senin pagi itu memang dipenuhi pegawai memang dan ada juga pernah satu kali itu masyarakat naik sekedar menikmati. Ada sekitar 5 orang itu orang tua ikut sama pegawai-pegawai yang kerja di tenaga kesehatan, guru, pegawai kecamatan, kelurahan juga. Termasuk Pak Camat (Sangkarrang) ikut juga," ungkapnya, Senin (28/9/2026).
Kendati demikian, ia menjelaskan bahwa operasional Petepete Laut menghadapi sejumlah tantangan, seperti penyesuaian rute dan pola waktu perjalanan dengan kebutuhan masyarakat kepulauan.
"Jadi rute ini kan kita sudah tetapkan sampai di Lanjukang. Namun sampai saat ini hanya sampai Lumu-Lumu yang ada. Sampai ke sana itu tidak ada, mungkin karena waktunya cuma satu kali sepekan. Sementara masyarakat itu kemauannya selalu setiap saat. Jadi belum ketemu titiknya. Keinginan masyarakat yang maunya setiap saat ready (siap), semacam kayak angkutan mondar-mandir. Sementara ini kan pertama kapal kayu tidak cepat. Jumlah penumpang itu juga kan tidak sama, tidak seperti kalau di darat. Setiap saat, sesekali saja," tandasnya.
Rheza menjelaskan, pihaknya belum menemukan titik temu terkait keinginan masyarakat kepulauan yang mengharapkan layanan angkutan laut tersebut dapat beroperasi setiap hari.
"Kami sudah laporkan ke pimpinan, kami coba-coba merubah rute memfasilitasi di Barang Caddi, kemudian di Kodingareng. Cuma Kodingareng dengan Barrang Lompo itu ternyata jaraknya juga cukup jauh. Sehingga mungkin kami coba-coba juga nantinya untuk di Barang Caddi juga. Karena Barang Caddi kan juga lumayan cukup banyak penduduknya, termasuk Kodingareng juga," jelasnya kepada wartawan.
Ia menyampaikan, rute tersebut masih berada dalam tahap soft launching, di mana pihaknya masih terus memantau dan mempelajari tingkat minat serta antusiasme masyarakat secara berkala.
"Cuma kita coba dulu di Barang Caddi. Kalau tinggi, ini kita akan rutinkan. Karena namanya juga kemarin kan soft launching, belum kita ini sambil mempelajari bagaimana tingkat minat masyarakat. Karena jangan sampai kita ini tetapi masyarakat yang kurang berminat ya kita tidak bisa paksa juga. Karena mereka kan butuhnya waktu, mereka butuh baru mau keluar, tidak bilang sesuai jadwal yang kita tetapkan," ucapnya.
Kata dia, Dishub Kota Makassar sempat melakukan uji coba rute baru ke Pulau Barrang Caddi, namun belum ada warga yang berminat ikut serta.
"Ini sebenarnya tadi kita sudah (uji coba), cuma tidak ada mau ke Barang Caddi. Nanti kita coba terus karena kami sudah melalui masjid-masjid juga di pulau-pulau itu sudah melakukan pengumuman yang yang arah Lanjukang itu kami sudah ini tapi memang kurang peminat. Ini kita sudah sampaikan juga orang-orang di dermaga di Barrang Lompo tapi karena mereka mungkin tidak mau mengikuti jadwal kita, tetapi kapan mereka butuh baru mau berangkat ke sana karena sesuai kebutuhan mereka juga," sambung Rheza.
Selain itu, lanjut dia, Dishub Kota Makassar juga mengusulkan penambahan anggaran dalam APBD Perubahan, khususnya untuk subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) Pete-Pete Laut.
"Kami cuma menambah BBM-nya karena dengan kenaikan harga solar Dex ini ya cukup membuat susah juga bergerak Pete-Pete ini. Karena kan mereka kita kan kendaraan pemerintah harus menggunakan BBM non-subsidi. Solar Dex kan sampai 26.000 kemarin. Sangat jauh kenaikannya sehingga ini agak mengganggu pagu anggaran pokok tahun ini," paparnya saat memberikan keterangan.
Rheza menuturkan bahwa pihaknya mengusulkan penambahan anggaran tersebut secara khusus karena adanya kenaikan harga
"Yang jelas kita usulkan karena ada kenaikan di harga BBM. Kemarin kan ada rasionalisasi pengurangan ini kita mengambil dari biaya pembayaran lampu jalan. Sehingga di perubahan ini kami cuma minta kembali anggaran lampu jalan untuk kita bayar tahun ini yang belum, apa bulan yang sampai akhir tahun ini. Pokok sudah pasti, sudah pasti kan 1 tahun," tuturnya.
Sebelumnya, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, telah meresmikan langsung Soft Launching Pete-Pete Laut di Pulau Barrang Lompo, Kecamatan Kepulauan Sangkarrang, pada Jumat (12/6/2026).
