Walkot Munafri Instruksikan Petugas Dishub Beri Pelayanan Profesional
Sabtu, 25 Okt 2025 09:33
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat menghadiri Apel Dishub, di Lapangan Karebosi, Kamis (23/10/2025). Foto: Istimewa
MAKASSAR - Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memberikan instruksi tegas kepada jajaran Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Makassar agar menjalankan tugas dengan profesional, berintegritas, serta tetap menjunjung tinggi sikap humanis dalam berinteraksi dengan masyarakat.
Dalam arahannya, Munafri menegaskan bahwa Dishub merupakan salah satu unsur pemerintah yang berada di garis terdepan dalam pelayanan dilapangan, karena bersentuhan langsung dengan masyarakat setiap hari, khususnya dalam pengaturan lalu lintas dan penataan transportasi kota.
Oleh karena itu, Wali Kota meminta seluruh personel Dishub agar memahami dengan baik tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing, sekaligus mampu menjadi representasi wajah Pemerintah Kota Makassar di lapangan.
"Tugas Bapak Ibu di Diahub adalah tugas yang berada di garis depan, yang langsung berhubungan dengan masyarakat. Karena itu saya berharap perilaku yang ditunjukkan benar-benar mencerminkan bahwa kita adalah bagian dari pemerintah," tegasnya, Kamis 23 Oktober.
Pria yang akrab disapa Appi itu pun mengingatkan bahwa dalam menjalankan tugas, aparat Dishub sering berhadapan dengan berbagai karakter masyarakat yang beragam.
Kendati demikian, Appi menekankan pentingnya mengedepankan pendekatan yang komunikatif, persuasif, dan tetap menjaga etika pelayanan publik. Dirinya bahkan menolak sikap arogansi petugas saat bertugas di lapangan.
"Kalau ada orang datang marah-marah, jangan kita ikut marah duluan. Api kalau ketemu api makin besar, tapi kalau api ketemu air dia akan padam. Jadi, harus sikap humanis dalam menghadapi masyarakat," ujarnya memberi perumpamaan.
Politisi Partai Golkar Makassar itu menyampaikan bahwa ketegasan dalam menjalankan aturan bukan berarti petugas boleh bersikap kasar. Dia mencontohkan bahwa saat mengatur lalu lintas, petugas tidak perlu menggunakan gestur atau bahasa tubuh yang menunjukkan sikap arogan.
"Tegas boleh, tapi tidak kasar. Tegas itu berbeda dengan galak. Harus ada sisi humanis dalam setiap tindakan kita di lapangan. Jangan menunjuk orang dengan kasar, jangan memaki, jangan menakuti. Tapi tetap jalankan aturan dengan benar," tambah Appi.
Selain aspek pelayanan, Wali Kota juga menekankan persoalan disiplin dan integritas petugas, terutama dalam penegakan aturan yang kerap bersinggungan dengan kepentingan kelompok tertentu di masyarakat.
Alumnus Universitas Hasanuddin itu pun mengimbau kepada seluruh jajaran Dishub untuk tidak takut bersikap saat menghadapi pelanggaran, tetapi juga menghindari gaya premanisme atau sikap sok berkuasa.
"Misalnya soal parkir liar. Kalau memang melanggar, ya ditertibkan. Jangan malah ikut bermain. Tapi juga jangan jadi sok jagoan. Selesaikan dengan cara yang bijak dan sesuai aturan," imbaunya.
Appi pun meminta Dishub untuk memperkuat koordinasi lintas sektor, terutama dengan Kepolisian dan TNI, agar berbagai persoalan di lapangan bisa ditangani lebih cepat dan efektif.
"Menurut saya, hubungan antar-instansi harus berjalan harmonis demi pelayanan publik yang optimal," imbuh mantan CEO PSM Makassar itu.
Orang nomor satu Kota Makassar itu kembali mengingatkan pentingnya menjaga etika sebagai aparatur pemerintah. Ia menilai sikap dan gestur petugas Dishub di lapangan menjadi sorotan masyarakat dan dapat memengaruhi citra pemerintah.
Selain itu, menyinggung temuan di lapangan terkait petugas yang terlihat duduk santai sambil merokok saat bertugas. Tak hanya memberikan pembinaan mental dan etika kerja, Munafri juga menyampaikan keprihatinannya atas kondisi kelengkapan perlengkapan kerja personel Dishub Makassar yang ia nilai belum maksimal.
Munafri mencontohkan seragam petugas yang tidak seragam dan kendaraan operasional yang tidak memadai. Oleh sebab itu, ia memerintahkan Kepala Dishub untuk segera mengalokasikan anggaran pengadaan sarana pendukung yang layak dalam pembahasan APBD.
