Wamen Kependudukan Puji Kolaborasi Pemkot Makassar di Kampung KB Manggala
Jum'at, 30 Jan 2026 20:33
Wamen Kependudukan, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka dan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin di Kampung KB Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala, Jumat (30/1/2026). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan
MAKASSAR - Wakil Menteri (Wamen) Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, meninjau pelaksanaan program Kampung Keluarga Berencana (KB) di Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Jumat (30/1/2026). Kunjungan ini menegaskan pentingnya penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang dimulai dari keluarga.
Ratu Ayu menyatakan bahwa pembangunan SDM merupakan inti dari visi Asta Cita keempat, yang harus dimulai dari lingkup terkecil, yakni keluarga. Ia menyebut Kampung KB sebagai wujud nyata kehadiran negara dalam mendukung keluarga.
"Di mana ada program-program mulai dari bina keluarga balita, bina keluarga remaja, dan bina keluarga lansia. Saya ingin mengapresiasi dan terima kasih kepada Wali Kota Makassar yang juga sudah melalui Dinas PU merenovasi bangunan ini," tegasnya.
Ia berharap program Kampung KB dapat meningkatkan pemahaman keluarga tentang pola asuh anak guna menciptakan generasi berkualitas.
"Terutama juga tentang bagaimana pentingnya seribu hari pertama kehidupan untuk pencegahan stunting. Dan di sini juga ada rumah dataku terkait dengan data-data pendudukan yang mudah-mudahan akan bermanfaat untuk perencanaan bagaimana di Kota Makassar ini ke depannya," tambahnya.
Ratu Ayu juga menyoroti inovasi daerah, salah satunya program Simfoni Keren (Single Parent Membangun Potensi Anak Indonesia Kreatif Berencana) yang memberdayakan orang tua tunggal.
"Karena kita sama-sama mengetahui bahwa situasi dan tantangan kependudukan tentu saja setiap keluarga itu berbeda-beda. Nah ini di Kampung KB di Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala, Kota Makassar ini salah satu inovasinya adalah simfoni bagaimana edukasi-edukasi dan memberdayakan single parent-single parent. Terutama untuk yang perempuan karena kepala keluarga perempuan ini kan juga ada di Indonesia, ada di Kota Makassar," tuturnya.
Melalui program tersebut, ia berharap keluarga orang tua tunggal tetap mampu menerapkan pola asuh yang baik demi terwujudnya generasi emas 2045.
"Meskipun mereka single parent tetap bisa melakukan pengasuhan program-program pola asuh yang baik kepada anak-anaknya untuk bisa menjadi generasi emas 2045. Ini kira-kira sejauh apa sih efektif dari program Simfoni Keren," harapnya.
Ia menegaskan bahwa inovasi setiap daerah bersifat kontekstual, sementara peran kementerian adalah mengedukasi dan menggerakkan masyarakat melalui kolaborasi lintas sektor.
"Bagaimana mengedukasi sesuai dengan masing-masing dinamika, tempat, kemudian penggerakan untuk bisa menggerakkan masyarakat keluarga-keluarga misalnya datang ke posyandu. Jadi ada kolaborasi dengan lintas kementerian dan lintas sektor tentu saja, dan untuk inovasi-inovasinya memang dikembangkan dari masing-masing daerah," paparnya.
Sementara itu, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengatakan implementasi teknis program akan dikoordinasikan Dinas KB Kota Makassar bersama BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan.
"Ini membangun kolaborasi yang baik bersama karena yang langsung terdampak adalah warga yang ada di Kota Makassar. Sehingga peningkatan kualitas keluarga ini menjadi hal yang sangat penting hubungannya dengan generasi emas di tahun 2045 yang akan datang," terangnya.
Munafri menambahkan, Pemkot Makassar menyambut baik langkah pemerintah pusat dalam memperkuat kolaborasi pembangunan keluarga.
"Secara berkolaborasi dengan seluruh stakeholder yang ada untuk memperhatikan dengan sangat baik di lingkungan yang paling kecil yang namanya keluarga ini," tutup Munafri.
Ratu Ayu menyatakan bahwa pembangunan SDM merupakan inti dari visi Asta Cita keempat, yang harus dimulai dari lingkup terkecil, yakni keluarga. Ia menyebut Kampung KB sebagai wujud nyata kehadiran negara dalam mendukung keluarga.
"Di mana ada program-program mulai dari bina keluarga balita, bina keluarga remaja, dan bina keluarga lansia. Saya ingin mengapresiasi dan terima kasih kepada Wali Kota Makassar yang juga sudah melalui Dinas PU merenovasi bangunan ini," tegasnya.
Ia berharap program Kampung KB dapat meningkatkan pemahaman keluarga tentang pola asuh anak guna menciptakan generasi berkualitas.
"Terutama juga tentang bagaimana pentingnya seribu hari pertama kehidupan untuk pencegahan stunting. Dan di sini juga ada rumah dataku terkait dengan data-data pendudukan yang mudah-mudahan akan bermanfaat untuk perencanaan bagaimana di Kota Makassar ini ke depannya," tambahnya.