Ia mengungkapkan, program itu dirancang untuk memecahkan hambatan transportasi yang selama ini membatasi pembangunan infrastruktur maupun pengembangan sumber daya manusia di Kepulauan Sangkarang.
"Kami mencoba menginisiasi bersama dengan teman-teman di Dinas Perhubungan, bagaimana kalau kita membuat satu lintasan atau trayek, untuk bisa memastikan ada alat transportasi yang kita akan uji cobakan di Kepulauan Sangkarang," ujarnya.
Munafri mengatakan bahwa program tersebut diinisiasi untuk mengoneksikan warga di pulau-pulau terluar dengan wilayah sekitar melalui akses transportasi yang lebih memadai.
"Maka dari itu, kita mencoba menyiapkan apa yang ada, karena kita mengejar waktu. Kebetulan Dishub punya kapal namanya Banawa. Ini kapal hibah dari Kementerian Perhubungan, lalu kita coba untuk mengalihfungsikan supaya ini bisa menjadi rute transportasi yang ada di wilayah ini," jelasnya dalam sambutan.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar, Muhammad Rheza, mengungkapkan layanan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat yang rutin memanfaatkannya setiap Senin pagi.
"Selama 3 bulan lebih ini alhamdulillah setiap Senin pagi itu memang dipenuhi pegawai memang dan ada juga pernah satu kali itu masyarakat naik sekedar menikmati. Ada sekitar 5 orang itu orang tua ikut sama pegawai-pegawai yang kerja di tenaga kesehatan, guru, pegawai kecamatan, kelurahan juga. Termasuk Pak Camat (Sangkarrang) ikut juga," ungkapnya, Senin (28/9/2026).
Kendati demikian, ia menjelaskan bahwa operasional Petepete Laut menghadapi sejumlah tantangan, seperti penyesuaian rute dan pola waktu perjalanan dengan kebutuhan masyarakat kepulauan.
"Jadi rute ini kan kita sudah tetapkan sampai di Lanjukang. Namun sampai saat ini hanya sampai Lumu-Lumu yang ada. Sampai ke sana itu tidak ada, mungkin karena waktunya cuma satu kali sepekan. Sementara masyarakat itu kemauannya selalu setiap saat. Jadi belum ketemu titiknya. Keinginan masyarakat yang maunya setiap saat ready (siap), semacam kayak angkutan mondar-mandir. Sementara ini kan pertama kapal kayu tidak cepat. Jumlah penumpang itu juga kan tidak sama, tidak seperti kalau di darat. Setiap saat, sesekali saja," tandasnya.
Rheza menjelaskan, pihaknya belum menemukan titik temu terkait keinginan masyarakat kepulauan yang mengharapkan layanan angkutan laut tersebut dapat beroperasi setiap hari.
"Kami sudah laporkan ke pimpinan, kami coba-coba merubah rute memfasilitasi di Barang Caddi, kemudian di Kodingareng. Cuma Kodingareng dengan Barrang Lompo itu ternyata jaraknya juga cukup jauh. Sehingga mungkin kami coba-coba juga nantinya untuk di Barang Caddi juga. Karena Barang Caddi kan juga lumayan cukup banyak penduduknya, termasuk Kodingareng juga," jelasnya kepada wartawan.
Ia menyampaikan, rute tersebut masih berada dalam tahap soft launching, di mana pihaknya masih terus memantau dan mempelajari tingkat minat serta antusiasme masyarakat secara berkala.
"Cuma kita coba dulu di Barang Caddi. Kalau tinggi, ini kita akan rutinkan. Karena namanya juga kemarin kan soft launching, belum kita ini sambil mempelajari bagaimana tingkat minat masyarakat. Karena jangan sampai kita ini tetapi masyarakat yang kurang berminat ya kita tidak bisa paksa juga. Karena mereka kan butuhnya waktu, mereka butuh baru mau keluar, tidak bilang sesuai jadwal yang kita tetapkan," ucapnya.
Kata dia, Dishub Kota Makassar sempat melakukan uji coba rute baru ke Pulau Barrang Caddi, namun belum ada warga yang berminat ikut serta.
"Ini sebenarnya tadi kita sudah (uji coba), cuma tidak ada mau ke Barang Caddi. Nanti kita coba terus karena kami sudah melalui masjid-masjid juga di pulau-pulau itu sudah melakukan pengumuman yang yang arah Lanjukang itu kami sudah ini tapi memang kurang peminat. Ini kita sudah sampaikan juga orang-orang di dermaga di Barrang Lompo tapi karena mereka mungkin tidak mau mengikuti jadwal kita, tetapi kapan mereka butuh baru mau berangkat ke sana karena sesuai kebutuhan mereka juga," sambung Rheza.
Selain itu, lanjut dia, Dishub Kota Makassar juga mengusulkan penambahan anggaran dalam APBD Perubahan, khususnya untuk subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) Pete-Pete Laut.