"Saya minta ini dimasukkan dalam pembahasan anggaran. Kita butuh mobil derek, mobil patroli, kendaraan yang layak, termasuk sistem kontrol traffic light. Bagaimana mau patroli kalau kendaraan begitu," sebutnya.
Wali Kota juga menilai fenomena maraknya aksi vandalisme yang merusak tiang lampu jalan dan lampu lalu lintas (traffic light) di beberapa titik kota. Untuk itu, ia meminta Dishub melakukan patroli rutin dan memastikan fasilitas lalu lintas kota berfungsi dengan baik setiap hari.
Tidak hanya itu saja, Munafri juga mendorong Dishub memanfaatkan kendaraan ramah lingkungan seperti sepeda listrik atau motor listrik untuk kawasan tertentu seperti Car Free Day (CFD). Ia juga meminta Kepala Dinas Perhubungan memperhatikan kesejahteraan petugas, termasuk memastikan tersedianya vitamin atau dukungan kesehatan bagi petugas yang bertugas di lapangan.
"Tidak pantas kalau di CFD petugas justru pakai motor konvensional yang mengeluarkan asap. Terlalu banyak potensi bahaya di lapangan. Jaga kesehatan. Saya minta ini disupport, minimal vitamin untuk petugas lapangan harus tersedia," pungkasnya.
Dalam arahannya, Munafri menegaskan bahwa Dishub merupakan salah satu unsur pemerintah yang berada di garis terdepan dalam pelayanan dilapangan, karena bersentuhan langsung dengan masyarakat setiap hari, khususnya dalam pengaturan lalu lintas dan penataan transportasi kota.
Oleh karena itu, Wali Kota meminta seluruh personel Dishub agar memahami dengan baik tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing, sekaligus mampu menjadi representasi wajah Pemerintah Kota Makassar di lapangan.
"Tugas Bapak Ibu di Diahub adalah tugas yang berada di garis depan, yang langsung berhubungan dengan masyarakat. Karena itu saya berharap perilaku yang ditunjukkan benar-benar mencerminkan bahwa kita adalah bagian dari pemerintah," tegasnya, Kamis 23 Oktober.
Pria yang akrab disapa Appi itu pun mengingatkan bahwa dalam menjalankan tugas, aparat Dishub sering berhadapan dengan berbagai karakter masyarakat yang beragam.
Kendati demikian, Appi menekankan pentingnya mengedepankan pendekatan yang komunikatif, persuasif, dan tetap menjaga etika pelayanan publik. Dirinya bahkan menolak sikap arogansi petugas saat bertugas di lapangan.
"Kalau ada orang datang marah-marah, jangan kita ikut marah duluan. Api kalau ketemu api makin besar, tapi kalau api ketemu air dia akan padam. Jadi, harus sikap humanis dalam menghadapi masyarakat," ujarnya memberi perumpamaan.
Politisi Partai Golkar Makassar itu menyampaikan bahwa ketegasan dalam menjalankan aturan bukan berarti petugas boleh bersikap kasar. Dia mencontohkan bahwa saat mengatur lalu lintas, petugas tidak perlu menggunakan gestur atau bahasa tubuh yang menunjukkan sikap arogan.
"Tegas boleh, tapi tidak kasar. Tegas itu berbeda dengan galak. Harus ada sisi humanis dalam setiap tindakan kita di lapangan. Jangan menunjuk orang dengan kasar, jangan memaki, jangan menakuti. Tapi tetap jalankan aturan dengan benar," tambah Appi.
Selain aspek pelayanan, Wali Kota juga menekankan persoalan disiplin dan integritas petugas, terutama dalam penegakan aturan yang kerap bersinggungan dengan kepentingan kelompok tertentu di masyarakat.
Alumnus Universitas Hasanuddin itu pun mengimbau kepada seluruh jajaran Dishub untuk tidak takut bersikap saat menghadapi pelanggaran, tetapi juga menghindari gaya premanisme atau sikap sok berkuasa.
"Misalnya soal parkir liar. Kalau memang melanggar, ya ditertibkan. Jangan malah ikut bermain. Tapi juga jangan jadi sok jagoan. Selesaikan dengan cara yang bijak dan sesuai aturan," imbaunya.
Appi pun meminta Dishub untuk memperkuat koordinasi lintas sektor, terutama dengan Kepolisian dan TNI, agar berbagai persoalan di lapangan bisa ditangani lebih cepat dan efektif.
"Menurut saya, hubungan antar-instansi harus berjalan harmonis demi pelayanan publik yang optimal," imbuh mantan CEO PSM Makassar itu.
Orang nomor satu Kota Makassar itu kembali mengingatkan pentingnya menjaga etika sebagai aparatur pemerintah. Ia menilai sikap dan gestur petugas Dishub di lapangan menjadi sorotan masyarakat dan dapat memengaruhi citra pemerintah.