Ratu Ayu juga menyoroti inovasi daerah, salah satunya program Simfoni Keren (Single Parent Membangun Potensi Anak Indonesia Kreatif Berencana) yang memberdayakan orang tua tunggal.
"Karena kita sama-sama mengetahui bahwa situasi dan tantangan kependudukan tentu saja setiap keluarga itu berbeda-beda. Nah ini di Kampung KB di Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala, Kota Makassar ini salah satu inovasinya adalah simfoni bagaimana edukasi-edukasi dan memberdayakan single parent-single parent. Terutama untuk yang perempuan karena kepala keluarga perempuan ini kan juga ada di Indonesia, ada di Kota Makassar," tuturnya.
Melalui program tersebut, ia berharap keluarga orang tua tunggal tetap mampu menerapkan pola asuh yang baik demi terwujudnya generasi emas 2045.
"Meskipun mereka single parent tetap bisa melakukan pengasuhan program-program pola asuh yang baik kepada anak-anaknya untuk bisa menjadi generasi emas 2045. Ini kira-kira sejauh apa sih efektif dari program Simfoni Keren," harapnya.
Ia menegaskan bahwa inovasi setiap daerah bersifat kontekstual, sementara peran kementerian adalah mengedukasi dan menggerakkan masyarakat melalui kolaborasi lintas sektor.
"Bagaimana mengedukasi sesuai dengan masing-masing dinamika, tempat, kemudian penggerakan untuk bisa menggerakkan masyarakat keluarga-keluarga misalnya datang ke posyandu. Jadi ada kolaborasi dengan lintas kementerian dan lintas sektor tentu saja, dan untuk inovasi-inovasinya memang dikembangkan dari masing-masing daerah," paparnya.
Sementara itu, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengatakan implementasi teknis program akan dikoordinasikan Dinas KB Kota Makassar bersama BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan.
"Ini membangun kolaborasi yang baik bersama karena yang langsung terdampak adalah warga yang ada di Kota Makassar. Sehingga peningkatan kualitas keluarga ini menjadi hal yang sangat penting hubungannya dengan generasi emas di tahun 2045 yang akan datang," terangnya.
Munafri menambahkan, Pemkot Makassar menyambut baik langkah pemerintah pusat dalam memperkuat kolaborasi pembangunan keluarga.
"Secara berkolaborasi dengan seluruh stakeholder yang ada untuk memperhatikan dengan sangat baik di lingkungan yang paling kecil yang namanya keluarga ini," tutup Munafri.
(MAN)
Berita Terkait
Sulsel
Pemkot Makassar Rasionalisasi Kewenangan Perbaikan Jalan Akses SMA 22
Pemerintah Kota Makassar, melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) meluruskan informasi yang berkembang di tengah masyarakat terkait kewenangan perbaikan jalan menuju SMA Negeri 22 Makassar.
Sabtu, 14 Feb 2026 14:41
Makassar City
DLH Makassar Pastikan Gaji PPPK Dibayar, Kendala Administrasi Rampung
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, Helmy Budiman, meluruskan pemberitaan terkait ratusan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang disebut belum menerima gaji selama dua bulan terakhir.
Sabtu, 14 Feb 2026 07:46
Makassar City
Strategi Baru Tangani Banjir Antang, dari Tanggul, Retensi hingga EWS
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, meninjau langsung Perumahan Blok 10 Perumnas Antang, Kecamatan Manggala, Jumat (13/2/2026).
Jum'at, 13 Feb 2026 20:34
Makassar City
Rp4 Miliar Digelontorkan, Jalan Romang Tangayya Segera Diperlebar
Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar mengalokasikan anggaran Rp4 miliar pada 2026 untuk pembangunan dan perluasan jalan di Romang Tangayya, wilayah perbatasan Kota Makassar dengan Kabupaten Gowa.
Jum'at, 13 Feb 2026 19:56
Makassar City
Beri Pengarahan di Forum Lintas SKPD, Appi: Jangan Bangun Kerajaan-kerajaan
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyoroti persoalan internal birokrasi saat menghadiri Forum Lintas Perangkat Daerah yang digelar Bappeda Kota Makassar.
Kamis, 12 Feb 2026 20:47
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Pemkot Makassar Rasionalisasi Kewenangan Perbaikan Jalan Akses SMA 22
2
Tidak Ada Nama Putri Dakka, Nasdem Sulsel Godok 3 Nama Calon PAW RMS
3
2.000 Orang Ikut Berlari di Ajang HIPMI Run Strong 8 di Makassar
4
GAM Periode 2025–2027 Resmi Dilantik, Siap Perkuat Pilar Perubahan Sosial di Makassar
5
Target 5 Besar di Porprov, KONI Maros Turunkan 476 Atlet
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Pemkot Makassar Rasionalisasi Kewenangan Perbaikan Jalan Akses SMA 22
2
Tidak Ada Nama Putri Dakka, Nasdem Sulsel Godok 3 Nama Calon PAW RMS
3
2.000 Orang Ikut Berlari di Ajang HIPMI Run Strong 8 di Makassar
4
GAM Periode 2025–2027 Resmi Dilantik, Siap Perkuat Pilar Perubahan Sosial di Makassar
5
Target 5 Besar di Porprov, KONI Maros Turunkan 476 Atlet