"Kami cuma menambah BBM-nya karena dengan kenaikan harga solar Dex ini ya cukup membuat susah juga bergerak Pete-Pete ini. Karena kan mereka kita kan kendaraan pemerintah harus menggunakan BBM non-subsidi. Solar Dex kan sampai 26.000 kemarin. Sangat jauh kenaikannya sehingga ini agak mengganggu pagu anggaran pokok tahun ini," paparnya saat memberikan keterangan.
Rheza menuturkan bahwa pihaknya mengusulkan penambahan anggaran tersebut secara khusus karena adanya kenaikan harga
"Yang jelas kita usulkan karena ada kenaikan di harga BBM. Kemarin kan ada rasionalisasi pengurangan ini kita mengambil dari biaya pembayaran lampu jalan. Sehingga di perubahan ini kami cuma minta kembali anggaran lampu jalan untuk kita bayar tahun ini yang belum, apa bulan yang sampai akhir tahun ini. Pokok sudah pasti, sudah pasti kan 1 tahun," tuturnya.
Sebelumnya, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, telah meresmikan langsung Soft Launching Pete-Pete Laut di Pulau Barrang Lompo, Kecamatan Kepulauan Sangkarrang, pada Jumat (12/6/2026).
Ia mengungkapkan, program itu dirancang untuk memecahkan hambatan transportasi yang selama ini membatasi pembangunan infrastruktur maupun pengembangan sumber daya manusia di Kepulauan Sangkarang.
"Kami mencoba menginisiasi bersama dengan teman-teman di Dinas Perhubungan, bagaimana kalau kita membuat satu lintasan atau trayek, untuk bisa memastikan ada alat transportasi yang kita akan uji cobakan di Kepulauan Sangkarang," ujarnya.
Munafri mengatakan bahwa program tersebut diinisiasi untuk mengoneksikan warga di pulau-pulau terluar dengan wilayah sekitar melalui akses transportasi yang lebih memadai.
"Maka dari itu, kita mencoba menyiapkan apa yang ada, karena kita mengejar waktu. Kebetulan Dishub punya kapal namanya Banawa. Ini kapal hibah dari Kementerian Perhubungan, lalu kita coba untuk mengalihfungsikan supaya ini bisa menjadi rute transportasi yang ada di wilayah ini," jelasnya dalam sambutan.
(GUS)
Berita Terkait
Sulsel
Pemkot Makassar Luncurkan Pete-Pete Laut Gratis, Ini Jadwal dan Rutenya
Pemerintah Kota Makassar resmi meluncurkan uji coba layanan transportasi antarpulau "Pete-Pete Laut" yang akan melayani masyarakat di wilayah Kecamatan Kepulauan Sangkarrang secara gratis.
Jum'at, 12 Jun 2026 22:08
Makassar City
Pete-Pete Laut Makassar Diluncurkan Pekan Ini, Kapasitas 30 Penumpang
Pemerintah Kota Makassar akan meluncurkan program Pete-Pete Laut pada Jumat (12/6/2026) sebagai layanan transportasi laut bagi masyarakat kepulauan.
Rabu, 10 Jun 2026 18:50
Sulsel
Terminal Bayangan Daya Ditertibkan, Sopir Diarahkan ke Terminal Resmi
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Makassar mulai menertibkan terminal bayangan yang marak beroperasi di sejumlah ruas jalan. Langkah ini dilakukan.
Minggu, 08 Mar 2026 19:58
Makassar City
Tak Lagi Tumpang Tindih, Regulasi Sistem Parkir Makassar Diharmonisasi
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin memimpin rapat koordinasi bersama jajaran perangkat daerah terkait untuk membahas langkah penyelesaian tata kelola sistem perparkiran di Kota Makassar, Selasa (2/12/2025).
Rabu, 03 Des 2025 11:37
Makassar City
Walkot Munafri Instruksikan Petugas Dishub Beri Pelayanan Profesional
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memberikan instruksi tegas kepada jajaran Petugas Dinas Perhubungan Kota Makassar agar menjalankan tugas dengan profesional, berintegritas.
Sabtu, 25 Okt 2025 09:33
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
HMPS Pendidikan Sosiologi FIS-H UNM Sukses Gelar Sociology Competition Vol. 4
2
PIK-R Sekolah Rakyat Dorong Remaja Jadi Penggerak Generasi Unggul
3
Melesat di Aragon, Ramadhipa Jaga Peluang Tembus Tiga Besar Moto3 Junior
4
Polisi Tahan Terduga Pelaku Kekerasan terhadap Guru SD di Jeneponto
5
TransNusa Buka Penerbangan Rute Manado-Makassar-Bali
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
HMPS Pendidikan Sosiologi FIS-H UNM Sukses Gelar Sociology Competition Vol. 4
2
PIK-R Sekolah Rakyat Dorong Remaja Jadi Penggerak Generasi Unggul
3
Melesat di Aragon, Ramadhipa Jaga Peluang Tembus Tiga Besar Moto3 Junior
4
Polisi Tahan Terduga Pelaku Kekerasan terhadap Guru SD di Jeneponto
5
TransNusa Buka Penerbangan Rute Manado-Makassar-Bali