Selain itu, menyinggung temuan di lapangan terkait petugas yang terlihat duduk santai sambil merokok saat bertugas. Tak hanya memberikan pembinaan mental dan etika kerja, Munafri juga menyampaikan keprihatinannya atas kondisi kelengkapan perlengkapan kerja personel Dishub Makassar yang ia nilai belum maksimal.
Munafri mencontohkan seragam petugas yang tidak seragam dan kendaraan operasional yang tidak memadai. Oleh sebab itu, ia memerintahkan Kepala Dishub untuk segera mengalokasikan anggaran pengadaan sarana pendukung yang layak dalam pembahasan APBD.
"Saya minta ini dimasukkan dalam pembahasan anggaran. Kita butuh mobil derek, mobil patroli, kendaraan yang layak, termasuk sistem kontrol traffic light. Bagaimana mau patroli kalau kendaraan begitu," sebutnya.
Wali Kota juga menilai fenomena maraknya aksi vandalisme yang merusak tiang lampu jalan dan lampu lalu lintas (traffic light) di beberapa titik kota. Untuk itu, ia meminta Dishub melakukan patroli rutin dan memastikan fasilitas lalu lintas kota berfungsi dengan baik setiap hari.
Tidak hanya itu saja, Munafri juga mendorong Dishub memanfaatkan kendaraan ramah lingkungan seperti sepeda listrik atau motor listrik untuk kawasan tertentu seperti Car Free Day (CFD). Ia juga meminta Kepala Dinas Perhubungan memperhatikan kesejahteraan petugas, termasuk memastikan tersedianya vitamin atau dukungan kesehatan bagi petugas yang bertugas di lapangan.
"Tidak pantas kalau di CFD petugas justru pakai motor konvensional yang mengeluarkan asap. Terlalu banyak potensi bahaya di lapangan. Jaga kesehatan. Saya minta ini disupport, minimal vitamin untuk petugas lapangan harus tersedia," pungkasnya.
(MAN)
Berita Terkait
News
Appi Tak Diberi Ruang, Pengamat: Golkar Bisa Kehilangan Momentum
Nama Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin kini ramai dilirik sejumlah partai politik lain. Terbaru ada Demokrat.
Minggu, 27 Sep 2026 17:53
Makassar City
Ekonomi Makassar Melaju 7,04 Persen, DPRD Puji Kepemimpinan Munafri
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kota Makassar memberikan apresiasi terhadap kinerja Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar.
Sabtu, 26 Sep 2026 22:13
Makassar City
Revitalisasi Pedestrian Kajaolalido-Thamrin, Pemkot Makassar Bahas Penanganan Pohon
Keberadaan pohon eksisting menjadi salah satu persoalan yang harus ditangani dalam proyek revitalisasi pedestrian di Jalan Kajaolalido dan Jalan MH Thamrin, Kota Makassar.
Sabtu, 26 Sep 2026 00:52
News
Transformasi Layanan Digital Pemkot Makassar Berbuah Predikat Kota TP2DD Terbaik
Upaya Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dalam mendorong transformasi digitalisasi layanan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dan transaksi keuangan daerah mendapat pengakuan di tingkat nasional.
Kamis, 24 Sep 2026 23:02
Sulsel
SiLPA Bertambah Rp219 Miliar, Pemkot Makassar Lakukan Penyesuaian
Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) Pemerintah Kota Makassar bertambah sekitar Rp219 miliar setelah melalui pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Kamis, 24 Sep 2026 06:08
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
MGMP Pendidikan Pancasila SMA Makassar Siap Dilantik, Dirangkai Seminar Pendidikan
2
PT CLM Transplantasi Terumbu Karang di Pulau Bulu Poloe, Dua Ton Sampah Ikut Diangkut
3
Tamsil Linrung Minta Maaf atas Dua Peristiwa yang Menimpa Siswa ICM, Siapkan Langkah Konkret
4
Appi Tak Diberi Ruang, Pengamat: Golkar Bisa Kehilangan Momentum
5
Sowan ke Andi Fahsar Padjalangi, Plt Golkar Bone: Kami Hanya Mengisi Kekosongan
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
MGMP Pendidikan Pancasila SMA Makassar Siap Dilantik, Dirangkai Seminar Pendidikan
2
PT CLM Transplantasi Terumbu Karang di Pulau Bulu Poloe, Dua Ton Sampah Ikut Diangkut
3
Tamsil Linrung Minta Maaf atas Dua Peristiwa yang Menimpa Siswa ICM, Siapkan Langkah Konkret
4
Appi Tak Diberi Ruang, Pengamat: Golkar Bisa Kehilangan Momentum
5
Sowan ke Andi Fahsar Padjalangi, Plt Golkar Bone: Kami Hanya Mengisi Kekosongan