Legislator Makassar Sebut Penanganan Banjir Tak Boleh Sistem Tambal Sulam
Jum'at, 13 Mar 2026 22:44
Ketua Komisi C DPRD Kota Makassar, Azwar Rasmin saat ditemui di kantor Perumnas Regional VII, Jalan Hertasning, Jumat (13/3/2026). Foto: Istimewa
MAKASSAR - DPRD Kota Makassar mengingatkan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar agar tidak menangani persoalan banjir dengan pendekatan sementara atau “tambal sulam”. Penanganan dinilai harus dilakukan secara menyeluruh agar mampu menyelesaikan akar persoalan banjir yang kerap terjadi setiap musim hujan.
Ketua Komisi C DPRD Makassar, Azwar Rasmin, mengapresiasi langkah cepat pemerintah kota dalam merespons banjir, khususnya di wilayah Kecamatan Manggala. Ia menilai mulai terlihat pergerakan di lapangan dalam upaya penanganan banjir.
Namun, Azwar menegaskan bahwa penanganan tersebut harus dilakukan secara komprehensif dan terencana, bukan sekadar langkah sementara.
"Apalagi kita bilang Manggala itu kan daerah tinggi, harusnya tidak terjadi banjir di situ, berarti ada penanganan yang salah sebelumnya. Alhamdulillah mulai ada saya lihat titik-titik yang menggembirakan yang mereka mulai bekerja, saya lihat ada berita kemarin," ujarnya, Jumat (13/3/2026).
Azwar menegaskan bahwa DPRD tetap mendukung setiap langkah pemerintah kota dalam mengatasi banjir. Meski demikian, ia mengingatkan agar penanganan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari wilayah hulu hingga hilir.
"Kalau tidak, jangan kayak tambal sulam saja akhirnya tidak membantu sama sekali penanganan banjir itu. Kemudian memang juga harus ditambah mungkin tempat penampungan air, kolam regulasi dekat situ," ucapnya saat dikonfirmasi wartawan.
Menurut legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV Makassar itu, pembangunan kolam retensi atau waduk penampung air di kawasan terdampak banjir dapat menjadi salah satu solusi permanen.
Ia juga mengusulkan agar kawasan yang sudah menjadi langganan banjir dipertimbangkan untuk direlokasi dengan tetap memperhatikan hak dan kelayakan warga.
"Dicari di mana tempatnya, saya pernah mengusulkan juga yang banjir itu, yang memang sudah langganan banjir yang memang cekungan di Blok 10. Tidak apa-apa direlokasi warga tapi kasih relokasi yang wajar dan memang layak," tuturnya.
Azwar kembali menegaskan agar pemerintah kota tidak lagi melakukan penanganan banjir secara parsial. Ia menilai perlu ada kajian mendalam agar solusi yang diambil benar-benar mampu mengatasi penyebab banjir secara permanen.
"Ada juga statement-nya dari kemarin Pak Appi kalau tidak salah bahwa waduk yang di Nipa-nipa itu baru terserap 30 persen katanya, belum 100 persen selama ini ternyata. Itu katanya baru 30 persen jumlah air yang ada di kolam situ masuk di situ baru 30 katanya," kata Azwar.
Selain itu, ia menyoroti rencana kerja sama antara pemerintah kota dan pemerintah provinsi terkait pelebaran Jembatan Barombong. Azwar berharap rencana tersebut dapat direalisasikan secara cepat dan tidak berlarut-larut.
"Mungkin terkait Pemkot kemarin itu sempat mewacanakan ini ya dengan Pemprov pelebaran jembatan Barombong katanya, di mana Pemprov disuruh untuk pembebasan lahan. Apa pun itu kita dukung asalkan dia bisa cepat dan taktis. Jangan sampai ada kerja sama tapi akhirnya lama yang dirugikan masyarakat."
Ia juga menyinggung persoalan sinkronisasi antarinstansi yang kerap menjadi kendala dalam realisasi pembangunan infrastruktur.
"Saya kira sudah sementara kan dikurangi dananya, setahu saya itu kan ada berita dikurangi dananya sehingga dari desainnya apa semua berkurang sampai 140 M kalau tidak salah. Intinya masyarakat jangan dirugikan," pungkasnya.
Ketua Komisi C DPRD Makassar, Azwar Rasmin, mengapresiasi langkah cepat pemerintah kota dalam merespons banjir, khususnya di wilayah Kecamatan Manggala. Ia menilai mulai terlihat pergerakan di lapangan dalam upaya penanganan banjir.
Namun, Azwar menegaskan bahwa penanganan tersebut harus dilakukan secara komprehensif dan terencana, bukan sekadar langkah sementara.
"Apalagi kita bilang Manggala itu kan daerah tinggi, harusnya tidak terjadi banjir di situ, berarti ada penanganan yang salah sebelumnya. Alhamdulillah mulai ada saya lihat titik-titik yang menggembirakan yang mereka mulai bekerja, saya lihat ada berita kemarin," ujarnya, Jumat (13/3/2026).
Azwar menegaskan bahwa DPRD tetap mendukung setiap langkah pemerintah kota dalam mengatasi banjir. Meski demikian, ia mengingatkan agar penanganan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari wilayah hulu hingga hilir.
"Kalau tidak, jangan kayak tambal sulam saja akhirnya tidak membantu sama sekali penanganan banjir itu. Kemudian memang juga harus ditambah mungkin tempat penampungan air, kolam regulasi dekat situ," ucapnya saat dikonfirmasi wartawan.
Menurut legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV Makassar itu, pembangunan kolam retensi atau waduk penampung air di kawasan terdampak banjir dapat menjadi salah satu solusi permanen.
Ia juga mengusulkan agar kawasan yang sudah menjadi langganan banjir dipertimbangkan untuk direlokasi dengan tetap memperhatikan hak dan kelayakan warga.
"Dicari di mana tempatnya, saya pernah mengusulkan juga yang banjir itu, yang memang sudah langganan banjir yang memang cekungan di Blok 10. Tidak apa-apa direlokasi warga tapi kasih relokasi yang wajar dan memang layak," tuturnya.
Azwar kembali menegaskan agar pemerintah kota tidak lagi melakukan penanganan banjir secara parsial. Ia menilai perlu ada kajian mendalam agar solusi yang diambil benar-benar mampu mengatasi penyebab banjir secara permanen.
"Ada juga statement-nya dari kemarin Pak Appi kalau tidak salah bahwa waduk yang di Nipa-nipa itu baru terserap 30 persen katanya, belum 100 persen selama ini ternyata. Itu katanya baru 30 persen jumlah air yang ada di kolam situ masuk di situ baru 30 katanya," kata Azwar.
Selain itu, ia menyoroti rencana kerja sama antara pemerintah kota dan pemerintah provinsi terkait pelebaran Jembatan Barombong. Azwar berharap rencana tersebut dapat direalisasikan secara cepat dan tidak berlarut-larut.
"Mungkin terkait Pemkot kemarin itu sempat mewacanakan ini ya dengan Pemprov pelebaran jembatan Barombong katanya, di mana Pemprov disuruh untuk pembebasan lahan. Apa pun itu kita dukung asalkan dia bisa cepat dan taktis. Jangan sampai ada kerja sama tapi akhirnya lama yang dirugikan masyarakat."
Ia juga menyinggung persoalan sinkronisasi antarinstansi yang kerap menjadi kendala dalam realisasi pembangunan infrastruktur.
"Saya kira sudah sementara kan dikurangi dananya, setahu saya itu kan ada berita dikurangi dananya sehingga dari desainnya apa semua berkurang sampai 140 M kalau tidak salah. Intinya masyarakat jangan dirugikan," pungkasnya.
(MAN)
Berita Terkait
Makassar City
Wali Kota Makassar Komitmen Percepat Pembangunan di Kepulauan Sangkarrang
Pemerintah Kota Makassar menegaskan komitmennya untuk mempercepat pembangunan di wilayah Kecamatan Kepulauan Sangkarrang.
Jum'at, 12 Jun 2026 22:12
Sulsel
Pemkot Makassar Luncurkan Pete-Pete Laut Gratis, Ini Jadwal dan Rutenya
Pemerintah Kota Makassar resmi meluncurkan uji coba layanan transportasi antarpulau "Pete-Pete Laut" yang akan melayani masyarakat di wilayah Kecamatan Kepulauan Sangkarrang secara gratis.
Jum'at, 12 Jun 2026 22:08
Sports
Wali Kota Makassar Ingatkan ASN Jangan Abaikan Tugas karena Piala Dunia 2026
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengingatkan seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kota Makassar agar tidak membiarkan euforia Piala Dunia 2026 mengganggu kinerja dan pelayanan publik.
Jum'at, 12 Jun 2026 09:24
Makassar City
Wali Kota Makassar Tegaskan Ranperda Perhubungan Perkuat Tata Transportasi
Wali Kota Munafri Arifuddin menilai Kota Makassar membutuhkan payung hukum yang kuat dan komprehensif untuk mengatur sistem transportasi seiring meningkatnya mobilitas penduduk dan aktivitas ekonomi di kota tersebut.
Jum'at, 12 Jun 2026 05:32
News
Legislator Makassar Imbau Pemerintah Antisipasi Dampak Naiknya Harga BBM
Kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax mendapat sorotan dari anggota DPRD Kota Makassar. Ketua Komisi C DPRD Makassar, Azwar Rasmin, meminta pemerintah kota mengantisipasi berbagai dampak.
Rabu, 10 Jun 2026 19:13
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
LPS Ajak Mahasiswa Unhas Bangun Kesadaran Finansial Sejak Dini
2
Muprov Kadin Sulsel Diminta Ditunda, Pengurus Soroti Legalitas dan Administrasi
3
Bupati Luwu Tinjau Awak Mas Project, Progres Konstruksi Dinilai Signifikan
4
Pemkot Makassar Luncurkan Pete-Pete Laut Gratis, Ini Jadwal dan Rutenya
5
XLSMART & Komdigi Luncurkan DigiHer, Target Digitalisasi 2,4 Juta Perempuan
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
LPS Ajak Mahasiswa Unhas Bangun Kesadaran Finansial Sejak Dini
2
Muprov Kadin Sulsel Diminta Ditunda, Pengurus Soroti Legalitas dan Administrasi
3
Bupati Luwu Tinjau Awak Mas Project, Progres Konstruksi Dinilai Signifikan
4
Pemkot Makassar Luncurkan Pete-Pete Laut Gratis, Ini Jadwal dan Rutenya
5
XLSMART & Komdigi Luncurkan DigiHer, Target Digitalisasi 2,4 Juta Perempuan